🌻Hanya Sekedar Cerita Fiksi Yang Saya Buat Untuk Hiburan🌻
🌴Enjoy The My Story🌴
Disebuah apartemen mewah nomor 444 terdapat sebuah cermin yang dimana dikatakan sangat angker. Rumornya jika kau berani masuk ke sana bersiap-siaplah tidak bisa kembali lagi ke dunia ini. Banyak orang yang percaya dengan kabar itu tetapi tidak dengan Loly. Dia tidak percaya dengan mitos itu dan pergi ke apartemen itu untuk membuktikan bahwa rumor itu tidaklah benar.
Malam hari pun tiba Loly pergi ke apartemen itu sendirian. Saat sudah tiba di apartemen itu Loly masuk ke kamar nomor 444.
Ceklek
Pintu terbuka menampilkan sebuah cermin berwarna hitam dengan ukiran-ukiran yang cukup unik. "Akan aku buktikan tidak ada apa-apa disini. Kenapa mereka percaya saja dengan mitos itu? Lihat, disini hanya ada cermin biasa yang ditutupi debu." kata Loly sebal sambil mengusap cermin itu agar menghilangkan debunya. Tapi tiba-tiba saja ada sebuah tangan yang menarik tangannya hingga dirinya masuk kedalam cermin itu.
Setelah dirinya masuk ke cermin, Loly dihadapkan dengan kehadiran pria tampan yang sedang menodongkan sebuah tombak ke arahnya. "Siapa kau? Kenapa kau bisa berada disini?" tanya pria tampan itu dengan tatapan tajam.
"Namaku Loly. Aku ditarik masuk ke dalam cermin oleh tangan misterius dan tidak tau kenapa bisa sampai disini." pria itu memicingkan matanya curiga karena ucapan Loly yang tidak masuk akal. Saat pria itu akan mengatakan sesuatu terdengar teriakan keras dari arah barat.
"Sial keluarga Viola telah mengetahui keberadaan ku." terlihat pria tampan itu menggeram marah.
Loly menatap pria itu sesaat sebelum diam-diam berjalan mundur untuk kabur dari pria tampan itu. Tapi sebelum Loly kabur pria tampan itu mencengkeram tangan Loly kuat. "Mau kemana kau? Kau harus ikut denganku!" setelah mengatakan itu, pria tampan tersebut berlari dengan kilat sambil mencengkram tangan Loly.
Bertepatan dengan itu, orang yang disebut keluarga Viola mengejar mereka dengan sama cepatnya sambil berteriak, "Berhenti! Atau aku habisi kalian!"
'Kenapa larinya cepat sekali? Apakah mereka memakai jurus Kage Bunshin no Jutsu?'
"Hey, berhenti sebentar! Aku merasa lelah dan kaki ku terasa akan patah." ucap Loly sedikit susah karena berlari terlalu cepat. Mendengar ucapan tersebut pria tampan itu berlari kesebuah goa yang ditutupi tanaman merambat.
"Kita istirahat disini dulu. Setelah mereka menjauh kita lanjut untuk ke istana."
Loly semakin bingung dengan ucapan sang pria tampan itu. "Istana? Aku semakin bingung dengan ucapanmu. Ditambah lagi, kenapa kau bisa berlari secepat itu? Apakah kau memiliki ilmu kanuraga seperti yang ada di film-film?"
"Apa maksudmu? ini adalah kemampuan biasa yang dimiliki oleh seorang vampir."
"Tapi aku sedikit heran denganmu. Kenapa saat kita berlari kau merasa lelah? Secara, bangsa vampir tidak pernah lelah." pria tampan itu mendekat kearah Loly dengan tatapan curiga. Setelah sampai dihadapan Loly, pria tampan itu mengendus bau tubuh Loly dan menemukan satu kejanggalan.
"Tidak mungkin, kenapa bau tubuhmu tidak sama dengan bangsa vampir lain? malah lebih mirip seperti bangsa manusia,"
"Aku memang bangsa manusia!" Loly terdiam sesaat sebelum sadar apa yang barusan ia katakan.
'Astaga kenapa aku mengaku sebagai bangsa manusia? Pasti vampir tampan ini sebentar lagi akan menggigit leherku dan menghisap darahku sampai habis seperti yang ada di drakor-drakor."
Loly cemas karena pria tampan itu tetap diam sambil menatap dirinya. "Ya ampun benarkah kau manusia? Sungguh aku sangat bahagia akhirnya aku bisa bertemu dengan manusia. Kau adalah penyelamat bagi keluargaku." Loly melongo atas ucapan pria itu.
"Hah.. bukankah bangsa manusia dan bangsa vampir bermusuhan? Seingatku kalian sangat membenci manusia dan akan menghisap darah mereka sampai habis."
"Memang benar kami menghisap darah kalian tetapi kami tidak pernah membenci kalian."
