Matanya indahnya mendelik menatap sesosok tubuh kekar di depannya.
Bajunya kotor kena lumpur yang terpercik dari kubangan yang terkena roda motor yang melaju kencang tadi.Cowok pemilik motor itu pun jadi serba salah dipelototin cewek semanis Anggi.
"Maaf tidak sengaja mbak."kata si cowok meminta maaf dengan mimik sangat bersalah.
Anggi yang melotot tak menghiraukan permintaan maaf dari si cowok,rasa dongkol dan marah menguasai dirinya.Bagaimana tidak hari ini pertama kali masuk kerja,eee..malah bajunya kena comberan.
dasar kuyuk.omelnya dalam hati.
"Eh...lain kali kalo bawa motor jangan kenceng-kenceng,emang ini jalan nenek moyang Lo."bentak Anggi marah.
"iya mbak. maaf tadi aku buru-buru,mau...
"Gue gak mau tau..elu mau ngapain kek,mau nenek elu lahiran kek,yang penting kalo naik motor yang kira-kira dong,jangan merugikan orang lain."potong Agnes dengan Omelan panjang lebar,sembari jalan meninggalkan cowok itu yang diam menatap kepergiaannya dengan perasaan bersalah.
"kriiiinggggg.."
suara gaduh alarm hpnya membangunkan Agnes dari mimpinya.DI kucek-kucek matanya yang masih tampak ngantuk.
'Jam berapa nich.'gumamnya males-malesan.
Rasanya tidak ada semangat kerja untuk hari ini,setelah kejadian kemarin.Agnes dengan baju yang kotor masuk tempat kerjanya dengan di iringi bisik dan mata teman-teman barunya.
Belum di ledekin si Anton katanya kalo habis ke sawah mandi dulu baru berangkat kerja.Sialan.
Anton adalah sahabat Agnes waktu kuliah dulu,dan karena Antonlah dia bisa kerja di perusahaan tersebut.
Tiba-tiba hapenya bunyi,tanda ada wa masuk,di ambilnya hpnya dan dibuka
"Eh pemalas,cepat mandi,gue udah di ruang tamu elu.
ternyata Wa dari Anton.
gila sepagi ini,dia udah nyamperin gue.sungut Agnes sembari lari ke kamar mandi.
Setelah rapi,Agnes turun dan melihat Anton lagi ngobrol ma ibunya.
Anton pun pamit sama ibu Agnes,dan mereka pun berangkat sebelum terkena macet di jalan.
"Emang sepagi ini elu berangkat kerja ton?"Tanya Agnes sembari makan roti yang belum sempat dia makan tadi.
"iya dong,gue kan karyawan teladan,emang elu karyawan baru udah telat,pulang dari sawah langsung masuk kerja ,nggak banget."ejek Anton cengegesan.Dia paling suka mengejek AGnes sahabat nya yang tomboy itu.
spontan pundak Anton kena pukul tangan Agnes.
Anton hanya ketawa sembari meringis kesakitan
"Eh Nes haruse elo jadi satpam aja dech."ledek Anton lagi.
Agnes melotot dan saat mau melayangkan tinjunya,mobil yang mereka tumpangi sudah sampe di depan satpam perusahaan.
Setelah cek suhu,mobil pun bergerak ke area parkiran perusahaan.
Mereka pun turun dan berjalan msuk ke ruang kerja mereka.
Tapi tiba-tiba Agnes di tubruk sesosok tubuh yang berjalan tergesa-gesa menuju arah lift yang ada di sebelah kiri ruang kerjanya.
AGnes pun terhuyung dan hampir jatuh,untung dengan reflek Anton menyangga tubuh Agnes yang hampir jatuh.
"Eh elo..kalo jalan pake mata dong."Teriak Agnes emosi.
cowok yang tanpa sengaja menabrak Agnes pun menghentikan langkahnya,dan membalikan tubuhnya.
Saat itu wajah cowok itupun terkejut,dan Agnes semakin geram melihat wajah itulah yang membuat kacau saat masuk kerjanya pertama kali.
"Elu lagi..elu lagi..nggak bosen-bosennya bikin masalah sama gue."Teriak Agnes emosi.
"Maafkan saya,tidak sengaja mbak."Jawab cowok itu penuh penyesalan.
