Pernah kebayang gak sih kalian bertemu dengan Dayang Nyi Roro kidul? Dan bagaimana ekspresi kamu ketika kamu bertemu dengannya? Pasti memiliki kesan tersendiri masing-masing ya..
Lalu bagaimana dengan ekspresi dua Manusia sedikit keriting yang tidak memiliki keahlian apa-apa, lalu bertemu dengan Dayang Nyi Roro Kidul tersebut?
Dan kira-kira kamu percaya atau tidak? Bahwa Oyot Mingmang Itu ternyata ada?
Ok gw lanjut cerita aja kali ya..
Jadi pada waktu itu, temen gw mendadak gabut karena habis di ceramahin oleh atasannya secara habis-habisan. Istilah kasarnya di caci maki oleh atasannya.
Hingga Akhirnya gw yang gak tau apa-apa kena getahnya. Meskipun begitu Alhamdulillah gw sempet menenangkannya dan sempet ada ending dia nangis.
Dia nangis setelah berkali-kali nyalahin gw, lalu gw ingetin masalalu yang buruk ke dia yang pernah menyusahkan dan membebankan hidup gw. Hingga akhirnya dia sadar diri dan seketika dia mengeluarkan airmata. Dia terdiam dan tidak mengeluarkan kata-kata kasar ataupun menyalahkan lagi ke gw.
Apaan sih koq jadi curhat?
Singkat cerita temen gw udah terdiam tuh sambil mengeluarkan air matanya.
Gw ngasih Ide ke dia untuk jalan-jalan, tadinya gak kepikiran buat jalan ke Bali. Gw tadinya ngajak ke singapure. Hanya saja ke singapoure itu kan harus mengurus ini itu, yang akan menyita waktu kita. Sedangkan kita hanya punya waktu cutian tahunan yang boleh diambil secara dadakan maksimal satu minggu doank.
Akhirnya gw ngusulin ke Bali dan kita berangkat ber 4. Pada waktu itu kita berempat Liburan ala Gembel/BackPacker. Tau sendirilah gaji gw sebagai kuli panggul di Jkt tidak seberapa.
Kebetulan Gw yang membooking semuanya. Pada waktu itu, Gw Booking Pesawat sama hotel melalui Aplikasi Traveloka dan pesawat yang di Boking, pesawat yang jadwal penerbangannya jam 8 malam keatas.
Singkat cerita di Hari H, Gw dengan ketiga temen gw sudah kumpul di kosan gw. Lalu kita berangkat ke Terminal-Bandara Soeta menggunakan GoCar.
Sesampainya di Bandara gw bersama dengan ketiga temen gw langsung ceckin, gw tunjukkin Tiket Booking pesawatnya ke security yang ada di HP gw.
Usai Ceckin, kita timbang barang bawaan yang kita bawa. Karena barang bawaan gw tidak terlalu berat, jadi di ijinkan untuk di taro diatas kabin pesawat.
Usai menimbang barang bawaan, kita ber 4 sempet cari-cari cemilan dulu, lalu melakukan Boarding Pass.
Hingga Akhirnya kita ber empat sudah berada didalam loby Boarding Area. Gw sama temen-temen sempet merokok dulu didalam Smoking Room, karena pesawat yang kita naiki delay cukup lama. Pesawat yang seharusnya berangkat dari Bandara jam 8 malam, jam 11 kita baru cuss landing dari Bandara Soeta.
Tau sendirikan Jam Bali dengan jakarta memiliki selisih yang lumayan. Sedangkan kita berpatok dengan waktu yang ada di HP kita (Area Jakarta/WIB).
Singkat cerita kita pun telah sampai Bandara Ngurah Rai sekitar jam setengah satu malam lebih dan itu waktu menurut jam di Hape kita (WIB). Sedangkan di Bali selisih waktunya sekitar satu jaman lebih cepat daripada Jakarta. Mungkin kalo jam bali setengah 2an lebih kali ya.
