" Ayah aku ingin menikahi Seliya?"
" Iyah, Ayah merestuinya tapi Ayah tidak bisa hadir?"
" Gak apa-apa, asalkan Ayah sudah merestui hubungan serius Aku dengan Seliya?"
" Tapi sayang, diakan hanya Gadis biasa?" Ujar Ibu tirinya
" Aku yakin Seliya anak yang baik?" tersenyum memegang tangan Istrinya Kimi
***
Hari pernikahan tiba
" Kita pergi?" menaiki mobil
Ibu tirinya terlihat tidak senang namun merasa bahagia dia bisa menikmati hidup bebas
Di tengah perjalanan, mobil yang mereka naiki tertabrak dan terpontang-panting
Nit Nit Nit
" Apa yang terjadi?" terbangun
" Dimana suamiku, suster dimana dia?" merasa kesakitan
" Maaf!"
Seliya pergi mencari Suaminya namun tidak ada di manapun
" Suster melihat Pria memakai jas pernikahan, dimana dia?"
" Dia baru saja di bawa keluarganya?"
" Apa kemana?"
" Maaf karena beliau sudah meninggal?"
" Apa kamu pasti bercanda?"
Seliya berlari dengan kaki telanjang bahkan dia masih menggunakan Gaun pernikahan
Dia sampai di pemakaman Suaminya, dia tertunduk lemas perlahan-lahan mendekati kuburan Suaminya
Seliya hanya bisa menangis
" Ini dia yang menyebabkan Kakakmu mati?"
menangis sambil mendorong-dorong Seliya
" Seret dia, aku tidak ingin melihatnya di pemakaman Kakakku?"
" Jangan aku mohon jangan, izinkan aku melihat Suamiku?" menunjuk dadanya
" Bawa dia?" menyentak
" Tidak suamiku, lepas lepaskan aku?"
Mendorong Seliya hingga terjatuh
" Maafkan aku tidak bisa menemanimu?" menangis terisak-isak berjalan menjauh
***
" Kakakmu pasti mati dengan tenang?" menenangkan
" Aku ingin menikahi wanita itu?"
" Apa, kamu kenapa?"
" Aku akan balas dendam atas kematian Kakakku,?"
" Tapi dia?"
" bukannya kamu senang Kakakku mati?" tersenyum sinis
" Apa yang kamu katakan!"
Tertawa terbahak-bahak
" Aku ingin menikahinya ?"
" Bagaimana Ayahmu tau?"
" Jangan kasih tau Ayah atau tidak kamu akan tanggung akibatnya?"
Zoe meninggalkan Ibu tirinya
" Kurang ajar, dia masih tidak berubah?"
***
" Kami datang kesini ingin Seliya menikah dengan Zoe?"
" Tapi bukankah dia Adiknya Leo?"
" Yah aku ingin menikahi Istri Kakakku ?"
" Kenapa, aku tidak setuju ini namanya penghinaan bagi Seliya?"
" Pah, nanti kita bicarakan?"
" Kalau begitu kami pamit?"
Zoe menginstruksi kan Kimi menaruhkan Uang
Bibinya Seliya mengambilnya
" Pah apasih?" Tersenyum terpaksa
***
Seliya yang bersedih atas kepergian Suaminya Leo dia murung di dalam kamarnya
" Seliya?"
Mengetuk pintu
" Paman boleh masuk?"
" Iyah!"
" Seliya tadi keluarga Leo datang kemari, dia ingin kamu menikah dengan Zoe Adiknya Almarhum Suamimu?"
" Apa, tidak Paman aku tidak bisa?"
" Paman tau kalau kamu tidak bisa?"
Bibi Seliya menerobos masuk ke kamarnya
" Kamu harus, kalau tidak siapa yang akan membayar Hutang Ibumu?"
" Tapi Bibi ini tidak mungkin, apa kata orang-orang nanti?"
" Kalau begitu harus bayar sekarang?"
Seliya pasrah jika memang dia harus Turun Ranjang
***
Seliya mengunjungi makam Almarhum Suaminya
" Sayang maafkan aku, aku harus menikahi Adikmu restui kami ?" membelai lembut makam Leo
***
Hari pernikahan tiba
" Bukankah dia menikahi Kakaknya sekarang Adiknya?"
" Iyah dasar serakah ?"
" Jelaslah mereka kan Orang kaya?"
" Cek cek cek, sayang rupanya cantik namun hatinya busuk?"
Semua orang terus menjelek-jelekkan Seliya, namun Seliya hanya bisa tertunduk .
