Rindu malam purnama, malam yang begitu sejuk dan dingin. Kamu berjalan melewati malam yang indah dengan bunga ditaman. Aku bertanya kenapa kamu disitu. Apa yang kamu cari. Tolong pergi dariku. Jangan ganggu yang lain
Satu lembar kertas aku tuliskan untuk melepaskan rindu.
"Kaisa...sini,"ucap Meli dari jauh.
"Kenapa?,"ucap kaisa.
"Kamu lagi apa disana sendirian," kata Meli.
Lagi jalan-jalan saja, kenapa?,"ucap Kaisa
"Lagi putus lagi ya...,"kata Meli.
"Putus!Dari siapa?,",kata Kaisa.
"Jangan bohonglah, aku tahu kamu lagi putus dari Martin-kan," kata Meli.
"Tidaklah,kamu salah info itu,"kata Kaisa yang masih menghindar dari pembicaraan.
"Kamu sendiri sedang apa disitu, tidak biasanya kami ditaman ini,"kata Kaisa.
",Aku...sedang mengambil beberapa gambar untuk tugas,"kata Meli.
"Tugas apa?Seni,"ucap Kaisa.
"Iya tugas seni. Kamu kira tugas apa,"kata Meli.
"Ayo ikut aku. Ada tempat yang bagus untuk tugas kamu,"kata Kaisa.
"Serius,dimana?,"kata Meli
"Ikut saja, nanti juga tahu,"kata Kaisa.
Meli mengikut kaisa dari belakang menuju tempat yang dituju. Sampai ditempat tujuan Meli melihat satu tempat yang begitu indah untuk diambil gambarnya. Setelah selesai mengambil gambar Meli berkata,"Makasi Kaisa akhirnya tugasku sudah selesai."
"Iyalah. Tugasnya sudah selesaikan, mau jalan lagi tidak,"kata Kaisa.
"Boleh . Ayo jalan, mungkin kita bisa menemukan beberapa gambar,"kata Meli.
Jalan bersama dibawah rembulan dimalam yang penuh dengan aroma bunga yang bermekaran.
Di tengah perjalan yang indah mereka berdua melihat, pemandangan yang asing. Yang membuat mereka pergi ke arah tempat tersebut. Sampai ditempat tersebut mereka melihat kejadian yang tidak terduga
"Apa itu, kaisa?,"ucap Meli.
"Mungkin saja habis putus,"kata kaisa.
"Masak sih"kata Meli.
"Mau disampirin,"kata kaisa.
"Kamu saja. Untuk apa aku ikut,"kata Meli.
"Mungkin saja berjodoh. Diakan tampan,"kata Kaisa.
"Pantes. Kamu aja habis putus jugakan,"kata Meli.
"Siapa yang putus cinta. Kamu mungkin,"kata kaisa.
"Yalah...,"kata Meli.
Setelah selesai mengobrol mereka berdua pergi dari tempat. Diperjalanan pulang menuju ke apartemen. Mereka berdua dihadang oleh beberapa preman. Tapi belum sempat mereka melukai, pemuda yang tadi mereka lihat menolong mereka berdua.
"Kalian tidak apa-apa,"kata pemuda tersebut.
"Tidak apa-apa. Terima kasih telah menolong kami berdua,"ucap Kaisa
"Iya sama-sama,"kata Jeri.
Mereka berdua berpisah satu sama lain. Menuju tempat mereka masing-masing. Hari berganti malam, waktu mulai berlalu. Kalau jodoh tidak akan pergi kemana-mana.
"Kamu?,"kata Kaisa.
"Kamu? Bukannya gadis yang malam itu,"kata Jeri.
"Itu benar tidak disangka kita akan bertemu lagi,"kata kaisa.
"Itu benar tidak disangka juga kita dijodohkan oleh kedua orang tua kita,"kata Jeri.
"Maunya,bagaimana sekarang,"kata Kaisa.
"Jalani aja,"kata Jeri.
",Kamu serius,"ucap kaisa.
Jeri hanya terdiam melihat layar ponsel tanpa berkata apa-apa. Hingga akhirnya mereka berdua menikah dengan kehidupan yang bahagia.