"Maaf..maaf ..basi tau!!" Sungut Agnes sembari ngeloyor pergi ke ruang kerjanya.
"Nes..dipanggil bos ke ruangannya."Bisik Tina sembari berlalu ke meja kerjanya.
Deg...
jantung Agnes seraya berhenti.DUh ..salah apa gue ini..baru kerja dua hari mosok mau di PHK.batinnya gelisah.
Dengan perlahan di ketuknya pintu ruangan bos nya.Setelah ada jawaban yang menyuruhnya masuk ,baru Agnes membuka pintu dan masuk dengan langkah pelan.
"Duduklah."
perintah sesosok tubuh usia 50 an dengan suara kebapakan.
Agnes jadi rindu ayahnya yang telah lama meninggalkan dia dan ibunya.
"Agnes Monalisa,staf baru ya?"
tanya Pak Purnama direktur perusahaan di mana dia kerja.
"iya pak."jawab Agnes pelan.
Tiba-tiba pintu ruangan direktur terbuka,dan menghentikan percakapan mereka.
"Pah,nenek kabur lagi."Kata seseorang di samping Agnes.
"Gimana ceritanya,kan ada satpam di rumah?" tanya pak purnama sembari nyerngitkan dahinya.
"Aku nggak tau pah...aku lagi di jalan d kabari mama kalo nenek kabur lagi."
Agnes hanya menyimak percakapan anak dan bapak dengan menebak-nebak kenapa dirinya di panggil oleh direktur perusahaannya.
"Agnes..perkenalkan ini anak saya Rico."Suara pak purnama membuyarkan lamunannya.
Agnes pun menyambut uluran tangan dari anak pak purnama itu.
" Agnes." kata Agnes pelan
" Rico." Saut laki-laki yang bernama Rico.
Agnes seperti tak asing dengan suara tersebut,dan saat mendongak mencari kebenarannya.Agnes pun terlonjak kaget.Begitupun dengan Rico.
" Eluuu."seru Agnes dengan wajah kaget tidak percaya.
"Kalian udah kenal?Syukurlah kalo itu.
Langsung aja kenapa kamu saya panggil ke sini,begini mulai besuk kamu menjadi asisten anak saya di cabang perusahaannya saya yang di bandung."Kata PAk Purnama memberi penjelasan .
Mau tak mau Agnes pun menyetujui daripada dia jadi pengangguran seumur hidup ,kan gak lucu .
Tanpa terasa sebulan Agnes bekerja menjadi assisten Rico si biang kerok.Jujur sebel melihat Rico yang sopan dan penuh basa basi.Agnes yang tomboy dan ceplas ceplos merasa tidak nyaman dekat-dekat dengan Rico.tapi bagaimana lagi sekarang RIco adalah bosnya kini.
Seperti hari ini,setelah meeting sehari an ,Rico mengajak Agnes ke cafe sejenak menghilang kan penat mereka.
MEreka memilih duduk di dekat jendela,menatap orang lalu-lalang di depan cafe yang mereka singgahi.
"Pesan apa nes?" TAnya Rico menatap wajah Agnes yang manis
Agnes melihat buku menu dan di liat daftar menu yang tertulis di situ.
Setelah menulis minuman soda ,Agnes kembali menikmati kesibukan orang yg lalu lalang
"Nes...ehmm....aku mau minta maaf soal dulu itu."kata Rico pelan
Agnes mengalihkan pandangannya tepat menatap wajah Rico yang sangat tampan.Ehmm..pantesan dari tadi banyak cewek yang ngelirik ke arah meja mereka,ternyata bosku begitu tampan...ah kok baru tau ya.
batin Agnes geli ..dasar aku kalo sebel gak pernah memperhatikan wajah orang.
" kok diem nes..kamu masih marah?"tanya Rico membuyarkan lamunan Agnes barusan.
"eh...apa ..oh itu udah saya maaf kan kok pak..sudah lupakan saja." jawab Agnes terbat-bata.ah gue paling males ngomong seformil ini.
" Terima kasih Agnes."
Dan keliatan wajah RIco yang bahagia.apa perasaan gue aja ya.batin Agnes .
Sejak kejadian itu mereka tampak semakin akrab.sudah nggak ada rasa canggung diantara Mereka lagi.
