Nama ku Kania seorang gadis yang masih duduk di bangku kelas dua SMA, dan aku sudah memiliki seorang kekasih yang umurnya tujuh tahun lebih tua dari ku, namanya Leo.
Meski perbedaan usia kami cukup jauh, namun hal itu tak membuat cinta kami terhalang.
Saat itu hubungan kami sudah berjalan sekitar dua tahun.
Singkat cerita, Pada malam tahun baru tiba, aku melakukan sebuah kesalahan yang fatal. Dimana diriku dan kekasihku menghabiskan malam di atas ranjang.
Setelah malam berlalu aku pun menjadi takut, mengingat bahwa kami berdua tidak memakai pengaman sama sekali.
Tapi Leo berkata bahwa dia akan bertanggung jawab jika nantinya aku hamil.
Mendengar pernyataan tersebut, aku pun menjadi lega, dan setelah itu kami jadi sering melakukannya bahkan hampir setiap minggu tanpa menggunakan pengaman.
Beberapa bulan kemudian, hal yang aku takuti pun terjadi, di mana saat itu aku tak kunjung datang bulan. Dan benar saja, saat aku membeli sebuah alat testpack, di mana tersirat dua garis biru tercetak jelas di alat itu.
Seketika membuat diriku menjadi sangat panik, karena sudah sebulan, pacar ku Leo tak ada kabar sama sekali. Dia menghilang bagaikan di telan bumi.
Karena takut ketahuan dan di marahi Bapak, aku pun bergegas mencari keberadaan pacar ku itu.
Aku bahkan rela bolos sekolah, demi mencari keberadaannya.
Selama pencarian itu, aku tak bisa berhenti mengutuk kebodohan ku sendiri.
Karena selama kami berpacaran, aku tak pernah tahu, di mana? dan bagaimana rupa kedua orang tuanya, karena saat itu aku takut jika di suruh menikah muda.
Sudah sepekan aku mencarinya, namun hasilnya nihil, dari semua teman-temannya yang aku tahu, semuanya mengangkat bahu bersamaan, karena katanya mereka juga tak tahu di mana alamatnya.
Aku pun menjadi sangat frustasi, hingga akhirnya Kak Bayu datang dan menghampiri seraya menunjukan sesuatu yang membuat hati ku hancur berkeping-keping.
Dimana ia menunjukan sebuah foto pernikahan Leo dengan seorang wanita lain yang tak aku kenal.
Seketika tubuhku menjadi linglung, dan merasa bahwa aku sedang bermimpi.
Namun seberapa keras aku menampik kenyataan itu, semakin sakit pula hati ini.
Dengan berlinang air mata, aku pun pergi ke tempat di mana dia dan istrinya berada bersama dengan Kak Bayu.
Tapi lagi dan lagi, hati ku di buat hancur olehnya, saat ia mengatakan bahwa dia tak pernah mengenal diriku apalagi menjadi ayah dari jabang bayi yang tengah aku kandung itu. Dia bahkan menampar wajahku tepat di depan Kak Bayu.
Dengan perasaan sakit dan juga kecewa, aku bersama Kak Bayu pergi meninggalkan tempat itu.
Di sebuah pertigaan, Aku meminta Kak Bayu pergi, dengan alasan untuk menenangkan diri.
Saat itu aku tak langsung pulang ke rumah, melainkan pergi ke sebuah club, di sana aku bertemu dengan seorang wanita penghibur yang bekerja di sana. Namanya Sari.
Entah kenapa? Aku merasa nyaman di dekatnya sehingga diri ini tak ragu untuk bercerita tentang apa yang sedang ku alami ini.
Setelah mendengar ceritaku, dia pun merasa iba dan menawariku tempat aborsi yang terpercaya
Namun aku ragu, karena pada dasarnya bayi ini tak memiliki salah apapun.
Sari pun kembali menyarankan sesuatu yang membuatku tercengang, dia memberitahukan bagaimana caranya membalas perbuatan mantan pacarku yaitu dengan santet.
Aku terdiam sejenak, menimbang-nimbang saran dari Sari.
Malam itu. Aku pun memutuskan untuk memikirkannya terlebih dahulu.
Esok paginya aku melihat sebuah postingan mesra yang di post di sebuah akun sosial media dengan akun bernama Leo.
Di sana ia memposting sebuah foto mesra bersama istrinya, membuat rasa amarah dalam diri ini bergolak, awalnya aku berpikir mungkin saja saat itu Leo sedang berada di kondisi yang tidak menguntungkan.
Namun ternyata dugaan ku salah, pria itu tak hanya tak memiliki hati tapi dia juga lebih buruk dari pada hewan.
Esok paginya aku kembali bolos sekolah dan mendatangi Sari.
Seakan menduga bahwa aku akan kembali, wanita itu sudah menunggu ku sejak pagi.
Masih dengan seragam SMA Sari tiba-tiba memberiku satu set baju ganti, katanya nggak baik kalau anak SMA berkeliaran di tengah pelajaran, apalagi dengan seorang pelacur seperti dirinya.
Aku pun menurut saja, tanpa membuang waktu lagi, Sari pun membawaku melewati hutan rimba dengan jalan yang naik turun, membuat ku berpikir bahwa wanita itu adalah suruhan kak Leo untuk membunuh ku.
