di lapangan yang luas terlihat banyak sekali anak-anak sekolah dari kalangan SD, SMP , dan SMA yang berkumpul di sana untuk melakukan kegiatan JJS (jalan-jalan santai). untuk memperingati hari sumpah pemuda. banyak sekali anak-anak yang berpartisipasi di sana termasuk Tasya dan temannya sarah.
mereka melakukan JJS sesuai jalur yang sudah disediakan. tasya dan Sarah memilih berdiri di belakang rombongan anak SMA sebelah, sambil bercengkrama. tasya sangat senang dan sangat menunggu hari ini karna iya dapat berjumpa dengan teman baru dan terutama para cogan.
mereka sudah memulai JJS setengah jam yang lalu dengan dipandu oleh para guru-guru yang berpartisipasi. hingga Tasya tiba di dekat jalan raya yang dikelilingi oleh pesawahan yang indah. iya dan teman-temannya beristirahat di sana untuk melepas lelahnya.
setelah istirahat tasya melanjutkan JJS nya. saat iya akan melangkah, iya melihat ada seorang cowok yang berlari ke arahnya dan langsung memeluk nya. tasya yang tak seimbang langsung terjatuh kebelakang dengan masih dipeluk oleh cowok itu.
tasya pun mendudukkan dirinya dengan masih dipeluk oleh cowok itu. saat iya ingin mendorong cowok itu untuk menjauh darinya, iya mendengar isakan dan merasakan kalau pundaknya sudah basa oleh air mata cowok itu.
tasya pun tidak jadi mendorong cowok itu. tapi iya masih bertanya-tanya kenapa cowok ini menangis sambil memeluknya. saat tasya masih bergelut dengan pikirannya datanglah beberapa orang dengan seorang ibu-ibu berlari dari arah cowok tadi berlari. mereka memanggil-manggil nama cowok itu.
"Fadil.." ucap ibu itu.
"nak kenapa kamu lari, lepaskan gadis ini nak"
"gak.." teriak Fadil . setelah berteriak Fadil makin mengeratkan pelukannya pada tasya.
"jangan tinggalin aku.." ucap Fadil disela-sela tangisnya. tasya bingung kenapa cowok ini menangis tidak mau ditinggal.
karna Fadil tak mau di bujuk ibu itu pun menegakkan kepalanya. saat ibu itu melihat wajah tasya, iya terlihat kaget tapi dengan cepat iya menyadarkan dirinya.
tasya pun menatap ibu itu dengan wajah bertanya-tanya. ibu itu hanya menjawab dengan tangan memohon agar Tasya mengerti.
tasya yang mengerti dengan keadaan sekarang ini pun mencoba menenangkan Fadil. setelah beberapa saat Fadil pun mulai Tenang dan mulai melonggarkan pelukannya pada Tasya.
"Fadil lepas dulu ya nak, biar Rara bisa berdiri" ucap ibunya (membujuk)
awalnya Fadil menolak malahan kembali memeluk Tasya erat. setelah ibunya membisikan sesuatu Fadil pun melepaskan Tasya dan berdiri.
setelah Fadil berdiri Tasya pun berdiri. karna terlalu fokus menenangkan Fadil tadi Tasya sampai lupa dengan Sarah dan teman-temannya.
ternyata dia menjadi tontonan orang-orang yang ada di sana. Sarah terlihat sangat terkejut begitu juga teman-teman nya yang mengenalnya.
saat tasya akan menghampiri Sarah tangannya dipegang oleh Fadil yang menatapnya seakan-akan mengatakan jangan pergi.
Tasya pun melirik ibunya Fadil. ibu Fadil hanya menjawab dengan anggukan dengan mata memohon.
tasya pun berjalan menuruti Fadil. sesampai nya didekat ibuk fadil, ibunya membisikan sesuatu lagi pada Fadil yang membuat Fadil berjalan menuju mobilnya. setelah Fadil masuk dalam mobil. datang lah para pria berpakaian seragam dan membubarkan teman-teman Tasya, yang menyisakan Sarah seorang untuk menemani Tasya.
"ada apa ini buk, kenapa anak ibu memeluk saya. dan kenapa iya menangis" ucap Tasya
"maaf na , kalau kamu tidak nyaman tadi. Fadil semenjak pacarnya meninggal 1 bulan yang lalu, iya mengalami depresi berat dan kejiwaannya tergoncang. ibu sudah berusaha menyembuhkan nya tapi tidak ada hasilnya. saat iya loncat dari mobil tadi ibuk kaget dan langsung mengejarnya dan ternyata dia sedang memeluk mu." sedih
"kenapa dia memeluk ku Bu" penasaran
"karna kamu sangat mirip dengan pacarnya yang meninggal itu. kalau kamu tidak percaya ibu ada fotonya".
memberikan selembar foto pada tasya.
tasya kaget karna orang yang di foto itu memang sangat mirip dengannya, hanya saja wanita itu tidak memiliki tahi lalat di alisnya seperti Tasya.
