Di Sore Hari. Sepulang Kerja dari Event. Hendrik, Wahyu dan Mas Adam telah menunggu Azam di Ruko sebrang jalan Raya di Area Event Berada.
"Zam." Seru Mas Adam ke Azam sambil melambaikan tangan.
"Blay." Seru Hendrik sambil melambaikan tangan.
"Coo.." Seru Wahyu sambil menutup mulutnya. Wahyu hampir keceplosan kalo ditempat umum tidak boleh ngomong memggunakan bahasa manja.
"Sedangkan Azam hanya membalas dengan melambaikan tangannya kepada mereka"
"Kebiasaan deh Wahyu?" Ucap Azam ketika sudah bersama dengan mereka.
"Sory, sory blay gw hampir keceplosan." Jawab Wahyu.
"Ya, udah kita kemana dulu sekarang blay?" Tanya Hendrik.
"Gak seru kalo di Jam sekarang kita masuk ke Rumah Hantu? Mendingan kita keliling-keliling dulu sambil cari cemilan." Jawab Azam
"Iya, aku juga belum makan." Ucap Mas Adam.
"Ya udah hayu kita langsung cuss." Ucap Wahyu sembari menjungkrak-jingkrakkan kakinya.
"Wahyu!!!" Ucap Hendrik.
"Iya iya sorry. Gw gak bisa nahan tingkah gw yang cantik ini." Ucap Wahyu sambil kembali so cool.
Lantas mereka berempat Jalan-jalan mengelilingi area pameran. Suasana area pameran berjuta aneka ragam makanan dan pengunjung sangat ramai, Mereka berempat melihat-lihat berbagai macam produk makanan dan cemilan.
"Akhirnya dapet juga kita tempat duduk." Ucap Wahyu sambil duduk di kursi depan outlet makanan.
"Langsung buka aja Mas Adam itu makanannya. Kayaknya enak deh." Pinta Wahyu ke Mas Adam. Mas Adam pun langsung membuka makanan yang barusan dibeli dari salah satu outlet dipameran tersebut.
"Mantulll, Nyam, nyam.. Gila enak banget ini makanannya. Baru pertama kali ini gw makan makanan mentah tapi enak!" Ucap Wahyu sambil mengunyah makanan.
"Coba gw minta blay?" Pinta Hendrik sambil tangannya ingin mencomot makanan Mas Adam yang dipegang Wahyu.
"Buka lah makanan lo sendiri Blaaay." Jawab Wahyu.
"Muka Hendrik cemberut"
"Eh iya, iya ini. Sory, sory." Ucap Wahyu sambil menggeser makanannya Mas Adam ke depan Hendrik.
"Sedangkan Azam sedang merokok Djarum Supernya."
"Eh udah Maghrib tuh, mending kita shallat dulu?"Ajak Mas Adam ketika mereka mendengar suara Adzan berkumandang di Hapenya. Mereka berempat pun langsung menuju ke Mushola yanga berada di Area Pameran tersebut.
Setelah mereka berempat Shallat Maghrib di Mushola di Area Pameran tersebut berada.
"Udah yuk kita langsung ke Rumah Hantu,, seru nih kayaknya." Ajak Wahyu.
"Awas loh jangan bikin malu?" Ucap Hendrik ke Wahyu.
"Bodo amat! Gimana nanti laaah!" Jawab Wahyu.
"Ayo Mas Adam." Ucap Hendrik sambil menggandeng tangan Mas Adam.
"Sstt, sstt, tangan tuh tangan??" Ucap Wahyu ke Hendrik.
"Lupa Gw." Ucap Hendrik sambil melepaskan tangannya kembali dari tanga Mas Adam.
"Hayu cepetan kita langsung kesana? Gak usah pake ngondek dan gak pake peluk-pelukan jalannya!" Ajak Azam.
*****************************************
Di Depan Rumah Hantu.
"Ini tali jangan sampe lepas. Terus kalo takut jangan sampe loncat dan jangan berlari jauh-jauh." Ucap Mas Adam.
"Emang seberapa besar didalem Mas Adam?" Tanya Wahyu.
"Menurut Peta sih, kita akan melewati 9 lorong dan 21 Ruangan berhantu didalamnya." Ucap Hendrik sambil melihat peta gambar di depan Rumah Hantu tersebut.
"Amazingg, Pasti Wow niih." Ucap Wahyu sambil matanya melotot keatas dan tangannya memegang pelipis kepalanya.
"Ok, urutan nomer 4 sekarang." Aba-aba penjaga Rumah Hantu.
"Tuh Abangnya sudah memanggil. Cepetan berbaris. Ingat jangan sampe lari jauh dan jangan sampai lepas talinya?" Ucap Mas Adam.
