Jam menunjukkan pukul 4 sore, sudah saatnya aku untuk mandi. "Ah! sudah jam empat aja, ok Aura waktunya mandi. Kalau tidak kau akan terlambat masuk kelas."
Aku mahasiswa di salah satu universitas di Jakarta. Aku tinggal bersama teman sekampus ku di sebuah rumah kontrakan yang kecil dan murah. Dia memang teman sekampus ku, tapi kami beda jam masuk. Saat ini dia sedang bersama pacarnya, yah aku tidak tau mereka pergi kemana. Hah..enak sekali punya pacar, abis pulang kampus langsung pergi bareng pacar. Sedangkan aku yang jomblo, abis pulang kampus biasanya langsung nonton drama Korea.
Biasanya sih aku mandi jam 5 sore, tapi karena jam masuk kampus ku sudah berubah, jadi aku terpaksa mandi lebih cepat.
Sebelum aku mandi, aku mempersiapkan baju yang akan aku pakai ke kampus. Kemudian mengambil handuk dari jemuran di teras.
Kamar mandinya berada di samping wastafel. Sebelum aku masuk ke dalam kamar mandi, aku mau mengambil satu botol shampo yang berukuran kecil di dalam lemari gantung yang berada tepat di atas wastafel.
Saat aku membuka pintu lemari gantung itu, "Brak!" tiba-tiba pintu kamar mandi yang sebelumnya terbuka dengan lebar tertutup dengan keras. Aku pun terkejut dibuatnya, aku langsung mengambil shampo nya dan menekan saklar lampu yang tepat di antara wastafel dan pintu kamar mandi. Aku mencoba untuk membuka pintu dengan perlahan. saat pintu sudah sepenuhnya terbuka, aku masuk kedalam dan langsung melihat ada apa dibalik pintu, tapi tidak ada apa-apa. Aku mulai khawatir dan takut, tapi aku mencoba untuk berpikir positif saja. "Ah..mungkin itu hanya angin" Aku meyakinkan diriku bahwa semua baik-baik saja. Yah..meski sebenarnya aku tau kalau kemungkinan itu sangat kecil, Karena lubang fentilasi nya berada tepat di atas pintu dan aku yang dari tadi berada di luar tidak merasakan angin yang cukup kencang untuk menutup pintu sekuat itu. Tapi karena aku kerena aku harus mandi, jadi aku berpikir positif untuk menghalau rasa takut ku.
Setelah itu, aku meletakkan shampo di pinggir bak mandi, menggantung handuk dan menghidupkan keran air sambil bersenandung. Sebelum aku membuka bajuku, aku menggosok gigi ku. Setelah aku menggosok gigi, aku ingin membuka bajuku sambil bersenandung kembali. Saat aku menarik bajuku ke atas, tiba-tiba lampu mati dengan sendirinya. Aku terkejut dan segera ingin keluar dari kamar mandi. Aku menarik gagang pintu, tapi tidak bisa terbuka. Aku menarik lagi dengan tenaga yang lebih kuat, tapi tetap tidak bisa terbuka seperti ada yang mengunci ku dari luar. Tidak mungkin, karna pintu ini hanya bisa terkunci dari dalam dan aku belum mengunci pintunya. Aku kembali panik. Meskipun tidak terlalu gelap karena ada cahaya dari lubang fentilasi, tapi entah mengapa aku merasa suasana nya sangat seram dan mencekam. Aku mencoba berpikir positif lagi, mungkin pintu nya rusak? Dan lampunya juga rusak? Wah..kebetulan sekali.
"Aku memang takut terkunci disini, tapi aku lebih takut kalau aku akan terlambat kuliah"
Aku mengatakan nya agar pikiran ku terahli kan dan bisa melanjutkan kegiatan mandi ku.