Saat akan berbicara terdengar suara geraman dari luar. Sepertinya keluarga Viola menemukan mereka.
"Kau bersembunyi lah disini dulu jangan sampai mereka mengetahui keberadaan mu,"
"Kenapa?"
"Karena keluarga Viola selalu akan menjadikan manusia-manusia yang tersesat disini sebagai tumbal persembahan bagi Raja Vampir."
"KELUAR KAU VAMPIR RENDAHAN!! BERIKAN MANUSIA ITU PADA KAMI!!" teriakan itu berasal dari salah satu anggora keluarga Viola. Sontak saja vampir tampan itu melangkah keluar, tidak lupa membuat dinding penghalang untuk Loly agar mereka tidak bisa masuk kedalam goa.
Sampai di luar, tanpa aba-aba para anggota keluarga Viola menyerang vampir tampan itu secara bersamaan. Baku hantam terjadi antara keluarga Violet dengan vampir tampan itu. Terlihat vampir tampan itu kelelahan mendapat serangan secara terus menerus.
'Ini tidak boleh terjadi, kalau aku tidak juga bertindak aku pasti akan kalah dan mereka akan membawa Loly dan menjadikannya sebagai tumbah persembahan. Cukup 'dia' saja yang mengalaminya, jangan sampai Loly mengalami nasib seperti 'dia'." terlihat mata vampir tampan itu berubah menjadi warna merah darah dan keluarnya taring yang sangat tajam. Mungkin kalau mengenainya akan langsung pergi ke alam lain.
"hahahaha menyerahlah saja Alucard! kau tidak akan bisa melawan ka-" belum sempat pria itu menyelesaikan ucapannya, Alucard menyerang mereka dengan kekuatan api. Kobaran api terlihat mengelilinginya siap melahap siapa saja yang berusaha mendekatinya.
Tidak mau kalah, keluarga Violet mengeluarkan kekuatan mereka dan mulai menyerang Alucard secara bersamaan. Tetapi Alucard mampu menyerang balik mereka dengan kekuatan apinya. Dilanjutkan menyerang mereka dengan kekuatan tanah dan mengurung mereka dengan tanah yang dikombinasikan dengan api. Tetapi mereka berhasil lolos dengan mengarahkan kekuatan air ke kurungan tersebut. Keadaan semakin memanas dikala salah satu keluarga Violet berhasil menyerang Alucard sampai mental.
"AAAAAKH!!!" Alucard mengerang kesakitan saat salah satu dari mereka berhasil menyerangnya.
Dilain sisi Loly duduk dengan tidak tenang. jujur saja ia merasa khawatir dengan Alucard melihat ia hanya sendirian melawan segerombolan keluarga Viola. "Kenapa dia tidak juga kembali? Apakah terjadi sesuatu dengan dirinya?" Loly ditambah cemas saat mendengar teriakan Alucard yang kesakitan.
"Apa yang terjadi? Apakah dia dalam bahaya? Ini tidak boleh terjadi aku harus membatunya," tanpa pikir panjang Loly keluar dari dalam goa dan melihat Alucard yang dicekik oleh salah satu dari mereka."Hey lepaskan dia!" sontak saja para keluarga Viola melihat kearah Loly dan mereka menyeringai seperti melihat seorang mangsa yang besar.
"Wow kita tidak perlu repot-repot lagi untuk mencarimu. Lihat, kau malah datang dengan sendirinya,"
"Benar saudaraku. Kau urus vampir rendahan ini dan aku akan urus gadis cantik itu."
Melihat salah satu dari mereka mendekati Loly, Alucard mengumpulkan kekuatannya dan menyerang mereka dengan kekuatan yang besar. Semua keluarga Viola terlempar dan mereka tewas karena kekuatan Alucard yang mengenai jantung mereka. Tinggal satu lagi keluarga Viola yang masih hidup dan dia berhasil menangkap Loly.
Alucard sangat marah karena dia telah berhasil menyentuh Loly ditambah lagi dia mengarahkan sebuah pisau keleher Loly."Jangan mendekat Alucard! Atau aku tusukkan pisau ini kelehernya!" mendengar ancaman itu Alucard yang tadinya berjalan mendadak berhenti. Kobaran marah terlihat dimatanya dia marah, sangat marah.
"Lepaskan dia Beans! jika kau menghabisinya kau akan tewah ditangan Raja Vampir."
"Hmm bagaimana ya? Pesona gadis ini sangat cantik dan aku tertarik menjadikannya tumbal persembahan untuk Raja."
"Aku tidak mau mati disini. Tolong aku Alucard." lirih Loly ketakutan.
Alucard sangat sangat marah sekarang. Tiba-tiba tubuhnya terasa sangat panas dan tidak terkendali. 'Tidak Alucard, kau harus tenang atau kau akan membahayakan Loly!!'
