Selamat datang di karya cerpen pertama aku, jangan lupa untuk dukungannya yah...
Happy Reading!
Malam itu, orang tua Chika pergi ke desa untuk menjenguk Kakek Chika yang sedang sakit. Chika hanya bisa menatap kepergian orang tuanya sembari melambaikan tangannya dengan pelan.
"Hati hati dijalan Pah, Mah..." Cetus Chika sambil menunjukkan senyuman tipis di bibirnya.
Mobil mereka pun mulai berjalan meninggalkan halaman rumah. Chika segera masuk kedalam dan mengambil ponselnya.
Seperti biasa, Chika tidak langsung tidur ketika memasuki kamarnya. Melainkan bermain ponsel untuk melihat video video di tiktok atau yang biasa disebut dengan scroll tiktok.
Waktu menunjukkan pukul 23.11. Chika mulai mengantuk dan meletakkan ponselnya itu di bawah bantal.
Tak lama setelah itu, suara langkah kaki dari luar jendela kamarnya terdengar jelas ditelinga Chika.
Tap tap tap...
Chika berpikir suara langkah kaki yang di dengarnya adalah suara langkah kaki orang tuanya yang kembali ke rumah.
"Mungkin ada yang ketinggalan makanya mereka balik lagi ke rumah. Tapi kenapa ngga ngabarin dulu ya?" Gumamnya merasa heran.
Chika pun memberanikan diri untuk melihat di jendela. Dia perlahan membuka tirai kamarnya yang sudah tertutup rapat kemudian membuka jendelanya.
Namun saat Chika melihat keluar jendela, tidak ada satupun orang yang dilihatnya.
Ia pun menutup kembali jendela tersebut dan menaiki ranjangnya untuk segera tidur.
Tapi tak lama setelah itu, suara langkah kaki kembali terdengar di telinga Chika. Tap tap tap.... Chika kesal dan secepatnya membuka kembali jendela itu.
Deg deg!!
Jantung Chika berdegup kencang. Ia ketakutan. Tadinya ia berpikir suara langkah kaki itu hanyalah orang iseng yang mencoba menakutinya.
Namun saat ia kembali membuka jendela kamar tersebut, yang didapatnya hanyalah rasa takut yang berlebihan.
"Sial, kayaknya bukan manusia deh." Ucapnya sambil gemetaran melihat ke arah jendela yang masih terbuka.
Brak! Brak! Dengan cepat, Chika menutup jendela kamarnya dan langsung tidur. Ia menutupi seluruh tubuhnya menggunakan empat lapis selimut.
Esok pun tiba, Chika sudah selesai bersiap siap dan bergegas menuju sekolah dengan membawa motor miliknya.
Sampai di sekolah, Chika terkejut karena kelasnya sudah terlalu ramai dengan penghuninya. Biasanya saat Chika sampai di sekolah, ia tidak melihat satupun anak yang berada di kelas. Berbeda dengan kali ini.
"Hey Chika! Mending berangkatnya siang? Kenapa?" Tanya Yilan. Dia salah satu teman dekat Chika.
"Loh? Ini jam berapa?" Sontak Chika kaget saat mendengar pertanyaan yang keluar dari mulut Yilan.
"Ini udah jam 06.55 pagi." Jawabnya singkat dan merasa heran.
"Pantes aja aku masuk kelas udah rame. Biasanya kan aku masuk belum ada satupun anak di kelas." Desisnya.
"Kenapa kamu bisa terlambat sih?" Tanya teman dekat Chika yang satunya. Namanya adalah Mia.
"Oh ya, aku mau kasih tau ke kalian soal kejadian tadi malem yang menimpa aku..." Tutur Chika sambil duduk di sebelah dua temannya itu.
Yilan dan Mia pun mempersiapkan diri untuk mendengarkan cerita dari Chika. Insting Mia adalah, Chika akan menceritakan soal hantu yang ada di rumahnya.
"Semalem itu kan orang tua aku pergi ke desa karena Kakek aku sakit. Aku di rumah sendirian, karena aku menolak ajakan orang tua aku. Dan kalian tau ngga apa yang aku dapet semalam?" Kata Chika membuat Yilan dan Mia merasa gemetaran.
"Pasti hantu, kan?" Lontar Mia sambil mengelus bahu nya karena merasa takut.
Chika mengangguk.
"Suara langkah kaki berkali kali muncul saat aku mau tidur. Jadi... aku minta tolong sama kalian, mau ngga nanti malem tidur di rumah aku? Plis..." Pinta Chika sembari menunjukkan wajah imutnya.
"Yeeaa!!!!" Sontak Yilan langsung bersemangat dan berlarian ke sana kemari. Yilan adalah anak perempuan yang tidak takut dengan hantu. Bahkan dirinya sangat ingin melihat hantu sejak masih usia 12 tahun.
"Ayok Mia, kita nginep di rumah Chika. Kasian loh si Chika nya...." Cetus Yilan.