"nak apa kamu mau menolong ibu. ibu mohon pada mu untuk menemani Fadil pulang kerumah . karna tadi ibu mengatakan padanya kalau kamu akan ikut dengannya karna itu iya mau tenang dan mau masuk kedalam mobil."
"maaf Bu, tapi Tasya tidak bisa karna Tasya harus ikut rombongan sma Tasya tadi."
"gak papa nak, terimakasih atas bantuan mu menenangkan Fadil tadi."
"iya sama-sama buk Tasya pergi dulu ya" ibu itu hanya menjawab dengan anggukan saja. tasya pun mengandeng tangan Sarah untuk melanjutkan perjalanannya.
setelah beberapa langka Tasya menjauh dari mobil Fadil tadi. terdengar kegaduhan dengan diiringi teriakan dari arah belakang.
ternyata yang berteriak itu adalah Fadil. iya mengamuk karna Tasya pergi dan meninggalkannya.
tasya yang melihat hal itu pun terpaksa kembali berlari ke belakang untuk menenangkan Fadil. sesampai nya di sana Tasya melihat ibunya Fadil sudah kelelahan dengan wajah khawatirnya.
"Bu kenapa lagi ini Bu. kenapa Fadil mengamuk."
ucap Tasya khawatir dengan masih menggenggam tangan Sarah.
"saat Fadil melihat mu pergi tadi iya langsung mengamuk. beberapa orang ibu tidak bisa menenangkan nya termasuk ibu."
tasya yang mendengar itu pun langsung berdiri dan berlari kearah Fadil yang sedang mengamuk. sesampainya Tasya di dekat Fadil iya pun langsung memeluk Fadil dan mencoba menenangkan Fadil. awalnya Fadil memberontak tapi setelah Tasya mengeluarkan suaranya , baru lah Fadil tenang dan langsung memeluk Tasya. orang-orang yang ada di sana pun terkejut melihat Fadil tenang di pelukan Tasya, karna tidak ada yang bisa menenangkan Fadil selain menyuntikkan nya obat penenang.
setelah Tasya memeluk Fadil barulah orang-orang yang menenangkan Fadil tadi bernafas lega termasuk ibunya. Untung saja saat Fadil mengamuk tadi jalanan sedang sepi. jadi tidak ada yang melihatnya mengamuk selain para bodyguardnya dan Sarah .
"tenang ya, tenang...." ucap Tasya menenangkan Fadil. Fadil yang sudah mulai Tenang pun mengeluarkan suara.
"jangan pergi Rara...... jangan tinggalin Fadil lagi...ISS..ISS". Fadil mengais dengan masih memeluk Tasya.
"Rara gak tinggalin Fadil kok tenang ya.." ucap lembut.
Rara pun menuntun Fadil untuk masuk kedalam mobil di iringi Sarah dan ibunya Fadil.
*
tasya dan Sarah pun dibawa oleh ibunya Fadil kesebuah perumahan elit. sesampainya di situ Tasya pun membawa Fadil kedalam dengan dituntun oleh para bodyguard Fadil. mereka menyuruh Tasya untuk masuk kesebuah kamar. tasya pun masuk dan mencoba menenangkan Fadil di sana hingga tak terasa Fadil sudah tidur sambil memeluknya.
merasa Fadil sudah tidur , Tasya pun keluar dari kamar itu dan langsung menuju ke ruang tamu untuk menemui ibu Fadil.
"apa Fadil sudah tidur na"
" sudah Bu"
" oh ya nama kamu siapa nak"
"nama saya Tasya Bu dan ini teman saya Sarah" ucap Tasya memperkenalkan diri.
"baik lah perkenalkan nama ibu Ningsih"
"nak kamu sudah liat tadi kan bagai mana Fadil saat kamu tinggal tadi, sudah banyak dokter yang tidak sanggup mengobatinya. jadi ibu mohon sama kamu untuk mencoba mengobati Fadil dari depresinya. "
"bagaimana caranya Bu , Tasya tidak mengerti" ucap Tasya tak mengerti.
"tolong kamu temani Fadil dalam masa pengobatannya dan membuat Fadil sadar kalau dia harus melanjutkan hidupnya."
"baik lah Bu Tasya akan coba. semoga Fadil cepat sembuh dengan cara ini... oh ya hu Rara itu siapa Bu kenapa Fadil manggil Tasya, Rara!"
"Rara itu adalah nama pacar Fadil yang meninggal itu"
" oh , Tasya turut berduka ya Bu atas meninggalnya Rara"
"ya nak terima kasih ya" setelah beberapa lama berbincang-bincang. tasya dan Sarah pun izin pulang karna hari sudah mulai sore.
tidak lupa pula Tasya minta izin pada Fadil untuk pulang, takutnya Fadil akan mengamuk lagi kalau tidak menemukan Tasya.