Sudah dua minggu aku tidak menerima kabar dari dirinya, yang sebelumnya kami komunikasi hampir tiap hari tiap malam, kupikir dia sudah melupakanku tapi nyatanya aku yang terlalu mengkhawatirkan dia, malam ini kuputuskan untuk menyusulnya kebatas kota, disana dia meninggalkan ku sudah selama kurang lebih dua tahun ini, aku berfikir jika aku menyusulnya kesana semua keadaan akan menjadi lebih baik, hingga akhirnya malam ini ku susun barang-barang yang hendak ku bawa dalam perjalananku esok hari, tidak lupa aku memasukkan alat-alat bedakku,... yaachh namanya juga wanita tujuannya adalah untuk mempercantik diri, kupilih baju-baju bagus dan yang indah menurutku.
Aku membereskan semuanya hingga larut malam, ketika aku hendak tidur aku mencoba untuk menghubunginya, aku bertanya “Mas Ricky apa kabar hari ini, ku pikir kamu baik-baik saja, besok aku akan menyusulmu ke sana”, aku mohon kamu bisa menjemputku, aku tunggu kamu diterminal“ lima menit berlalu tidak juga ada balasan untuk ku, tapi aku masih nekat dengan tujuan awal ku untuk menyusulnya ke perbatasan kota. Aku ingin agar bisa melihatnya dan meluruskan permasalahan ini, sebenarnya aku tidak ingin menceritakan alasan kenapa kami bisa tidak saling komunikasi tapi kupikir ini lebih baik diceritakan karena memang aku tidak bisa memendamnya sendiri, seperti biasa dan yang pernah kuketahui Mas Ricky masih menghubungi wanita lain yang tidak lain adalah mantannya sendiri, tapi aku juga tidak bisa mengalahkan asumsiku ini oleh karena itu aku bertekad untuk pergi besok harinya, haripun sudah larut malam tidak terasa aku terlelap dalam tidurku, ntah mas ricky ada membalas atau tidak aku tetap menuju peraduan mimpi ini, aku tertidur lelap sekali pada malam hari ini, hingga aku lupa bawha Mas Ricky juga terlalu melupakan diriku, suara adzan mengema nyaring kebetulan jarak surau sangat dekat dari rumahku, aku terbangun pagiini... aku kembali mangingat tujuanku hariini akan berangkat menyusul mas ricky ke perbatasan kota, seperti biasa aku mandi dan membersihkan diri, membereskan tempat tidur, menyapu rumah dan kemudian aku melanjutkan aktivitasku disekolah mengajar sebentar, yang sebenarnya pekerjaan ku adalah seorang tanpa tanda jasa, karena memang setelah aktivitas ini selesai baru aku akan melanjutkan perjalananku menyusul mas ricky, tidak terasa hari mendekati siang, diwaktu selesainya aktivitasku sebagai seorang guru aku pun mempersiapkan diri untuk berangkat, aku terdiam sejenak dan duduk kucoba menyusuri hatiku kembali, apakah aku siap atau tidak untuk berangkat kesana, tumbuh seribu pertanyaan dari dalam pikiranku, perasaan deg degan pun menjadi-jadi, tapi itu semua bukanlah penghalang untuk berhentikan niatku, tapi nyatanya hatiku tetap bergejolak seperti berteriak “Aku Harusss Pergiii...! Aku Tidak Bisa Seperti Ini... Aku Harus Mengetahui Apakah Mas Ricky Itu Masih Mencintaiku Atau Tidak”, yaahh... namanya juga wanita pikiran-pikiran seperti itu tentu merasuki jiwa, dan aku memutuskan untuk pergi.