Kadang mereka nge date kalo pas hari libur,atau sepulang kerja ngopi dulu d tempat favorit mereka.Dan Agnes merasakan kehidupannya terasa berubah,dia mulai rajin ke salon,belajar memakai baju yang feminin.entahlah dia selalu bahagia saat melihat mata Rico menatap nya dengan kagum dan pujian-pujian dari Rico,saat dia memakai baju yang feminim ke kantor.
Anton sering menggoda nya saat ketemu Agnes di rumah pas Anton sengaja menyambangi sahabat tomboynya.
"woow ..siapa ini..apakah Agnes si tomboy?" goda Anton saat pertama kali melihat penampilan angnes saat pulang kerja.Agnes tersipu malu dan hanya bisa memukul punggung sahabatnya yang usil banget.
"Jangan-jangan elo jatuh cinta ma Rico nes?" tanya Anton di lain waktu saat mereka duduk nyante di teras rumah Agnes.
Cinta?apakah ini yang di namakan cinta?
jujur saat gue dekat dengan Rico sangat bahagia,apalagi melihat matanya yang berbinar-binar melihat perubahan pada dirinya yang semakin feminim.
benarkah gue jatuh cinta ma Rico.batin Agnes dalam hati.
Pagi ini Agnes ingin membuat surprise buat Rico,karena hari ini adalah hari ultah Bosnya itu.Agnes berdandan secantik mungkin hari ini,memakai baju kerjanya kuning gading serasi dengan wajahnya yang cantik dan manis.rambutnya yang ikal sebahu dia Cepol ,begitu anggun dan sangat cantik.Hari ini dia sengaja pesan grab untuk ngantar ke tempat kerja,tak ketinggalan kue ultah yang telah dia siapkan dari semalam.
DEngan penuh semangat ,Agnes memasuki ruang kerjanya,banyak teman-temannya memuji kecantikan nya dan dandannya yang beda dari biasanya.
Agnes tak sabar menunggu kedatangan RIco bosnya dan tak sabar mendengar pujian dari bibir laki-laki yang ternyata telah memgambil hatinya.
jam 8..belum ada tanda-tanda bosnya datang memasuki ruangannya.
Agnes harap-harap cemas ,jangan-jangan gak masuk kerja .tapi kalo gak masuk kerja kok tidak ngabari gue.batin Agnes gelisah.
waktu istirahat sebentar lagi,Agnes pun menyelesaikan tugasnya,dan siap-siap menuju ke kantin bersama Nita teman sekantornya .
"Maaf Agnes saya terlambat."Kata seseorang mengagetkan Agnes yang sibuk menata berkas di mejanya.
Agnes pun mendongak dan sangat bahagia di depan nya berdiri orang yang dia nanti sedari pagi.
Tapi kebahagiaannya sirna saat di liatnya sebelah Rico berdiri wanita yang sangat cantik memegang tangan Rico dengan mesra.
" Oya nes ..kenalin ini tunanganku..siska.tadi aq jemput Siska dulu di bandara..bla..bila
Agnes sudah nggak mendengarkan lagi penjelasan dari Rico,hatinya hancur luluh,angannya kabur entah kemana.
Agnes hanya melongo dan tetap melongo saat Rico dan tunangannys berlalu dari pandangannya.
"Looo...mana Agnes ku yang feminim?"Goda Anton saat melihat Agnes pulang dari kerja,sengaja Anton mampir ke rumah Agnes karena seminggu tidak ada kabar dari sahabatnya yang tomboy ini.
Agnes cuma cemberut tidak menanggapi godaan dari Anton.
Dia langsung merebahkan tubuhnya d sofa di samping Anton sahabatnya.
"eh gue mau tanya Ama elu..kata siapa cinta itu indah??"tanya Agnes pelan
"what?elu bner jatuh cinta nes?
Agnes mengangguk pelan,Anton menatap wajah nya tak percaya.
"terus kelanjutannya gimana?"tanya Anton penasaran
" elo mau tau ato tau bnget nich?" tanya Agnes mengoda Anton yang penasaran
" dua- duanya ..sumpah gue penasaran."
Agnes berdiri sembari berjalan ke arah kamarnya ...
" kelanjutannya katanya siapa cinta itu indah??gue yang ngrasain ..nyesek tau!!" teriak Agnes sembari membanting pintu kamarnya.
DAn Anton hanya melongo ..duh nes malang nasibmu....batin Anton prihatin