Saat aku ingin membuka baju ku kembali, lampu hidup secara tiba-tiba. Aku merasa lega. Tapi ada yang aneh, aku merasa menginjak sesuatu. Aku melihat kebawah dan ternyata ada beras yang berserakan. Aku bingung, darimana datangnya beras ini? Mungkin dari baju ku? Tapi aku tidak ada mencuci beras sejak pagi, lalu apa dari atas? Tapi tidak lubang di langit-langit kamar mandi ini. Dan seharusnya ada suara saat beras ini jatuh.
Aku merinding dan mulai khawatir. Aku takut dan kali ini entah mengapa aku merasa suasana lebih mencekam. Tanpa berpikir panjang lagi, aku langsung mengambil air dengan gayung dan menyiram beras yang berserakan itu. "Tok" tiba-tiba seperti ada suara ketukan, tapi hanya sekali saja dan suara itu pelan. Jadi ku pikir, aku hanya salah dengar saja. Saat aku mengambil air lagi, "Tok" suara ketukan itu kembali terdengar dan ya.. tetap hanya sekali ketukan tapi suaranya sedikit lebih jelas.
Karena aku penasaran, aku mematikan keran air. Dan benar saja, "Tok" ketukan itu memang ada dan ini yang ketiga kalinya. Setelah mendengar ketukan ketiga itu, aku langsung membuka pintu dan ternyata tidak ada siapapun. Sejenak aku berpikir bahwa pasti ada yang mengerjai ku. "Rin..Rina..Jangan main-main ah. Ga lucu tau" Aku mengatakan itu sambil melihat ke kiri dan kanan. "Rin.." Tiba-tiba aku melihat temanku Rina sekilas masuk ke dalam kamar. Dengan geram, aku berjalan menuju kamar. Dan saat aku di depan kamar, lampunya mati dan aku tidak bisa melihat teman ku itu. "Rin.." Aku langsung menghidupkan lampu, aku melihat Rina terduduk di meja rias dan menghadap cermin dengan mata yang lesu. "Rin..Rina Tadi pasti lo kan yang ngerjain gue" Aku mengatakan nya dengan perlahan, karena entah mengapa aku masih merinding dan aku merasa ada yang tidak benar.
"Rin.."
"Aura!"
"Astagfirullah" Aku terkejut karena ada yang memanggil nama ku dengan nada yang tinggi.
Aku melihat ke belakang dan ternyata itu Rina..! Aku terkejut dan bingung
"Kau..kau bukannya.." Aku berkata dengan terbata-bata sambil menunjuk ke meja rias dan kembali melihat ke arah meja rias. "Eh..?!" secara tiba-tiba Rina yang tadi duduk tidak ada. Aku terkejut batin, aku mulai sesak nafas, dan aku tidak bisa berpikir lagi.
"Aura..Lo gapapa kan?"
"Gak..aku em.."
"Lo kenapa sih, kek abis liat setan aja."
"Lo tadi ada lihat wanita ga yang duduk di situ?" aku berbicara sambil mengatur nafas dan menunjuk ke bangku meja rias
"Siapa? Mana ada orang, pintu depan kan Lo kunci dan yang punya kunci cadangan cuma gue."
"Tap..tapi tadi ada.."
"Lo kecapean kali.. Nih roti yang Lo pesan."
"Lo mending jujur deh, pasti lo kan yang ngerjain gue."
"Apaan sih, gue ini baru pulang karena pesanan elo dan gua malah dituduh."
"Karna tadi ada.."
"Hm ini nih efek kelamaan ngejomblo."
"Ga, beneran tadi ada.."
"udah deh ya.. Gua mau pergi lagi sama pacar gue, ini roti Lo. Bye.." Rina pergi bersama pacarnya setelah meletakkan sebungkus roti tawar di atas kasur.
"Kalo itu Rina, lalu yang tadi siapa?!"
selesai
Gimana ceritanya😎?
Kalo ada kesalahan atau ada kata yang tidak dimengerti, mohon dimaafkan🙏🏼
Oh ya cerita ini terinspirasi dari kisah nyata aku sendiri saat aku masih SD.
Sampai jumpa di cerita selanjutnya 🤗