Setelah selesai berberes diri aku pun menelfon teman satu rumahku untuk meminta mengantarkanku menuju keterminal, karena aku belum mempunyai kendaraan pribadi, aku juga terlahir dari keluarga yang sederhana, yaaa... meskipun temanku sangat sibuk dengan aktivitasnya tapi aku bersyukur dia masih bisa sempat untuk mengantarku, kami menuju terminal dan mencari bus yang hendak kutumpangi dan tidak susah bus itu sudah terparkir manis diterminal, kami pun sempat bertanya kepada orang-orang disekitar itu “Bapak bus yang menuju keperbatasan kota dimana yaa? Bapak itu menjawab “ohhh....ini adek, busnya ini naik saja”.. “oh iya pak betul”.. “iyaa sebentar lagi berangkat “ kata bapak itu, “oohh kalau gitu terimakasih pak... baiklah aku akan naik didalamnya” kataku menjawab laki-laki tua itu. Dan aku pun naik kedalam bus sementara temanku pulang untuk melanjutkan aktivitasnya kembali.
Aku menunggu cukup lama karena kendala penumpang belum ada dan hanya aku sendiri,setelah nunggu beberapa jam didalam bus akhirnya ada sepasang suami istri yang naik dalam bus tersebut, sempat terpikir dalam benakku “bisa gak ya mendapatkan cinta seperti mereka, indahnya cinta mereka hingga bisa bertahan sampai tua”, aku pun tersadar dari lamunanku dan tersenyum sendiri, melihat ke langit-langit bus, bus nya terlihat kusam dan tua aku sebenarnya enggan untuk menaikinya, yaachh aku menuju cintaku, tetapi mengapa aku harus menaiki bus seperti ini, tapi ku pikir tidak masalah karena bus ini yang akan mengantarkan ku pada cinta sejatiku, ohhh cinta sejati... tidak... karena aku masih dilema dengan perasaanku, apakah mas ricky juga mencintaiku atau tidak. Selang beberapa waktu lagi datanglah penumpang sepasang suami istri lagi yang terlihat sudah sangat tua, mereka sepertinya hendak berangkat juga, mereka menyapaku sangat ramah “ade hendak kemana?” tanya ibu itu... aku menjawab “keperbatasan kota ibu”, “ohhh jauh sekali” kata si ibu.... “iya ibu jawabku”...” tanya ibu lagi ada apa kesana”.... (ummmm aku berpikir sejenak) “mau berjumpa keluarga” jawabku tanpa basa basi. Yaaa tidak mungkin donk aku mengatakan akan menjumpai cinta sejatiku toh mereka juga tidak mengenali itu semua. “ohhh kalau begitu hati-hati ya dek”pesan ibu itu, “aku menganggukkan kepalaku”.
Selang beberapa waktu bus pun berangkat. Kami bersama-sama menyusuri perjalanan menuju keperbatasan kota, tentunya dengan harapan disana aku menemukan cinta sejatiku. Aku sangat menikmati perjalananku apalagi didukung kondisi tubuh yang fit, tidak lama kemudian penumpang sepasang suami istri yang sudah terlihat tua itu pun sampai ditujuan mereka, selang dua atau tiga jaman penumpang sepasang suami istri yang naik setelah aku itu pun sampai tujuan juga, hanya aku seorang diri penumpang sempat takut karena tidak biasa naik bus sendirian dan menyusuri jalan panjang, tapi puji Tuhan selang beberapa waktu selalu ada penumpang yang naik dan turun bus, sepanjang perjalananku itulah yang terjadi, hingga aku merasa tenang dan nyaman, aku sempat terlelap dalam istirahatku didalam bus bermimpi indah dan berharap semuanya akan baik-baik saja. Aku terbangun dalam tidurku didalam bus dan kembali menikmati perjalananku melihat disamping kiri dan kanan ku melihat indahnya pemandangan yang sebelumnya belum pernah aku lihat.
Perjalanan yang cukup melelahkan namun menyenangkan, tidak lama kemudian handphoneku pun berdering yang ternyata itu adalah pesan dari Mas Ricky, dia menanyaku “sayang jadi berangkat? Kalau sudah sampai terminal hubungi aku, nanti aku jemput”.. “aku udah dalam bus, perjalanan kesana” jawab ku. “hati-hati yaa sayang” jawab Mas Ricky. mendengar pesan dia seperti itu hati yang khawatir ini menjadi sedikit tenang, dan aku kembali menikmat perjalananku, beberapa jam pun berlalu hari mulai sore menjelang petang, aku pun tiba diterminal, aku mencoba memberitahu dia dengan videocall, “sayangg aku udah sampai terminal”... “yaa uda sayang tunggu sebentar nanti aku jemput” jawab Mas Ricky, yang ternyata dia masih sibuk kerja, selang beberapa waktu dia pun datang menjemputku diterminal, dan berkata “maaf ya membiarkan menunggu sebentar” tersenyum manja kepadaku, “gak apa-apa kog” jawabku..sambil menkerutkan dahi, “yok naik kita berangkat” kata mas ricky, “tersenyum saja”.
