"kring.. kring.. kring.." jam Beker ku berbunyi sangat nyaring pada pukul 06.00 yang sengaja ku setel untuk membangun kan ku dari tidur panjangku. Aku sontak terbangun dan dengan langkah sempoyongan aku berjalan ke arah kamar mandi untuk bersiap siap sekolah
Hari ini adalah hari kedua ku masuk sekolah sebagai seorang siswi SMA. Aku cukup gugup. Oiya, selama 3 tahun ke depan aku akan menghabiskan masa putih abu ku di SMA Negeri 1 Bangkalan. Sekolah ku merupakan salah satu sekolah ternama dikota ku. Hanya anak-anak pilihan yang bersekolah di sekolah ku dan aku salah satu di antara banyaknya anak-anak pilihan tersebut.
"Aneisha..." teriak Dira berlari ke arahku
Dira adalah sahabat ku dari SMP
"Dira lebay deh, baru sehari aja gak ketemu udah heboh. Kangen ya sama aku" ucapku sambil cengengesan
"Ih pede, siapa juga yang kangen ambe awakmu?" jawabannya ketus.
"Iya deh iya, kita ke kelas aja yuk" kataku
kami pun berjalan menuju kelas. Kebetulan aku dan Dira satu kelas yaitu X-IPA 3. Sampai aku dan Dira memilih bangku deretan no 3 dari depan dan didekat jendela yang berhadapan langsung dengan lapangan sekolah. Hari ini emang hari kedua masuk sekolah, dihari pertama hanya buat perkenalan dan pembagian kelas. Itulah yang membedakan sekolah ku dengan sekolah lain.
Jam pertama dimulai. Bu Yuni guru matematika wajib yang terkenal rajin dan disiplin masuk ke kelas kami. Tanpa ada komando siswa dan siswi yang tadinya sangat ribut langsung diam
"Selamat pagi anak-anak" kata beliau mengawali pelajaran pelajaran
"selamat pagi Bu.." jawab kami serempak
"kalian tentu sudah tau nama ibu siapa, jadi langsung saja kita mulai pelajaran nya. silahkan buku halaman 13" perintah beliau
Detik berganti menjadi menit, menit berganti menjadi jam dan bel berbunyi yang menandakan jam istirahat dan jam pelajaran Bu Yuni berakhir. Setelah Bu Yuni keluar kelas, datang lah beberapa orang kakak kelas ke kelas kami
"Selamat siang adik-adik. Maaf mengganggu waktu istirahat kalian. Kami dari senior ekskul seni musik ingin merekrut anggota baru" ucap salah satu seorang dari mereka
"oke, untuk mempersingkat waktu, bagi kalian yang berminat silahkan tulis nama kalian dikertas ini" Ucap seorang pria yang berbadan tinggi sambil mengangkat kertas dan bulpen
"wooy ngelamun terus, entar kesambet loh" kata Dira padaku
"Iya gw kesambet dia" jawabku sambil menunjuk ke pria tinggi itu
"Iya udah pas kalau begitu. Kamu ikut ekskul seni musik aja. Lagian kamu jago nyanyi dan main gitar loh. Aku daftarin ia?" kata Dira
"terserah kamu aja" jawabku pada Dira sambil terus memandang pria itu
"Jadi bagi yang menuliskan namanya, nanti shore dateng ke sekolah"ujar mereka dan pergi begitu saja dari kelas kami
Sore hari nya aku dan Dira datang ke sekolah. Ternyata sudah banyak siswa sudah banyak siswa kelas X yang datang. Baik dari siswa IPA maupun IPS. Kami dikumpulkan di sebuah ruangan khusus untuk ekskul seni musik. Di pertemuan pertama kami tidak langsung latihan musik tapi lebih tepatnya mendengar ocehan para senior yang memperkenalkan dirinya padahal kami tidak meminta nya. Tapi, dari tadi aku tidak melihat sosok pria yang tadi pagi membuat ku terhipnotis karena senyuman nya. Tiba tiba dari balik pintu terdengar suara orang tergopoh-gopoh
"sorry.....sorry aku telat" ucap pria itu
"iya udah deh langsung kenalin diri kamu ke junior kita" perintah kak Laila
"oke adik-adik, maaf sebelumnya karena saya telat. Nama saya Haikal. Saya duduk dieklas XII-IPA 3" ucapnya sembari tersenyum
Lagi-lagi ia tersenyum dan senyuman itu mampu membuat ku mematung dan tak mampu berkedip. Aliran darah ku seakan berhenti mengalir sementara jantung ku terus berdetak semakin kencang. apa aku menyukai nya? batinku dalam hati
Hari berganti hari, bukan berganti bulan...
