Perpisahan tanpa adanya kata pertemuan itu sakit. Ini cerita seorang perempuan yang suka kepada adik kelasnya, dia memendamnya cukup lama. Sampai saatnya dia harus melanjutkan pendidikan SMA nya. Cinta yang tak sempat dia ungkapkan, membuat dia sakit hati luar biasa dan gagal move on.
Namanya fiona, dia sekarang duduk di kelas XI SMA. 3 tahun lamanya tidak membuat fiona move on, fiona masih tetap mencintainya namun bedanya dia tidak mengejarnya lagi. Alasannya karena fiona tidak satu sekolah dengan Dion.
Dion, seorang cowok yang disukai fiona. Fiona ragu dion tahu dia suka padanya. Namun, ada yang membuatnya yakin yaitu temannya dion memberi tahunya. Walaupun, tak ada sikap dion yang menunjukkan dia tahu.
Saat ini, fiona ada di sekolah lebih tepatnya di kelas dengan muka termenung.
"FIONAAA!" teriak Cia
"Hah Apa" kaget fiona
"Ngelamun aja, gue tau pasti lo lagi mikirin dia kan"
"S-siapa bilang!engga kok ngapain juga mikiran dia"
"Heeeeh, lo gak cape mikiran dia terus. Dengerin gue, lo itu berhak bahagia gak ada gunanya mikirin dia.
"Iya, tapi bentar lagi kan penerimaan siswa baru gue takut dia daftar ke SMA ini. Gue gak siap buat ketemu dia, ketemu dia bikin gue sakit hati.
"Yaudah gak usah ketemu, hindarin aja" ucap cia dengan entengnya
"YAUDAH!" pasrah fiona
"Gak usah ngegas gitu dong" ucap cia dengan muka ngeselinnya.
Seperti yang ditakutkan Fiona, ternyata dion mendaftar di SMA ini. Dan sialnya dia malah bertemu dion, membuat fiona sakit hati. Bertemu dengan dion, memang membuatnya senang. Yang dikhawatirkan fiona adalah di saat dia bertemu dion, memori nya tertuju pada masa lalu. Dia masih ingat bagaimana dia diacuhkan, dan gak menghargai dia sama sekali.
Tak sengaja mata fiona dan mata dion bertatapan, membuat fiona mengalihkan pandangannya. Setelah fiona melihat ada dion, dia berlari tapi tanpa dia sadari dion mengikutinya.
"FIIIIII TUNGGGU!" teriak dion, dia mencekal tangan fiona.
"Gue mau ngomong sama lo"
Fiona memandang dion, tanpa menggubris ucapannya dengan raut mata penuh kekecewaan.
"Udah lama kita gak ketemu, gimana kabar lo?" tanya dion dengan nada sok akrab
"Gak usah basa basi DION! langsung ke intinya" bentak fiona
"Iya, gue mau minta maaf karena gue gak ngehargain lo. Gue tau gue salah, dan gue lihat lo gak punya pacar kan? ini kesempatan kita buat mulai semuanya dari awal. Gak ada lagi yang namanya gak dihargain! lo mau kan?" jelas dion
"Gue gak habis pikir sama lo, lo datang datang langsung bilang kaya gitu. Lo gak inget? gimana perlakuan lo sama Gue!. Ingat gak lo gimana sakit hatinya gue ngeliat lo berduaan sama cewe lain. Dan dengan mudahnya lo bilang mau mulai semuanya dari awal, lo gak mikirin perasaan gue gimana?. GUE SAKIT HATI! dengan ketemu lo gini aja gue udah sakit hati. Ucap fiona panjang lebar dengan mata memerah. Dia gak habis pikir sama pikiran dion.
"Iya gue tau gue emang salah, gue minta maaf.
"Lo kira dengan minta maaf, hati gue yang rapuh bisa balik lagi?. Lo tau gak, gue nangisin lo berharap lo balas perasaan gue tapi bodohnya gue gak sadar orang yang gue tangisin,orang yang gak sadar diri kaya lo! ucap fiona dengan menggebu-gebu
"Tapi kan-"
"Gak ada tapi tapi, gue maafin lo tapi untuk berhubungan sama lo...Gue gak bisa. Dan ini terakhir kalinya lo temuin Gue! jangan pernah nunjukin muka lo dihadapin gue atau gak gue bakalan benci sama lo" ucap fiona dengan lantang
Setelah itu, fiona langsung pulang karena bertemu dion membuat dia menguras tenaga dan emosi. Mengulang hubungan dengan orang yang sama, sama saja dengan mengulang kenangan pahit yang pernah dilalui. Dan fiona gak mau dia sakit hati untuk kedua kalinya, cukup satu kali dia bodoh karena laki laki.