Lantas merekapun berbaris didepan pintu Rumah Hantu sambil memegang tali plastik yang diberikan oleh penjaga tiket Rumah Hantu tersebut. Mereka berbaris dengan posisi Mas Adam berada didepan, Hendrik dibelakang Mas Adam, Wahyu dibelakang Hendrik, dan Azam berada diposisi yang paling belakang.
"Gw udah gemeteran ini Mas Adaaam??" Ucap Wahyu sambil tangan kanannya memegang tali dan tangan kirinya memegang pundak Hendrik.
"Berisik Lo ah! Belum masuk udah gemeteran!" Ucap Hendrik.
"Sudah siaaaaaaaap?" Seru Penjaga Pintu Rumah Hantu.
"Sudaah." Seru mereka berempat.
"Ok, dalam hitungan ketiga kalian masuk ya? "Seru Penjaga Rumah Hantu.
"Satu.. Dua.. Ti.." Seru Penjaga Rumah Hantu..
"Aaaaaaaaaaaaaa" Teriak mereka berempat sambil memasuki Rumah Hantu.
Mereka saling berpegangan erat-erat memasuki lorong yang lumayan sangat gelap, lorong yang terbungkus dengan wallpaper berwarna hitam tanpa lampu. Hanya berhiaskan lilin-lilin yang diletakkan diatas piring yang terbuat dari tanah liat. Diatas piring tanah liat tersebut berisi kembang tujuh rupa yang ditengahnya ditaro lilin. Setiap lorong hanya terdapat satu lilin dengan lorong yang lumayan panjang beraromakan kemenyan.
"Rrrrrŕrrrrrrrrrrrr." Suara geraman mahluk dilorong.
"Aaaaaau." Wahyu dan Hendrik teriak sambil sesekali menjingkrakkan kakinya dan memeluk tubuh temannya yang berada didepan. Sedangkan Adam dan Azam tetap waspada menengok kekiri dan kekanan.
Keringet disekujur tubuh mereka berempat mengucur, padahal blower yang ada didalam Rumah Hantu tersebut lumayan besar.
"Iiiiihihihiiiiiiiiii." Suara kuntilanak menyeru..
"Kon***" Sesekali mereka berempat ada yang latah sambil menjingkrakkan kakinya.
"Baaaaaah, Hmmmm." Suara geraman genderuwo menyeramkan sambil menampakkan wajahnya dipinggir lorong tersebut.
"Sesekali mereka berempat kembali meloncat dan berlari."
"Aaaaaaaaaaau." Wahyu teriak histeris sambil tangannya memegang kupingnya, dirinya dikagetkan dengan sosok kuntilanak sundel bolong yang muncul didepannya.
"Oaaa, oaaaa." Suara bayi menangis disambung dengan suara "ihihihiiiiiiiiiiii" Suara kuntilanak yang sangat menyeramkan.
"Bruggggg, Gubraakkkkk." Mereka berempatpun terjatuh saling bertindihan.
"Bancet bangun. Berat tau!!!" Ucap Hendrik pada Wahyu. Sedangkan mas Adam tetep stay cool meski tertindih paling bawah dengan keringetnya yang mengucur disekujur tubuhnya.
"Banciiiii bangun, berat nih badan eke-eke!" Ucap Wahyu ke Azam.
"Tadi Apaan ya? Tangannya gede banget?" Ucap Azam sambil membangunkan badannya.
"Ihihiiihiiiiiiiiihiiiiiiiiii." Seru kuntilanaka kembali.
"Lariiiiiiiiiiiii." Seru mereka berempat sambil berlari terbirit-birit keluar pintu akhir Rumah Hantu.
Sesampainya di luar..
"Hahh, hahh," Suara nafas Mas Adam sambil berjongkok memegang dengkulnya.
"Gila, Gila, Setan bohongan penuh sensasi. Cukup lumayan menantang buat Adrenalin gw. Seru-seru, Hahh! hahh!" Ucap Azam sambil ngas nges ngos.
"Huhhh,huhhh, Kuntilanak beneran kayaknya tadi yang terakhir. huhh,huuhh!" Ucap Hendrik.
"Blaaay, gw ngompoooool." Ucap Wahyu dengan kondisi celananya yang basah kuyup karena dia telah mengompol.
"Hahahhaaaaa" Tersontak mereka bertiga pun tertawa terbahak-bahak.
"Anter kekamar mandi yuuuk? Bersihini ini celana gw?" Pinta Wahyu.
"Perawan, perawan." Ucap Mas Adam sambil menggelengkan kepalanya.
Lantas mereka berempat pun jalan menuju ke toilet untuk membersihkan celana wahyu dan juga membersihkan wajah dari debu-debu yang menempel diwajah mereka.