Namaku Erika Ebizawa yang bekerja di salah satu perusahaan pengiriman paket di jepang. Ketika aku sedang menyetir mobilku seorang anak kecil berlari di depan jalan yang akan aku lintasi.
Demi menyelamatkan dia aku akhirnya mati dalam kecelakaan.
Tidak disangka aku terbangun di tubuh orang lain. Saat aku melihat ke cermin. Mukaku seperti orang barat mirip sekali dengan seorang model bernama Hailey Bieber dengan rambut blonde dan tubuh semampai.
Saat aku mengamati sekelilingku aku menemukan kalau aku di sebuah era Victoria dengan baju yang membuatku sangat sesak.
Yaampun.
Aku ingin mati rasanya. Sekalipun aku bekerja menjadi kurir setidaknya itu adalah zaman modern.
Ini adalah zaman tradisonal dengan penuh etika dan keribetan hidup.
Apa aku bisa bertanda di tempat ini?
ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ
"Kamu akan di jodohkan dengannya. Ayo berkenalan..."
Ayahku membawaku untuk berkenalan dengan seorang saudagar kaya raya yang baru saja membeli gelar bangsawan dari seorang baron.
"Justin."
Dia memperkenalkan dirinya dengan senyuman indahnya. Lalu aku dengar jeritan histeria dari gadis lain tidak jauh dari tempatku berdiri. Tidak lama kemudian aku terlempar dari tempat berdiri karena gadis-gadis datang mendekat dan mengerumuni Justin.
Apa dia seorang casanova?
Apa ayahku yang seorang Earl itu gila harta?
Sampai hilang akal untuk menikahkan aku dengan seorang casanova.
Ketika sampai di rumah aku pun menjebak dengan pertanyaan itu pada ayahku. Tetapi dia seakan tidak peduli dan menetapkan hari pertunanganku dengan Justin.
Aku yang sudah cukup sedih mendengar keputusan ayahku pun pergi ke jamuan pesta teh. Ingin aku menghibur diri di sana tetapi aku malah diejek bertubi-tubi.
"Oh hai. Anak Tuan Earl yang menggunakan kekuasaannya untuk mengikat kekasihku."
Aku memandang gadis di depanku. Deg! Jantungku berdetak kecang saat melihat Selena, sang bunga aristokrat kelas atas mengatakan itu padaku.
"Lady Selena senang bertemu denganmu," kataku menyembunyikan raut terkejutku.
"Tapi aku tidak senang bertemu denganmu. Kenapa kamu menekan kekasihku dengan kekuasaan ayahm?" katanya dengan suara lirih penuh kesedihan.
"Apa yang kau lakukan, Hailey!"
Justin berteriak padaku dan menamparku. Apa salahku? Aku bertanya-tanya dalam hatiku.
Aku memang baru bertransmigrasi tapi kenapa seakan kejadian aneh bertubi-tubi menimpaku.
"Tidak cukup ayahmu menekanku- dengan kekuasaannya tapi sekarang kau juga mau menyiksa wanita yang aku cintai? Kamu menjijikkan Hailey!"
Kata-kata itu terlontar dari mulut Justin yang sangat sopan ketika bertemu denganku waktu itu. Aku benar-benae tidak percaya.
"Maaf..." kataku.
"Justin, Lady Hailey tidak bermaksud apa-apa padaku."
Kata maafku tertelan kata-kata manis dari Selena. Seberapa pun aku berusaha menjelaskan semua orang sudah terlanjur beropini negatif tentangku.
Aku hanya bisa memegang pipiku hang nyeri akibat tamparan Justin dan pulang ke rumah. Ayahku yang mendengar berita memalukan tentangku, langsung mengurungku di loteng tanpa memberiku makanan selama seminggu.
"Anak tidak berguna. Cuih."
Itu kata terakhir ayahku sebelum mengunci pintu loteng. Aku menghela nafas panjang.
Kenapa jadi penuh drama begini kehidupan keduaku?
Tanpa aku sadari aku tertidur dan bermimpi tentang sebuah novel yang menceritakan kehidupan cinta protagonis wanita bernama Lady Selena dan protagonis pria bernama Justin. Sebab cinta beda kasta membuat cinta mereka terhalang. Justin membuat trik menikahi anak perempuan satu-satunya Earl Baldwin agar bisa mewarisi gelar Earl lalu menikahi kekasih hatinya, Lady Selena.
Ketika aku bangun aku sadar bahwa aku masuk dalam sebuah novel drama. Di mana aku menjadi Hailey Baldwin, anak perempuan Earl yang mati gantung diri karena suaminya bersikeras membawa Lady Selena sebagai istri pertama dan dia akan diturunkan menjadi istri kedua.
Hailey dalam novel tidak bisa menerima perlakuan memalukan itu dan bunuh diri. Apakah itu artinya aku juga akan mati dalam waktu dekat?
Tidak.
Itu tidak bisa dibiarkan. Aku harus melakukan sesuatu.