Sementara itu di rumah dion, dia masih termenung memikirkan perkataan fiona. Niatnya bertemu dengan fiona untuk memperbaiki hubungan, tapi bukannya baik malah tambah buruk.
3 Bulan kemudian
Saat ini, fiona sedang menuju ke kantin dan tanpa aba aba ada bola basket melayang ke arahnya. Fiona langsung pingsan, seorang laki laki langsung membawanya ke uks dengan mata tajam ke orang yang melempar bola basket.
Saat ini fiona sedang di uks, dari tadi seorang cowok masih menunggunya siuman. Dari raut wajah laki laki itu, dia menunjukkan kekhawatiran kepada fiona. Tak lama kemudian fiona siuman dengan memegangi kepalanya.
"Emmm duh kepala gue sakit" lirih fiona
"Lo udah siuman? tanya cowok itu
"L-lo?" tanya fiona dengan raut wajah kaget
"Hmmm, iya gue lo gak papa kan?
"Iya, cuman kepala gue masih sakit"
"Yaudah, lo istirahat aja nanti gue ijinin. Lo belum makan kan? ini ada gue beliin bubur kesukaan lo"
"Tau banget lo gue lagi laper"
"Gemes banget sih" ucap cowok itu dengan tangannya dengan mengacak ngacak rambut fiona
Fiona yang diperlakukan seperti itu pun, dia salah tingkah. Fiona menatap ke arah lain untuk mengurangi rasa gugupnya.
"Lo lucu banget, jadi pengen gue culik" ucap cowok itu dengan mencubit pipi nya fiona.
"HEHHHH enak aja lo" marah fiona
Pintu uks yang tadinya tertutup, dibuka paksa oleh seseorang. Dia cia, setelah tau kabar fiona yang pingsan cia langsung bergegas ke uks.
"FIONA LO GAK PAPA?" tanya Cia dengan suara cemprengnya
"Duh lo tuh ya, bisa budeg gue kaya gini. Gue gak papa kok"
"IHHHHH KAN GUE KHAWATIR FIONA" ucap Cia dengan raut kesalnya
"IYA IYA GUE GAK PAPA"
"Eh btw, ini cowok yang lo ceritain?" tanya Cia dengan bisik bisik
"Hm iya, kenalin ini sahabat gue namanya Cia" ucap fiona memperkenalkan sahabatnya itu kepada cowok itu"
"Iya, gue Reyhan"
"Lo pacarnya Fiona?" tanya Cia dengan raut menyelidiki
"Engga, hubungan gue sama fiona lebih dari itu. Gue gak mau pacaran nanti akhirnya putus juga. Gue bisa jagain dia tanpa harus pacaran" Ucap Reyhan dengan menatap fiona.
"EHEMMMM, yaudah gue ke kelas dulu ya nanti gue ganggu yang mau berduaan lagi" sindir cia
"Ehhhh jangan" larang fiona
"DADAHHH BYE"
Saat ini di uks keadaannya menjadi hening, fiona memikirkan ucapan Reyhan tadi. Dia bingung kenapa Reyhan ngomong kalo dia mau jagain dirinya. Dengan ragu, dia bertanya kepada Reyhan.
"Rey" panggil fiona
"Iya kenapa Hmmm?"
"L-lo kenapa ngomong kaya tadi ke Cia?" tanya fiona dengan muka gugupnya.
"Emang kenapa? gue kan mau jagain lo gue gak mau lo disakitin lagi. Gue sayang sama lo tapi alasan gue gak mau pacarin lo, gue takut nanti kita malah pisah terus gak ada komunikasi gimana?
"Hmmm iya deh, makasih ya lo udah ada buat gue. Lo berhasil ngilangin trauma gue"
"Iya sayang"
Fiona diam, dia tidak menjawab karena dalam hatinya dia berusaha untuk tidak salah tingkah. Tapi semuanya gagal, karena Reyhan yang terus menatapnya.
-J-jangan liatin gue kaya gitu"
"Kenapa? gue itu lagi lihatin ciptaan tuhan yang gak boleh disia siain.
