Suatu pagi, Nayla berangkat lebih pagi ke sekolahnya karena ia lupa mengerjakan tugas dan ia berniat ingin menyelesaikannya pagi ini di sekolah.
Saat ia tiba di koridor sekolahnya, Nayla mendengar suara tangisan seseorang.
Huhuhuhuu!
"Su.. Suara tangisan siapa itu?.." Ucapnya ketakutan.
Tiba-tiba ia mengingat kasus bunuh diri seorang siswi minggu lalu di halaman belakang sekolahnya.
"A.. Atau mungkin itu suara tangisan kakak kelas yang dikabarkan bunuh diri minggu lalu?! Ahh!! Lebih baik aku cepat-cepat naik ke atas saja.. Aku benar-benar takut jika itu benar adalah tangisan siswi itu!" Ucap Nayla yang langsung berlari menuju tangga.
Ketika ia sedang menaiki tangga menuju ke atas, terlihat seorang laki-laki yang sedang menangis di tangga dengan pakaian sekolah dan menangis sambil memeluk lututnya.
"Fiuh.. Ternyata seorang laki-laki, kenapa dia menangis?" Ucap Nayla dalam hatinya.
Lalu Nayla berjalan mendekati laki-laki itu dan duduk di sebelahnya.
"Hei, kenapa kau menangis? Ini, aku ada bawa tissu.. Pakailah untuk mengelap air matamu" Ucap Nayla sambil memberikan tissu yang sudah ia siapkan setiap hari di dalam tasnya.
"Mmm.. Terima kasih" Ucap laki-laki itu sambil mengambil tissu yang diberikan oleh Nayla.
"Kenapa kau menangis di tangga? Namamu siapa? Kamu dari kelas mana? Sepertinya aku tidak pernah melihatmu di sekolah ini" Tanya Nayla beruntun.
"Namaku Fahri, aku anak pindahan.. Baru masuk ke sekolah ini tepat 4 hari lalu, aku belum mengenal semua orang dari sekolah ini karena aku anak yang pendiam.. Aku dari kelas 9-3" Ucap laki-laki itu.
"Orang tuaku selalu bekerja pagi dan malam hingga tak pernah mempedulikanku, nilaiku selalu buruk karena aku susah mengerti apa yang diajarkan oleh guru. Dan hari ini adalah Ujian untuk naik ke SMA.. Aku, aku tidak tahu harus belajar apa, aku kan baru masuk ke sekolah ini.. Huhuhuu.." Ucap Fahri sambil melanjutkan tangisnya.
"Fahri, kenapa kamu harus bingung? Kebetulan aku juga kelas 9 tapi aku masuk di kelas 9-1, hahah. Begini saja, ayo kita ke kelasku dulu, aku akan mengajarimu beberapa pelajaran sebelum masuk" Ucap Nayla mengajak Fahri ke kelasnya.
"Be.. Benarkah? Sungguh?!" Ucap Fahri senang.
"Iya, oh ya, namaku Nayla.. Ingat ya nanti kalau ada apa-apa kamu cari aku saja di kelas 9-1.. Ya sudah, ayo kita ke kelasku" Ucap Nayla sambil menarik tangan Fahri.
"Ah? Baiklah.. Terima kasih, Nayla" Ucap Fahri dengan wajah sedikit memerah.
DEG! DEG!
"Kenapa jantungku terasa berdetak lebih kencang dari biasanya? Ehm.. Tapi Nayla terlihat seperti gadis yang cantik, juga dia orang yang baik.." Ucap Fahri terkagum dalam hatinya.
Setelah mereka sampai di kelasnya Nayla, Nayla mengajari Fahri beberapa pelajaran sebelum mereka masuk sekolah.. Nayla mengajari Fahri sampai lupa ingin mengerjakan tugasnya, hingga saat bel masuk sekolah pun berbunyi.
KRING!!
"Sudah.. Sampai disini saja ya, bel sudah berbunyi, kamu mengerti kan apa yang aku ajarkan tadi?" Ucap Nayla sambil menutup bukunya.
"Mengerti.. Terima kasih ya Nayla, suatu hari aku pasti akan membalas budi ini! Terima kasih kamu telah mengajariku" Ucap Fahri.
"Sama-sama.. Tidak perlu membalas budi, aku ikhlas kok, hahah" Jawab Nayla.
Fahri pun langsung keluar dari kelasnya Nayla. Setelah beberapa menit setelah mereka masuk kelas, Fahri disuruh gurunya untuk mengambil buku absen yang ketinggalan di ruang guru, Fahri menuju ruang guru dan melewati kelas Nayla dan melihat..
"Nayla, kamu kenapa tidak mengerjakan tugas?! Kamu tahu tidak, kamu sudah 2 kali tidak mengerjakan tugas! Kamu sekarang ibu hukum mengerjakan ujian di depan kelas!!" Ucap guru yang mengajar di kelasnya Nayla.
