Rudi Gunawan. Salah satu pria terkaya di kota besar yang ada di negara ini. Dia memiliki banyak harta yang melimpah, dengan aset pribadi di seluruh pelosok negri. Usianya sudah menginjak kepala tiga, namun dia belum mempunyai pasangan hidup.
Wanita baginya hanya sebuah alat untuk pemuas hasrat saja. Dia tak ingin terikat dengan wanita manapun, karena hidupnya tak mau di bebani oleh ikatan keluarga.
Setiap hari, dia hanya menghamburkan uang untuk membayar kupu-kupu malam. Berapapun yang diminta wanita itu, dia akan dengan suka rela memberikannya. Namun jika di minta pertanggung jawaban, dia akan menolak mentah-mentah dan lebih memilih memberikan uang lebih pada wanita tersebut.
Harta Rudi tak pernah berkurang dan malah selalu bertambah ketika dirinya giat bermain bersama banyak kupu-kupu malam. Wanita panggilannya selalu berganti-ganti tiap hari. Namun anehnya, wanita yang menemani rudi selalu menghilang seminggu kemudian seusai di bayar.
Kejadian ini juga menimpa pada Melisa, si kupu-kupu malam yang memiliki body aduhai. Dia di minta Rudi datang ke sebuah hotel mewah untuk melakukan aktifitas panas mereka.
"Mas Rudi," panggilnya seraya tidur menyamping dengan pakaian seksi, guna menyambut kedatangan Rudi.
Rudi menelan saliva nya saat melihat body mulus dengan suara yang manja, memanggil dirinya. Sudah banyak wanita yang ia tiduri, tapi tak ada yang seperti Melisa ini. Selain wajahnya yang cantik, dia juga terlihat elegan dan begitu seksi beda dengan wanita-wanita lain.
Aura kecantikan Melisa terpancar begitu kuat, sehingga membuat Rudi kelabakan karena merasakan sesak di bagian celananya.
Dia buru-buru menghampiri Melisa dengan rasa haus dan lapar, ingin segera memangsanya. Namun siapa duga, wanita itu malah berdiri dan menyeringai dengan tatapan menakutkan.
Melisa mendekati Rudi seraya mengelus lembut pipi pria itu hingga ke lehernya, membuat Rudi memejamkan matanya. Namun, pertanyaam dari mulut Melisa seketika membuatnya membuka mata sempurna. "Apa kau ingin melahapku sekarang, kemudian menumbalkannya kepada iblis kematian?"
Rudi tersentak dengan pertanyaan Melisa. Bagaimana dia tahu tentang iblis kematian? Seingatnya, dia tidak pernah menceritakan apapun kepada orang lain terlebih hal pribadinya.
Dia segera menoleh ke arah Melisa dengan senyum yang di paksakan. "Apa maksud dari ucapanmu, sayang? Aku tidak mengerti dengan apa yang baru saja kamu sebutkan. Aku hanya tahu, bahasa cinta yang syahdu saat kita melakukan pemanasan!" ucapnya seraya mengecup pipi Melisa kemudian ke arah bibirnya.
Namun Melisa segera mendorong tubuh pria itu hingga jatuh ke ranjang dengan posisi terlentang. Dia langsung menindih tubuh pria itu, membuat Rudi tersenyum senang. "Ah, ternyata kamu ingin berada di atas. Baiklah, aku siap dan pasrah." ucap Rudi sambil membuka pakaiannya.
"Kau yakin akan melakukannya denganku?" Tanya Melisa yang di angguki Rudi dengan penuh semangat. Dia langsung beranjak dari tubuh Rudi, kemudian tersenyum menggoda dengan tatapan genit.
Semangat Rudi semakin membara ketika melihat Melisa menanggalkan pakaiannya. Namun sesaat kemudian, Rudi terkejut sampai berdiri dan menjauh dari wanita seksi itu.
Wajah Rudi menegang dengan ketakutan yang teramat sangat, kala melihat penampilan Melisa saat ini. Terlihat, wajah Melisa berubah menyeramkan dengan isi perut yang terburai keluar. Bau amis darah tercium menyeruak memenuhi seluruh ruangan itu walaupun di kamar itu terpasang pengharum ruangan.
Darah menetes dari bibir makhluk itu dengan gigi runcing tajam terlihat keluar di kedua sudut bibirnya. Dengan senyum menyeringai, wanita itu mengulurkan tangannya yang berkuku panjang ke arah Rudi seperti ingin mencekik leher pria itu.
Rudi memundurkan tubuhnya sampai terbentur tembok, guna menjauhi makhluk mengerikan di hadapannya tersebut. Namun usahanya sia-sia saja karena makhluk itu dapat berpindah tempat dengan cepat tanpa di lihat pergerakannya oleh Rudi.
