Michele alexa seorang gadis bertumbuh pendek dan bermuka tidak terlalu cantik. hampir setiap saat di bully oleh temannya. Michele tak pernah memberitahu orang tuanya ia di bully hampir setiap hari. Lama kelamaan ia merasa tidak nyaman jika harus pergi ke sekolah. Tak ada seorangpun yang memperdulikannya termasuk kakak perempuannya kecuali kedua orang tuanya.
di balik semua itu michele selalu menjadi juara kelas dan menang olimpiade yang membuat orang tuanya bangga, tetapi teman teman dan kakak perempuannya yang bernama Zefanya selalu membencinya karena iri michele selalu mendapatkan juara kelas dan kadang kakaknya menguncinya di gudang saat orang tuanya tidak ada di rumah. lama kelamaan Michele geram dan berharap ingin membalasnya
Suatu hari Michele pergi jalan jalan ke pasar dan melihat sekeliling. Ia melihat toko yang selama ini tak ada di sana
"itu toko apa ya.. perasaan selama ini gak ada"
karena penasaran ia pun masuk ke toko itu. Di toko itu banyak sekali tulisan tulisan yang tidak Michele mengerti dan juga berbagai benda benda kuno dan berdebu.
"Dhja-myap-thi-sujz" ucap Michele terbata bata saat membaca tulisan di suatu rak rak yang menyimpan benda kuno.
akh.. Michele kaget saat tangan seseorang menyentuh pundaknya.
"hai cu ada yang bisa kubantu" ucap seorang nenek berusia 60 an.
"em.. mau nanya nek, ini benda apa ya?" tanya michele ke nenek tersebut
"itu benda benda kuno ajaib, ia bisa melakukan berbagai hal" ucap nenek tersebut
"hal seperti apa nek" tanya michele penasaran
"seperti ini, ini adalah cairan MhiKhazcthu, cairan ini bila di tuangkan ke lembaran kertas yang berisi tulisan, maka ia akan melakukan apa yang di tulis di dalam tulisan itu" ucap nenek tersebut sambil memegang botol berisi cairan tersebut
"apa kau ingin membelinya" tanya nenek tersebut
"ehmm..." michele memikirkannya sejenak, ia terpikirkan dengan teman temannya yang sering membullynya
"apakah cairan itu mahal? aku tak memiliki banyak uang nek" tanya michele
"cairan itu berharga 23 juta tapi jika kau ingin memilikinya kau boleh ambil tapi kembalikan dalam waktu 3 hari" ucap nenek tersebut
"bagaimana kalau habis?" tanya michele
"cairan itu bisa dipakai sampai puluhan kali, tetapi kalau kau menghabiskannya tanpa membayar, nyawamu taruhannya, mengerti.." ucap nenek tersebut
"baik nek saya mengerti" ucap michele sambil menelan ludah lalu pergi meniggalkan toko nenek tersebut.
sesampainya di rumah terdapat selembar kertas yang berisi tulisan.
"ayah dan bunda pergi keluar kota selama 5 hari, kalian berdua jaga rumah ya, jangan bertengkar. bunda" ucap michele dalam hati
tak lama kemudian, masuk pesan di handphone michele bahwa sekolah di liburkan selama 3 hari.
"kesempatanku" ucap michele sambil menyunggingkan bibirnya
michele masuk kekamarnya dan ingin menuliskan sebuah kalimat. Ia berpikir sejenak, Beberapa menit kemudian suatu terlintas dipikirannya. Ia menulis di kertas tersebut "masukan roh sandra, lucky, lily, rere, dan semua teman yang pernah membullyku termasuk kakakku zefanya kedalam boneka ku". lalu michele menuangkan setetes cairan yang tadi ke kertas tersebut.
setelah beberapa saat boneka yang ada di kasurku bergerak sendiri dan berbicara, tetapi tidak bisa bebas bergerak dan berdiri
"aku ada dimana"
"ini kamar siapa"
"kok aku ada di sini"
"hai teman teman, mau bermain" ucap michele ke boneka boneka tersebut
"michele.." ucap roh yang ada di boneka tersebut
"apa yang kau lakukan kepada kami" tanya salah satu boneka berbentuk dinosaurus yang di masuki oleh roh Sandra salah satu teman yang selalu membullynya
"apa yang kau lakukan?, lantas mengapa kau selalu membullyku sandra, kau sering memukulku dengan sapu lantai yang biasa digunakan untuk piket kelas, sekarang kamu dan kalian semua akan mendapat balasannya" ucap Michele
lalu Michele mengambil susu basi dan menuangkannya kedalam mangkuk dan di campur dengan potongan apel yang sudah busuk. tak lupa ia menuliskan tulisan lagi di boneka boneka tersebut "lakukan apa yang aku suruh dan buat mereka seperti manusia pada umumnya" lalu Michele menuangkan cairan tersebut ke boneka boneka yang sudah di masuki roh teman dan kakaknya tersebut.