Namun, aku mengenyahkan pikiran tersebut. Dengan fokus mengendarai sepeda motorku.
Setelah memakan waktu kurang lebih satu jam perjalanan, kami pun sampai di sebuah rumah sederhana yang berada di tengah-tengah hutan.
" Jangan takut, ini tempat langganan ku, kalau mau pasang susuk, " Sari berkata yang menyadari akan sikap aneh ku.
Tanpa membalas, aku pun berjalan mengikuti Sari dari belakang.
Saat masuk ke dalam, seorang pria berumur 70 tahunan tengah terduduk di kursi, tampak seperti tengah menunggu kedatangan kami.
Kami berdua masuk mengucapkan salam, lalu duduk saling berhadapan.
" Mau kamu apakan mantan pacar mu itu. " Mbah Yana berkata secara tiba-tiba.
Sontak membuatku sangat terkejut di buatnya. ' Bagaimana bisa dia tahu? ' batin ku, tubuh ku mematung sejenak hingga tepukan tangan Kak Sari menyadarkan ku.
" Kamu di tanya malah bengong. "
Dengan perasaan gugup dan juga takut, aku pun mengutarakan keinginan ku untuk menjadikan mantan pacarku menjadi seorang homo sejati, yang mana kesaktiannya hanya bisa berdiri saat bersama dengan pria.
Selepas pulang di sana, sebelum berpisah, Sari sempat bertanya tentang apa yang akan aku lakukan pada jabang bayi di dalam perutku.
Aku tertegun, memang benar kandungan ku tak bisa disembunyikan selamanya.
Hingga pada akhirnya aku memutuskan untuk jujur namun menunggu saat aku sudah siap.
Setibanya di rumah, tiba-tiba sebuah buku melayang ke arah ku hingga mengenai kepalaku.
Aku pun meringis kesakitan.
" Masih berani kamu pulang hah! Cepat katakan pada bapak mu ini! Siapa Ayah dari bayi yang ada di dalam kandungan mu?! "
Mereka sudah tahu.
Dengan berlinang air mata, aku bersimpuh memohon ampun, namun enggan untuk menyebutkan nama mantan pacarku, bagiku nama itu sudah haram untuk lidah ku ucapkan.
Saat amarah Bapak yang mulai memuncak, tiba-tiba Kak Bayu datang dan mengatakan bahwa dialah ayah dari anak ku, serta akan bertanggung jawab dengan menikahi ku, mau itu besok atau pun sekarang, dia siap.
Namun aku menggelengkan kepalaku dengan keras bahwa kak Bayu bukanlah ayah dari anak yang aku kandung.
Akan tetapi, pria itu mengatakan bahwa aku berbohong, dia bahkan sudah membawa kedua orang tuanya untuk menentukan tanggal pernikahan.
Setelah berbincang-bincang antar keluarga, akhirnya kedua orang tua kami memutuskan menikahkan kami esok hari.
" Kenapa? Kenapa kakak melakukan ini? " Tanya ku pada Kak Bayu, saat ini kami sedang berada di balkon rumah ku.
Pria itu menatap lekat pada wajahku, seraya menggenggam erat kedua tangan ku, seraya berkata. " Aku sebenarnya sudah menyukai mu sejak dulu, namun karena kamu milik sahabat ku jadi aku mundur, andai kata aku tahu bahwa dia akan menyia-nyiakan mu seperti ini, mungkin aku tak akan melepaskan mu begitu saja. "
" Tapi aku ini sudah tak perawan, malah aku. . ."
" Ssstt, jangan ungkit masa lalu yang penting sekarang, kamu dan bayi ini adalah milik ku, tak akan ada siapa pun yang bisa mengambil kalian dari ku, janji ku pada tuhan, aku tak akan pernah melepaskan mu atau pun meninggalkan mu sampai maut memisahkan kita. "
Ku tatap matanya, tak ada satu pun jejak kebohongan di sana, tapa sadar air mataku mengalir dengan deras, aku menyesali karena mencintai seseorang yang salah dan menyia-nyiakan cinta tulus di depanku ini, karena sejujurnya aku tahu bahwa pria ini mencintai ku, namun hanya karena gaya Leo yang menurut ku keren, aku mengabaikan cinta tulus ini.
Jika waktu bisa berputar, aku lebih memilih Kak Bayu yang berpenampilan sederhana namun tulus dari pada memilih Kak Leo yang memiliki gaya menarik, namun seorang pendusta.
Enam bulan kemudian, aku melahirkan seorang bayi laki-laki yang tampan, beruntung wajahnya lebih mirip pada ku dari pada ayahnya.
Sejak pernikahan kami, aku tak mendengar kabar dari mantan ku itu, namun tersiar kabar bahwa pernikahannya hanya berjalan Satu bulan saja.
Entah karena alasan apa? Aku pun tak tahu, hanya satu hal yang aku ketahui, bahwa dia telah mengencani seorang pria asing yang berakhir tragis, karena pria yang di kencaninya merupakan seorang pria yang sudah menikah dan memiliki dua orang anak.
Alhasil dia di tinggalkan oleh kekasih prianya di saat cintanya sudah mendalam pada pria itu.
Sama hal nya seperti ku waktu itu, namun aku kini sudah memiliki kebahagiaan ku sendiri, bersama keluarga kecil ku.