"Aku siapa? Dimana aku? Apa aku yang melakukan nya?".
Rintik-rintik hujan yang deras membuat darah dari wanita yang tergeletak didepan ku menyebar kemana-mana.
Tanpa ku sadari aku membawa sebuah pisau yang tajam, dan dilumuri darah.
Aku tidak tahu apa yang terjadi aku benar-benar tidak tahu.
Darah yang mengalir karena hujan itu pun membuat seorang laki-laki tua menghampiri ku dan wanita didepanku.
"Ada mayat!!!" Teriaknya.
Lalu, Orang-orang mulai berdatangan.
"Siapa yang melakukannya yah?!" Tanya dari salah satu sekelompok orang-orang tersebut.
"Mungkin gadis ini!" Dia berteriak kearah ku sambil menunjuk kearah ku.
"Benar-benar pasti gadis ini! Lihat! Dia membawa pisau dan pisau tersebut dilumuri oleh darah!"
"Bukan aku! Aku tidak tahu apa yang terjadi! Hiks.. Hiks.." Ucapku sambil menangis.
"Lihat lah baju mu! Baju mu saja dipenuhi oleh bercak darah! Dan kau memegang barang bukti yaitu pisau yang dilumuri darah itu!"
"Tangkap dia bawa dia ke kantor polisi!"
"Jangan mendekat!!!"
Aku berteriak sambil menyodongkan pisau tersebut.
Aku tidak tahu apa yang terjadi tapi. . .
Kisah ini dimulai waktu itu. . .
Nama ku Cici aku adalah seorang gadis yang sangat lugu dan polos. Aku punya pacar yang sangat menyayangi ku.
Suatu hari, Pacarku melamar ku
"Cici mau kah kamu menemaniku seumur hidupku?"
"M-mau"
Aku bahagia sekali karena aku dilamar oleh orang yang aku sayangi dan cintai.
Tapi, Kebahagian itu adalah awal dari mimpi burukku.
Tak lama ku dilamar, Aku dan dia bertunangan. Sudah sekitar 6 bulan aku bertunangan dengan dia, dan 1 bulan lagi aku akan menikah dengan dia
Tapi,
Dua Minggu sebelum aku menikah, terdengar beberapa rumor yang kurang sedap. Banyak orang bilang bahwa aku ditikung oleh sahabat ku sendiri yaitu Rara.
"Eh Ci, Lu jangan terlalu percaya ama Rara deh!"
"Bener tu Ci, Gue waktu itu kan lagi jalan-jalan ama doi gue di mall. Terus tu gue ketemu ama Rara, nah gue ngeliat dia ama cowok tuh. Gue tegur kan dia, eh pas gue tegur, gue ngeliat cowok itu mirip banget sama Arka tau!"
"Ah masa sih?" Tanya ku kepada teman ku
"Ah lu mah kalo dibilangin ngeyel! Jangan polos-polos napa lu jadi orang"
Sempat aku berpikir apa yang mereka katakan itu gak mungkin. Tapi aku bingung dengan perasaanku jadi aku tanya langsung ke sahabat ku secara Live.
"Ra lu dah punya pacar?"
"Eh Ci, lu kenapa nanya gitu?"
"Gak papa sih cuman mau nanya aja, hehe"
"Iya udah"
"Siapa pacar lu, Ra?"
"Ntar lu tau kok"
Dia tersenyum kepadaku dengan senyuman yang memiliki arti tersembunyi.
Setelah berjalannya waktu, aku merasa ada sesuatu yang mencurigakan diantara Arka dan Rara.
Di hari itu, ternyata semua rumor yang mengatakan bahwa aku ditikung oleh sahabat ku sendiri, itu semua Fakta.
Aku melihat pake mata kepala ku sendiri, mereka berdua sedang berbuat yang tidak-tidak didalam mobil.
Aku menangis dan mengetuk kaca mobil.
"Cici!!!" Arka terkejut melihat ku
"Kalian tega berbuat seperti ini kepada ku!" Teriakku sambil menangis
Aku benar-benar tidak percaya dengan apa yang terjadi saat itu tapi,
"Karena sudah ketangguan, okey Cici sahabatku yang lugu dan polos. Aku dan Arka itu saling mencintai tapi karna Arka ingin mewarisi harta keluarga mu. So, cinta kita berdua terhalang oleh kamu."
