di dalam kamar terlihat seorang gadis yang sedang menangis. gadis itu bernama Nara, iya akan dinikahkan oleh orang tua nya dengan lelaki tua untuk membayar utang orang tuanya. Nara tidak ingin di nikahkan dengan lelaki tua itu. bagaimana mungkin iya akan dinikahkan dengan lelaki tua yang umurnya hampir menginjak 50 tahun.
cukup lama Nara menangis di kamarnya hingga tak terasa hari sudah mulai pagi.
"Nara .... sayang bangun hari sudah pagi nak." ucap ibunya
"ya Bu "
Nara Bagun dengan mata sembabnya dan berjalan menuju kamar mandi untuk mencuci wajahnya.
*
terdengar keributan di ruang keluarga.
"ayah yang berutang kenapa Nara harus menerima konsekuensi nya. ayah tidak adil, Nara benci ayah." Nara pun berlari ke kamarnya setelah mengucapkan kata itu.
"aku tak mau menikah dengan tua Bangka itu. apa yang harus aku lakukan. ahhhhhhhhg.........."
Nara berteriak frustasi di dalam kamarnya karna iya tak bisa menemukan jalan keluar untuk masalah ini. orang tuanya yang mendengar teriakannya Nara hanya bisa diam. mereka juga sadar apa yang mereka lakukan ini salah tapi apa boleh buat, mereka harus menyerahkan Nara pada lelaki itu. kalau tidak iya akan dipenjara.
*
didalam kamar Nara masih memikirkan cara supaya iya tak menikah dengan tua Bangka itu. hingga terlintas di pikirannya untuk kabur dari rumah.
"yah, aku akan kabur dari sini. aku tak mau jadi istri tua Bangka itu.
Nara pun kabur dari rumah dengan menggunakan sepedanya. orang tua Nara yang mengetahui kalau Nara kabur dari rumah pun panik. mereka mengatakan kepada lelaki tua itu kalau Nara kabur dari rumah. lelaki itu pun marah dan menyuruh anak buahnya untuk menangkap Nara.
*
ditempat lain Nara sedang istirahat di tepi danau karna lelah mengayuh sepeda sedari tadi. saat iya sedang istirahat iya tak sengaja melihat seorang pria sedang mencekik seorang lelaki. Nara yang sedang bersembunyi di belakang semak pun panik , hingga iya tak sengaja menginjak ranting kayu yang membuat pria itu menoleh ke arahnya.
"siapa di situ. keluar kau atau aku akan menembak mu." Nara pun keluar dari semak-semak itu.
" m-maaf kan saya . saya tidak bermaksud mengintip apa anda tadi" ucap Nara terbata-bata.
lelaki itu hanya diam, tapi mata nya melirik Nara tajam. lelaki itu pun menjentikkan jarinya dan datanglah beberapa pria yang berpakaian seragam.
"kalian bawa tikus ini" ucapnya tegas.
para pria itu pun membawa lelaki itu pergi.
pria itupun menarik Nara kedalam mobilnya dan membawa Nara ke sebuah apartemen.
"masuk" ucap pria itu
nara pun masuk kedalam apartemen itu. lalu pria itu mengunci Diana didalam sana dan pergi entah kemana.
"ada apa dengan pria itu kenapa dia mengunci ku disini dan kenapa dia Diam saja. aneh."
setengah jam kemudian pria itu masuk kedalam apartemen dengan membawa makanan.
"makanlah Nara " ucap pria itu.
"hah, dari mana Anda tau nama saya! dan anda siapa ?. kenapa anda baik pada saya. bukanya anda akan membunuh saya tadi tapi kenapa anda membawa saya kesini." ucap Nara penasaran
pria itu menatap Nara tajam kemudian wajahnya pun menjadi sendu.
"Nara ini aku Rayhan. kamu gak ingat sama aku."
"saya gak kenal anda" bingung
"kalau ini ingat" sambil menunjukan sebuah kalau berbentuk bulan.
"haaaa , Rayhan.... kamu kemana aja selama ini kenapa kamu menghilang. kenapa kamu ninggalin aku. aku udah bingung cari kamu kemana-mana." ucap Nara menangis terisak-isak.
"aku bukannya ninggalin kamu tapi waktu itu aku ada urusan yang penting yang buat aku harus pergi."
