Aku seorang wanita biasa biasa sajah,aku hanya memiliki satu restoran di usiaku yang masih belum genap 18 th Ayah ibu ku sudah meninggal dan hanya menyisakan satu kenangan dari mereka yaitu lestoran pertama mereka dari sekian banyak usaha yang mereka punya habis di sita bank karena ayahku bermain dengan wanita lain tanpa sepengetahuan ibu dan pada akhirnya wanita itu menggadaikan rumah dan usaha ayah ku hingga pada akhirnya orang tua ku kecelakaan di malam saat ayah terungkap berselingkuh mobil orang tua ku hancur masuk kejurang.
Dan kini aku sendiri tapi setelah 2 bulan terakhir seorang pria tampan yang sudah ku tebak dia bukan orang dari kalangan menengah,di saat pertemuan kami di lestoran milik ku kami menjadi dekat,dia selalu datang di jam istirahat nya untuk menghampiriku dan mengobrol dengan ku sampai jam istirahat habis.
Pada akhirnya kami menjadi lebih dekat dan menjalin suatu hubungan diriku dan pacarku Victor terpaut usia 7th,Victor berusia 25th dan diri ku 18 tahun meski usia kami jauh berbeda tapi kami saling mencintai bahkan kami berkomitmen akan menikah di saat usia ku menginjak 19th di hari ulang tahun ku.
Tapi ibu Victor tidak merestui hubungan kami bahkan kami menjalin hubungan secara sembunya,aku cukup tahu diri apa yang dilakukan ibu Victor memang lah sangat wajar orang kaya pasti ingin mendapat yang sebanding sementara diriku hanya zujung kukunya sajah tidak sebanding,akhir akhir ini kami sering bertemu di apartemen milik ku yang sederhana di banding lestoran milik ku ketika Victor pulang sore hari dari kantor dia akan merubah penampilan nya dan menggunakan mobil kantor untuk menemui ku.
Itulah yang semakin membuat ku jatuh cinta kepada dia,dia pria yang setia bahkan rela menyamar untuk bertemu dengan ku agar tidak membuat mata mata ibunya terkecoh dia rela bulak balik ke kantor dan pulang pada larut malam.
TING....
TONG....
Aku segera bergegas membuka kan pintu karena diriku yakin itu adalah Victor kekasihku yang setia akhirnya aku buka pintu tersebut sambil lebarkan senyuman ku.
"Sayang..."Ucap ku kepada Victor.
"Hey Ayra sebaiknya kita masuk dulu aku Khawatir mata mata ibu ku membuntutiku."Ucap Victor masuk kedalam Apartemen ku lalu menutup pintunya.
"Kamu ingin minum apa biar aku buatkan."Tawar diriku kepada Victor yang sedang melepas masker dan topinya.
"Aku hanya ingin bersama mu Ayra."Ucap Victor memeluk posesif diriku.
"Ok baiklah sayangku mari kita duduk dan aku akan mengelus kepala mu seperti biasa."Ucap ku lalu menyeret Victor ke ruang tengah.
Seperti biasa aku akan bermanja dengan kekasih ku saling bertukar kisah keseharian kami dan terkadang kami saling melepas rindu dengan sekedar mencium sajah,kami lakukan masih wajar tidak lebih dari itu.
"Ayra."Ucap Victor menatap mataku dalam.
"Ya..."Jawab ku.
"Apakah kamu mau menikah dengan ku besok."Ucap Victor.
"Why.?"Tanyaku yang bingung dengan ucapan Victor.
"Ibu ku dia menyuruh diriku menikah dengan Cicilia anak dari patner kerja papah."Ucap Victor.
"Lantas kamu menerimanya."Ucapku yang sudah di bumbui cemburu.
"Tidak aku sudah berjanji akan menikah dengan mu maka aku tanya sekali lagi Ayra apa kamu bersedia menikah dengan ku besok."Ucap Victor sekali lagi meyakinkan diri ku.
"A...Aku."Aku menarik napas ku dalam dalam lalu menggenggam gangan Victor.
"Aku mau menjadi istri dan ibu dari anak mu."Ucap ku dengan penuh keyakinan.
