Dimalam pernikan mantan pacar, aku hamil. Hati ku hancur, setelah melihat hasil tespack berbentuk persegi dengan garis dua ditengahnya. "Kenapa harus terjadi padaku, di saat aku sudah ikhlas melepas mu" ujarku dalam hati. Aku merasa kosong, bagai mana memghadapi orang tua ku, bagaimana dengan masa depan ku,,,"aaarrg", pada siapa aku harus berkeluh kesah. Tiba - tiba handphone ku berdering, berlatarkan lagu Kisah Kasih di Sekolah, lagu kesukaan aku dan kamu saat dulu kita masih bersama. Kulihat layar hp ku, dan tertulis nama Kesayangan. Kenapa dia telpon ya, aku mulai bertanya - tanya,,,ada apa ini,bukankah, harusnya dia sedang bersama istrinya, kenapa malah telp aku. Aku mulai bermonolog, tapi akhirnya aku angkat juga telpnya, " Assalamualaikum, kenapa mas ?" aku mulai mengganti panggilan sayang ku dengan Mas. "Wa'alaikum salam, gak papa, mendadak perasaan ku gak enak, dari tadi ingin mengubungi mu, seperti ada sesuatu yang mengganjal di hati" imbuh mas Agung, sang mantan pacar ku. Mendadak aku menangis, ingin menumpahkan cerita yang baru saja aku alami, tapi apa daya, bibir ku kelu saat ingin memulai percakapan. "baby...kenapa menangis ?, ini hanya sementara saja,,,aku mohon dukungan mu", ucap mas Agung lemah. Aku tahu, pernikaham ini memang bukan pernikahan yang di harapkan oleh mas Agung, tp karna perjodoham dari orang tuanya. Mas Agung harus menerima perjodohan ini, karna ibunya mengamcam akan bunuh diri, jika mas Agung tidak mau menikah dengan gadis pilihannya. Akhirnya aku hanya bisa menarik nafas dengan berat, agar bisa melewati ujian ini. "aku gak papa mas, mungkin cuma belum terima aja, kalo kita putus" ujarku mengelak."Baby, kamu harus menunggu aku ya, aku menikah hanya untuk sementara, nanti saat semua sudah tenang, aku akan bercerai dan langsung menikah dengan mu" mas Agung masih berupaya menenangkan ku.
"Ia mas, gak papa,,,aku akan sabar menunggu" akhirnya aku hanya bisa bicara itu saja. "Baby, aku ke kosan mu ya sekarang ?" ujar mas Agung. "Loh, penganten baru, kok malah ke rumah mantan sih" ujar ku bingung. "Eca mau kerumah pacara nya" ungkap mas Agung. Walah, pernikahan model apa nih, malam pertama malah pada pisah ujar ku dalam hati. "Jangan mas, aku mau pulang ke rumah orang tuaku, aku rindu pada mereka ". Aku memutuskan untuk pulang kerumah orang tua ku, untuk menceritakan masalah ku, karena aku tidak mau gegabah untuk mengambil keputusan. Aku tidak akan memberitahukan mengenai kehamilan ini pada mas Agung. Aku ingin menghadapinya sendiri saja. Semoga kamu bahagia mas dan aku akan melewati ini sendiri saja. Akhirnya aku pergi meninggalkan kosan menuju ke Rumah Sakit terdekat untuk melakukan pemeriksaan kandungan. Begitu sampai disana, aku langsung mendaftarkan diri di tempat pendaftaran. Aku mendaftarkan di poli kandungan dan mendapatkan no urut 1, karena poli kandungan baru mulai jam 7 malam sedang saat ini masih jam 5 sore. Aku menunggu sambil bermain Hp. Tidak terasa, waktu sudah menunjukkan jam 7 malam, sehingga poli sudah di mulai. "Nyonya Diah Ayu" nama ku akhirnya dipanggil oleh bidan, aku di ajak masuk ke dalam ruangan periksa dokter. "Ada keluhan apa ya mbak ?" tanya dokter cantik , "saya sudah satu minggu terlambat datang bulan dok", "Sudah tes ?" dokter bertanya lagi. "Sudah dok, tadi sore" ujar ku Kemudian dokter menyuruh aku tidur di bed pasien untuk di lakukan USG,. Saat melakukan USG dokter hanya tersenyum saja. "Gimana dok, betul saya hamil ?". "Mbak coba cek ulang lagi ya, tampung pipis dulu di pot ini" ujar ibu dokter kepada ku. Akhirnya aku mulai menampung air seni ku di dalam pot putih. Aku menyerahkan urin ku pada perawat. Kemudian perawat melakukan pengetesan urine ku. Kemudian Dokter berbicara tentang hasil urine setelah menunggu 15 menit. "Mohon maaf mbak, anda tidak sedang hamil, karna hasil tes di urin mbak negatif dan hasil USG juga tidak menunjukkan adanya kantong janin. ditambah setelah saya periksa tadi, mbak masih gadis alias perawan. Syukurlah... Alhamdulillah, terima kasih dok, saya lupa kalo masih perawan . Dalam hati tertawa, dasar kena prank test pack abal- abal 🤣🤣🤣