"urusan apa yang membuat kamu sampai ninggalin aku waktu itu." terisak-isak. Rayhan pun memeluk Nara sangat erat. iya pun menangis menyesal karena meninggalkan Nara.
mereka berdua pun melepas rindu mereka dengan berpelukan beberapa lama. hingga tak terasa Nara sudah tertidur di dalam pelukan Rey. Rey pun menggendong Nara kedalam kamar untuk tidur. setelah Rey meletakkan Nara di kamar iya pun menelfon seseorang.
"siapkan uang sejumlah xxxxx dan bawa ke apartemen ku besok"ucapnya.
iya pun kembali ke kamar Nara.
"maaf ya sayang , waktu itu aku pergi tanpa mengajarimu. waktu itu ayah ku sakit jadi aku harus kembali ke rumah."
*
Nara terbangun karna merasa terganggu oleh sebuah tangan yang memegang pipinya.
ternyata itu adalah Ray. Nara pun bangun dan langsung memeluk Ray.
"kenapa kamu memelukku sangat erat. aku hampir tak bisa bernafas." ucap Ray tertawa.
"aku pikir tadi malam aku mimpi ternyata semuanya nyata, kau berada di depan ku " Rey hanya tersenyum iya tak menyangka Nara masih bisa tersenyum walaupun banyak masalah yang iya lalui termasuk perjodohannya. ya Ray tau tentang perjodohan nara, awalnya iya ingin menemui Nara tapi iya urungkan. karna iya ingin melihat reaksi Nara, ternyata Nara menolak perjodohannya itu.
"Ray kamu belum menjawab kenapa kamu ninggalin aku waktu itu."
"waktu itu ayahku sekarat oleh karna itu aku terpaksa ninggalin kamu waktu itu. beberapa hari setelah itu awalnya aku ingin menemui mu kembali tapi karna ada masalah dengan perusahaan ayah. jadi aku harus terbang ke Amerika untuk menyelesaikannya. satu tahun setelah itu aku kembali ke Indonesia tapi aku tidak menemukan mu dimana-mana. hingga aku mendapat kabar kalau kamu ada disini jadi aku datang dan memerhatikan mu beberapa hari ini."
"perusahaan! Amerika! aku gak ngerti. maksud kamu, kamu seorang CEO. "
" iya, maaf aku menutupinya dari mu. bukan tanpa sebab aku hanya ingin kau mencintaiku dengan tulus bukan karna harta ku. ""
awalnya Nara ingin marah tapi iya urungkan karna rasa cintanya lebih besar dari kemarahannya pada Rey.
"ayo sekarang kita berangkat ke rumahmu. kita batalkan perjodohanmu dengan tua Bangka itu dan kita akan menikah." ucap Rey menarik tangan Nara.
mereka pun berangkat ke rumah nara. setibanya di rumah Nara mereka berdua melihat ayah Nara di borgol. Nara pun panik dan berlari memeluk ayahnya.
"jangan bawa ayah saya pak. " ucap Nara menangis
Rey yang melihat Nara menangis pun mendatangi Nara dan memeluk wanita itu supaya iya tenang.
"berhentilah menangis aku akan menganiaya" ucap ray sambil menenangkan Nara. setelah Nara tenang Ray pun berjalan ke arah polisi tadi dan membisikan sesuatu. setelah Ray berbisik wajah polisi itu pun pucat pasih. iya pun meminta maaf pada keluarga Nara dan langsung pergi.
"apa yang kalau lakukan kenapa polisi itu pergi. kalian harus membayar utang kalian kalau tidak anak kalian akan aku bawa. "ucap pak tua itu.(mengancam)
Rey menyeringai kemudian iya menelfon seseorang, tak berapa lama datanglah sebuah mobil dan keluar lah seorang pria dan langsung membungkuk di depan Rey.
"ini dia tuan muda " memberikan koper.
" silahkan kau ambil uang yang ada di koper ini pak tua dan pergilah dari sini" tua Bangka itu pun pergi dengan bahagia karna mendapatkan uang yang iya inginkan.
"terimakasih nak kamu telah menolong saya"
" tak usah berterima kasih pa ini tugas saya sebagai calon suami Nara . " senyum
" maksud kamu nak" ucap tak mengerti
"pak saya datang kesini untuk melamar Nara. apa bapak merestui hubungan kami"
"ya bapak merestui kalian" setelah itu mereka pun masuk kedalam rumah dan berbincang-bincang.
kring kring kring.
ponsel Rey berbunyi dan terdengar lah suara seseorang yang mengatakan
" TUGAS SELESAI KINGG" diseberang sana
"HMM" menyeringai.