-Azam
*Kejadian Malam itu merupakan sebuah momen yang sulit aku percaya dan sampai di detik inipun diriku masih mengingatnya. Setiap kali diriku teringat akan kejadian malam itu, pasti selalu merinding, seolah tidak mempercayainya sama sekali. Aku bersyukur kepada Allah.Swt, karena Allah.Swt masih sayang kepadaku.
Pada waktu itu diriku tidak ada Jadwal Event, Spv ku menyuruhku untuk mengisi di salah satu Outlet yang kebetulan BA nya sedang sakit. Mau tidak mau, daripada menganggur, dirikupun mengiyakannya.
Namun tetap dengan syarat, uang trasnport dan uang makan ku tetap sama seperti bertugas di Area Event. Dan juga sesuai dengan kontrak yang tertulis, diriku hanya diperbolehkan mengisi di Outlet maksimal 2 minggu saja, untuk membantu penjualan di Outlet tersebut. Karena kenapa? Ya didalam Outlet bukanlah tanggung jawabku, melainkan tanggung jawab BA sepenuhnya. Biasanya diriku ditugaskan ke Outlet hanya untuk sebatas mendongkrak penjualan dan juga melatih anak baru*.
********************************************
Sekitar Jam 10 malam lewat, Azam bersama dengan para BA yang lainnya baru keluar dari Outlet. Seperti biasa sebelum pulang, dirinya selalu nongkrong terlebih ditukang soto langganannya yang berada di Area Parkiran dan kebetulan juga tukang soto sudah saling mengenal dengan Azam. Istilahnya sudah seperti layaknya teman.
"Baru pulang blay?" Tanya Nabila Istri Abang Soto sambil mengelap meja.
"Iya kak." Jawab Azam sambil duduk dikursi makan tukang soto.
"Mau soto Ayam atau Soto Daging Blay?" Tanya Bang Dadir pemilik soto.
"Soto Ayam aja Dir." Jawab Azam.
"Bang Dadir pun bergegas membuatkan soto Ayam yang seperti biasanya Azam pesan kalau makan disitu."
"Cong kakak pulang duluan ya?" Pamit salah satu BA yang bekerja didalam Outlet tersebut.
"Gw pulang duluan ya cong?" Pamit BA yang lainnya pada Azam.
"Iya kak, blay.Hati-hati di jalan." Jawab Azam kepada mereka yang berpamitan.
Seperti biasa dirinya suka menongkrong lama di Tukang Soto tersebut. Dirinya bisa sampe berjam-jam kalo nongkrong disitu, walaupun hanya sekedar untuk mengobrol bersama dengan Nabila dan Dadir si tukang soto.
"Blay nanti lo langsung pulang ini? Udah malem banget loh ini?" Tanya Nabila dengan logat jawanya, yang kebetulan tidak terasa Azam telah menongkrong hingga jam setengah 12 malem disitu.
"Dadir sedang merokok sambil memutar-mutar Sound Musik yang disetelnya."
"Iya kak, Langsung pulang gw nanti." Jawab Azam.
"Masih mending lo tidur ditempat adek gw aja blay? Si Rio. Kebetulan dia juga sendirian koq blay, kalo lo mau?" Pinta Nabila.
Rio adiknya Nabila ini, salah satu SalesMan yang bekerja didalam Depstore yang saat itu Azam bertugas dan Rio juga mengenal Azam.
"Enggak lah kak, Enggak enak gw kalo tidur ditempatnya Rio. Nanti gw pulang aja kak." Jawab Azam.
Nabila pun tidak serta-merta menawarkan pada Azam untuk tidur ditempatnya Rio. Entah kenapa si Nabila ini, pada malam itu mendadak merasa sangat perhatian dan terlihat seperti merasa cemas pada Azam. Nabila sama Dadir memang perhatian pada Azam, namun tidak seperti biasanya.
"Yank, mendingan kamu anterin si Jablay ke kosannya yank?" Pinta Nabila ke Bang Dadir.
"Mau gw Anter aja blay?" Tanya Dadir ke Azam.
"Enggak dir, gak usah beneran. Hadeeuh, kalian pada kenapa si? Tumbenan amat mendadak perhatian banget sama gw?" Jawab Azam.
"Gw kan khawatir blay sama lo? Dan gak tau kenapa gw juga mendadak merasa cemas sama lo?" Jawab Nabila sambil menaruh kepalanya diatas meja menatap wajah Azam.
"Iya, tapi gak usah segitunya kali kak. Kalian kan harus beberes untuk menutup ini warung? Biasanya juga gw pulang sendiri koq." Jawab Azam.
"Terus lo mau pulang naek apa'an blay?" Tanya Nabila.
"Paling Ojek Online kak. Sudah malem gini gak mungkin masih ada angkutan umum." Jawab Azam.
"Ya udah kalo lo gak mau? Gw udah nawarin loh ya? Huuuuh." Jawab Nabila sambil bercanda pada Azam.
"Ya udah kalo gitu kak, dir, gw pulang dulu ya? Assallamu'allaikum.Wr.wb." Pamit Azam ke Nabila dan Dadir sambil berjalan keluar warung Sotonya Dadir.
"Wa'allaikum salam. Hati-hati blaay." Sahut Nabila dan Dadir pada Azam.
"Gila sepi amat ini Jalanan? Driver disini juga pada susah-susah lagi. Malah ditolak-tolak mulu orderan gw." Ucap Azam sambil berdiri dipinggir Jalan Raya.
"Alhamdulillah akhirnya dapet juga." Ucap Azam kembali setelah mendapat Driver Ojol yang menerima orderannya.
"Dengan Bapak Azam?" Tanya sang Driver Ojol.
"Betul Pak." Jawab Azam sambil melihat Plat Nomor Motor Ojol tersebut.
"Maaf Pak saya tidak menggunakan Jaket seragam Ojol saya?" Ucap sang Driver yang menyadari dirinya sedang diperhatikan oleh Azam.
"Oh Iya gpp pak." Jawab Azam.
Mari Pak." Ajak sang Driver Ojol sambil memberikan Helm pada Azam. Azampun bergegas menggunakan Helm lalu naik membonceng diatas motor Ojol tersebut.
Disepanjang perjalanan dirinya membonceng, Azam memainkan Hapenya sambil mengajak sang Driver Ojol untuk mengobrol. Dan tumbenan amat pada malam itu dirinya membonceng, sambil terus fokus memainkan Hape disepanjang perjalanan. Biasanya dirinya tidak berani untuk bermain Hape kalau sedang berada dijalanan, apalagi dimalam hari. Takut mengundang hal-hal yang tidak-tidak.
"Pak kenapa ya dari tadi saya order, banyak yang menolak orderan saya?" Tanya Azam sambil memainkan Hapenya diatas motor.
"Kalo didaerah sini memang seprti itu Pak. Mereka tidak berani karena jarak tujuan Bapak ini lumayan jauh. Terlebih dengan di jam-jam segini, banyak yang berpura-pura sebagai penumpang Pak. Makanya mereka tidak mau menerimanya." Jawab sang Driver Ojol sambil menyetir motornya.
"Oh begitu. Makasih ya Pak sudah menerima orderan saya?" Jawab Azam.
"Iya, sama-sama Pak." Jawab sang Driver.
"Nitt, nitt,nitt.." Aba-aba lampu merah. Sang Driver pun memberhentikan motornya.
"Azam tetap fokus memainkan Hapenya."
Isi lengkap cerita ada pada Novelku yang berjudul - Teror Hantu Kosan Angker "Omah"