"Terimakasuh Ayra besok kita akan menikah semoga ibu bisa menerima mu setelah pernikahan kita."Victor yang bahagia tidak henti hentinya mengecup seluruh wajah Ayra.
Ke esokan harinya di sinilah Ayra dan Victor di kantor agama melangsungkan pernikahan yang sederhana sah secara hukum dan agama tanpa sepengetahuan keluarga Victor.
"Terimakasih."Ucap Victor lalu mengecup kening Ayra.
"Seharusnya aku yang berterimakasih kamu telah berkorban banyak untuk ku."Ucap ku menatap netra hitam Milik Victor.
Victor memberitahukan ibunya dan mengelabuhi para mata mata bahwa dia akan keluar negri selama 2 minggu hanya untuk menikah dan menghabiskan masa pengantin baru kami,malam hari aku dan Victor pulang ke hotel karena kami menikah di luar kota yang jauh dari kota kami sekalian berbulan madu untuk kami berdua.
Malam itu Victor berbaring sambil membaca sebuah majalah di atas kasur dan diriku keluar dari kamar mandi hanya menggunakan handuk kimono karena lupa membawa baju dan tebakan ku benar Victor beralih menatapku di menghampiriku lalu menarik pinggangku untuk lebih dekat kepadanya.
"Apa kamu sudah siap."Tanya Victor yang membuatku panas dingin.
"Si...siap untuk apa."Ucap ku yang sedikit tidak mengerti.
"Siap menjadi ibu dari anak anak ku."Ucapnya kemudian mengangkatku.
Dan akhirnya malam di mana malam pertama ku terjadilah meski kami menikah bukan seperti rencana awal di saat usiaku 19th tapi nyatanya ketika usia ku 18th 1 bulan aku sudah menjadi istri dari seorang Victor Wang.
setelah 2 minggu berlalu kami kembali kekota asal kami dan akhirnya kami berpisah lagi Victor tak akan setiap saat bersama ku karena hubungan kami masih belum di restui orang tua Victor.
Di kediaman Victor dia sudah di sambut oleh sang ibu di ruang tengah.
"Keluar negri ya."Ucap mama Victor.
"Iya ma cape baru pulang."Ucap Victor tersenyum ramah.
PLAKKKK.
Mama memukul Victor hal yang baru ia lakukan selama 25th ini kepada putra sulungnya,mama menangis setelah memukul Victor tangan nya gemetar mukanya memerah menahan amarah.
"Ma...."Ucap Victor mematung dengan apa yang di lakukan sang ibu.
"MAMA GAK PERNAH AJARIN KAMU BERBOHON VIC."Ucap Ibu Victor.
"MAMA KECEWA KENAPA KAMU MALAH MENIKAHI WANITA ITU DIBANDING PILIHAN MAMA SENDIRI."Ucap Ibu Victor melempar foto foto dirinya bersama Ayra selama 2 minggu.
"Ma Victor bisa..."Ucapan nya terpotong mama kecewa akhirnya dia drop dan tumbang kelantai wanita setengah paruh baya tersebut terduduk memegang jantungnya.
"Ma....mama jangan buat Victor Khawatir."Ucap Victor.
Tidak banyak lama Victor membawa sang ibu ke rumah sakit keluarga Wang dokter langsung menangani nyonya Wang tersebut dan akhirnya sang dokter menerangkan bahwa ibu Victor terkena serangan jantung awal.
"Ma..."Ucap Victor mendekat kepada sang ibu.
"Tinggalkan wanita itu dan menikahlah dengan Cicilia."Ucap ibu Victor yang masih terbaring lemah.
"Ma Victor telah menikah Ayra menantu mama."Ucap Victor meyakinkan sang ibu.
"Jika kamu memilih wanita itu hari ini juga kamu saksikan pemakaman mama."Ucap Ibu Victor yang sudah mulai memegangi jantungnya kembali.
"Ma jangan begini itu pilihan berat bagiku."Lirih Victor dia tidak bisa memilih salah satu wanita berharga di hidupnya itu.
