Wushhhhh!!!
Crash!
Saat itu, hujan turun dengan deras di jalan raya. Semua mobil melaju dengan kecepatan tinggi, dan Merry hanya berhenti di halte bus untuk menunggu para mobil melaju.
Ketika itu, Merry berjalan ke tengah jalan sambil membawa payung untuk melindungi diri dari hujan yang deras dan bermain ponsel.
Sampai dia lupa... kalau saat itu juga, dirinya sedang berada di tengah jalan.
Dan..... Merry juga tak tau, bahwa ada mobil dari arah selatan menghampirinya dengan kecepatan yang begitu tinggi.
"Tinnnnn!!!!!!!!!!!!!!"
"Aaaaaa!!!!!!!!!!"
Brak!!!!!
Mobil itu menabrak Merry, ia terjatuh penuh darah yang bercucuran di sekelilingnya.
Semua orang dari berbagai arah berusaha menyelamatkan Merry dari insiden kecelakaan tersebut. Sampai mereka dengan paniknya membawa Merry ke rumah sakit.
Namun takdir berkata lain, nyawa Merry sudah tak bisa diselamatkan. Yang akhirnya, orang tua Merry juga harus mengikhlaskan kepergiannya.
Merry membuka matanya, dan ia terkejut dengan apa yang ia lihat. Ia terbangun, dan yang ia lihat bukanlah dunia nya yang seperti biasa ia jadikan candaan. Melainkan sebuah dunia, yang begitu berbeda dari biasanya.
Dengan cepat, ia langsung menatap dirinya di sebuah cermin mewah. Dimana cermin itu berada di kamar yang sedang ia tempati.
"A-apa yang telah terjadi padaku?!!!" Batinnya dengan wajah ketakutan.
Tak lama setelah itu, seseorang membuka pintu kamar tersebut. Dan Merry masih saja memandangi wajahnya yang juga berbeda.
"Nona Calista, kau sudah bangun?? Pangeran menunggumu dibawah" Ucap salah seorang yang mungkin itu adalah pelayan.
Merry langsung teringat akan suatu hal, apalagi dengan kata pangeran, dan namanya yang berubah menjadi Calista.
"I-iya" Jawabnya singkat.
Akhirnya pelayan tersebut keluar dari kamar Calista (Merry) dan menutup pintu.
Calista yang masih berpikir panjang akhirnya lebih memilih untuk bertemu dengan pangeran lebih dulu. Dengan cepat, ia menemui pangeran yang entah berinisial siapa.
Seorang lelaki dengan badan tinggi dan juga tampan memegangi bahunya dari arah belakang. Calista langsung menoleh.. dan mungkin, itu adalah pangeran yang dimaksud oleh pelayan tadi.
"Apa kau sudah siap?" Tanyanya yang membuat Calista keheranan. Apalagi ia bukanlah Calista yang asli.
Namun untuk menjaga keasliannya, Merry menganggukkan kepalanya walau tak tau apa yang pangeran itu maksud.
Saat itu juga, mereka menaiki sebuah kereta berwarna emas mengelilingi desa para penduduk.
Semuanya menunduk ketika kereta mereka lewat.
"Pangeran, kita mau kemana??" Tanya Calista (Merry) yang masih bingung kalau pangeran akan membawanya kemana.
"Hah? Apa kau sudah lupa??" Ucap pangeran itu sambil memegangi kepalanya.
Calista merasa tak enak, karena ia menanyakan hal tersebut, yang padahal ia tau kalau mungkin sebenarnya jiwa gadis yang ia miliki sekarang sudah pernah berjanji dengan pangeran tersebut.
Ia hanya menunduk, dan seketika pangeran memegangi telapak tangannya dengan erat. Calista pun menatap pangeran yang sedang tersenyum lebar padanya.
"Jika kau lupa, maka tidak masalah. Nanti kau akan ingat kembali, ketika kita sampai" Ujar pangeran itu dengan nada lembut.
Calista merasakan kehangatan dan kasih sayang darinya, dan mungkin pangeran itu bukanlah lelaki yang jahat.
Sesampainya ditempat tujuan, mereka pun turun. Calista sangat terkejut dengan apa yang ia lihat. Karena tempat itu begitu mewah!! Seperti istana dalam dongeng.
"Sebenarnya tempat apa ini? Kenapa begitu mewah?" Kata Calista dalam pikirannya.
Pangeran itu langsung menggandeng tangan Calista, dan membawanya masuk kedalam istana.
Dan ternyata, mereka mengunjungi sebuah pesta dansa.
Di sana begitu banyak princess princes yang lain, dengan pangeran mereka masing masing.
"Calista, ayo berdansa bersamaku" Ajak pangeran tersebut. Ia pun mengangguk dan ikut berdansa bersama.
Sampai sekarang, ia masih belum tau siapa nama pangeran yang ada dihadapannya. Dan hanya itu yang ia bayangkan sejak tadi.
Hai kamu!! Iya kamu, aku tau kamu belum like!
Ayo buruan klik tombol like nya! ^^