"Jadi Arka kamu hanya ingin uang ku saja?!!"
"Ya sudah ketangguan, Baiklah aku mengaku itu benar"
Dengan tegas dan sabar ku berkata
"Pernikahan kita batal!!!"
"Haha! Tidak mungkin! Kau pasti akan menikah dengan ku dan aku akan mewarisi harta keluarga mu!"
"Benar-benar pasangan mesum!"
Mereka berdua kesal dengan kata-kata ku itu dan mereka memukul ku sampai terbekas lebam di pipi ku dan dipunggung ku.
Aku kesal dengan keadaan. Lalu, Keesokan harinya aku merencanakan sebuah pembalasan dendam.
Aku chat tunangan busukku dan aku membuat janji di dalam sebuah gudang yang sudah tidak dipakai.
Saat itu, Aku sengaja datang belakangan dan menunggu tunangan busukku datang duluan.
"Haduh, Kemana si anak sok lugu ini! Mengapa dia membuat janji tapi dia datang terlambat"
Aku mendengar ucap nya itu, Lalu aku berkata
"Maaf ya aku datang terlambat"
Dengan membawa sebuah benda yang pas untuk tunangan busukku. Aku memberi kan senyuman terakhir ku untuknya.
"Huh, Kenapa kau mengajakku kesini?!"
"Aku mau memberikan sebuah hadiah terakhir untuk mu"
"What?"
Aku mendekat ke dia secara perlahan-lahan,
"Ini hadiah mu"
Menunjukkan sebuah pisau yang sangat tajam dengan senyuman sadis.
"K-kau mau apa?!! Jangan mendekat!!"
"Kenapa kau takut gitu? Hihi, aku hanya ingin kau merasakan sakit apa yang ku rasakan"
Ku berlari mendekat kedia dan. . .
"Tol- . . ."
Jleb
Pisau itu ku tancapkan ke perut nya.
Dia memuntahkan darah dari mulutnya dan perutnya yang mengeluarkan darah dengan cepat.
"Hahaha! Aku memberi mu rasa sakit apa yang aku rasakan! Sakit dihati ini seperti yang sedang kau rasakan Arka. Seperti tertusuk pisau tajam yang menusuk hati ini. Tapi sekarang kau sudah merasakan nya! Hahaha! Terima lah hadiah dari ku ini!"
Tawa ku disertai tangisan dan senyuman yang sadis. Baju ku yang sudah ternodai oleh darah Arka, bau amis yang menyengat.
"Aduh kenapa harus disini sih?!"
Baru ku ingat, Aku membuat janji dengan sahabat busukku ini.
"Hihi, Satu lagi dan aku akan merasa puas karena sudah membalaskan dendam ini."
"Aduh bau amis apa ini?!"
"Hi Bestie"
Aku mendekati Rara
"C-Ci!! Baju mu d-dan kau sedang memegang pisau! C-Ci kau sedang apa hah?!"
"Tidak usah basa-basi lagi aku akan menyelesaikan ini!!!"
Teriakku sambil ku berlari ke arahnya dan. . .
Jleb
Pisau itu aku tancapkan di dada Rara.
"C-Ci m-maaf aku sadar ternyata selama ini a-aku salah, a-aku tadi mau minta maaf t-tapi seperti nya sudah ter-erlambat"
Aku pun tersadar
"Ra-Rara!!! Maafkan aku! Aku dibutakan oleh dendam ini Hiks... hiks.. aku minta maaf aku salah. Aku sakit hati oleh kalian berdua! Aku tidak sudi minta maaf! Tidak tidak ini semua salah ku!! Hahaha!!! Hikss.. hikss.."
Aku pun mengalami gangguan jiwa dan tidak sadar apa yang telah ku lakukan itu salah.
Tanpa sadar ku melakukan itu semua. Aku dipaksa oleh keadaan.
Hingga aku berujung di penjara.
Thanks yang udah baca!!!
Kesimpulan dari cerpen kali ini adalah jangan mudah dendam pada orang lain, dan kita harus menghargai pasangan kita. Kita harus mencintai pasangan kita dengan tulus. Tetap kuat dalam menghadapi masalah apapun dan berusaha lah untuk curhat ke orang-orang terdekat ya.
STAY STRONG!!!