"JIKA KAMU TETAP MEMILIH WANITA ITU SEKARANG MAMA LEBIH BAIK MATI DI HADAPAN KAMU."Ucap Ibu Victor napasnya sudah mulai tidak beratur jantungnya kembali kumat.
"BAIK MA....VICTOR AKAN MENIKAHI CICILIA tapi berikan waktu Victor dan Victor ingin pindah dari kota ini."Ucap Victor lirih air matanya jatuh membayangkan Ayra istri yang baru dia nikahi 2 minggu lalu.
"Baik lah malam ini kamu pergi ke kota Zzz mama akan mengatur pernikahan mu 8 bulan lagi karena Cicilia baru lulus setelah 7 bulan kebih."Ucap ibu Victor.
Akhirnya malam itu tanpa pamit dan tanpa menemui Ayra dia pergi ke kota yabg ibunya tentukan meninggalkan istri nya seorang diri tanpa ke hadiran sosok suami.
Sudah 1 bulan lamanya Ayra mencari Victor dan hasilnya nihil rumah milik keluarga Wang sepi penjaga bilang mereka sudah pindah selama 1 bulan lalu tanpa sepengetahuan Ayra,hancur sungguh hancur hati Ayra di tinggal tanpa membeei kabar dan kejelasan yang pasti atas hubungan nya.
BRUKKK.
Ayra yerjatuh di trotoar kepalanya pusing dan penglihatan nya menggelap orang orang segera menolong Ayra dan membawanya ke kelinik terdekat disana.
"Auhhh...aku dimana"Ayra terbangun memegang kepalanya yang sakit dan terasa berat.
"Nyonya sudah bangun."Ucap seorang wanita berhas putih.
"Aku dimana."Ucap Ayra yang masih bingung.
"Nyonya ada di kelinik tadi nyonya pingsan di jalan warga membawa anda ke kelinik kami."Ucap sang dokter.
"Aku kenapa dok."atanya Ayra yang sudah mulai ingat kenapa dia sampai ada di di kelinik.
"Selamat Anda sedang mengandung usia kandungan anda 6 minggu."Ucap dokter tersenyum ramah.
"Saya hamil dok."Ayra bahagia lalu raut wajahnya berubah mwnjadi suram ketika mengingat Victor sang suami menghilang begitu sajah.
"Apa anda ada masalah dengan keluarga anda."Tanya sang dokter.
"Ah tidak dok saya hanya bingung bagai mana memberi tahu suami saya."Ucap Ayra tersenyum manis.
Setelah dari kelinik Ayra pulang dengan lerasaan bahagia sekaligus hancur,bahagia karena kabar kehamilan nya dan hancur karena kepergian sang suami setelah pernikahan mereka,dan dia bertekad menemukan Victor demi anak yang di kandungnya anaknya berhak mendapat kasih sayang sang ayah dia berhak mendapat nama sang ayah dan dia bukan lah anak haram.
"Bunda akan cari ayah mu nak,sebelum kamu lahir ayahmu akan menyaksikan dirimu lahor kedunia dan menyambutmu dengan bahagia."Ucap Ayra mengelus perutnya.
Hari demi hari ia lalui begitu berat mengurus lestoran yang sudah mulai maju apalagi dia sudah membuka cabang di berbagai kota dalam waktu 7 bulan ini itu membuat Ayra sering kelelahan perutnya semakin membesar dan di tambah dia harus mencari Victor ayah dari calon anak nya.
"Ibu..."Ucap salah satu kariawan Ayra.
"Oh laila ayo masuk."Ucap Ayra.
"Bu ada undangan dari keluarga Hitor untuk ibu."Laila menyodorkan undangan tersebut kepada Ayra.
"Baik terimakasih."Ucap Ayra kemudian Laila keluar dari euangan.
Entah kenapa Ayra sangat penasaran dengan undangan itu dan saat dia lihat terpampang jelas nama Victor wang dan Cicilia Hitor sakit bahkan sang bayi merasakan nya dengan cara menendang perut sang ibu.
