Seorang gadis berjalan sendirian menuju apartemen di ujung jalan. Tetapi karena terlalu fokus dengan ponselnya, gadis itu tidak melihat mobil dengan kecepatan tinggi menuju kearahnya. Alhasil tertabrak dan meninggal disaat itu juga.
Gadis itu mengerjapkan matanya merasakan tubuhnya remuk karena terlalu lama tertidur.
"Nona...Nona. Apakah kau baik-baik saja?" Tanya seorang wanita paruh baya yang menggunakan pakaian pelayan.
"Eeugh~ ... Aku baik-baik saja." Sesaat gadis itu terdiam mencerna apa yang sebenarnya terjadi. Selang beberapa detik gadis itu menyadari sesuatu. Kenapa aku terbangun disini? Bukannya aku sudah meninggal tertabrak mobil? Dan kenapa kamar ini berbeda dengan kamar yang ada di apartemenku?
"Kau.... Dimana kita sekarang? Dan siapa sebenarnya aku?" tanya gadis itu pada wanita pelayan yang ada didepannya. Terlihat pelayan itu mengerutkan keningnya sambil menatap heran Nona-nya."Apa yang kau maksud Nona? kita sekarang ada di kediaman keluarga Kerajaan dan kau adalah Sviolet Candrama. Anak dari Jendral besar kerajaan, tuan Zilong Lay Candrama. Dan Seorang Menteri Perdagangan, nyonya Czyling Candrama."
"Tidak mungkin. Aku kan sudah mati karena tertabrak mobil"
"Astaga, Nona. Sepertinya anda sedang tidak baik-baik saja. Tunggu disini, Nona. Biar saya panggilkan tabib." Pelayan tersebut pergi menemui tabib untuk memeriksa Sviolet.
Setelah kepergian pelayan tersebut, gadis itu termenung memikirkan bagaimana dirinya bisa disini dan bukannya seharusnya sekarang dirinya berada di surga? Gadis itu mengambil cermin yang ada di nakas dan terkejut melihat wajahnya yang berubah.
"Apa-apaan ini, kenapa wajahku bisa berubah?,"
"Itu karena kau mengalami reinkarnasi." Sebuah suara misterius terdengar untuk menjawab pertanyaan gadis itu."Jika kau ingin kembali ke duniamu maka selesaikan misi untuk membuat tubuh yang kau tempati menjadi Ratu di Kerajaan ini." lanjut suara misterius itu.
"Wah, ternyata segampang itu. Baiklah akan aku selesaikan dengan cepat." ucap Sviolet dengan penuh semangat."Tapi bagaimana aku menjadikannya Ratu?"
"Tenang saja Nona, tubuh yang kau tempati ini sudah mengikuti seleksi pemilihan Ratu dan besok adalah ujian terakhir untuk menentukan siapa yang pantas menjadi Ratu."
***
Keesokan harinya Sviolet dan para Princess yang mengikuti seleksi pemilihan Ratu berkumpul disebuah taman untuk menghadapi ujian akhir. Disana terlihat Ratu berdiri dengan memegang sebuah kunyit yang entah untuk apa.
Ratu menyuruh semua Princess untuk diam sebelum ia berbicara, " Seperti yang kita tau Kerajaan kita terkenal dengan kunyit yang sangat bagus sehingga Kerajaan-Kerajaan lain membeli kunyit dari Kerajaan kita. Tapi beberapa hari yang lalu, Kerajaan-Kerajaan itu berhenti membeli kunyit dari Kerajaan kita kerena mereka beranggapan kunyit yang kita produksi tidak lagi bagus. Dan saya ingin kalian mencari solusi untuk masalah ini. Jikalau saat Raja tidak ada di Kerajaan, kalian yang sebagai Ratu bisa mengatasi masalah seperti ini."
"Saya beri kalian waktu dua hari untuk menemukan solusinya. Apabila dalam waktu dua hari kalian tidak bisa menemukan solusinya, saya anggap kalian mundur dari seleksi pemilihan Ratu."lanjut Ratu sebelum pergi menuju kedalam istana. Setelah kepergian Ratu, semua Princess pulang menuju kediaman masing-masing.
"Hmm apa yang harus aku lakukan ya? Apa aku sogok saja mereka agar kembali membeli kunyit dari kerajaan ini? Atau aku minta ayah untuk mengirimkan beberapa orang untuk mengancam mereka agar kembali membeli kunyit dari kerajaan ini?" sungguh sesad sekali pikiran Sviolet.
"Tapi jangan deh, cara kayak gitu termasuk cara kotor. Aku kan orangnya jujur dan bijaksana nggak mungkinlah pakai rencana kotor kaya gitu. Tapi apa solusinya?" lama berfikir tiba-tiba terlintas ide yang membuat Sviolet merasa senang, "Oh ya kenapa aku nggak kepikiran buat itu sih." selanjutnya Sviolet menuju ke dapur untuk membuat sesuatu.
