Sebuah aplikasi penghubung rasa telah menanti, kebahagiaan yang telah lama hilang sudah kembali.
Dunia virtual, dunia penyembuh luka akan kehidupan.
Oh iya...
kita belum kenal.!!
Sebelum cerita ini di mulai, perkenalkan namaku Sinta anak kedua dari tiga bersaudara.
Saat ini aku memiliki lelaki tampan dengan cara berfikir dewasa, walaupun dia seorang buaya setia.
Hhh lucu bukan ?...
Doiku tampan, dengan kata-kata Manisnya membuat para wanita menaruh hati dan rasa.
Sinta mengakui bahwa cinta timbul dengan ada apanya, bukan apa adanya.
Cowok tampan Sinta bernama zie.
anak bahasa dengan karakter dingin pada orang yang baru di kenal.
Tapi membuat rasa nyaman saat sudah dekat.
Sangat susah menjaga hatinya,
soal tidak di pungkiri dia memiliki banyak penggemar.
Entah itu dunia virtual ataupun real live.
Kisah ini dimulai saat Sinta jatuh akan keadaan.
Disaat Sinta bertaruh dengan dirinya sendiri.
Dia mampu atau tidak, berdiri tanpa tangan orang lain.
Tapi sinta gak begitu mudah untuk terpuruk. semangatnya main karena sakit yang begitu dalam karena seorang laki- laki munafik dan tidak tau diri. (Pembaca mungkin bingung siapa laki-laki itu dia mantan si Sinta tapi gak perlu cerita ya ceritanya condong ke Sinta dan zie saja).
Hem kalian penasaran hehehe
28 Mey 2021
Di saat si Sinta jatuh terpuruk dan move tentang persoalan cinta datang seorang pria siapa lagi jika bukan zie.
Sinta tampak tidak terlalu sedih, karena ada bahu untuk bersandar.
ada seseorang yang memberikan hidup dan rasa yang baru untuk Sinta.
Kedengeran seperti pelampiasan kan.
tapi salah, andai para pembaca tau arti sebuah rasa sakit, jatuh karena penghianatan.
Pasti timbul rasa enggan tuk menyakiti hati orang lain.
Pengalaman , rasa sakit bahkan kehidupan yang hampir sama antara zie dan Sinta Menimbulkan rasa baru, namun Sinta ragu untuk menerima hati yang baru.
hingga ada waktu dimana Sinta mencoba memalingkan perasaan sendiri.
Cara terbaik untuk membalikan rasa iyalah melihat seseorang yang kita sayangi dekat ma orang lain.
Dia sengaja mendekatkan lelaki pujaan hatinya ke pelukan wanita lain.
Tapi hasil yang didapat bukan rasa lega melainkan rasa sakit yang terpendam di hati.
Waktu berlalu begitu cepat.
tanpa terasa hubungan sinta dan zie sudah berlangsung lama, kebahagiaan mereka berdua tidak bisa diartikan dengan kata.
Rasa bosan menunggu penantian akan pengakuan cinta zie enggan muncul.
Karena lelah digantung akan rasa akirnya Sinta memilih inisiatif untuk menanyakan isi hatinya ke zie .
Kesempatan datang di malam di mana hari terakhir sinta singgah di kotanya, dengan berpura-pura tidak mengetahui kode dari zie,
Si Sinta pun menanyakan sikap si zie.
dengan penuh bimbang Sinta bertaruh akan rasa malu atas dirinya dan perasaanya.
Seorang cewek menanyakan rasa dan mengungkapkan isi hati, Sangat sulit untuk di bayangkan.
Memang rasa ingin memiliki, mengikat dan tak ingin di tinggalkan perasaan ini meracuni diri nya menghilangkan rasa malunya.
Tanpa sadar seorang Sinta bertanya maksud dari sikap si cowok, perhatian dan rasa nyaman yang dia perbuat.
Tanpa malu Sinta melontarkan pertanyaan akan sikap si zoe.
Sinta melontarkan argumen berpendapat." Seorang cewek butuh kepastian bukan penantian. "
Kata-kata Menusuk yang tidak mungkin terucap dari mulut cewek.
Tapi apa hasilnya?..
Tidak sesuai akan harapan si Sinta.
Jawaban yang di berikan si zie membuat bimbang.
rasa penyesalan akan keputusannya pun timbul . Jawaban yang dilontarkan bukan iya ataupun ngak melainkan dia akan menjawab setelah Sinta sampai di kota asalnya. ( tempat tinggalnya)
Lucu bukan.
hati Sinta sekali lagi telah di jatuhkan oleh pria untuk kedua kalinya.
Harapan yang muncul seketika terbawa angin.
hanya rasa malu yang tertinggal.
Percaya diri yang tinggi di awal, hanyalah bayang-bayang.
Tak terasa waktupun berganti.
Hari di mana Sinta meninggalkan kota tiba.
Koper dan tiket telah ditangan.
Pesawat lah yang pelan-pelan mengantarkan melupakan perasaannya terhadap zie.
