Cerita cuma fiksi dan imajinasi author semata, jangan lupa tinggalkan komentar ya..
Selamat membaca☘️
Transmigrasi Menjadi Princess
"Maaf, aku gak bisa. Aku udah suka orang lain."
Ucap Geo, Ketua BEM yang diincar hampir semua mahasiswi karena ketampanannya dan wibawanya yang luar biasa.
Di tempat lain, seorang laki-laki tersenyum tipis menyaksikan perempuan paling jelek di kampus berani menyatakan cinta di hadapan banyak orang.
Namanya Vino, bukan cuma Geo yang jadi incaran di kampus tapi Vino juga. Mereka sama-sama kaya dan tampan. Bedanya satu, Geo adalah good boy, sedangkan Vino badboynya.
.
.
"Hikss... Kenapa aku sebodoh itu, mau aja dengerin kata mereka padahal aku tau mereka semua cuma mengerjai aku."
Kayla, menangis di sudut ruangan belakang kampus. Tempat inilah paling aman dan nyaman baginya, karena tidak satupun orang yang datang kesini kecuali di hari tertentu.
"Lo aja yang bego,"
Kayla terperanjat. Kenapa tiba-tiba ada suara cowok?
"Lo--" Tunjuk Kayla. Dia kaget kenapa bisa bertemu Vino disini. Cowok yang harus dia hindari. Kayla jelas malas berurusan dengan tukang bully, perokok, suka balapan liar, dan playboy seperti Vino.
Ya, walaupun banyak rumor mengatakan Vino tidak pernah menganggap pacarnya, mereka sendiri yang mau jadi mainan Vino.
Saat mau keluar, Vino menghalangi Kayla. Tatapannya tajam, membuat Kayla bergidik ketakutan. Ini tempat sepi, bukan tidak mungkin Vino bisa saja mem--
"Buang jauh-jauh pikiran kotor lo, mana sudi gue nyentuh cewek paling mengenaskan di dunia ini."
Usai mendengar ucapan Vino, hati Kayla berasa ditusuk ribuan ton jarum. Apa seburuk itu dirinya?
Hitam, pendek, gendut..masih pantas dibilang cantik?
"Aku memang mengenaskan, tapi apa salah kalau aku menyukai seseorang? Apa orang jelek gak boleh disukai? Ya, kamu emang benar. Pertanyaannya cuma satu disini, mana ada cowok yang mau sama orang kayak aku? Harusnya aku lebih sadar diri.. Aku berusaha untuk gak insecure, tapi kalian yang bikin aku makin jatuh-sejatuhnya."
Setelah itu Kayla keluar, meninggalkan Vino yang masih menatapnya. Tapi, tatapan itu berbeda. Kayla tidak sadar kalau ada yang menyukainya.
.
.
.
Kayla terbangun. Matanya menelusuri kamar yang terasa asing baginya. Lebih luas, besar, dan berhiaskan ornamen klasik.
"Dimana aku?"
Kayla mendadak pusing, seingatnya dia mencoba bunuh diri setelah bertemu Vino dengan meloncat dari atas tebing ke laut.
Dia pikir, agar lebih estetik. Mati dengan ketinggian dan kedalaman.
"Anda hanyut di sungai Tuan Putri. Dan Pangeran Arnold menyelamatkan anda."
Kayla syok. Putri? Pangeran? Saat melihat pakaiannya dan pakaian semua orang Kayla benar-benar terkejut.
"Anda tidak apa-apa Tuan Putri?"
Tanya Pangeran Arnold.
"Hah??"
Kayla makin syok lagi karena Pangeran Arnold sama persis dengan Geo. Itu Geo! Laki-laki yang sudah menolaknya.
"Geo?"
"Siapa Geo? Saya Pangeran Arnold. Dari Kerajaan Teodor."
"Tapi kamu mirip sama--"
Belum selesai Kayla bicara, sepasang suami-istri masuk dengan diikuti laki-laki yang sangat--
"Vino?!!"
Semua orang di kamar itu heran dengan sikap Kayla.
"Sayang.. Siapa Vino?"
Tanya Permaisuri.
"Anda siapa?" Kayla benar-benar tidak mengerti situasi sekarang.
