Jika seseorang mengatakan sesuatu diluar nalar, maka tak akan ada yang mempercayainya.
Seperti itulah Nur, seorang gadis yang berkerja di toko buku bersama Sahabatnya yaitu Mia. Nur saat ini tengah berbincang dengan Sahabatnya tentang masalah Mia yang ingin merasakan dunia-dunia imajinasi miliknya.
Nur tentu saja menolak ide-ide konyol Sahabatnya itu.
"Mia...dunia yang kau sebut dengan ingin menjadi seorang princes, menjadi seorang istri para CEO, Pangeran, mafia dan sebagaimananya..itu semua tidak nyata"
Mia sahabatnya itu hanya mendengus sambil menyusun buku-buku yang dikembalikan.
"Ku beritahu ya..Nur, dunia yang ku sebutkan itu sebenarnya ada..tapi mungkin dijaman sekarang ini telah hilang...kau coba bayangkan, betapa indahnya hidupmu jika kau menjadi seorang princes, tak banyak yang kau kerjakan. Seperti sekarang, kau mencari uang dan sebagaimananya. Jika menjadi princes, yakinlah kau hanya tinggal santai aja"penjelasan panjang kali lebar oleh Mia untuk Nur.
Nur yang mendengarnya hanya menganggap angin lewat. Lagian ia tak mempercayai hal itu. Nur berfikir bahwa Sahabatnya ini maniak novel, bagaimana tidak, setiap hari Sahabatnya itu terus membahas masalah pangeran lah, princes lah...dan berhayal memasuki istana yang besar. Itu semua pasti karena Sahabatnya terlalu mendalami dunia pernovelan. Hingga yang tak nyata dianggap nyata.
"EH!!!Nur...Novel LPW S3 kok engak ada ya? Bukannya kemarin udah datang novel itu..seharusnya udah dipajang"ucap Mia sambil mengecek rak yang tak terlalu jauh dari kasir.
"Benarkah? Emang kemarin LPWS3 udah datang?" Tanya Nur balik.
"Iya...kayaknya masih di gudang, bisa ambilkan...sekitar 25 buku ya...aku yang akan mencari ruang untuk ditata"
"Baik"
Nur melangkah menuju ke gudang, perhaluan tadi telah hilang. Namun tidak dipikiran Nur. Sebenarnya Ia juga penasaran, kalau saja novel seperti LPW yang pernah ia baca itu benar-benar nyata, sudah dipastikan ia tak akan kembali ke dunia yang sebenarnya.
Bukan kenapa, Nur telah lelah menghadapi berbagai masalah didunia ini, pengen mokat tapi takdir tak mengizinkannya. Kalau dianggap Novel, sudah dipastikan bahwa Ia bukan pemeran utama dalam ceritanya sendiri.
Setibanya digudang. Nur masuk kedalam dan mencari kumpulan novel-novel yang tersusun rapi. Banyak novel-novel disana yang membuat mata kita menjadi berbinar. Indah sekali bukan.
Nur melewati salah satu rak yang terisi dengan novel lama, sudah tak terlalu laku. Dan belum dibersihkan. Jadi alhasil saat melewatinya, Nur terpeleset karena debu yang entah dari mana.
BRUK!!!!
mata Nur menutup, rasa sakit menjalar. Namun tak bertahan lama, hingga ia mendengar suara Mia yang tak lain adalah Sahabatnya sendiri.
"NUR.!!!kau tak apa-apakan?" Tanya Mia.
Nur masih menutup matanya. Sebenarnya ia berpikir, kenapa sahabatnya ini bisa datang secepat ini. Lagian dikasir menuju ke gudang lumayan jauh kan. Sehingga rasa penasaran memuncak. Nur membuka matanya.
Silet putih begitu menyilaukan. Membuat matanya perlu beradabtasi. Hingga pandangannya terlihat jelas.
Nur memandang sekelilingnya. Bahkan memandang Mia yang kini berdiri didepannya.
Semua yang dilihatnya begitu sangat indah. Mulai dari pemandangan hijau yang luar biasa, pemandangan birunya langit. Bahkan saat Ia melihat dibawa tempat Ia duduk saat ini tak lain adalah lantai keramik yang berwarna putih.