AROMA BALI
"Owek, owek, Craaaaat." Temen gw yang satu mual-mual donk sambil mongkog-mongkog gitu, otomatis seluruh isi perutnya pun keluar ke tong sampah Bandara-Ngurah Rai.
"Aduh blay pala gw pusiiing deeeeh." Gw ngomong ketemen-temen gw.
Sedangkan temen gw yang lain menutup hidungnya mereka masing-masing. Wajar lah namanya juga baru kali ini kita ke Bali. Jadi lumayan katro iya kan??
Wajar lah kita ber empat baru pertama kali Liburan ke Bali pada saat itu, jadi ngerasain aroma enek-enek gimana gitu.
Ok, Pertama kali kita keluar dari Bandara, Aroma yang kita hirup tentunya Bau Dupa dan Bau kembang Tujuh Rupa dan aromanya itu tercium mengiringi kita setiap hari selama di Bali.
Meskipun begitu, gw tidak merasakan merinding eksotik, memang bawaannya disana terasa nyaman. Namun karena belum terbiasa mencium aroma yang seperti itu tubuh kita spontan merespon kaget. Sesuatu hal yang wajar lah yaaaa..
Kenapa nyaman? Biasanya gw suka mual-mual sendiri gitu kalo ada yang ngikutin. Tapi ini enggak!!
Gw bukan orang yang indigo, tapi tubuh gw suka sensitif kalo bersentuhan/dekat sama yg kayak gitu.
Setelah keluar dari Bandara. Lantas kita ke area Parkiran, para driver taxi senyam-senyum sambil mengedipkan mata ke kita berempat. Maklum lah kita berempatkan pemuda tampan nan cantik. Jadi di godain sama mereka.
Para driver mengedipkan mata sambil berkata " Mau kemana Abang sayang?" terdengar lebai bukan? Para driver itu menawarkan ke kita untuk naik ke taksinya.
Namun karena kita berlibur ala gembel, lalu kita pun bertanya "Berapa Blih Argo ke Jl Poppies 2?"Tanya gw yang gerogi berkata blih karena blm terbiasa.
"Murah koq. Untuk kakak-kakak yang ganteng ini hanya sekian ratus ribu dengan berbagai macam alasan yang abang itu buat" Kata Abang Driver.
Kita kaget doonk!!, Terus kita smbil posisi yang saling berbisik-bisik ala emak-emak arisan gitu. Harganya gak wajar, bagi kita yang gembel. Lalu gw bilang ke abangnya "Maaf abang sayang mungkin kita belum jodoh."
Gw pun langsung download ntu salah satu aplikasi GrabCar dari Google Play dari samsung grand duos gw.
Eh bener aja, pas gw download dan gw bandingin, harganya sangat jauh.Bedanya berkali-lipatnya malah.
Kita berempat pun langsung order grab dan langsung cuss masuk kedalam mobil. Sesampainya didepan hotel Melati, meskipun gembel tetep lah ya harus memberikan tips ke driver agar driver merasa senang dan tetep bersemangat mengais rezekinya.
Driver pun bahagia terus mengucapkan terima kasih lalu pergi kembali. Sesampainya diHotel, gw tunjukkin bukti booking yang ada di HP gw. Abang ganteng resepsionis pun langsung memberikan kunci ke kita sambil berkata "Blih, mau sekalian sewa motor tidak?".
"Wow" Donk. Gw sama temen gw merasa seneng, ternyata dia juga nyewain motor untuk kita selama di Bali. Harganya pada waktu itu 70ribu/24 Jam. Lalu kita ambil motor tersebut 4 hari 4 malam, sesuai dengan jumlah malam liburan selama di Bali.
Usai memasukkan barang-barang kedalam hotel. Perut kita berempat bunyi.
"Ayaaaaah dedek laper ingin makan." Bunyi perut gw.
"Kakakkk dd laper." Bunyi congor temen gw ke kakak seniornya.
Karena kita ber 4 ini muslim, kita cari tuh makanan halal di Bali. Gw buka Google Maps. Taraaaaa " Hanya MCD yang ada didekat Hotel kita."
