Hari ini hari yang ku nanti, bagaimana tidak karena emak dan bapak ku akan berlibur ke kampung halaman nenek ku, yang berasal dari pulau Bali. Betapa senangnya aku dan pasti bahagia dong, karena di umurku yang sudah mencapai 25 tahun, ini pertama kalinya aku bisa ikut pulang kampung ke kampung nenek ku hehehhe asek!
Dengan semangat 69 aku bereskan keperluan dan barang apa saja yang harus ku persiapkan untuk kesana karena kata emak kami akan disana selama 10 hari.
Kami akan berangkat besok dengan naik pesawat dan tentunya sudah menyewa travel juga. Aku bahagia, apa lagi aku anak pertama dari keluarga yang bahagia juga. Emak ku adalah seorang bidan, dan ayahku adalah seorang guru. Dengan kebahagiaan yang hampir mendekati sempurna versiku mungkin banyak yang merasa iri, padahal walaupun umur 25 tahun aku masih pengangguran, karena aku paling malas untuk bekerja, masih membanggakan harta orang tua.
Semua sudah kupersiapkan dengan baik jadi besok tinggal berangkat!
Dan hari ini tiba hari yang aku tunggu tunggu karena kami akan segera berangkat. Hatiku nampak bahagia dengan juga senang. Mengingat ini perjalanan pertamaku ke pulau Bali yang kata orang-orang paradise island atau pulau surga hahaha. Setelah menempuh perjalanan darat selama 1 jam dan perjalanan udara 2 jam disinilah aku berpijak di pulau yang banyak budayanya dan banyak adatnya. Dan bercampurnya culture dan beragam manusia ada di Bali dari yang turis mancanegara sampai lokal kalian bisa melihat mereka berbaur dengan nyaman tanpa adanya diskriminasi, dan yang paling penting menurutku aku bisa lihat bule pakai bikini🤣🤣, itu impianku yang terpendam selama ini.
Kini aku sudah sampek di desa Samplangan, Gianyar. Dengan rasa bahagia aku berjumpa dengan keluarga ayahku. Sedikit informasi nenek ku orangnya baik dan kalem. Kakek ku juga baik namun tak kalah garang, bagaimana tidak, dulu kakek ku melarang bapak ku nikah sama orang beda pulau, tapi yang namanya sudah cinta, jangankan pulau negeri seberang pun bisa di lewati! Namun dengan kehadiranku di tengah ibu dan bapak ku, akhirnya kakek ku luluh juga, dan menerima emak ku menjadi menantunya.
Disini aku mengenal saudara bapak ku. Dari paman bibik, dan tanteku,
mereka sangat baik, terhadap kami,
dengan satu keluarga yang harmonis, menghormati satu sama lain. Aku juga bahagia ternyata di sini banyak abang sepupu atau adek sepupu ku, ada yang manis, imut dan cantik, dan ada juga yang semok.
Karena kami baru saja sampai, kami dipersilahkan langsung istirahat, dan aku satu kamar dengan Tino anak dari paman ku. Aku langsung akrab soalnya dia juga punya sifat yang terpuji persis seperti aku, malas nya 100 %. Setelah sedikit bincang bincang dan dengan banyak cerita akhirnya aku terlelap dalam mimpi ku.
Pagi hari, sepupuku yang bernama Tino mengajak ku jalan jalan pakai sepeda, dengan semangat 46 aku langsung iya kan. Di dalam perjalanan keliling kampung aku tak sengaja melihat wanita berdiri di samping jalan, satu kalimat yang bisa menggambarkan wanita tersebut yaitu manis dan seksi. Aku tanyakan sama sepupu ku, dan dia menjawab bahwa wanita itu adalah Wimala janda anak satu, dan banyak laki-laki di daerah sini suka sama dia, namun dia menutup diri, dan tidak ada yang tahu apa alasannya.
Karena ku lihat wanita itu tak bergerak dan tetap diam di tempat, dengan PDnya aku mendekat dan bertanya,
" permisi mbak, kok berdiri di sini? Panas ini loh! " Tanyaku sambil tersenyum paling manis wkwkwkkw,
dengan suara yang lemah lembut wanita itu menjawab,
" iya dek, motor mbak mogok." Jawabnya.