Karena Mia adalah sahabat Chika, ia pun terpaksa menerima ajakan Chika dan Yilan.
Malam pun tiba. Chika, Yilan dan Mia sudah duduk manis di ruang TV sambil memakan camilan yang mereka beli selepas sekolah.
Mereka menonton aksi dramatis yang diperankan oleh Lee Min Ho dan Bae Suzy. Itu adalah serial kesukaan mereka.
"Eh, ngomong ngomong... kok dari tadi suara langkah kakinya ngga kedengaran sih?" Tanya Yilan merasa tidak sabar ingin segera melihat sosok asli dari hantu suara langkah kaki itu.
"Ish! Kamu tuh ngomong apaan sih? Takut tau..." Timpal Mia. Dia salah satu teman Chika yang paling penakut.
"Udah udah, mungkin semalem cuman orang iseng kali ya..." Ucap Chika menenangkan.
"Berarti hantunya ngga ada dong.." Keluh Yilan.
"Emang semalem suaranya ada dimana?" Tanya Mia penasaran.
"Di luar jendela kamar aku." Balas Chika sambil menunjuk ke arah jendela kamarnya.
"Oalah... ternyata di sana? Ya udah, mendingan kita tidur aja deh. Ini kan udah malem. Lagipula besok juga sekolah, kan?" Ajak Yilan yang sebenarnya ingin mendengar suara langkah kaki tersebut.
Chika dan Mia pun setuju dengan ucapan Yilan barusan. Karena mereka pikir Yilan hanya ada niatan agar besok tidak terlambat bangun.
Sampai pada tengah malam, menunjukkan pukul 00.19. Suara langkah kaki itu tidak muncul juga.
Padahal, Yilan sudah menantinya sejak tadi memasuki kamar tersebut.
Ternyata Yilan masih belum bisa tidur sebelum dirinya melihat sosok sebenarnya dari hantu suara langkah kaki.
"Aduh, kebelet lagi." Keluhnya sambil beranjak dari ranjang menuju toilet.
Toiletnya terletak di lantai atas, sedangkan kamar Chika terletak di lantai bawah.
Tap tap tap...
Suara langkah kaki itu tiba tiba terdengar di telinga Yilan yang sedang beranjak menuju lantai atas.
Yilan pun menghentikan langkahnya dan mendengarkan baik baik suara langkah kaki dari luar jendela kamar Chika itu.
Krieett....
Dengan memberanikan dirinya, Yilan pun membuka jendela kamar itu dan mengeluarkan pandangannya ke arah luar.
Brak!!! Kyaaa!!!!
Huaaa!!!! Kriettt ......
.
.
.
.
.
Sosok hantu suara langkah kaki dari luar jendela itu tiba tiba muncul di hadapan Yilan. Yilan berteriak keras dan membuat Chika serta Mia terbangun dari tidurnya.
"Kenapa? Yilan?" Tanya Mia merasa heran.
"Eh? Kok kamu di situ sih? Ngapain?" Lanjutnya.
Yilan hanya terdiam dan pandangannya tetap berada di luar jendela itu.
"Yilan kenapa sih?" Tanyanya lagi. Namun kali ini pertanyaannya untuk Chika.
"Apa jangan jangan... dia liat hantu?" Chika menebak.
Dengan cepat Chika dan Mia segera mendekat ke arah Yilan yang dari tadi hanya terdiam melihat ke arah luar.
Seketika Yilan menoleh ke arah mereka.
Deg?!!! Mereka di kaget kan dengan wajah Yilan yang terlihat busuk dan berdarah.
"La... lari!!!!" Teriak Chika sambil menarik tangan Mia dan membawanya keluar kamar.
"Tadi itu apa?" Tanya Mia ketakutan.
"Yilan... Yilan... dia..., hiks hiks..." Jawab Chika sambil terisak menahan tangisannya.
"Maksud kamu... Yilan... dia jadi tumbal?" Tanya Mia menebak.
Chika mengangguk sambil berkali kali terisak. Di susul dengan Mia yang juga menangis karena kehilangan satu sahabatnya.
Saat paginya, anggota kepolisian sudah berada di depan rumah Chika. Mereka beramai-ramai membawa pasukan.
Ternyata, setelah kematian Yilan, Chika dan Mia juga meninggal karena di teror oleh hantu suara langkah kaki di luar jendela.
Namun kematian Chika dan dua sahabatnya itu sama sekali belum diketahui oleh keluarga mereka masing masing.
Mulai hari itu, rumah Chika mulai menjadi tempat terlarang. Tidak boleh ada satupun orang yang mendekati rumah itu. Dan siapa saja yang berani mendekat, nasib mereka juga akan sama dengan kematian Chika serta dua sahabatnya itu.
Makasih yang udah baca cerpen aku, jangan lupa komen ya. Biar Author tau jejak kalian :>