Dimalam pernikahan mantan pacar,aku hamil....
Tak terduga malam yang begitu kelam itu bisa membuat test pack yang aku gunakan menghasilkan dua buah garis,yang berarti aku positive hamil.
Penyesalan yang muncul dibenakku tiba saat itu juga.Tidak disangka dia bisa menikahi adik kandungku sendiri,padahal aku yang mengandung buah hatinya.
Di Pesta yang begitu megah itu,tampak sepasang pengantin yang masih menyalami para tamu undangan.Sang pengantin pria yang selama ini berada di sampingku kini malah disampingnya.
Ternyata keputusanku menjadi selingkuhan itu salah.Jika saja aku tidak mendengarkan kata-kata manisnya mungkin aku tidak sehancur dan semua ini tidak akan pernah terjadi.Aku hanyalah seorang wanita yang lemah dan tak berdaya.Hanya demi seorang pria,aku bahkan rela melakukan segalanya tanpa pikir panjang.
Kata-kata manisnya membuatku begitu terbuai hingga aku,tidak memikirkan hal lain.Aku tidak memikirkan bagaimana perasaan sang adik bila ia tau kalau selama ini aku adalah madunya,akulah orang ketiga di dalam hubungannya.Aku juga tidak memikirkan bagaimana kehidupanku di masa mendatang,bahkan aku tidak memikirkan situasi ini terjadi.Apalah daya,nasi sudah menjadi bubur!
Ku usap air mataku yang mengalir,ku hampiri sepasang pengantin baru itu
"Selamat ya Jessy,semoga langgeng selalu dan cepat diberi momongan"ucapku sambil memeluk sang adik.Tanpa ku sadari setetes air mata mengalir begitu saja di pipiku.Rasa bersalah ini muncul lagi
Buru-buru ku usap air mata ini dan melepaskan pelukan
"Makasih kak"ucap adikku sambil mengembangkan senyumannya
"Eh?kakak kenapa kok matanya bengkak gitu?"pertanyaan adikku itu membuatku gelalapan,memikirkan alasann apa yang tepat.
"Kakak cuma ngantuk kok dek"ucapku sambil tersenyum paksa
Ku pandang pengantin pria itu hanya terdiam menyaksikan adegan kakak adik ini
"Emm,kakak pulang dulu ya dek"ku alihkan pandangan kearah jam tanganku
"Yah...kok pulang sih!ini masih sore loh lagian pernikahan Jessy juga belum kelar"Rajuk sang adikku
"Kakak kan mau pergi,jadi harus pulang dan tidur lebih awal.Kakak juga udah ngantuk nih,hoam.."akupun pura-pura menguap agar bisa cepat pulang dan meninggalkan suasana tak menyenangkan ini
"Jessy ikut!"gadis itu menatapku dengan tatapan memelas
"Nggak bisa Jessy.Kamu kan udah punya suami,udah punya masa depan.Mending kamu urus aja suami kamu ok!?"ucapku sambil agak melirik ke arah mantan kekasihku itu.Demikian pula mantan kekasihku itu agak terkejut melihat pernyataanku barusan
"Ok deh,tapi jangan lupain Jessy y kak!"ucap gadis itu
"Iya tenang aja,kamu juga jangan lupain tugas kamu sebagai istri"ucapku sambil memasang senyum kecut
"Tenang aja kakak!Jessy bakal jadi istri yang baaaikk buat kak Arga!ya kan kak?"tanya adikku kepada mantan kekasihku yang sekarang sudah menjadi suaminya
Pertanyaan adikku itu tidak di jawab oleh suaminya.Akibatnya suasana menjadi hening...
"Ya udah kakak pulang ya dek!"ucapku memecahkan keheningan
"Bye bye kak!"seru Jessy
Saat ku melangkah pergi dari ruangan itu tampaknya sepasang pengantin itu sedang membicarakan sesuatu,entah apa itu aku tidak tau.
Saat aku sudah tiba di gerbang, tiba-tiba seseorang menarik lenganku
"Jennie tunggu!"ucapnya memanggil namaku
Akupun berbalik menghadap kearah orang itu yang tenyata...
"Mau apa lagi kamu Arga?"yah,orang yang menghentikanku itu adalah Arga sang mantan kekasih
"Kamu mau keluar negeri?"tanya pria dihadapanku ini
"iya kenapa?owh iya, selamat ya kamu udah nikah!soalnya tadi aku cuma ngasih selamat ke Jessy lupa bilang selamat ke kamu"ucapku sambil tersenyum miring
"Jennie,aku cuma cintanya sama kamu,aku nggak cinta sama Jessy,aku terpaksa menikahinya!"ucapnya sambil memelukku dengan begitu erat,hampir aku kehilangan nafas
"Cukup Arga!"ku lepas paksa pelukan hangat itu
"Kamu sadar enggak sih?Kamu itu cintanya sama siapa nikahnya sama siapa!terserah kamu cinta sama siapapun,aku nggak peduli!aku udah capek Arga!Kamu itu pria yang nggak tanggung jawab!Kamu..!"hampir saja aku mengatakan kalau aku hamil.
