"Ada yang tau jawaban nya..?" Ucap Ibu guru Rani diruangan kelas yang bertanya tentang pelajaran kepada siswa siswi nya...
tiba-tiba pintu ruang kelas di dobrak dari luar...
"Andi ! kamu benar-benar kurang ajar ya...
kenapa kamu sampai menendang pintu seperti itu,lagian ada urusan apalagi kamu kesini,bukan nya kemarin kamu sudah dikeluarkan dari sekolah..."ucap Bu Rani
Andi tidak menghiraukan ucapan guru nya...
tanpa mengeluarkan sepatah kata pun,andi merogoh sesuatu dari balik pinggang nya...
ternyata itu adalah senjata api rakitan...
"Dhuorrrr!!!"
Seketika Bu Rani roboh dengan lubang peluru dikening nya...
Semua murid yang berada di dalam kelas pun histeris,ada yang tiarap..menunduk...dan bersembunyi di bawah meja...
Hari-hari sebelumnya,disaat Andi di bully Rehan anak nya kepala sekolah...
ruangan kelas ini hanya Andi seorang yang merasakan ketakutan...
kini...
Ruangan kelas menjadi tempat yang menakutkan untuk semua orang...
"Bagaimana teman-teman...
coba kalian nikmati rasa takut yang ku beri ini,karna aku juga menikmati rasa senang yang kalian berikan ini...huahahahhaha
hari ini kita tukar posisi..." ucap Andi dengan bersemangat...
Andi mendekati jasad Bu Guru Rani...
"kenapa bu guru selalu mengabaikan saya hah...
yang korban di sini itu saya,saya yang di bully...
tapi Ibu sebagai orang tua saya di sekolah ini malah tidak berbuat apa-apa di saat saya yang seorang korban malah dapat ganjaran dikeluarkan dari sekolah...
apa Bu guru segitu takut nya dengan si Anwar kepala sekolah itu...?" Tanya Andi kepada jasad Bu Rani...
Murid-murid dan guru-guru dari kelas lain mulai berdatangan menuju ke kelas Andi karna penasaran dengan suara tembakan...
dari dalam kelas,Andi menodong kan senjata api nya ke arah pintu...
sehingga guru lain yang mencoba masuk kelas karna penasaran pun ketakutan...
Andi kemudian menutup pintu kelas dari dalam...
"Teman-teman...kalian tau ngga,uang tabungan saya habis buat beli pistol ini loh,sama beli amunisi nya...itu semua demi kelas tercinta kita ini...
Saya beli amunisi satu peluru untuk satu orang termasuk untuk saya...
kecuali bu rina...saya kasih dua" ucap Andi sambil mengarahkan pistol rakitan ke jasas Bu Rina...
"Dhuarrr!!!" Andi menembak tubuh Bu Rina sekali lagi...
kemudian dia mulai menembaki teman sekelas nya...
"Mohon kerjasama nya teman-teman...jangan sampai tembakan saya meleset,karna peluru nya pas...satu orang satu peluru...kalau ada yang meleset kan nanti ada yang ngga kebagian...."