Tak terasa sudah 3 bulan aku menjadi siswi SMA. dan sudah 3 bulan aku mencari tau semua hal tentang dia. Tentunya secara diam-diam. dimulai dari tanya-tanya akun sosial media nya, nomor handphone nya, bahkan nama akun IG nya. Tapi sayang aku terlalu pengecut untuk sekedar mengiri pesan singkat padanya. Aku hanya berani memperhatikan kelihaian nya saat bermain basket dari kejauhan dan juga memandang senyumannya yang manis dari kejauhan. Meskipun aku tahu senyum itu bukan untuk ku. Tapi itu sudah cukup membuat ku senang. Karena dengan tersenyum berarti dia sedang dalam keadaan baik-baik saja
Namun pada akhirnya, ku kumpulkan segenap keberanian ku untuk mengirim sebuah pesan singkat pada nya melalui IG
Aku : "PING!"
Dia : "Y?"
Jawaban yang sangat singkat dan sanggup membuat rasa kecewa yang teramat dalam dihatiku. Sejak saat itu aku tak berani mencoba untuk berkomunikasi dengan nya. Hingga pada suatu shore aku dan Dira datang untuk mengikuti ujian ekskul seni musik. Kak Haikal datang. Seperti, ia terlihat seperti biasanya.
Ujian ekskul seni musik ini kami diminta untuk bernyanyi. setelah selesai, ia tersenyum kepadaku tapi aku tetap berusaha bersikap biasa saja di hadapan nya
"suaramu bagus dek" kata kak Haikal
"terimakasih kak" ucapku dan berlalu meninggalkan nya
Aku keluar ruangan sambil menarik tangan Dira dengan hati yang sangat berbunga-bunga
"kamu kenapa toh? kelihatannya seneng banget" tanya Dira kebingungan
"kak Haikal . kak Haikal bilang suaraku bagus" jawabku berbunga-bunga
"Dasar lebay.. baru dipuji begitu saja sudah heboh" kata Dira
"Biarin aja, sewot mulu ih" ejek ku pada Dira
Dari kejauhan tampak seorang wanita seperti nya aku sudah kenal. Ya, wanita itu adalah kak Rara. Wanita terpopuler disekolah ku. Dia cantik, pinter dan baik hati. Ia sering memenangkan lomba olimpiade kimia. Tapi kenapa dia bisa ada di sekolah shore ini padahal setauku hari ini tidak ada kelas tambahan buat anak olimpiade
"Sayaaang..." ucap wanita itu sambil melambaikan tangan kearah ku
Dan saat aku terbalik arah ternyata sudah ada kak Haikal yang membalas lambaian tangan itu sembari tersenyum. Aku shock! aku yang melihat dan mendengar semua itu tak sadar meneteskan air mata. Aku pun berlari sekencang kencangnya. Hatiku terasa sangat perih. Keadaan ini memaksa ku harus sadar bahwa cerita cinta ini bukanlah sinetron yang awalnya suka berakhir dengan pacaran. Ini cinta yang nyata. Biarlah cinta tetap tersimpan dalam diam. Dan mulai sejak saat itu ku putuskan untuk menyimpan rapat-rapat cinta untuk kak Haikal dan mencoba bersikap seolah kejadian yang kulihat hanyalah sebuah mimpi buruk yang akan hilang saat aku terbangun nanti.
"Mungkin perasaan ini hanya bisa kusimpan, aku ikhlas kan engkau dengan wanita lain asalkan engkau bahagia. Mungkin kalau kita dipertemukan kembali oleh Allah mungkin kita akan bertemu, bagiku engkau cinta pertama ku, mungkin aku hanya bisa mencintai mu dalam diam ku. Mungkin engkau tak tahu perasaan yang aku selama ini rasakan.
~TAMAT~
maaf ia cerita nya kalau kurang seru.. jangan lupa like dan komentarnya... terimakasih sudah mampir 🤗🙏