Zrass.........!!!
Tak!Tak!Tak!
"Tolong!!!!!!"
Brak!!! Crak!!!
"Argh!!!"
"Haha, mati kau!!"
Srat!!
......
Malam itu, suara ketukan langkah kaki yang berirama terdengar di luar jendela kamar Clau. Karena penasaran, ia mencoba mendekat ke arah jendela dan membuka penutupnya.
Hai kamu!!! Iya kamu!! Yang lagi baca cerpen ku! Jangan lupa klik tombol like dan koment ya!! Biar aku tau kedatangan kalian!!
Arigatou Gozaimasu ^_^
Clau melihat ke arah kanan dan kirinya, namun tidak terlihat dan terdengar apapun selain sumur tua yang ada di samping kamarnya dan suara derasnya hujan. Akhirnya Clau pun menutup kembali penutup jendelanya dan segera menuju ranjang untuk tidur.
Esoknya, ketika berada di sekolah, teman temannya bercerita tentang rumor hantu jendela yang katanya membunuh siapapun yang melihat sosok hantu tersebut.
"Hai, apa kau sudah membaca situs web terbaru kemarin siang?" Kata seorang gadis pendek berambut pirang.
"Iya sudah!!" Jawab salah seorang yang diajaknya bicara.
"Katanya ada hantu jendela!! Dia berkeliaran disaat hujan, dan katanya hantu itu berada diluar jendela. Kalau ada yang melihatnya, maka ia akan menjadi korban! Rumor itu sudah tersebar luas loh!" Ucap Jenia si gadis berambut pirang itu.
"Iya, seram sekali. Bahkan semalam aku membacanya, sampai aku tidak bisa tidur. Apalagi semalam kan hujan?" Seru Kazaki, seorang anak laki laki yang berteman dekat dengan Clau.
Clau pun kembali teringat akan kejadian semalam, dimana ada suara langkah kaki yang berirama seperti musik ketika dirinya hendak tidur.
"Apa suara langkah kaki semalam adalah suara hantu jendela??" Gumamnya penuh tanda tanya dalam pikiran.
Namun sepertinya bukan, ia begitu tidak yakin kalau suara yang ia dengar semalam adalah hantu jendela yang sedang ramai diperbincangkan.
Karena kebetulan hari ini kedua orang tua Clau sedang pergi dinas, akhirnya Clau pun mengajak kedua temannya yakni Jenia dan kazaki. Untuk tidur di rumahnya malam ini juga, sampai orang tuanya pulang.
Tak terasa, akhirnya malam pun tiba...
Jenia dan Kazaki pun datang dengan membawa beberapa pakaian dan juga camilan ditangannya.
Clau pun langsung mempersilahkan Jenia dan Kazaki untuk masuk. Dan setelah itu, ia menyiapkan pop corn dan soda untuk dimakan bersama sambil menonton tayangan film horor yang katanya hanya akan tayang malam ini saja.
Mereka begitu menikmati film tersebut, walaupun Jenia begitu ketakutan sesekali hantunya terlihat dalam televisi.
Jam menunjukkan pukul 23.20, itu artinya hari sudah larut malam. Mereka bertiga pun bergegas menuju kamar Clau, yang memang ruangannya begitu besar.
"Apa kita akan tidur?" Tanya Kazaki pada Clau dan juga Jenia.
"Huh, tapi aku belum mengantuk" Ucap Jenia dengan wajah seperti meminta sesuatu.
"Sama" Kazaki menyambung.
Karena mereka belum mengantuk, begitu juga dengan Clau yang sudah terbiasa tidur malam. Akhirnya Clau memberikan sebuah permainan untuk dimainkan sebelum tidur. Dan katanya, permainan itu bisa membuat seseorang yang tidak bisa tidur menjadi mengantuk.
"Permainan apa itu?" Tanya Jenia yang merasa kebingungan.