"Dia adalah Ratu. Ibumu. Dan aku adalah ayahmu. Apakah jatuh ke sungai membuat mu hilang ingatan putriku? Apa perjodohan dengan Pangeran Arnold membuatmu ingin bunuh diri? Bukannya kau sangat menyukainya?"
Tunggu.. Apa? Perjodohan?
Kayla memegangi kepalanya yang terasa semakin sakit. Dia seorang putri? Princess begitu? Seperti di buku dongeng?
"Dia adalah Darren. Pangeran Kerajaan langit. Kau harus lebih sopan kepadanya."
"Pangeran Kerajaan langit?"
Ini Kayla yang masuk ke film fantasi atau halunya yang makin tinggi? Atau jangan-jangan dia sudah di surga?
.
.
Di taman, Kayla bicara dengan dayang kepercayaannya. Kata Bundaratu sih begitu.
"Bi, katakan siapa aku. Aku sedikit lupa."
"Anda adalah putri Kerajaan Naron. Di bumi, ada beberapa Kerajaan besar yang pusatnya adalah Kerajaan Teodor. Kerajaan Pangeran Arnold. Kalian berdua dijodohkan karena sesama dari bumi. Banyak putri lain yang ingin berjodoh dengan Pangeran Arnold tapi Pangeran Arnold memilih Anda. Karena Anda yang tercantik dari semua Putri. Begitu pun Anda, kalian saling menyukai."
Itu di dunianya. Dia sangat suka Geo, Geo Arnold. Arnold, Geo. Tapi Geo menolaknya, sedangkan Pangeran Arnold menyukainya.
"Tapi aku jelek. Sangat jelek. Mana ada putri jelek disukai Pangeran."
Jadi di dunia entah dimana ini, Geo mm bukan.. Arnold menyukainya karena dia cantik?
"Anda terlalu merendah Putri. Lihatlah ke danau, wajah Anda sangat cantik. Anda putri tercantik di seluruh Kerajaan."
Kayla meringis. Apa mungkin. Saat dia melihat air di danau, betapa terkejut nya Kayla.
"Itu aku? Aku? Benar-benar aku? Cantik sekali.."
Dayang Ina yang melihat perilaku putri yang tidak biasa juga heran. Biasanya sang putri selalu menyombongkan kecantikannya. Tapi kenapa sekarang insecuran?
"Lalu Pangeran langit itu, jelaskan padaku."
"Pangeran langit yang tadi namanya Pangeran Darren. Dia calon raja. Pangeran Darren sangat tegas, kejam, dan suka seenaknya. Astaga, kenapa saya membicarakan ini. Pangeran Darren, maafkan saya."
Dayang Ina lupa kalau Pangeran Darren bisa mendengar dan membaca pikiran orang lain.
Termasuk mereka yang membicarakannya.
"Kenapa bi?"
Tak lama, Pangeran Darren muncul. Entah darimana. Bi Ina langsung membungkuk meminta maaf, kemudian sedikit menjauh setelah melihat tatapan Darren.
"Ternyata kau masih hidup."
"Hah?"
Kayla bingung. Apa Pangeran Darren yang membuat Putri hanyut di sungai?
"Dari dulu, cuma pikiran mu saja yang tidak bisa aku baca. Tapi melihat ekspresi wajahmu, kau sedang menuduhku."
"Ah itu..apa kau yang berusaha membunuhku?"
Darren tersenyum tipis.
"Pikirkan lagi, kejadian di sungai. Jika kau lupa, aku akan memberikanmu ingatannya."
Darren mendekati Kayla dan meniupkan sesuatu ke arahnya. Kemudian Kayla pingsan dan Darren menghilang.
.
.
Flashback on
Kayla melihat sosok pria mendekatinya, perlahan pria itu semakin jelas. Dia Darren. Darren memeluk pinggang Kayla dan mencium bibirnya. Kayla yang masih sadar mengalungkan tangannya, kemudian semua gelap.
Flashback off
.
.
"Tidak!!"
Kayla terbangun. Dia bermimpi Darren menciumnya di dalam sungai lalu menyelamatkan dirinya.
"Itu bukan mimpi.."
Dan bisikan itu, Darren menyukainya?