Dua hari telah berlalu sekarang peserta seleksi pemilihan Ratu sedang berkumpul di taman untuk mengutarakan solusi mereka. Semua Princess mengajukan ide-ide yang kreatif tapi Ratu selalu mengatakan ide mereka terlalu tidak efektif. Sekarang giliran Sviolet untuk mengutarakan idenya.
Sekitar tiga puluh menit, Sviolet menyelesaikan pendapatnya. Dilihatnya wajah Ratu yang berseri-seri entah senang tentang pendapatnya atau hal yang lain. Ratu berdiri dari duduknya dan menghampiri Sviolet yang tengah berdiri dibarisan paling depan. "Pendapatmu sangat bagus Princess Sviolet. Memilih mengolah sisa kunyit itu untuk dijadikan barang yang bernilai tinggi dari pada bernegosiasi dengan mereka yang mungkin saja membuang-buang waktu. Mungkin saja mereka malah menjadi lebih tidak suka dengan kunyit yang kita produksi karena kita terlalu memaksa menjualnya kepada mereka."
Mendengar itu Sviolet merasa senang. Tiba-tiba suasana menjadi hening. Ternyata Raja dan Crown Prince datang untuk melihat jalannya proses pemilihan Ratu. Sontak semua orang yang melihatnya membungkuk kan badan sebagai rasa hormat mereka kepada anggota keluarga Kerajaan.
"Istriku, apakah kau sudah menemukan siapa yang cocok untuk dijadikan Ratu yang akan bersanding dengan putra kita?" Ratu mengangguk dan membisikan sebuah nama yang ia pilih untuk menjadi Ratu selanjutnya menemani sang putra untuk memimpin kerajaan. Mendengar nama yang dibisikkan oleh istrinya Raja mengangguk dengan wajah yang bahagia merasa cocok dengan orang yang disebutkan istrinya. "Saya sudah mendengar calon Ratu yang dipilih istriku dan saya juga merasa setuju dengan orang itu. Oke, saya umumkan calon Ratu yang akan menemani putraku memimpin kerajaan adalah..." Dengan sengaja Raja menggantungkan ucapannya yang membuat jantung semua orang yang disana berdegup dengan kencang. Tidak terkecuali Sviolet, ia menjadi gugup takut-takut bukan dia yang akan menjadi calon Ratu.
"Princess Sviolet Candrama, putri dari Jendral Zilong Lay Candrama. Selamat kau akan menemani Putraku, Viorezd De Luca. Untuk menjalankan kerajaan dan menemaninya selama sisa hidupmu." Sviolet bersorak dalam hati. Ia maju menghadap sang Raja dan membungkuk sebagai tanda terimakasih. Ia sangat bahagia, karena sebentar lagi ia akan kembali ke dunia asalnya.
'Kalau dipikir-pikir Raja sangat tampan dan terlihat mirip dengan Kim Taehyun yang ada di drakor Hwarang. Apa aku jadikan saja dia sebagai suami keduaku? Pasti sangat menyenangkan memiliki dua suami' batin Sviolet sambil mencuri-curi pandang kepada Raja.
"Selamat Nona karena telah menyelesaikan misinya dengan mulus. Sekarang kau ingin memilih kembali ke dunia asalmu atau tetap disini menggantikan Sviolet menjadi Ratu di Kerajaan ini?" Suara misterius itu muncul lagi. Tetapi kali ini suara itu tidak sekeras sebelumnya malahan bisa dianggap sebagai bisikan.
Sebelum Sviolet menjawab, ia melirik seseorang yang berdiri di belakang sang Raja. Yang tak lain adalah Crown Prince. Raja sekaligus calon suami yang akan menemaninya seumur hidup. Ralat, maksudnya menemani Sviolet asli selamanya.
Saat melihat wajahnya, Sviolet merasa familiar dengan wajah itu. Tiba-tiba ingatan itu terlintas dalam pikirannya.
Deg
'Hwang Hyunjin?!'
Tidak mungkin.... ini tidak mungkin. Bukannya dia sudah meninggal? Kenapa dia ada disini? Sviolet terkejut karena wajah Crown Prince terlihat sangat mirip dengan kekasihnya dulu yang meninggal karena tersedak mie instan.
"Bagaimana Nona, apakah kau ingin kembali ke dunia asalmu?"
Sviolet bimbang antara kembali ke dunia asalnya tetapi dibully dan dikucilkan oleh semua orang, atau hidup bahagia bersama orang yang mirip dengan kekasihnya dan disegani oleh semua orang.
_෴෴෴෴_
Jangan lupa Like dan Komen sebagai tanda kalian menyukai cerita saya😾💜