"Ma.. Maaf bu, saya tidak mengerjakan tugas karena semalam saya belajar hingga larut, saya kesiangan bangun hingga datang agak terlambat.." Ucap Nayla membohongi gurunya bahwa dia datang agak terlambat.
"Sudah, ibu tidak mau mendengar lagi penjelasan darimu! Sekarang kamu kerjakan soal ujian ini di depan kelas!!" Suruh gurunya sambil memberikan kertas ujian.
"Kasihan Nayla.. Dia dimarahi gurunya karena tidak mengerjakan tugas, pasti tadi pagi dia datang lebih awal karena ingin mengerjakan tugas.. Uhh, ini semua salahku! Kalau tadi pagi dia tidak mengajariku, dia pasti tidak akan dimarahi oleh gurunya! Bodohnya aku!!" Ucap Fahri dalam hatinya yang menyalahkan dirinya sendiri.
Fahri cepat-cepat berlari menuju ruang guru untuk mengambil buku absen kelasnya karena ia takut ketahuan oleh Nayla kalau ia melihat Nayla dimarahi oleh gurunya.
Sepulang sekolah, Fahri pun ke kelasnya Nayla, kelasnya Nayla sudah sepi karena kelas mereka pulang duluan 10 menit lebih awal, tapi Nayla masih di kelasnya sendirian.
"Nayla, kamu ngapain sendirian di kelas?" Ucap Fahri sambil duduk di samping Nayla.
"Fahri? Aku sedang mengerjakan tugas tambahan yang diberikan guru karena aku tidak mengerjakan tugasku tadi" Ucap Nayla sambil mengerjakan tugas yang diberikan gurunya itu.
"Ah.. Maaf aku telah mengganggumu, dan maaf tadi pagi pasti kamu datang pagi karena ingin mengerjakan tugas di sekolah bukan? Maafkan aku, karena kamu mengajariku jadi kamu dimarahi gurumu karena tidak mengerjakan tugas" Ucap Fanri merasa bersalah.
"Ehm.. Tidak apa, jangan merasa bersalah, itu adalah salahku sendiri, seharusnya aku mengerjakannya kemarin saat sepulang sekolah" Ucap Nayla yang tidak ingin menyalahkan Fahri.
"Em.. Ya sudah, aku akan menunggumu selesai mengerjakan tugas ya" Ucap Fahri sambil berjalan keluar dari kelasnya Nayla.
"Baiklah, maaf merepotkanmu ingin menungguku, aku akan segera menyelesaikan tugas ini" Ucap Nayla.
Saat Fahri ingin keluar, tiba-tiba pintu kelasnya Nayla terbanting sendiri dengan kuat!
"Ahk!!" Ucap Fahri dan Nayla serentak karena terkejut dengan bunyi bantingan dari pintu itu.
"Fahri, ada apa?" Tanya Nayla.
"Tidak tahu, pintunya tiba-tiba tertutup sendiri! Aku akan coba buka" Ucap Fahri sambil membuka pintunya.
Pintu itu sudah ditarik oleh Fahri tapi masih tidak bisa terbuka namun pintu itu bahkan tidak terkunci.. Tiba-tiba ada seorang wanita yang berdiri di ujung kelas itu.
"Ahhh!! Han.. Hantu!!" Ucap Nayla ketakutan sambil reflek berlari dan memeluk Fahri.
DEG!
"Nay.. Nayla.." Ucap Fahri yang masih sempatnya terpesona dengan Nayla.
"Hahahah.. Kalian, adik kelasku bisa-bisanya bermesraan seperti ini di depanku" Ucap hantu itu yang tak lain bernama Hera.
"Ka.. Kakak, maafkan kami, kami tidak pernah berbuat salah padamu.. Tolong lepaskan kami!" Mohon Nayla pada Hera.
"Melepaskan kalian? Tidak! Aku belum pernah membunuh orang! Tapi karena aku ingin membalaskan dendamku, aku akan membunuh semuanya! Semuanya!! Huaaa!!" Ucap Hera yang langsung ingin mencekik Nayla.
"Tidakk!!" Ucap Nayla ketakutan sambil menutup matanya.
"Kamu tidak boleh membunuh temanku! Kamu harus membunuhku dulu!!" Ucap Fahri yang seketika menghalangi Nayla.
Hera tak bisa menahan dirinya lagi, ia langsung mencekik Fahri dan mengangkatnya ke atas.
"Ahkk!!! Fahri!! Tolong!!! Tolongg!! Pembunuhan! Kak Hera tolong lepaskan Fahri.. Jika kau punya dendam, katakan saja pada kami, kami akan membantumu! Tolong lepaskan Fahri! Jangan sakiti dia!!" Ucap Nayla sambil berusaha untuk keluar.
"Tidak! Tidak ada kata ampun lagi! Sudah cukup aku dikhianati! Sudah cukup aku dibohongi! Kini, aku tidak ingin lagi melakukan hal-hal bodoh itu!! Aku ingin kalian mati! Mati juga dan merasakan penderitaanku saat ini!!" Ucap Hera.
Hera pun menurunkan Fahri yang sudah sekarat itu.