Sebenarnya hatinya sangat terluka apalagi dia menikahi Adik orang yang dia cintai
" Apa yang kamu lamunkan?"
" Tidak!"
" Bawa semua barang-barang?"
" Apa kamu yakin aku yang membawa semuanya?"
" Jangan banyak bicara, cepat kerjakan?"
Seliya menghela nafasnya
Zoe terus membentak-bentak Seliya, menyuruh melakukan banyak pekerjaan
***
Seliya menyiapkan makanan
" Zoe makanan?"
" Berisik!" merapihkan dasi
" Nanti malam mau makan apa?"
" Terserah kamu!"
Zoe terus memperlakukan Seliya dengan perilaku kasar.
2 tahun kemudian
Zoe pulang dari tugas di Luar Negri
" Aku lelah siapkan air panas aku mau mandi?"
" Iyah,!"
Seliya membuka sepatu kaos kaki Zoe yang sedang berbaring di kasur
" Aku akan pergi ke pesta kamu harus menemani aku dan jangan lupa dandan yang cantik?"
" Iyah!"
Mereka pergi ke Pesta
" Selamat datang Zoe?"
" Iyah!"
" Hai Zoe?"
Seorang wanita menghampirinya dan memeluknya
" Jina apa kabar?"
" Baik dong, kamu gimana kabarnya?"
" Sama, mau dansa denganku?"
" Yap!"
Zoe mengabaikan Seliya istrinya, dia bahkan meninggalkan Seliya sendiri
" Gak apa-apa asalkan dia bahagia?" tersenyum sambil memegang dadanya
Seliya pergi ke meja makanan karena dia merasa lapar
" Mmmm,,,,, enak!"
" Hai sendiri aja?"
Seliya celingak-celinguk
" Aku!" mulutnya masih mengunyah
" Iyah, Lucu sekali ( dalam hatinya)!"
" Itu ada crime dibibir mu ?" menunjukkan
" Mana!"
" Maaf?" mengusap
Zoe melihat Seliya bersama Pria lain dia merasa cemburu
" Mau kemana?"
Zoe terus diam sambil menyeret Seliya
" Kenapa kita ke ruangan"
Zoe Mencium Bibir Seliya dengan paksa, Seliya mencoba melepaskan namun
Plakkk
" Maaf aku gak sengaja?"
Zoe membanting Seliya ke kasur
" Zoe jangan?"
" Bukankah ini yang kau mau!" memegang erat tangan Seliya
" Zoe!"
***
Zoe semakin memperlakukan Seliya dengan buruk, dia terus membawa teman wanitanya ke Rumah
" Seliya ambilkan minum?"
" Baik!"
" Ini!"
" Mmmm Uwo uwo?" memegang perutnya
" Apa yang kamu lakukan, Jorok sekali?"
" Gak tau, rasanya aku mual, Zoe antarkan aku ke Dokter?"
" Kamu kan punya kakikan jadi pergi aja sendiri?"
" Tapi Zoe!"
Zoe menggeprak meja
Seliya pergi dengan hati yang sedih, dia bertanya-tanya mengapa Zoe selalu membencinya
Zoe sesekali melirik apakah Seliya pergi dia merasa dia terlalu berlebihan kepada Istrinya
" Aku kenapa Dok?"
" Selamat anda hamil 2 Minggu, kenapa seperti tidak senang?"
" Enggak!"
" Ini resep vitamin buat Ibu sama Bayinya?"
" Baik saya pergi dulu!"
Didalam Taksi
" Aku tidak tau apa aku harus senang atau sedih, aku senang aku akan mempunyai anak dan aku sedih apa Zoe akan menerima bayi dalam kandungan aku?" melamun
Di rumah
" Dari mana saja kamu, ada Ibu tiri ku menunggumu?"
" Ada apa dia mencari ku?" dalam hatinya
" Malah melamun, cepat masuk?" mendorong Seliya
" Ada apa Bu,?"
" Ibu akan tinggal disini boleh?"
Seliya Melihat ke Zoe
" Iyah, boleh kan Ibu, Ibunya Zoe?"
Zoe melirik terheran-heran mengapa Seliya terus memegang perutnya
Seliya pergi ke kamarnya sambil menaruhnya di meja dokumen tentang kehamilannya agar Zoe dapat membacanya
Kimi melihatnya
Seliya pergi keluar
Kimi masuk dan mengambil dokumennya
" Ternyata dia sedang hamil, aku harus menyembunyikan nya!"
