Happy reading ❤️❤️
"Azka!!"
Seorang wanita paruh baya berteriak dari lorong kamar, berusaha menghentikan putri Azka yang kabur.
Azka berlari dengan sebelah sepatu di tangan nya dan rambut yang masih acak acakan
Tuan Gubernur, Ayah Azka. Baru keluar dari ruang rapat terkejut mendengar teriakan sang istri
"Ada apa, Sayang??"
Ibu putri Azka memandang tuan Gubernur dengan kesal, wajahnya penuh dengan cream wajah yang sedang ia pakai
"Hahahaha... Kau kenapa??"
Tuan Gubernur tertawa melihat penampilan istrinya, itu membuat Ibu putri Azka semakin cemberut, ia menunjuk kamarnya yang sangaaaaat berantakan akibat peliharaan anaknya
"Mas, angsa jelek itu berantakin kamarku tuk kesekian kalinya, Hiks...., Lihat sekarang wajahku jadi seperti ini" ucap Ibu Azka sambil menunjuk mukanya sendiri
Ia terisak Isak, mukanya jadi berantakan akibat angsa jelek yang satu itu
Tuan Gubernur menggeleng geleng, Putrinya memang suka membuat masalah
Putri Azka satu satunya anak dari Gubernur tersebut, dia sangat berbeda dari putri lain
Putri lain belajar menari, menjahit dan memasak, ia malah berkuda dan memanah
Putri Azka juga seringkali kabur dari rumahnya hanya untuk berkuda secara diam diam
Dia juga tidak suka dihias maupun diikat rambutnya, katanya Ribeeeeet pake banget
Peliharaanya juga bukan kucing atau pun kelinci, ia memelihara seekor angsa dengan bulu putih namun buruk rupa
Sejak lahir, Angsa itu kehilangan sebagian bulunya, dan lehernya pendek, tak seperti angsa lainnya
Namun, Azka selalu membawa sang angsa kemanapun ia pergi (kecuali kamar mandi)
Suatu hari...
D
i kediaman Gubernur, akan ada pesta!!
Seluruh putri dari penjuru negeri akan hadir, Putri Azka sangat sebal karena ayahnya memaksa ia tuk tinggal di rumah nya dan mengikuti pesta yang paling ia benci
"Azka... Ayah mohon yah, kamu tinggal dan ikut acara tuk sekali saja, jangan membuat ulah"
Tuan Gubernur memaksa putri Azka yang sedang memasang wajah kesal
"Iya iya.."
Putri Azka hanya mengiyakan perkataan sang ayah, tp bukan putri Azka namanya jika tidak kabur tuk menghindari perayaan unfaedah itu
Dia mengendap endap keluar dari acara, dan memacu kudanya cepat ke arah hutan yang katanya adalah hutan larangan
Di sebuah aliran kecil, ia menghentikan kudanya di pinggir
setelah mengikat kuda nya di sebuah batang pohon ia berjalan jalan menelusuri tempat indah di hutan larangan itu
"Padahal cantik tp koq larangan ya??"
Putri Azka melihat sekelilingnya, pemandangan asri nan indah ini sangat di sia siakan Orang orang
Ia berjalan menelusuri sungai itu, tiba tiba ada yang menepuk pundak nya
Dengan sigap, putri Azka memasang kuda kudanya
Ia melihat orang yang pakaiannya seperti bangsawan namun sudah lusuh dan robek sana sini
Ada beberapa luka yang tidak terawat, rambutnya berwarna coklat, dan tubuhnya agak kurus, namun wajahnya tampan,
sepertinya ia tak beda jauh umurnya dari dirinya, pikir Azka
"Kau, Bi...bisakah kau menolong...ku??"
Suara orang itu sangat berat, sudah bisa di pastikan dia sedang sakit berat
"S-siapa kau??"
Azka mulai melonggarkan kuda kudanya, ia memikirkan 2 kali tentang perkataan orang itu
Putri Azka takut dimarahi sang Ayah, tp ia tak tega melihat orang yang sedang sakit itu
Ia pun menuntun Pria itu ke kudanya, setelah naik, ia memacu kudanya dengan kencang ke rumahnya
Tuan Gubernur yang melihat Putri Azka dari kejauhan menampakkan wajah kesal
"Awas saja anak itu, akan kumarahi dia"ucap Tuan Gubernur
Azka telah sampai di halaman Rumahnya, terlihat sang ayah berjalan kearah nya dengan kesal namun urung
"Azka, kau--"
Ia terkejut setangah mati melihat lelaki yang di bawa sang anak
"A-ampun ayah, orang ini sedang sakit, jadi...jadi aku membawanya"
Ia persembunyi di belakang kudanya
Pak Gubernur segera memerintahkan pelayannya untuk membawa orang itu ke Tabib, sepertinya Tuan Gubernur mengenalnya
"Ayah jangan lukai dia.."lirih Putri Azka
"Ayah tidak melukainya, dia itu Raja kota besar! Ia di kabarkan meninggal saat berburu di hutan, dan sekarang bertemu dengan kau, Ya tuhan, Azka"
Putri Azka terkejut dengan orang yang di tolongnya, namun ia senang karena memilih membawa orang itu yang ternyata raja kota besar
"Permisi Tuan, Raja muda sakit parah, dan membutuhkan daging angsa jantan"
Tuan Gubernur mengusap wajahnya gusar, stok angsa akan di terimanya Minggu depan, yang ada Raja muda itu sakit parah
Kenapa raja muda karena umurnya masih 20 thn, yaitu beda 3 tahun dengan putri Azka
Mata tuan Gubernur terpaku dengan angsa buruk rupa milik Putri Azka
"Azka, apakah... Maksudku Angsa itu jantan kan??"
