BOOM...
Suara ledakan terdengar dimana-mana , Seorang gadis cantik berambut merah yang sedang berjongkok di belakang pintu sangat ketakutan mendengar suara ledakan yang berasal dari bawah kediamannya.
"Apakah menara ini akan hancur? bukankah menara ini sudah di lindungi oleh sihir? bagaimana bisa hancur oleh ledakan itu" Ucap gadis berambut merah itu.
Saat si gadis itu ketakutan dan hanya bisa memeluk kedua kakinya ia pun di kaget kan dengan pintu yang ia sandari terbuka perlahan.
"Apakah itu monster?" ucap gadis itu dalam hatinya.
setelah pintu terbuka dengan sempurna tampak lah seorang wanita paruh baya sekitar umur 40 tahunan tersenyum melihat gadis itu.
"Halo siapa namamu? Apa kamu ketakutan disini?" Tanya wanita tersebut.
"Ha..Ha..halo" ucap gadis itu terbata karena takut.
"Perkenalkan Aku Ester aku seorang penyihir yang melindungi menara ini, lalu siapa namamu? dan dari mana kamu berasal? aku baru pertama kali melihatmu nak!" ucap Ester wanita penyihir itu.
"A..aku Eliza, aku sudah disini semenjak aku kecil, namun ibu melarangku keluar dari ruangan ini." Ucap Eliza si gadis berambut merah tersebut.
"Apa kau putri dari Penelope?" tanya Ester.
"I...iya, kau siapa? kenapa kau tahu nama ibuku? apa kau bertemu dengan ibuku? aku sudah tidak bertemu dengan nya beberapa hari ini!" ungkap Eliza sambil terisak.
"Nak, dengar baik - baik. Kau adalah anak spesial jadi kau harus menjaga dirimu baik baik agar kau bisa menyelamatkan semua orang!" ungkap Ester yang bahkan tidak di mengerti oleh Eliza.
"Aku ? Spesial? maksudmu?" tanya Eliza tak mengerti.
"Ya kamu sangat spesial! kamu satu satu nya orang yang bisa menyelamatkan tempat kita!" kata Ester .
"Sekarang ayo berdiri dan kita tinggalkan ruangan ini, karena disini sudah tidak aman lagi, semua orang menginginkan kamu, dan ibumu sudah tiada saat , maaf kan aku, aku tidak bisa melindungi ibumu Eliza" ucap Ester dengan raut wajah yang sangat sedih.
Eliza berdiri dan mengikuti Ester, Ia tidak tahu harus percaya atau tidak pada Ester , namun saat ini Eliza memilih untuk percaya karena ia tidak tahu harus berbuat apa lagi sekarang setelah kehilangan ibu nya.
Ester membawa Eliza ke bawah tanah menara tersebut yang merupakan tempat rahasia para penyihir.
"Ester kau sudah kembali?" Teriak Marsel tertahan.
"Diamlah sel apa kau ingin membunuh kita semua? kita akan mati jika ketahuan!" Ucap Ester mengingatkan.
"Ah ya maafkan aku, aku hanya bahagia melihat kau kembali!" ucap Marsel.
"Eii siapa anak ini? apa dia anak Penelope? sangat mirip dengannya!" lanjut Marsel yang membuat semua mata penghuni bawah tanah melihat ke sosok Eliza.
"Ya benar, dia Eliza anak tunggal Penelope, putri satu satunya di dunia ini yang memiliki kemampuan untuk melindungi kita semua" Ungkap Ester yang membuat Eliza bingung.
"Syukurlah kau selamat Eliza" Ucap Marsel.
"Apa maksud dari putri satu satunya? Apa aku bisa melakukan sihir seperti kalian?" Tanya Eliza.
"Tentu saja kau bisa melakukan segala hal. Kau hanya perlu belajar, aku yakin kau akan belajar dengan cepat!" Ucap Ester yang disetujui oleh seluruh penghuni menara tersebut.
Setelah tahun kemudian suara dentuman dan getaran tanah yang di akibatkan oleh serangan para monster pun tidak terdengar lagi, itu berarti para monster sudah meninggalkan tempat itu.
Eliza pun sekarang sudah tumbuh dewasa dan sudah belajar banyak dari para penyihir yang ada di menara tersebut , Eliza sudah bisa menggunakan sihir penyembuh dan juga merubah penampilan.
