" Terima kasih semua, hari ini aku sangat bahagia sekali. " Ucap Mika.
Ini adalah hari yang bahagia untukku karena hari ini adalah hari ulang tahunku yang ke 17 tahun dan di hari yang bahagia ini aku akan mengungkapkan perasaanku kepada seorang pria yang sudah kukenal selama 12 yang lalu.
Entah dia mempunyai perasaan yang sama seperti ku atau tidak, kalau ku ingin mengetahui jawabanya maka aku harus memberitahunya.
" Mika ! kemarilah sebentar. " Teriak Putra.
" Dia memanggilku, apakah dia ingin mengatakan perasaannya. " Tebaknya di dalam hatinya.
" Mika apakah Karin sudah mempunyai pacar? " Tanya Putra saat Mika sudah berada di depannya.
" Belum. " Jawab Mika. " Umm ada yang aku mau katakan ke kamu. " Lanjut Mika.
" Benarkah, Aku juga ada yang mau aku katakan. " Kata Putra.
" Katakanlah apa yang mau kau katakan. " Kata Mika dengan senyumnya yang masih Setia menghiasi wajahnya.
" Tapi kau juga mau mengatakan sesuatu, katakanlah terlebih dahulu. " Kata Putra.
" Tidak, kau duluan saja, lagi pula apa yang aku mau katakan tidak terlalu penting. " Kata Mika meyakinkan Putra.
Putra menarik nafas lalu menghembuskannya.
" Sebenarnya aku sudah jatuh Cinta sama kamu sejak awal kita ketemu, dan aku baru mempunyai keberanian untuk mengungkapkannya sekarang, aku mencintaimu, maukah kau menjadi kekasihku. " Kata Putra dengan wajah serius.
Mika terdiam setelah mendengar apa yang di katakan Putra, saat ini ia sangat bahagia, senyuman di wajahnya semakin mengembang, sebelum Mika menjawabnya Putra sudah mengatakan sesuatu yang membuat semua senyuman Mika luntur seketika.
" Bagai mana? Apakah kira-kira pernyataan cintaku akan di balas oleh Karin? " Tanya Putra bersemangat.
" Aku benar-benar gugup sekali tau. " Lanjut Putra.
Bagaikan di sambar petir di siang bolong, hati, harapan, dan semangat Mika hancur seketika ketika mendengar kata Putra, Tapi Mika tetap tersenyum agar Putra tidak mengetahui tentang kesedihannya.
" Di.. dia pasti akan menerimanya, sebaiknya kau cepat sebelum dia keburu di ambil orang lain, semangat. " Kata Mika dengan terus tersenyum manis.
" Baiklah kalau begitu, sekarang giliran kamu, apa yang mau kau katakan. " Kata Putra.
" Sudahku bilang itu tidak penting, lebih baik cepat kau pergi sana ungkapkan perasaan kamu. " Kata Mika menepuk bahu Putra, masih dengan senyuman pakasaannya.
Setelah Putra pergi, Mika langsung memberitau kakaknya kalau dia sedikit lelah, kemudian berlari ke arah kamarnya, saat sudah sampai di dalam kamarnya Mika langsung berbaring di atas kasurnya dan menangis sekencang-kencangnya.
" Bodoh, kamu benar-benar bodoh, bagaimana bisa sorang pria menyukai wanita yang tomboi dan barbar seperti kamu, tentu saja mereka akan memilih yang feminim seperti Karin. " Batin Mika.
Setelah mengoceh begitu banyak akhirnya ia pun kelelahan dan tertidur.
_
Keesokkan harinya saat di sekolah...
" Pagi mika! gimana ultha kamu kemarin seru gak? " Tanya Rumi sahabat Mika. " Maaf ya aku gak datang kemarin. " Lanjut Rumi.
" uumm gak papa. " Jawab Mika.
" Apa kamu sakit,kamu menangis ,siapa yang membuat kamu menagis ,bilang sama aku? " Tanya Rumi.
" Aku gak sakit , ini bekas kemarin karena terlalu bahagia. " Jawab Mika lesu. " Kalau begitu aku kekelas duluan ya. " Lanjut Mika yang langsung berlalu pergi.
" Ada yang aneh dari ni anak, mode detektif. " Kata Rumi kemudian berjalan ke kelas.
Setelah sampai di kelas Mika langsung duduk di kursinya dan menundukkan kepalanya hingga menyentuh meja kemudian menutup matanya, tidak. berapa lama kemudian Putra datang.
" Hoii bangun sudah pagi. " Teriak Putra sambil memegang kedua bahu Mika.
" Apa-apaan sih kamu bikin kaget orang saja, gak ada kerjaan kamu. " Teriak Mika kemudian berlalu pergi meninggalkan kelas.
_
Kini sudah satu minggu dari acara ulang tahun Mika, dan selama itu Mika selalu menghindar jika Putra menghampirinya, karena ketika melihat wajah Putra maka dia akan mengingat kejadian di mana hatinya hancur berkeping-keping.
Tapi dia tidak marah dengan Karin karena itu memang bukan salah Karin, karena memang karin adalah seorang wanita yang cantik dan feminim beda dengannya yang tomboi dan barbar.
" Mengapa kamu selalu saja menjauh ketika aku datang? " Tanya Putra sambil memegang kedua tangan Mika karena tadi Putra sempat mengejar Mika.
" Gak papa, aku hanya gak mau jadi penghalang aja. " Jawab Mika tanpa melihat ke arah Putra.
" Jadi pengganggu ! ,Dengar baik-baik ya, dan Karin tidak pacaran,Karin menolak pernyataan cintaku dan alasanya karena dirimu dan juga dia sudah mempunyai seseorang yang dia suka. " Kata Putra.
" Kenapa kamu tidak pernah bilang sih? " Tanya Mika.
" Bagaimana aku mau bilang kalau kamu selalu menjauh dari ku dan selalu mematikan telfonku. " Jawab Putra.
" Dan aku baru sadar kalau perasaanku terhadap Karin itu hanya sekedar perasaan kagum bukan karena aku cinta sama dia, dan bodohnya aku karena aku baru sadar kalau selama ini aku menyukaimu Mika. " Sambung Putra.
" Kamu jangan Bercanda, tidak mungkin ada yang menyukai seorang wanita yang tomboi dan barbar sepertiku. " Kata Mika.
" Yang di katakan Putra betul Mi. dia benar-benar menyukaimu. " Kata Kiki yang baru saja datang bersama Rumi.
" Kalau begitu, maukah kamu menjadi kekasihku Mika, aku memang tidak bisa berkata romantis seperti pria yang lain tapi aku benar-benar serius. " Kata Putra lembut sambil menggenggam kedua tangan Mika.
" Terima lahh. " Kata Karin dan Rumi.
Dan Mika hanya tersenyum dan Mengangguk yang menandakan kalau dia menerima pernyataan cinta Putra. karena terlalu senang Putra langsung memeluk Mika.
" Ehhhh belum halal. " Teriak Rumi dan Karin.
Putra langsung melepas pelukannya dan mereka pun tertawa bahagia, Putra menggenggam tangan Mika dan Mika pun membalasnya.
Sekian cerita dari saya...