Tidak terlalu dekat sih, kita harus berjalan kaki sekitar 15 menitan dari Hotel melati. Malam itupun gw bersama dengan temen-temen gw langsung cuss jalan Ke MCD yang berada di pinggir jalan raya Pantai Kuta Bali. Selama kita diperjalanan berjalan kaki, terbilang cukup horror. Selain suasananya yang sepi dan gelap, banyak penampakan yang ada disitu.
"Kakak, Itu apaan? Koq giginya panjang, matanya belo, bau dupa dan sesajen lagi." Ucap temen gw sambil berpegangan kebahu kk seniornya.
Sedangkan gw sama kedua temen gw yang lain tetep jalan santai.
"Bukan apa-apa koq itu, Cuma patung Bali." Jawab kk seniornya.
Jadi disetiap tikungan pertigaan jalan Bali ini selalu ada Patung-patung Khas Bali yang pastinya ada dupa berikut dengan kembang tujuh rupa. Bahkan di setiap depan toko pun pasti ada kembang. Itulah khas Bali.
Singkat cerita kita berempat sudah selesai makan di MCD. Selama kita menunggu dan makan di MCD, ada laaah godaan-godaan menimpa kediri kita dari Om Bule. Secara kulit kita eksotis binggiiiit. Dan tujuan ke Bali ini, kita juga mw sekalian Thening, biar lebih eksotik alias gosong.wkwk
Usai makan selesai, kita pun langsung cusss ke Hotel. And then, Satu kamar hotel hanya berkapasitas 2 orang saja. Jadi kita berempat terpaksa harus terpisah. Gw sekamar bareng temen gw yang selalu sensitif dan naik darah itu (temen senasib gw).
Usai membersihkan badan kita dari pasir pantai Kuta. Kita berdua pun lanjut tidur. Dan.... Ketika kita tertidur.
Tiba-tiba angin berhembus dooonk, membuat hordeng kamar hotel menjadi mengibas.
"Aneh, Gda Pentilasi udara koq Hordeng ngebuka sendiri." Kata gw. Temen gw udah ngorok tuh.
"Husssss"
"Krintiiiiing." Jatuh dan bunyi donk koin gw yang gw taro di lemari Hotel depan kamar mandi.
"Aneh amat, Gda Angin koq bisa jatuh kelantai." Kata Gw.
"Aaaaaaaaaaaauuuuu." Teriakan ngondek keriting abis dan tersontak kaget gw dibuatnya. Temen gw teriak kenceng bingiiitz..
Sedangkan gw Hanya menatap bengong kedepan jendela yang hordengnya kebuka oleh hembusan angin tadi. Anehnyaaa gw tidak merinding Bro/Sis.
"Berisik Bancet!!!" Kata gw sambil nutupin mulutnya.
"Yang kita lihat didalam mimpi tersebut dua dayang nyi roro kidul, nampak seperti manusia biasa pada umumnya. Menggunakan baju kebaya berwarna hijau beserta selendang hijaunya. Mereka berdua hanya melihat dan tersenyum tanpa mengedipkan matanya di luar jendela tersebut."
Gw terbangun dari tidur dengan kondisi terbangun seperti biasa dan Temen gw terbangun dengan jeritannya. Dan posisi Hordeng hotel terbuka lebar seperti didalam mimpi kita berdua.
"Lo mimpi ada dua perempuan menggunakan kebaya hijau ya blay?" Tidak sengaja gw langsung nyeletuk begitu ke temen gw.
"Iya blay." Jawabnya.
"Pasti disini ya blay lo ngeliatnya? Mereka diam hanya menatap tanpa mengedipkan mata?" Kata gw sambil mata gw menatap ke arah luar jendela.
"Iya blay." Kata temen gw.
"Dan posisi Hordengnya kayak gini gak?pasterakhir lo liat didalam mimpi?" Tanya Gw.
"Iya." Jawab temen gw
"Ok cukup...!!!" Kata Gw.
Itu guys pengalaman gw ketemu dayang Nyi Roro Kidul.
Untuk Oyot Mingmang akan dilanjut lain kali ya kak🙏🙏🙏..