" Seliya dimana dia, ada yang ingin aku tanyakan?"
Zoe tidak mengetahui Seliya hamil karena dokumen tentang kehamilannya di sembunyikan oleh Ibu tirinya
3 bulan perut Seliya belum kelihatan karena dia badannya kecil sehingga Zoe tidak menyadarinya
" Dimana Seliya ?"
"dia pergi entah kemana?"
" Wanita ini selalu keluyuran, aku pergi mencarinya?"
" Ibu ikut!" tersenyum sinis
Seliya bersama Dokter Amry yang selalu mengecek kandungannya
Namun Zoe salah paham dia menyangka Seliya sedang Selingkuh
" Apa yang kamu lakukan?"
" Zoe, ini?"
Zoe menyeret Seliya sehingga terjatuh
" Awww Zoe perutku sakit?" Seliya kesakitan
Darah mengalir ke kaki Seliya
Zoe terkejut
" Apa yang terjadi aku mendorong nya tidak keras?"
Seliya pingsan, Dokter Amry menghampirinya dan mengendong Seliya
" Suami macam apa kamu, Istrimu sedang hamil kamu memperlakukan nya dengan buruk?"
" Apa dia hamil, aku tidak tau!"
Di rumah sakit
Seliya menangis terisak-isak mengetahui bahwa dia mengalami keguguran
" Bayiku bayiku, kamu,,, aku benci kamu, aku benci kamu?" Seliya berdiri dan terus memukul Zoe
" Kenapa kamu tidak bilang kepada ku?"
" Aku menaruhnya dokumen tentang kehamilanku di meja kamar, agar kamu bisa membaca dokumennya?"
" Aku tidak tau!" memegang Seliya
" Cukup aku tidak mau mendengarkannya lagi, aku sudah mencoba agar kamu bisa menerimaku aku selalu melakukan apa yang kamu suruh, tapi kenapa kamu selalu membenciku apa salahku, kenapa Zoe?"
" Aku baru pertama kalinya melihat Seliya semarah ini?" Ujar dalam hatinya
mengusap air matanya
" Aku berharap kamu bisa mencintaiku, menerimaku tapi kenapa apa salahku sehingga kamu sangat membenciku, aku sebenarnya tidak kuat namun aku bertahan karena suatu saat kamu pasti mencintaiku namun semua itu hanya lamunanku aku selalu menutup lukaku meski aku tersakiti?"
" Cukup Seliya!" Ujar kimi
" Kalau begitu lebih kita pisah?"
Zoe seperti tersambar petir , Zoe merasa Deg-degan setelah apa yang diucapkan Seliya tentang perpisahan dia merasa sedang bermimpi. Seliya orang yang selalu lemah lembut dan bersabar tapi sekarang Zoe melihatnya dia seperti penuh dengan kebencian dan kemarahan, Zoe merasa berarti selama ini dia seperti itu terhadapnya dia tidak bersalah tapi selalu disalahkan atas kematian Kakaknya
" Seliya!" Dokter Amry
" Aku tidak bisa berpisah dengan mu?"
" Zoe apa yang kamu lakukan?" Kimi
" Kenapa tiba-tiba aku mengatakan hal itu?" dalam hatinya
" Kenapa aku harus bertahan dengan sikap mu yang Angkuh terhadap ku, aku ingin kamu pergi aku tidak ingin melihatmu lagi pergi kau pergi aku suruh kamu pergi, huhuhu(menangis).?" terus menunjukan keluar
Zoe pergi dia semakin merasa dadanya sesak
" Zoe kenapa kamu tidak bisa menceraikannya?"
" Cukup ini bukan urusan mu?" membentak
" Sialan?" dalam hatinya
Kimi meninggalkan Zoe
Seliya tenggelam dalam tangisnya,
" Maafkan aku, maafkan aku Leo aku tidak bisa menjadi istri yang baik dan menjaga keluarga ku, aku harus bagaimana Leo menghadapinya semua ini begitu perih, Leo Maafkan aku, aku mengambil keputusan ini?" terus menangis
" Kenapa aku merasa sesak setelah Seliya berkata ingin pisah, apa yang terjadi mengapa begitu sakit rasanya aku merasa tidak rela Seliya pergi, apakah aku mulai mencintainya?"
Lihatlah orang jangan dari apa yang dikatakan orang-orang terhadapnya belum tentu semuanya benar, kalau kita ingin mengetahui sifat seseorang kenali dia terlebih dahulu dan kamu perlahan akan mengetahuinya sendiri dari pada harus mendengarkan dari orang lain.