Putri Azka menganggukkan kepalanya, ia menyerahkan angsa itu dengan berat hati
Tabib pun menggunakan angsa itu untuk menyelamatkan sang Raja mudi
Selang beberapa minggu keadaan Raja muda itu telah pulih total, ia memanggil putri Azka yang telah menyelamatkannya
Saat masa pemulihan, putri Azka sering mengunjungi sang Raja muda, membawakan buah ataupun bercerita pengalamannya, juga kerap mengobrol dengan Putri Azka
Hal ini membuat sang Raja jatuh cinta kepada putri Azka
Raja memanggil putri Azka tuk ke ruangannya, putri Azka takut takut, ia memegangi baju sang ayah
"Ayah aku takut, Raja marah"
Sang Gubernur juga takut, takut anaknya melakukan sesuatu yang salah saat mengunjungi Raja saat masa pemulihan
Tok..tok..tok...
"Masuk"
Suara khas sang Raja mempersilahkan mereka berdua masuk
"Kalian datang juga ya"
Raja memberikan senyum ramahnya, senyum itu selalu membuat Azka jedag jedug
Azka tidak pernah berkumpul dengan putri putri tukang gosip, jadi tidak tau Cinta itu seperti apa
"R-raja, maafkan aku bila ada salah selama mengunjungi anda Tuan"
Azka dan tuan Gubernur menunduk takut, sang Raja tersenyum hangat
"Panggil aku Kakak Andrian saja, Azka"
Baik Gubernur maupun Azka kaget, mereka menatap sang Raja dengan wajah bingung
"Tuan Gubernur, sebenarnya sejak Azka menolong saya, saya jatuh cinta dengannya, dia juga telah menemani saya saat sakit, jadi mengapa saya memanggil kalian berdua kesini adalah tuk melamar putri Azka"
Jantung Azka berdegup kencang, Tuan Gubernur tak mempercayai apa yang ia dengar
"Angsa Azka juga sudah membantu mengobatiku bukan?? Sekarang aku membalasnya dengan menjadi temanmu, Azka"ucap Andrian sambil tersenyum ke Azka
"Eum... Saya terserah Azka saja, Tu-"
"Jangan panggil tuan, panggil saja Andrian"
Azka memikirkan lamaran dari Raja atau bisa di panggil Kak Andrian, ia melihat ke arah ayahnya, dan juga Andrian secara bergantian hingga akhirnya ia menjawab
"B-baiklah a-aku menerimanya"
Andrian sangat senang, tiba tiba Ibu Azka, dan Ibu Andrian bersorak gembira
Azka dan Gubernur terkejut, ternyata istri/ ibu mereka sudah tau, keterlaluan
"Yeay, anakku yang tomboy ini punya calon"
"Akhirnya nak, setelah jomblo 20 thn kamu punya Istri"
Mereka tertawa lepas, Azka memasang wajah merajuk karena ibunya tak memberi tau nya
Selang 1 bulan, acara pernikahan terjadi selama 7 hari 7 malam
Andrian dan Azka telah menjadi Pasutri muda, mereka membangun negeri itu dengan bijak
Sekarang mereka mempunyai 5 orang anak yang cantik dan tampan, yang akan menjadi penerus kerajaan itu
"Tamat..."
"Wah ibu, itu bagus sekali, ternyata Ayah mencintai ibu saat pandangan pertama"
Azka yang sudah menjadi Ibu dari 5 anak itu tertawa
Anak bungsunya, sudah berumur 5 tahun dan yang paling tua berumur 10thn
"Hahahaha, iya Diva, kau ini masih berumur 9thn sudah tau seperti itu"
"Terus terus, Ibu sudah punya angsa buruk rupa itu sejak kapan??"
Anak ke empatnya, Ardin, yang berumur 6 thn bertanya dengan antusias
"Kan td ibu sudah bilang dari lahir, gimana sih"
Anak ke 3 nya, Aril (laki laki ya), menimpali adiknya Ardin
"Diem ih kalian berisik"
Anak pertamanya, Arlan, terbangun dari tidurnya dengan wajah kesal, saat ibunya membacakan buku, ia tertidur
"Ibu ibu, Ayah mana??"
"Ba!!"
"Aaaaaa..."
Ardian yang dari td pulang namun karena terlalu asik bercerita jadi ia punya celah tuk mengejutkan anak dan istrinya
"Ayah!!"
Si bungsu, Diana menangis di pelukan sang ibu
Azka menatap tajam ke arah suaminya, sedangkan Ardian hanya membentuk jarinya 'peace'
Keluarga itu hidup bahagia selamanya
Hai hai kembali lagi dengan author dengan cerita barunya nih, baca sampe end ya
~~~~~