"Tanggung jawab?maksud kamu?"tanyanya
"M-m-maksud aku kamu nggak bertanggung jawab sama Jessy.Kamu udah nikahin dia tapi kamu malah ngejar wanita lain!iya..iya.."ucapku sambil mengangguk-angguk
"Udahlah.Sekarang kamu udah punya istri,lupain aku dan jalani kehidupanmu dengan Jessy.Cintai dia dan jaga dia dengan baik.Karna bagaimanapun kita tidak ditakdirkan untuk bersama"Ucapku sambil berbalik dan meneteskan air mata
Tiba-tiba aku teringat sesuatu,akupun menghapus air mata dan berbalik lagi
"Kamu gk mau pergi dari aku kan?kamu.."ucapan dan kegirangan Arga pun terhenti ketika aku memberikan sebuah kado
"Ini untukmu"ujarku sambil menyodorkan sebuah kado
"Apa ini?"Tanya Arga
"Anggap aja itu hadiah pernikahanmu dari ku"ucapku
"Didalamnya ada vitamin biar kamu cepet punya anak.Kalo kamu masih cinta sama aku,kamu minum pil itu"ucap ku sambil melangkah
"Tapi Jennie!"teriak Arga
"Jangan lupa minum 3 kali sehari!"teriakku sambil pergi meninggalkannya
Aku sengaja menyembunyikan kehamilanku darinya karna aku tidak ingin membuat Jessy sakit hati,cukup aku yang sakit karenanya.Lagi pula semua ini kesalahanku.Kesalahan terbesar yang ada di dalam hidupku
5 TAHUN KEMUDIAN...
Kringg..kringg..
"Siapa yang nelpon?"tanyaku didalam hati sambil memasak
Ku matikan kompor,ku ambil handphoneku.Nama seseorang tertera di atas layar itu
"Jessy?"
Setelah sekian lama aku melupakan semuanya,kini adikku menelepon.Sudah 5 tahun lamanya kita tidak berkomunikasi betapa rindunya aku pada Jessy tapi kala ingat masa lalu,hatiku terasa amat sakit
Ku langkahkan kaki meninggalkan dapur
Ku pencet tombol berwarna hijau itu
"Halo"ucapku
"Halo kakak!Gimana kabarnya?!aku kangen tau!kapan pulangnya!"suara cempreng di seberang sana itu membuatku refleks menjauhkan handphone dari telinganku
"Ya ampun Jessy!bisa enggak sih nanyanya satu-satu!"
"Heheee habisnya kakak nggak ada kabar"suara cengengesan pun keluar
"Kakak baik-baik aja kok.Kalau kamu gimana?udah punya momongan belum tuh?"tanyaku
"Aku baik-baik juga kak tapi.."suara gadis diseberang itu terputus
"tapi kenapa Jes??"tanyaku heran
"Kakak Arga nggak bisa ngasih keturunan!"
"Yang sabar ya dek!mungkin itu keputusan Tuhan yang terbaik buat kalian"ucapku membujuk adikku
"iya kak.Tapi kakak kapan pulang?"tanya Jessy
"Mungkin kakak nggak akan kembali lagi ke situ"ucapku sambil memikirkan upaya agar adikku tidak marah jika aku tidak kembali
"Kok gitu kak?nanti nggak bisa ketemu Jessy lagi dong"
"Kan bisa teleponan,kakak disini nyaman dek,kakak nggak mau kembali"hatiku kembali perih sesaat mengingat kejadian yang lalu
"Ma!"suara teriakan anak laki-laki itu membuatnya kembali tersadar
"Ya udah dek,kakak tutup dulu bye"akupun memutuskan panggilan tanpa persetujuan Jessy
"Huft..."ku Hela nafas panjang
Anak laki-laki tadi menghampirinya
"Ada apa nak?"Tanyaku kepada anak laki-laki berambut hitam itu
"Mama,Kenny udah masakin makanan kesukaan mama!ayo makan!"anak itu menarik-narik tanganku
Anak laki-laki bernama Kenny itu anakku satu-satunya.Yap,dia anakku bersama Arga.Namun,sifat anak itu berbanding balik dengan sifat sang ayahnya.Usianya 4 tahun,dia tampan,pintar,cerdas,dan bersifat dingin terhadap orang lain.Mungkin karna aku terlalu banyak membaca novel berjudul CEO Dingin saat aku hamil jadi anakku ikutan bersifat dingin.
Aku bangga mempunyai anak seperti Kenny
Dan Takku sangka Arga tidak bisa subur lagi
Senyum smirk ku terukir diwajahku kala aku mengingat ulahku tidak sia-sia.Tak disangka Arga meminum pil yang ia berikan dulu,pil itu bukan vitamin tapi Pil KB!
"Ini pelajaran buatmu Arga!"batinku,dengan perasaan senang meski ini jahil tapi aku merasa lega sudah membalas sedikit kelakuan Arga padaku
"Ayo Kenny kita makan!"ku gendong pria kecil ini
"Mama!aku bukan anak kecil!"teriak Kenny memberontak.Kelakuan Kenny membuatku gemas
Akupun menurunkannya dan mencubit-cubit wajah gemas Kenny,kita berdua saling tertawa.Akupun terus menjahili Kenny
Bagiku Kenny adalah anugerah meski dengan jalan yang salah tapi aku bersyukur mempunyai anak sesempurna Kenny.
Sedangkan Masa lalu,biarlah berlalu.Cukup satu kali aku tersakiti,tak akan ada yang kedua kali.
Cinta begitu manis tapi pada akhirnya akan perih juga.Tidak semua cinta berakhir bahagia
Bagiku Cinta itu membosankan.Aku tak ingin lagi jatuh cinta pada orang yang salah.Bahkan jika bisa,aku tidak ingin jatuh cinta lagi
Selamat tinggal Masa Lalu,terima kasih atas kepahitanmu!
Dan selamat datang untuk Masa Depan
End