Di pesta pernikahan Sherly yang meriah...
tampak Agus sedang makan bersama dengan teman-teman tongkrongan nya di sebuah meja tamu...
Mungkin bagi orang lain yang melihat Agus makan dengan berurai air mata pasti merasa ganjil...
beda dengan teman-teman nya,mereka memaklumi
Agus...
karna hari ini adalah hari patah hati bagi Agus,teman mereka...
air mata yang jatuh di pipi agus mungkin dia sendiri tidak menyadari...
dia tetap dengan lahap menyuap nasi kedalam mulut nya...
Teman-teman Agus tau kesedihan yang dia rasakan,yang tidak mereka ketahui...walau agus sedang makan,sebenarnya agus sedang berenang di dalam pikiran nya...lautan yang di penuhi tanya-tanya penyesalan kepada diri sindiri...
"kenapa waktu itu aku begitu lalai..."
"kenapa dengan naif nya aku berpikir kalau kesalahan yang ku perbuat waktu itu akan seperti kesalahan-kesalahan sebelumnya...dengan memberi sedikit waktu kepada sherly,maka sherly akan memaafkan ku...dan hubungan kami akan kembali seperti semula..."
"kenapa aku berpikir kalau hubungan yang dijalani cukup panjang...maka akan mudah mendapatkan toleran dari pasangan..."
"kenapa aku tidak kepikiran kalau kesabaran sherly waktu itu sudah hampir hilang..."
"kenapa aku melukai hatinya waktu itu...sedangkan banyak pria yang antri untuk membuat nya senang..."
"andai...."
Tiba-tiba tepukan di pundak Agus membuat nya berhenti berenang di dalam pikirannya sendiri...
"udah han belum makan nya..?
yuk kita beri selamat buat sherly..." ucap Anwar...