Suatu tempat, suatu hari, 3 tahun yang lalu
Seperti biasa, suasana disekitar tempat tinggalku sepi. Pagi ini hanya terlihat gerobak sayur keliling dan Ibu-Ibu yang sedang berbelanja. Tidak ada yang istimewa.
Hari ini adalah Hari Minggu. Untuk pertama kalinya, entah mengapa, aku ingin sekali keluar rumah dan menghirup udara segar. Biasanya aku adalah orang yang malas keluar rumah, diam di rumah dan memainkan game kesukaanku sepanjang hari.
Aku berdiri di depan pagar rumahku, memakai kaos putih dan celana jeans biru dengan sandal jepit. Tanpa kusadari pandanganku tertuju pada seorang gadis kecil yang sedang berlari mengejar kucingnya dengan di ikuti seorang wanita setengah tua. Terlihat biasa, dengan tinggi sekitar 142 cm, dia terlihat kecil dan mungil, tapi yang menarik perhatianku adalah rambutnya yang berwarna cokelat, warna yang tidak biasa.
Melihat tingkahnya mengejar kucing dengan semangat tanpa perduli dengan sekelilingnya membuatku tersenyum sendiri, apalagi melihat wanita yang mengikutinya yang kewalahan menghalangi kucing itu agar bisa ditangkap.
Ketika kucing itu berhasil ditangkap, gadis itu menatapku, mata itu begitu indah, berwarna cokelat, hidung mancung dan bibir yang mungil, susah dilukiskan dengan kata-kata. Untuk sesaat aku terpana, tak bisa berkata-kata.
Hari berlalu dan aku masih belum bisa melupakannya. Sehingga aku berinisiatif menanyakan kepada Bundaku siapa gadis yang tinggal disebelah rumahku. Kata Bundaku gadis itu bernama Noi.
Aku mencari tahu tentang Noi, dari keluarganya dan juga sekolahnya hingga dengan siapa dia berteman.
Aku jatuh cinta untuk pertama kalinya, sepertinya juga untuk terakhir kalinya. Karena aku sudah memantapkan hatiku hingga hari ini, hanya dialah yang akan mengisi hari-hariku sampai akhir hayatku nanti. Noi ku.
Di suatu tempat dan di suatu waktu 3 tahun yang lalu. Apakah kau mengingatku? Noi