"Ya tapi jangan gue juga dong"
"Lo kan ciptaan tuhan"
Rey mendekatkan mulutnya ke telinganya fiona. Dia membisikkan sesuatu ke fiona yang membuat fiona salah tingkah
"Dan masa depan gue" bisik Reyhan dengan senyum tipisnya
Gagal sudah, fiona benar benar salah tingkah dibuatnya. Bagaimana bisa Reyhan membuatnya salah tingkah, apa dia tidak khawatir fiona kena serangan jantung karena terus berdekatan dengannya.
Tanpa mereka ketahui, ada seseorang yang memperhatikannya dengan raut datar dan menahan cemburu.
Dan tanpa terasa hari kelulusan kelas XII telah tiba, mereka semua lulus dengan nilai rata rata. Begitu juga dengan Fiona, saat ini fiona sedang foto bersama dengan teman-temannya.
"Guys, pokoknya ingat ya kita jangan sampai lost contact, grup juga harus tetap nimbrung ya" ucap fiona
"Sip dah pokoknya" sahut teman sekelasnya fiona
"Ehmmm kayanya ada yang mau ngomong sama lo tuh" lirik Cia ke belakang fiona
"Yaudah kita duluan ya fi" pamit Cia
"Lo ngapain disini"
"Gue kesini mau ngucapin selamat bahwa lo udah lulus, sekaligus gue bener benar minta maaf sama lo" ucap dion
"Gue udah maafin lo.
"Apa kita gak bisa mulai semuanya dari awal?" lirih dion
" Sorry yon tapi gue gak bisa, gak selamanya masa lalu itu bisa nyembuhin luka. Ngulang hubungan dengan masa lalu itu sama aja kita ngulang luka dengan orang yang sama.
"Yaudah gue ngerti kok, dengan ini gue tau penyesalan itu ada di akhir"
"Jangan sedih dong. Lo harus move on dari gue, lo terlalu liat gue sampai sampai lo gak liat ada orang yang tulus cinta sama lo"
"Emang ada orang yang suka sama gue?" balas dion dengan rasa minder.
"Makanya, jangan liat ke depan doang yang dibelakang gak diliat" sindir fiona dengan lirikan
"Ya kan lo tau gue gak peka"
"Yaudah samperin gih, dia ada di belakang" bisik fiona
"Makasih ya fi"
Dengan kejadian itu, Dion sadar bahwa penyesalan itu berada di akhir. Dia mencoba membuka hati untuk orang mencintainya dan dion tidak ingin menyia nyiakannya lagi. Dan Fiona? dia bahagia bersama orang yang dicintainya dan yang mencintainya.
Dia Reyhan, laki laki dengan mata tajamnya mampu membuat fiona jatuh hati kepadanya. Sebuah kebetulan, dua orang yang tidak pernah komunikasi akhirnya malah menjalin hubungan lebih dari pacaran. Mungkin mereka terjebak friendzone, karena mereka tidak mau pacaran tapi mau langsung melanjutkan ke hubungan yang lebih serius. Yang pastinya mereka akan melanjutkan kuliah dulu dan mencari pekerjaan yang layak.
"FIIIII" teriak Reyhan. Nampaknya fiona tidak mendengarkan reyhan, dia terus melamun.
"Hahhh iya apa rey?" kaget fiona. Saat ini mereka sedang ada di cafe untuk refreshing katanya.
"Ko ngelamun? mikirin apa sih"
"Engga, aku cuma ngga nyangka aja aku bisa ketemu kamu dengan trauma yang aku miliki"
"Yaampun, itu udah takdir sayang. Aku juga bersyukur ketemu kamu dan jadi milik kamu"
"Ingat ya kita belum sah" ucap fiona dengan pipi memerah karena ucapan reyhan
"Bullshing ya? goda reyhan
"Apaan, ga ga ga"
"Hahaha, lucu deh kamu"
"Kan emang lucu, baru tau ya"
"Ihhh kamu nih ya" ucap Reyhan dengan menggendong fiona keluar dari cafe
Itulah akhir dari kisah Fiona, mereka hidup bahagia walaupun tak jarang ada pendapat yang berbeda. Sedangkan dion, dia juga mulai menikmati hidupnya dengan seorang gadis pilihannya. Siapapun kita, bagaimanapun kita di masa lalu, kita akan merasa bahagia jika bertemu dengan orang yang tepat dan membuat kita nyaman.
~Thank you and see you~