------------------
Malam Hari
"Ester bangunlah, Lihatlah ini! aku takut! Apa yang terjadi dengan tanganku!" Bisik Eliza pada Ester yang baru terbangun karena mendengar suara Eliza.
Ester melihat kearah yang ditunjukan Eliza dan benar saja kedua tangan Eliza memunculkan cahaya biru yang tidak di ketahui apa penyebabnya.
Ester langsung menarik Eliza untuk menemui Marsel. Ester memberikan handuk pada Eliza agar cahaya pada tangannya tidak terlihat oleh siapapun. Sesampainya di ruangan tempat istirahat Marsel, Ester membuka pintu tanpa meminta izin sang pemilik.
"Marsel bangunlah lihat apa yang terjadi dengan Eliza! " ucap Ester memperlihatkan tangan Eliza yang bercahaya.
"Apa ini? apakah kekuatan sebenarnya dari Eliza akan bangkit?" Tanya Marsel pada Ester.
"Akupun berpikir demikian, tapi aku takut Eliza akan di manfaatkan oleh orang lain jika ada yang mengetahui hal ini" ucap Ester gemetar.
"Sebenarnya ada apa denganku?" tanya Eliza.
Lalu Marsel dan Ester pun menjelaskan bahwa Eliza merupakan putri dari Penelope sang penyihir yang memiliki karunia dewa dan juga merupakan putri dari Gerald seorang pengembara yang tidak tahu asal usulnya namun memiliki kekuatan suci yang sangat besar, yang mereka yakini bahwa Gerald merupakan sosok dewa yang menyamar sebagai manusia.
Jadi kesimpulannya Eliza merupakan seorang putri dengan kekuatan dewa yang paling besar dan dapat mengalahkan siapapun juga bisa menyembuhkan luka apapun.
Saat Eliza membuka Handuk yang menutupi tangannya lalu menggerakkan tangan nya, dan saat ia menggerakkan tangan nya ia bisa mengubah ruangan Marsel menjadi sebuah hamparan luas yang membuat kagum. Ester dan Marsel yang melihat itu pun terharu dan memeluk Eliza.
Eliza tersenyum pada Ester dan Marsel. Sebenarnya Eliza tahu asal usul dirinya, dan ia pun sudah bisa menggunakan kekuatan miliknya dari umur 5tahun namun Penelope melarang Eliza memperlihatkan kekuatannya pada orang lain karena dapat membahayakan Eliza. Namun sekarang Eliza percaya pada Ester dan Marsel sehingga ia memberitahukan kebenarannya pada mereka.
Eliza pun menghapus semua ingatan para penghuni lainnya selain Marsel dan Ester. Lalu, ia membangun kembali menara tersebut sehingga terlihat kokoh dan baru , dan ia pun memasang kembali sihir pelindung yang bahkan kekuatan monster atau apapun itu tidak akan bisa menembusnya.
Eliza berniat untuk meninggalkan menara tersebut namun dihalangi oleh Marsel dan Ester karena khawatir ia akan terluka di luar sana. meskipun mereka tahu Eliza sangat kuat namun mereka pun tahu dunia luar sangatlah kejam.
Eliza pun menuruti perkataan Marsel dan Ester. mereka hidup bahagia di menara. Setiap tahun selalu ada serangan mendadak dari para monster penghuni hutan yang mengelilingi menara namun sekarang Eliza bisa mengalahkan semuanya dengan tangan kosong dan melakukannya seorang diri.
------
Malam hari
BOOM..
Suara yang tak asing lagi di telinga Eliza, Suara dentuman yang berasal dari para monster yang berusaha menghancurkan menara, Eliza pun keluar dari menara dan melawan monster tersebut.
"hey gadis cantik, Sebaiknya kau tidak perlu melindungi para penyihir yang berada di dalam menara ini lagi! apa kau tidak lelah berjuang sendiri?" Suara bisikan yang membuat Eliza merinding.
"Aku tidak akan meninggalkan siapapun dan kalian memang sudah seharusnya dimusnahkan dari bumi ini!" Teriak Eliza , Eliza pun mengeluarkan semua kekuatannya untuk menghilangkan semua bisikan tersebut dan melenyapkan semua monster.
Setelah semuanya berakhir Eliza pun di juluki "Sang putri penghuni menara" oleh seluruh penghuni menara tersebut. Mereka merasa beruntung mendapatkan perlindungan dari kekuatan dewa yang disalurkan melalui Eliza gadis cantik berambut merah.