dimalam hari di luar jendela ku, aku mendengar suara rintihan hujan dan dibalik pintu kamar ku aku mendegar teriakan yang yang disebab kan oleh orang tua ku.
nama ku siska sekarang aku berumur 23 tahun, aku kaan bercerita tentang masa kelam ku.
itu bermula saat aku berumur 10 tepat nya sahat aku kelas 4, yang biasa saat aku pulang kerumah saat setelah aku pulang sekolah aku mendapat kan sambutan hangat, berbeda dengan hari itu bukan memberi ku sambutan yang hangat malah memberiku samabutan yang gak aku megerti, yup benar itu ada pertekaran pertama kali nya orang tua ku saat aku melihat pertekaran itu aku bertanya tanya apa yang terjadi,mengapa itu terjadi, dan kenapa itu bisa terjadi, aku binggung dan sangat takut bayakan saat itu aku baru berumur 10 tahun bahkan aku belum megerti apa apa tetapi aku sudah di hadapkan dengan hal yang gak aku megerti sama sekali.hari yang menakutkan itu berlalu,aku pikir akan seperti itu tetapi malah sebalik nya aku disambut dengan ibu dan ayah yang bertengkar lagi kali ini bukan hanya teriakan tapi ibu melempar gelas kaca yang ada di meja ke pada ayah dan ayah pun memukul ibu aku yang melihat adegan itu pun langsung memeluk ibu ku sambil menangis sambil berkata"kumohon hentikan" ayah yang melihat ku langsung membetak ku dan menyuruh ku masuk ke kamar ku, aku pun ketakutan dan berlari memasuki kamar ku sambil menangis tersedu sedu itu pertama kali nya aku dibentak oleh ayah ku betapa sakit nya hati ku saat itu aku berfikir apa itu karna aku, apa aku sanagat bandel, apa aku sangat menyusahka,bemacam macam pertanyaan keluar di benak ku malam itu sekali lagi malam yang sangat menakutkan tak berhenti aku megeluarkan air mata sampai mata ku sembab dan tak bisa megeluarkan air mata lagi malam itu aku tak bisa tidur aku terus kepikiran, besok nya aku sekolah. saat aku di sekolah ibu guru memangil ku ke kantor dan bilang "apa yang terjadi" aku sambil menahan tagisan aku berkata "tidak ada apa apa" setelah itu aku keluar dari kantor guru,semenjak saat itu aku siska yang ceria berubah drastis menjadi siska yang pendiam,dan selalu meyendiri. teman teman ku pun perlahan menjahui ku aku berfikiri mungkin ini yang terbaik. semenjak saat itu setiap aku pulang sekolah orang tua ku menyambut ku dengan pertengkaran dan perlahan aku pun terbiasa saat pulang sekolah aku langsu kekamar ku dan menguci pintu walaupun perlahan aku terbiasa tapi aku masih teeus menagis di dalam kamar. dan 5 tahun setelah itu ya tepat nya aku sudah smp dan petengkaran iru terus berlanjut sampai sekarang 5 tahun sudah aku bertahan aku benar benar sudah saat muak saat itu aku pun memutus kan untuk mencari kerja dan mencari tempat tingal untuk ku sendiri saat itu aku melihat brosur yang ditempel di depan supermarket yang bertulis "mencari pekerja" aku pun senang melihat brosur itu dan langsung menemui pemilik supermarket tetapi aku ditolak karna aku masih kecil dan pelajar saat itu aku aku benar benar membenci orang tua ku karna kalau bukan karna mereka aku tidak perlu susah susah mencari pekerjaan dan mencari tempat tinggal untuk menghidari mereka, aku pun pulang kerumah tapi kali ini aneh saat aku membuka pintu tidak terdegar suara teriakan dan hantaman melaikan suara tangisan ibu ku lalu aku bertanya "ada apa" ibu menghapus air mata megelus rambut ku dan berkata "rasanya sudah lama sekali aku tidak berbicara dengan mu dan megelus rambut mu" memang sudah sangat lama aku tidah berbicara dengan orang tua ku, aku pun membalas dengan senyuman dan berkata sekali lagi "ada apa" ibu pun menagis kembali dan berkata "ibu rasa hubungan ibu dan ayah tidak bisa diperbaiki lagi" aku yang mendegar itu langsung menahan air mata dan berjalan kekamar di kamar aku menagis tersedu sedu rasanya sangat sakit aku pikir hubungan ini masih bisa diperbaikin ternyata aku salah hubungan ini sama sekali tidak bisa di perbaiki semalaman itu aku terus terusan menangis air mata ku tak berhenti megalir saat it aku benar benar frustasi, dua hari aku mengurung diri dikamar aku hanya terus menagis,menagis,dan menagis saat itu aku melihat pisau dan langsung mengambilnya dan megirisnya di tangan ku rasanya sangat sakit tapi juga lega, saat itu aku juga terfikir kan untuk bunuh diri dengan pisau itu tetapi tiba tiba teman ku lesti menelfon ku dan menangis sambil berkata "kau boleh menagis kau boleh bersedih itu hak mu tapi kau tetap harus bahagia banyak orang yang menyayagi mu kau harus kuat dan hadapi semua itu kau harus menag melawan masalah mu dan kau harus bahagia" aku yang mendegar itu pun langsung menjatukan pisau dan menagis dan menceritakan masalah ku ke lesti.
lesti ada lah teman ku yang sangat aku sayangi, saat pertama aku masuk smp aku sangat pendiam dan murung tidak ada yang mau berteman dengan ku tapi berbeda dengan lesti, lesti selalu membela ku dan menerima apapun keadaan ku dia adalah tempat ku bercerita dia adalah teman ku aku bersyukur mempunyai teman seperti dia.
saat selesai aku bercerita dengan lesti aku pun memutus kan untuk keluar kamar dan menemui ibu dan ayah ku, aku mengajak mereka untuk berkumpul dan menjelas kan sebab pertingkaian aku harus mendegar sebab pertikaian mereka agar semua pertanyaan yang ada di benak ku menghilang ibu dan ayah ku pun menjelas kan kepada ku dan aku langsung megerti bahwa memang hubungan ini memang sudah tidak bisa di perbaiki lagi, aku pun langsung berkata "baiklah aku rasa bercerai lah yang terbaik"
dansetalah itu aku masuk kamar tapi berbeda dari sebelum nya bukan rasa kecewa melain kan rasa lega, aku pun langsung menelfon lesti dan bercerita, lesti pun ikut merasa lega.
ayah dan ibu pun sudah bercerai, kukira saat ayah dan ibu bercerai aku akan kesepian ternyata tidak sekarang hidup ku lebih damai aku tinggal bersama ibu dan dan aku sering menjumpai ayah dan sekarang pun ayah dan ibu lebih akur, aku pun menjalani masa sma ku dengan kebahagian walaupun terkadang
aku merasa iri sama mereka yang mempunyai keluarga yang lengkap sekarang aku sudah kembali menjadi siska yang ceria dan periang.
tamat.
sebuah gelas yang pecah tidak akan bisa
kembali ke awal nya yang utuh,
jika berusaha memperbaiki gelas yang pecah
walau berhasil gelas itu tidak akan seperti semula pasti akan sangat berbeda dari semulanya, lebih baik buang lah gelas yang pecah karna satu gelas yang pecah tidak akan mempergaruhi semua gelas 😊