"Nak kamu tahu sendiri ayah mu akan menikah kembali."Ucap Ayra mengelus perutnya air matanya terjatuh ketika mengetahui Victor akan menikah lagi.
Dan akhirnya dia memutuskan akan datang sebelum pernikahan itu di laksanakan ini salah dan ada apa dengan Victor kenapa dia tega ingin memadu Ayra tanpa izin dan sepengetahuan darinya.
Hari di mana Victor menikah pun berlalu kini Ayra keluar dari mobil pribadinya bersama beberapa penjaganya dia takut ibu mertuanya atau siapapun akan menyakitinya dan bayi yang ada di dalam kandungn nya dan untuk berjaga jaga dia membawa penjaga ke pesta pernikahan suaminya itu.
"Bagai mana para saksi."Ucap sang menghulu.
"TIDAK PERNIKAHAN INI TIDAK AKAN SAH."Ucap Ayra lantang di tengah tengah Aula para tamu undangan melihat kearah Ayra dan begitu pula Victir pria yang dia rindukan Ayah dari anak yang dia kandung.
"Ayra..."Lirih Victor dia berdiri dari tempat dudukjya langkahnya mulai mendekat kepada Ayra gadis yang dia rindukan.
"VICTOR APA YANG KAMU LAKUKAN."Teriak Cicilia.
"Victor kembali nak."Ucap sang ibu menghalang langkah Victor.
"Ibu itu Ayra dia istri ku."Ucap Victor betapa terkejutnya para tamu undangan disana mengetahui sang istri sah lah yang datang.
"Apa kamu tidak melihat perut wanita itu membesar dia sedang mengandung anak pria lain."Ucap sang ibu menahan kembali Victor,pandangan Victor beralih kepada perut Ayra yang membesar terlihat jelas ada kehidupan disana.
"Dia anak mu,a...aku hamil."Ucap Ayra air matanya jatuh ketika memberi tahu Victor anak siapa yang dia kandung.
"Ma Victor yakin dia anak Victor karena Victor tahu siapa Ayra."Ucap Victor.
Tiba tiba Cicilia menerjang dan menyeret Ayra keluar dari ruangan hingga pada akhirnya Ayra tersandung dan terjatuh para tamu undangan berteriak histeris termasuk Victor dang sang mama,Victor langsung berlari dan membawa Ayra segera darah keluar diantara kaki Ayra menambah ke khawatiran Victor.
"Sayang bertahanlah demi anK kita."Ucap Victor kepada Ayra yang sudah mulai kehilangan kesadaran nya.
Di rumah sakit Ayra di nyatakan harus melakukan oprasi Cesar karena usia kandungan yang belumpas dan keadaan sang ibu tmyang lemah akibat mengeluarkan darah disaat perjalanan .
Akhirnya Victor menemani Ayra bersalin anak pertamaa dan kedua mereka lahir dengan selamat tanpa kekurangan apa pun namun Ayra di nyatakan keritis,disanalah sang ibu Victor sadar setelah melihat pengorbanan Ayra dan kedua anak yang baru di lahirkan nya betapa mirip dengan Victor kecil.
"Dia...dia cucu mama."Ucap sang ibu mengambil alih salah satu putra Victor.
"Dia cucu mama dan sekarang mama tahu Ayra wanita baik dan mama juga sekarang menyaksikan Ayra di ambang maut."Ucap Victor memeluk putra pertamanya dengan erat air matanya jatuh menyaksikan banyak nya selang yang berada di tubuh Ayra.
Tepat hari dimana Ayra ulang tahun dokter menyatakan Ayra telah siuaman dan sadarkan diri dari setelah dinyatakan keritis lalu komanya yang panjang betapa bahagianya Victor kala itu membawa Bayi mereka untuk menjenguk sang ibu di rumah sakit,dan betapa terharunya Ayra pertama kali melihat kedua putranya yang sudah Ia lahirkan dan sesuai janjinya dia akan melahirkan anaknya di saksikan oleh sang Ayah dari anak nya pada akhirnya keluarga mereka hidup bahagia dan ibu Victor dapat menerima kehadiran Ayra sebagai menantu keluarga Wang.
TAMAT.