Arraghhh... Suaranya membuatku ingin segera naik ke ranjang!
Dengan tingkah sok tahu aku pun mencoba mendekat,
" boleh aku lihat mbak, mana tahu bisa saya bantu, " tanya ku sopan, padahal biasanya aku kaya ulat petakilan. Sedakan Tino sampai geleng geleng kepala melihat tingkah ku yang sok tahu cara bagaimana memperbaiki motor padahal aslinya tidak.
Setelah 5 menit aku mencoba melihat dan mengecek apanya yang rusak, ternyata oh ternyata bensinnya yang habis..
Dan dengan nada sedikit sombong aku berkata,
"hmm, mbak bensinnya ini yang habis,"
" eh iya kah? Aduh jauh pulak ini pom bensinnya, jawab wanita itu dengan panik!
"tenang mbak, biar sepupuku yang belikan, kita duduk di sini dulu ya, biar gak panas!" Suruhku, sedangkan Tino melongo mendengar perkataanku.
"Ini uang nya dek," ujar si mbak sembari mengeluarkan uang pecahan 50 ribu rupiah.
"Eh gak usah mbak, pakai uangku saja, ikhlas aku kok mbak. " Beoku sambil cengengesan.
Lalu aku mendekat berbisik pada Tino," No kamu yang belikan ya tapi pakai uangmu dulu nanti aku ganti!" Ujarku tanpa dosa. Apes nian kan si Tino aku suruh beli bensin tapi pakai uangnya, karna aku gak ada uang, tapi masih sok jual mahal. Sedangkan Tino sampai menepuk jidatnya melihat tingkahku yang sudah kesemsem sama janda anak 1.
Karena Tino sudah pergi, ini kesempatanku untuk mendekat dan menggombal kali aja nyangkut kan ya!
Walaupun sikapnya acuh tak acuh, aku masa bodoh, aku tetap berjuang sebelum gendang perang berbunyi.
"Mbak! " panggil ku.
Dan si mbak nya menoleh padaku,
"ya dek ada apa?" Jawab mbaknya dengan cepat.
"Mau dengar puisi gak?" Tanyaku.
"Boleh," jawabnya,
"Dalam sepi aku terdiam
Menyusuri hati bersama malam
Sunyi senyap bersatu padu
Terdampar dalam karam hati yang merindu.
Angin..
Tak kenal lelah engkau menghiburku
Menemaniku untuk tidak larut dalam kelam
Tapi tolong engkau katakan pada rembulan
Betapa aku merindukan dirinya.
Betapa aku rindu hangat peluknya
betapa aku kangen belaian kasihnya.
Kuingin menikmati malam dengan keindahan
Bersama hangat peluk mesramu
Dalam buaian kasih nan suci"
Puisi yang ku ucapkan rasanya tidak nyambung, namun aku tetap mengutarakannya.
Malah si mbk, berkata padaku,
"dek, kamu lagi galau ya?" Tanyanya heran.
Ya salam rayuanku malah di salah artikan. Dengan tersenyum aku menjawab,
"enggak loh mbak, aku jatuh tahu gak mbak!"
Iyakah jatuh? Kalau jatuh luka gak?" Jawab si mbak sambil tersenyum.
"Enggak sih mbak, soalnya aku jatuh hati padamu mbak," jawab ku.
namun apa yang aku dapatkan? Dia malah tertawa terbahak!
Beginilah aku, sampai tak sadar kalau aku sudah tersanjung sama janda. Dari saat jumpa kita pertama aku selalu memberiny kenyamanan hingga pada akhirnya kami berjalan merajut kisah kasih kami.
Tuhan, adilkah ini?
Namun cintaku tak bertepuk sebelah tangan, aku mencintainya dan dia mencintaiku. Dengan kebaikankan hatinya aku menjadi
laki-laki yang bertanggung jawab. Dari yang malas bekerja sampai rajin seperti saat ini sebab semangat cintaku membuahkan hasil, akhirnya janda 1 anak, jatuh dalam pelukanku. Jatuh ke dalam pesona seorang yang bernama Sultan Anwar.