"Ini mudah, permainannya adalah.. kita menghadap ke sudut tembok, lalu lampunya di matikan. Setelah itu kita mengumpat, tapi ada juga yang harus mencari" Jelas Clau mengenai permainan tersebut.
Akhirnya permainan pun dimulai, yang menjadi penjaganya adalah Kazaki. Kebetulan dia juga tidak begitu suka dengan mengumpat.
Setelah dihitung sampai 10, lampunya pun kembali dinyalakan. Dan didalam kamar Clau, hanya ada ia seorang. Karena kedua temannya yang menjadi pengumpat sedang bersembunyi.
Kazaki pun berkeliling ruangan di rumah Clau, untuk mencari kedua temannya.
"Hai, Jenia!! Kau ketemu!" Teriak Kazaki sambil menunjuk seseorang yang mengumpat dibelakang lemari.
"Yah, aku ketahuan..." Ucapnya dengan nada kecewa.
Karena sudah berkeliling ruangan namun belum juga menemukan Clau, akhirnya mereka berdua pun kembali ke titik awal. Yakni kamar Clau.
Disaat keheningan di kamar tersebut, tak sengaja Kazaki mendengar langkah kaki yang berirama seperti alunan musik diluar jendela kamar Clau.
"Mungkin saja itu Clau?" Batin Kazaki dan tersenyum licik. Karena ia yakin bahwa Clau mengumpat di luar rumah.
"Ha!! Ketemu kau!" Ucapnya sambil membuka jendela kamar tersebut. Namun tidak nampak seseorang pun diluar. Dan tepat sekali, saat itu sedang hujan deras, jadi mungkin Clau tidak terlihat di luar.
"Kau bicara pada siapa??" Tanya Clau yang tiba tiba masuk ke kamar.
"Hah? Bukannya kau ada di luar tadi?" Tanya Kazaki dengan wajah heran setengah pucat.
"Bicara aneh aneh saja kau! Dari tadi aku sudah melihat Clau ada di dapur!!" Seru Jenia yang ternyata sudah tau bahwa Clau ada di dapur.
"Lalu.. si-siapa... yang ada di.. luar?" Tanya Kazaki dengan wajah yang mulai pucat seutuhnya.
Mereka semua pun menatap jendela yang terbuka oleh Kazaki tadi, dan....
Tiba tiba seorang gadis berlumuran darah sambil membawa pedang di tangannya muncul begitu saja. Sontak Clau, Jenia dan juga Kazaki langsung terkejut setengah mati karena melihat gadis tersebut.
Tanpa basa basi, mereka pun langsung berlari keluar kamar dan entah menuju ke ruangan mana yang penting bisa lari.
"Hosh...Hosh..."
"Semoga saja dia tidak kesini" Batin Clau yang bersembunyi di bawah meja di dapur.
Sekilas yang lainnya entah pergi kemana, Clau juga tidak melihat arah larinya mereka. Ia begitu khawatir pada kedua temannya, karena tentu saja mereka tidak mengenal banyak ruangan di rumah Clau.
Tiba tiba saja, gadis berlumuran darah itu berdiri tepat didepan Clau. Bahkan hantu tersebut juga menampakkan wajahnya dengan jelas.
"Aaa!!!! Tolong!!!" Clau langsung menjerit dan pergi berlari sampai ke ruangan dimana temannya juga ada di sana.
"Clau! Ayo ke sini!!" Ajak Jenia dengan wajah panik.
Clau pun langsung mendekat ke arah mereka. Namun, tanpa disadari, hantu itu terus mengejar Clau sampai akhirnya semua berkumpul pada satu ruangan tersebut.
Hantu itu mendekat dan menusuk berkali kali mereka bertiga dengan pedang yang ada ditangannya.
Hai, buat kalian yang udah baca sampai akhir
U ´꓃ ` U. Makasih banyak ya❤️🤭
Jangan lupa like and koment!!! (ᵔᴥᵔ)