"Apa ini?" Benaknya. Melihat sekeliling. Ia begitu terkejut melihat rumah, bukan ini istana yang begitu besar didepan matanya. Bernuansa putih dengan banyaknya pelayan yang menatap khawatir kepadanya.
"Princes Nur...apakah Princes terluka?" Tanya salah satu pelayan yang ada.
Pertanyaan itu berhasil membuat Nur sadar. Ia pun menatap kearah orang yang berbicara. Dengan bingung ia hanya mengeleng.
Tak berapa lama datang seorang yang berpakaian begitu mewahnya. Sudah dipastikan ia adalah Raja dan Ratu. Nur yang melihat hal itu hanya bengong.
"Fiks aku pasti mimpi, atau kayaknya tertimpa buku saat terpeleset tadi"benaknya.
"Princes...apa dirimu tak apa-apa sayang?" Ucap sang Raja yang datang melihat keadaan Putri semata wayangnya.
Nur langsung menatap horor "ah mimpi, ini mimpi bukan....aghhh..kok bisa aku masuk ke dunia yang kayak beginian..."benaknya lagi.
Sang Ratu memeluk tubuh Nur dengan dekapan yang lembut.
"Sayang lain kali kalau mau berjalan, jangan berlari ya..lihat kau terpeleset..tak lucu sayang" ucap sang Ratu. Nur lagi-lagi dibuat horor.
"Woke..aku kayak telah mati dan masuk surga"benaknya.
-
Lima hari telah berlalu. Bukan berarti Nur menikmati semua yang telah berubah padanya. Saat ini ia masih belum memikirkan kenapa dan apa alasan ia bisa disini.
Terus kenapa Mia, Sahabatnya itu seorang prajurit perang wanita yang begitu terkenal di kerajaan Blue Sweet ini. Entah semenjak kejadian terpeleset itu Nur selalu mengakhiri kegiatannya dengan mencari asal kedatangannya. Dari mulai nama kerajaan dan istana mana ia berada.
"Aku telah banyak membaca buku sejarah disini..dan selalu berakhir bahwa aku adalah anak satu-satunya dari pasangan Raja dan Ratu kerajaan Blue Sweet"
"Sepertinya aku telah berpindah dunia...atau malah masuk kedunia novel..atau gimana ini"
Nur benar-benar kehabisan akal. Ia tak mengerti dengan keadaannya. Disatu sisi ia bahagia tinggal disini, disisi lain ia masih tak mempercayainya.
Siapa yang tak bahagia bisa tinggal di tempat yang begitu indah ini. Dan seperti perkataannya, ia akan memilih tinggal disini selamanya jika ia tak bisa kembali.
Selain mendapatkan tempat seindah ini. Nur juga memiliki status menjadi seorang tunangan dari kerajaan White yaitu Pangeran Lucas.
Nur benar-benar merasa ini bukan lagi dunia imajinasi. Mungkin inilah yang diinginkan oleh sahabatnya. Menjadi seorang princes yang hanya tinggal santai.
-
Sudah sampai berbulan-bulan. Nur akhirnya mengambil kesimpulan, bahwa dirinya saat ini telah berpindah diri menjadi seorang princes di dunia yang tak ia kenali. Namun satu hal yang pasti, ia tak ingin kembali kedunianya lagi. Ia ingin menikmati apa yang telah keberuntungan berikan kepadanya. Hingga berakhir disini.
Apa yang dikatakan Sahabatnya, memang benar adanya. Malam ini Nur akan melaksanakan pernikahan dengan Pangeran Lucas. Nur menjalani perannya menjadi seorang princes dan berakhir dengan mencintai pangeran itu.
Berdansa, menikmati alur dengan langkah kaki yang begitu berirama. Nur memakai gaun indahnya, dengan mata yang tertutup oleh topeng. Ia menikmati semua yang diberikan kepadanya.
"Tak akan ku sia-sia kan hal ini...aku berharap ini akan menjadi selama-lamanya dan aku tak perlu kembali lagi..untuk Sahabatku, terimakasih atas imajinasi liarmu..yang kini memberikan akhir bahagia untukku"
Kini Nur menikmati hari-harinya dikerajaan Blue Sweet. Menikmati kehidupan yang diimpikannya. Dan merasakan betapa indahnya perubahan hidupnya.
-Selesai-😊