Dia tersentak ketika melihat makhluk itu sudah berada tepat di depannya dengan menyeringai menakutkan. Rudi pun merasakan lehernya di cengkram kuat oleh makhluk itu dengan kuku yang menancam menembus kulitnya.
"Le-lepaskan a-aku!" Pintanya pada makhluk seram tersebut dengan tangan yang berusaha menepis tangannya. Namun semakin berusaha ia meronta, semakin kuat pula cekikan dari tangan berkuku panjang itu.
"A-apa salahku padamu? Ke-kenapa kkk-kau ingin membunuhku?" Ucapnya lirih karena mulai kehabisan nafas.
Perlahan tangan makhluk itu melepas cengkraman dari leher Rudi yang sudah mengeluarkan banyak darah. Dia tersenyum menyeringai membalik badan sedikit menjauh dari Rudi yang terduduk memegangi lehernya dengan sakit yang teramat sangat.
"Kau ingin tahu siapa aku dan kenapa aku ingin membunuhmu?" Rudi pun mendongak menatap makhluk itu. "Karena aku adalah korban dari kekejamanmu, dasar makhluk terkutuk." Ucapnya geram dengan membentak Rudi. Suaranya dingin dan datar serta menyeramkan.
Dia kembali berucap, "Gara-gara kamu hidupku menjadi tak berguna karena mati dengan sia-sia. Iblis kematian itu mendatangiku dan memakan tubuhku dengan brutalnya. Dia bilang kau telah memberi tanda di tubuhku yang berarti aku adalah tumbal yang kau persembahkan untuk iblis kematian." Lanjutnya kemudian.
"Kau mendapat kekayaan dengan menumbalkan semua wanita yang kau tiduri setiap malam. Dan aku adalah salah satu korbanmu, manusia lucknat!" Teriakannya menggema di seluruh ruangan.
Rudi terkesiap kala melihat makhluk itu berubah kembali dengan wajah cantik seorang wanita yang pernah di bayar olehnya untuk memuaskan hasratnya. Dan wanita itupun adalah korbannya yang ke seratus. "Diana?"
"Ya, aku Diana. Korban dari kekejamanmu, Rudi. Aku terhina karena menjadi wanita malammu, tapi aku lebih menderita karena menjadi korban keserakahanmu. Demi harta kau tumbalkan semua wanita sepertiku. Sekarang, kau akan rasakan akibatnya!" Ucap Diana yang kini berubah kembali menjadi makhluk menyeramkan.
Rudi berusaha lari ke arah pintu untuk menjauhi makhluk itu. Saat tangannya sudah menyentuh handle pintu, tiba-tiba tubuhnya terhempas ke lantai dengan cukup keras karena di tarik oleh makhluk menyeramkan itu.
"Kau tidak bisa lepas dari mautmu, Rudi. Kau hadapi ajalmu dengan perasaan yang sama seperti apa yang aku rasakan waktu itu. Kau harus merasakan setiap penderitaan yang aku dan wanita lain rasakan. Bersiaplah!" ucap makhluk itu sambil mencengkar kuat leher Rudi.
Rudi berusaha meronta namun usahanya gagal karena tangan itu mencengkram kuat. Dia pun meminta pengampunan, namun tak di hiraukan oleh makhluk itu.
"Akulah iblis kematianmu, Rudi."
Wajahnya mendekati leher Rudi dan menancapkan dua gigi taring di leher pria itu. Kuku panjangnya menancap di perut Rudi dan menariknya saat sudah masuk kedalam menembus ke belakang. Dia pun memakan setiap potongan bagian tubuh Rudi yang terpisah dari tubuhnya.
"HAHAHAHA," Tawanya menggema ketika sudah menyelesaikan pembalasan pada pria itu.
Makhluk itu menghilang setelah puas melakukan apa yang diinginkannya dan meninggalkan tubuh Rudi hanya bagian dada ke atas. Sedangkan dari perut ke bawah, sudah dia makan habis tak tersisa.
*Keesokan harinya para penghuni hotel itu di gemparkan dengan pengusaha kaya yang mati di kamar hotel dengan cara tragis. Mereka bergidik kala melihat potongan tubuh yang mereka temukan seperti bukan di mutilasi, tapi seperti di makan oleh makhluk buas.
Polisi pun tak bisa menemukan bukti apapun karena rekaman cctv hanya menayangkan kematian tragis Rudi tanpa mengetahui siapa pembunuhnya. Tak ada siapapun yang terlihat di layar monitor, hanya terlihat Rudi yang meregang nyawanya tiba-tiba dengan bagian tubuh yang menghilang secara misterius.
#Salam sejahtera dari author~Kucing Manis#