Tetapi usahanya tidak berhasil api dalam tubuhnya keluar dari dalam tubuhnya dan mengenai Beans. Karena dirinya menodongkan pisau keleher Loly, pisau itu malah menggores leher Loly. Dan darah mulai mengalir dari leher Loly.
"Sssst sakit." ringisnya.
Mendengar ringisan Loly, Alucard mendekat ke arah Loly untuk mengecek keadaannya. Tersadar bahwa mangsanya lepas, Beans mengeluarkan kekuatan akarnya dan menarik Loly kehadapannnya.
"Lepaskan aku vampir jelek! Kenapa aku harus diikut campurkan dengan masalah kalian? Aku hanyalah manusia biasa yang tersesat dan sedang mencari jalan menuju ke duniaku." kesal Loly karena harus dibawa-bawa dalammasalah ini.
"Salahkan saja dirimu karena tersesat di daerah kekuasaan keluarga Viola. Dan sesuai aturan kami, bangsa manusia yang memasuki daerah kami akan dijadikan persembahan untuk sang Raja." ucap Beans dengan angkuhnya. Mendengar ucapan Beans, Alucard merasa tidak terima dan berucap, "Apa yang aku maksud Beans?! Jika kau menjadikannya tumbal, bukankah sama saja kau tidak menghargai perjanjian antara nenek moyang bangsa vampir dan bangsa manusia?"
"Kau tidak akan paham dengan maksud kami Alucard!! Inilah satu-satunya cara agar keluarga Viola mendapatkan kekuatan untuk melawan musuh kami." geram Beans dengan menggertakkan giginya pertanda marah.
"Berbicara denganmu tidak ada gunanya Beans. Baiklah, karena tidak berhasil dengan cara baik-baik aku akan menggunakan cara kasar untuk melawanmu." Alucard mulai mengumpulkan kekuatannya dan bersiap menyerang Beans. Tetapi sebelum itu terjadi, lolongan serigala terdengar menggema di seluruh hutan dan disertai dengan munculnya bulan berwarna merah darah.
"Sudah tidak ada waktu lagi." Beans mulai membuat piramida dari akar-akarnya dan setelah selesai, ia mengangkat Loly ke atas piramida tersebut. Alucard yang melihat itu dengan cepat melesat kearah Loly. Tetapi sebelum dia sampai dihadapan Loly dirinya malah terpental karena dinding penghalang yang dipasang oleh Beans disekitar piramida tersebut.
"ALUCARD, TOLONG SELAMATKAN AKU!!! AKU TIDAK MAU MATI SECEPAT INI!!! AKU BELUM MELIHAT ISTRINYA JAEHYUNG YANG KATANYA BEKERJA DI KFC DAN MEMILIKI 8 ANAK." jerit Loly frustasi.
"Diamlah telingaku terasa berdengung mendengar kau berteriak." ucap Beans sambil menggosok-gosok telinganya.
"BODOAMAT!!!"
Karena sudah hilang kesabarannya akhirnya Beans mengeluarkan sebuah belati dari saku jubahnya dan mengarahkan belati itu tepat di jantung Loly. Loly yang tadinya teriak-teriak, sekarang terdiam ketakutan setengah mati melihat belati yang ditodongkan Beans.
"BERHENTI BEANS!! USAHAMU SIA-SIA BUKANNYA MENDAPAT KEKUATAN KAU AKAN TEWAS OLEH ARWAH-ARWAH NENEK MOYANG BANGSA MANUSIA!!"
"Berhentilah membual Alucard!! Itu hanyalah omongan-omongan dari vampir rendahan untuk menakuti kita!!" ujar Beans seolah tidak percaya dengan omongan Alucard.
Tidak tinggal dia Alucard mulai melangkah dan menempelkan tangannya kedinding penghalang yang dibuat Beans. Dengan kekuatan penuh Alucard berhasil memecahkan dinding perhalang tersebut. Sontak saja Alucard melesat dengan sangat cepat untuk menyelamatkan Loly.
"AAAAKH." Tetapi setelah sampai ditempat Loly, Beans sudah menancapkan belatinya tepat ke jantung Loly. Alucard terdiam antara marah karena Beans telah menghabisi Loly dan sedih karena ia gagal menjaga Loly.
'Tidak lagi. Aku telah gagal menjagamu Loly, maafkan aku Loly dan maafkan aku Ayah.' air mata mengalir dari mata Alucard.
Dunianya seolah hancur melihat Loly tewas di depan matanya. Sekali lagi dirinya telah gagal membawa manusia untuk menyembuhkan Ayahnya.
_෴෴෴෴_
Biasakan setelah membaca mengklik love yang ada dibawah dan komen sebagai tanda kalian menghargai cerita saya.
Jangan jadi Readers yang suka membaca saja tetapi tidak bisa menghargai karya tersebut!!
Love buat kalian yang baca😺💜