"Fahri, maafkan aku, karnaku kamu menjadi seperti ini.. Hikss, hikss" Ucap Nayla sambil menghampiri Fahri.
"Tidak.. Aku melakukan ini semua ikhlas, kini.. Kita impas.. Aku.. Telah membalas, budiku, padamu.." Ucap Fahri sambil menghembuskan nafas terakhirnya.
"Fahrii!!! Fahrii!! Fahri bangun, Fahri!! Hikss.. Hiks.. Fahri..!" Tangis Nayla.
"Sudah! Tak perlu banyak drama! Aku kesini tak ingin melihat drama kalian, aku kesini untuk membunuh kalian berdua supaya kalian bisa merasakan penderitaanku selama ini!!" Ucap Hera yang langsung mengincar Nayla.
"Ti.. Tidak! Jangan.. Jangan bunuh aku.. Jangan.. Ja, jauhi aku!!" Tangis Nayla.
BUKH!!
"Ti.. Tidak.. Fahri, maafkan aku.. Mungkin, ini adalah pertemuan terakhir kita.. Di dunia ini.. Ukhh!" Rintih Nayla.
Akhirnya mereka berdua mati dengan mengenaskan.. Hari itu tak ada yang menyadari keberadaan mereka berdua, pintu kelas itu sengaja dikunci oleh Hera.. Hingga keesokan harinya, orang tuanya Nayla dan Fahri datang ke sekolah menanyakan keberadaan anak mereka.
"Bu guru.. Anak kami kemana ya? Kenapa semalaman anak-anak kami tidak pulang ke rumah?!" Ucap ibu Nayla.
"Ini orang tuanya Nayla dan Fahri ya? Maafkan kami, kami juga tidak tahu soal ini.. Kemarin setahu kami, staff disini tidak melihat mereka berdua.. Nayla juga belum mengumpulkan tugas yang telah saya berikan padanya sebagai ganti dia tidak mengerjakan tugasnya" Ucap guru kelasnya Nayla.
"Bu.. Anak-anak dari kelas 9 sedang rusuh! Mereka ketakutan, terdapat dua mayat laki-laki dan perempuan yang digantung di depan pintu kelas 9-1 dengan kepala yang terbalik! Itu mengerikan!!" Ucap seorang staff kebersihan yang bertanggung jawab di kelas 8 dan 9.
"Apa? Ayo kita lihat ke sana!" Ucap guru kelasnya Nayla.
Saat mereka sampai di kelas 9-1, mereka melihat kedua mayat itu yang tak lain adalah Nayla dan Fahri!
"Na.. Nayla!! Bagaimana Nayka bisa menjadi seperti ini?! Huhuhuu" Tangis orang tuanya Nayla.
"Fahri.. Huhuhh.. Maafkan mama dan papa nak.. Kami belum bisa memberikan yang terbaik untukmu, kenapa kamu bisa meninggal dengan begitu mengenaskan nak?.." Tangis kedua orang tuanya Fahri.
Di dinding samping kelas itu pun terdapat sebuah kertas yang bertulis: "Kalian para siswa siswi disini, kalian harus berhati-hati, karena.. Aku, Hera, akan membunuh kalian semua satu persatu supaya kalian dapat merasakan apa yang telah aku rasakan!!" Yang mengerikan adalah, tulisan itu ditulis dengan darah!
Setelah kejadian itu, setiap hari siswa-siswi dari sekolah itu mengalami peristiwa yang sama! Setiap pagi, akan selalu ada dua siswa yang digantung di depan kelas mereka dengan kepala yang terbalik dan ditempel tulisan yang ditulis dengan darah di dinding samping pintu kelas itu.
Hingga setelah berulang kali kejadian seperti itu terjadi, anak-anak murid dari sekolah-sekolah itu pun mulai mengundurkan diri, guru-guru beserta staff kebersihan pun tidak ada lagi yang mau bekerja di sekolah itu. Hingga seminggu kemudian sekolah itu pun tutup karena bangkrut!
Hingga, beberapa hari kemudian lagi, Hera masih merasa kurang puas, ia memburu siswa-siswi dari sekolah lain pula. Ia melakukan tragedi yang sama! Pembunuhan itu berlanjut dan terus menerus berlanjut!!
~Cerita Ini Mohon Jangan Terlalu Dihayati Karena Saya Hanya Menulis Ini Sebagai Karangan Dari Sudut Pandang Pribadi Saya Saja, Bila Cerita Ini Ada Kesamaan Nama Ataupun Cerita, Saya Minta Maaf~
~Bila Kalian Suka Dengan Cerita-Cerita Karangan Saya, Silahkan Kalian Klik Profil Saya Dan Baca Karya-Karya Saya Ya.. Saya Tunggu Kedatangan Kalian Di Karya Saya, Tolong Like, Support, Vote Dan Favoritnya Ya~
|•Terima Kasih Kalian Telah Membaca Cerpen Karangan Saya, Mohon Kehadirannya Ya Ke Karya - Karya Saya•|