"oh ya kalian pasti lapar kan, makanlah ini" setelah itu michele menyuapi campuran susu basi dengan potongan apel busuk ke boneka tersebut, boneka roh itu tidak menolaknya tetapi mereka memakannya sebagaimana bayi yang di suapi makanan. tak lama kemudian mereka mulai merasakan sakit perut.
"hahahaha puas kalian" ucap michele
"tolong Michele ampuni kami, kami janji tidak akan membullymu lagi" ucap salah satu dari boneka tersebut
"oh betulkah tapi tak semudah itu, masih ada lagi yang harus aku lakukan" ucap michele lalu ia mencekik boneka tersebut satu per satu. mereka terlihat sangat kesakitan dan berharap mereka diampuni dan keluar dari boneka tersebut.
sudah 3 hari michele menyiksa mereka dan michele terlihat sangat puas. Michele berniat untuk mengembalikan cairan tersebut ke pemiliknya. tapi sebelum itu michele mengembalikan roh yang ada di dalam boneka tersebut ke asalnya.
Hari sudah sore dan Michele pergi untuk mandi. setelah mandi dan memakai pakaian tiba tiba tubuhnya merasa lunglai dan akhirnya terjatuh lalu pingsan. setelah beberapa saat ia terbangun dan mendapatkan dirinya tengah berada di atas kasur miliknya. Tubuhnya tidak bisa di gerakkan. setelah melihat ke cermin rupanya ia telah menjadi boneka, tetapi mengapa aku jadi boneka.
"hahahahaha, rasakan kamu michele" ucap seseorang yang ia kenali. saat michele melihat ke atas ia melihat sandra sedang memegang botol cairan itu, bukan hanya sandra tapi beberapa temannya juga sedang mengelilinginya.
"apa yang kalian lakukan"
"tidak ada, kami hanya ingin melakukan apa yang kamu lakukan seperti kemarin, hahaha"
tak lama terdengar pintu yang terbuka dengan paksa. tiba tiba tiga orang berbadan besar ingin menculik semua teman teman michele. mereka sangat ketakutan dan berteriak. "toloong"
michele yang melihatnya pun tidak tega membiarkan teman temannya di culik. akhirnya michele berusaha sekuat tenaga menulis di kertas tersebut "kembalikan aku ke wujud semula" lalu michele mengambil botol cairan tersebut. "oh tidak tinggal satu tetes, hmm.. ini demi teman temanku walaupun nyawaku menjadi taruhannya. lalu ia menuangkan setetes cairan tersebut ke kertas itu. tak lama kemudian ia kembali kewujudnya semula.
tak perlu waktu lama ia pun segera keluar untuk menyelamatkan teman temannya. "hei kalian lepaskan teman temanku"
"tidak semudah itu anak kecil, rodach tangkap anak itu"
"baik bos"
tak mau tertangkap, michele pun mengambil sapu yang ada didekatnya dan memukul kepala orang tersebut. merasa kesakitan Orang tersebut mendorong tubuh michele hingga terjatuh ketanah. saat mau menangkapku orang tersebut tiba tiba terjatuh dan saat aku menoleh kakakku sedang melawan orang tersebut.
"kakak"
"kita tidak punya banyak waktu, ayo lawan"
"baiklah" untung ada kakak gumam michele
mereka berdua melawan pejahat tersebut dan akhirnya mereka menyerah. kami pun melaporkannya ke polisi dan akhirnya mereka di penjara.
"huft akhirnya selesai juga" ucap michele
"ehmm michele maafin kami ya, kami udah bully kamu, kamu maukan maafkan kami" ucap salah satu teman michele
"ehm.. iya aku maafin kok, kita kan teman" ucap michele sambil tersenyum"
mereka pun akhirnya berpelukan. Tak lama kemudian michele teringat sesuatu. "hah.. cairan itu" michele pun bergegas kembali ketoko nenek itu. saat memasuki toko tersebut lagi lagi michele di kejutkan oleh nenek tersebut yang tepat ada di hadapannya.
"ehmm.. nek maafin aku, aku menghabiskan cairan tersebut, dan kalau kau menginginkan nyawaku, aku siap kok nek"
"hehehe, nenek tidak akan mengambil nyawamu, Kau sudah banyak berbuat baik, bahkan kalung emas nenek yang sudah di curi sudah kembali dan itu karena kau"
"hah aku"
"iya kau melawan 3 perampok dan melaporkannya ke polisi dan akhirnya kalung nenek yang di curi ketemu, sebagai imbalan nenek akan kasih hadiah untukmu"
nenek tersebut mengambil sebuah amplop berisi uang sekitar jutaan dan memberikannya kepada michele tetapi michele menolaknya karena selama ini nenek sudah baik kepada michele, tapi nenek memaksa dan michele terpaksa mengambilnya.
"makasih ya nek, michele pulang dulu"
"iya hati hati di jalan"
•END•