Kemudian kami pun berangkat menuju rumah tempat tinggal Mas Ricky. Setibanya dirumah mas ricky menyuruhku istirahat sebentar, dan kemudian mandi, lalu menunjukkan kamar tidurku, yaaa... seperti biasa habis perjalanan jauh bawaannya capek dan pengen istirahat, sebelum istirahat malam Mas Ricky mengajakku makan malam diluar, setelah makan malam kami pulang dan kami ngobrol-ngobrol diruang tv, mas ricky tanya “ sayang kog nekat benar datang kesini”sambil tersenyum..”gimana gak nekat kita dua minggu hilang komunikasi, yaa aku curigalah”jawab ku dengan wajah kesal, “ aku kesini gak macam-macam kog, aku hanya sibuk kerja, pergi pagi-pagi pulang malam, kalau malam bawaannya pengen istirahat” jawab Mas Ricky sambil membelai-belai rambutku, “yaa aku kan pengen ada komunikasi, setidaknya sehari sekali” jawab aku wajah kesal lagi, “maaf ya sayang, tapi setidaknya dengan kamu datang ke sini aku sangat yakin dengan perasaan kamu” ungkap mas ricky.
“Besok aku libur kerja kita liburan yaa” ungkap mas ricky lagi, “iya aku mau” dengan nada semangat aku menjawab, senang sekali mau diajak liburan, yang selama beberapa minggu ini aku sibuk memikirkan Mas Ricky yang hilang komunikasi dan pekerjaanku. Dan kemudian kami beristirahat dikamar masing-masing yang kebetulan rumah Mas Ricky mempunyai dua kamar.
Malam berlalu terasa begitu singkat pagi pun tiba, kami mempersiapkan diri, sarapan dan mempersiapkan makanan yang akan di bawa untuk liburan kami ke pantai, perjalanan kami lumayan jauh tapi kami sangat menikmati perjalanan kami. Kami berangkat dan setibanya dipantai rasa bahagia bergejolak, karena pada akhirnya hubungan kami baik-baik saja dan dia pun tidak lagi komunikasi dengan mantannya, hanya saja aku yang terlalu begitu mengkhawatirkan hubungan kami, dan pada akhirnya dalam liburan kami, dia menyiapkan sesuatu yang istimewa yang pernah ada dalam hidupku, aku tidak tau entah kapan dia menyiapkan semuanya, dia memasangkan cincin dijari manisku, dan meminta untuk hidup selamanya dengan dia, Tidak terasa air mataku mengalir membasahi pipi, bahagiaku tidak bisa ku ungkapkan dengan kata-kata. Dia pun bilang “Izinkan aku selamanya bersamamu”,aku bilang lebay tapi air mata ku terus mengalir, kamipun berjanji untuk setia sampai pada pernikahan suci. Kutemukan cinta sejatiku, cinta sejati itu butuh perjuangan dan pengorbanan baru ada hasil. Jangan takut melakukan sesuatu yang menurut mu baik dan bisa dipertanggungjawabkan. Percayalah Tuhan menyertai setiap langkah orang yang berniat baik. Dan ahkirnya pulang dari liburan dia memutuskan untuk pulang bersama ku di kediaman ku, dan membicarakan hubungan kami berdua dengan orangtua kami, karena orang tua kami sudah saling tahu dan sudah saling merestui perjalanan kami untuk menuju pernikahan pun dilancarkan. Hati mulai tenang dan damai akhirnya yang selama ini menjadi pikiran dan kekwatiran hati pun terjawab,percayalah LDR itu tidak enak tetapi jika kita percaya dan menyertakan sang Pencipta semua akan baik-baik, aku pun menikah dengan mas ricky.
...