Rasa bimbang dan tidak tenang menyelimuti pemikiranya kala itu. hingga tiba saatnya Sinta menginjak tanah kelahiran.
Tapi karena rasa tidak puas akan jawaban zie.
Pada akhirnya Sinta memberanikan diri menanyakan jawaban yang di janjikanya.
Seketika Ucapanya mengubah suasana ."iya aku ada rasa ma kamu, aku nyaman ma kamu". Jawaban si zie waktu itu.
Memang benar mungkin yang dikatakan orang lain.
Mempunyai perasaan saling menyukai.
Dan rasa bahagia telah bersatu memberikan perasaan yang tidak bisa dibayangkan.
Tapi tidak sampai disitu hubungan mereka adalah LDR yang sesunggugnya.
Bukan jarak yang menjadi rintangan.
bukan juga kemunculan wanita baru yang membuatnya bimbang.
Melainkan tembok terbesar di antara mereka iyalah keyakinan.
Dimana si zie berpegang dengan tasbih sedangkan si Sinta berpegang dengan salib.
Sangat tinggi kan tembok di antara mereka.
rasa nyaman yang berlangsung lama di goyahkan akan masa depan yang belum tentu di ketahui.
Di dalam hati masing-masing terselip kata. "Apakah dia jodoh masa depanku atau hanya seseorang yang singgah sementara di hati".
Kembali ke keyakinannya seseorang yang dari kecil di beri makan orang tua dengan iman sebelum memilih dan meyakinkan hati setelah mengerti apakah yang di maksud agama.
Tidak akan mungkin rela orang tua melepas seorang anak dengan pasangan yang tidak bisa menuntun anaknya menggantikan mereka.
Itulah realita kehidupan.
Ardy berkata" Sayang aku ibadah dulu ya?... Membuat Sinta bangga dengan imanya tapi sakit mengingat perbedaan mereka.
Melihat si zie berpenampilan tampan dengan sarung yang dikenakan dan sajadah di tangannya bagai tamparan keras untuk Sinta.
Membayangkan zie menjadi iman dengan mata perempuan mengaguminya.
Serasa pisau mengiris hati dan membuka mata bahwa Sinta tidak bakal bisa memilikinya.
Pemikiran itu sering menghantui dan membuat resah tanpa arah akan perbuatan yang dimiliki.
Hingga saat dimana pemikiran muak muncul mendorong hati untuk berkata.
Aku muak akan hubungan ini.
Mungkin karena rasa egois ingin memiliki satu sama lain akirnya mereka bersama dengan lisan berkata.
Kita bersama untuk kemarin dan saat ini.
Untuk masa depan Tuhan yang menentukan.
Semoga Tuhanmu menerimaku sebagai pasangan hidupku.
Bayangan penyesalan
Akhir desember menjelang 6 bulan hubungan kasih Sinta dan Ardi menghadapi keadaan.
Bayang-bayang akan ditinggalkan yang selalu mengikuti.
Tiang penyangga kasih yang runtuh.
Dimana kata usai terlontarkan.
Perdebatan dan kegelisahan yang menyelimuti hati Sinta dimalam itu.
kegundahan dalam hati menjadi teka teki.
Dengan emosi Sinta berkata. " Sudah lah, aku mundur?" .
Dengan cepat si zie pun menjawab " Terimakasih yah atas kebahagiaan dan kenyamanan yang kamu kasih untuk selama ini.
Dengn jawaban itu Sinta sadar bahwa lamanya waktu berhubungan bukanlah ketentuan untuk berpadu kasih untuk selamanya.
Enam bulan adalah waktu yang lama untuk menggandeng rasa.
tapi bukan untuk menentukan pasangan hidup yang sesungguhnya.
Rasa sakit mengakiri hubungan dengan baik-baik.
Sangat jauh, dengan rasa diselingkuhi.
Bisa diibaratkan dengan hari cerah yang rusak dengan hantaman petir.
(tanpa masalah hubungan berakhir begitu saja).
Keesokan harinya Sinta masih tenggelam akan sakitnya.
Tanpa di sangka zie menurunkan egonya.
dia memiliki inisiatif tuk memperbaiki.
Walau tanpa berkata pun Sinta tau maksud hati akan si zie.
Di mana, pagi itu memberikan tempat untuk penyesalan ucapan Sinta juga.
Masih teringat jelas diingatan.
kata penghubung untuk kembalinya hubungan mereka berdua.
"Meskipun kita gak berhubungan, apa perhatian ini masih berlanjut. Kamu menggapan aku sebagai apa terkadang kita butuh kejelasan tuk hubungan?...".kata si Sinta.
Dengan sifat dia Sinta tau apa yang bakal di jawab si zie.
tanpa egois pun dia berkata "akupun menyesal kemarin berkata itu, apa mungkin kita masih bisa berhubungan, Aku tidak tau malu banget ya?.. ".
Dengan candaan mereka melerai masalah.
Dengan pengalaman Sinta.
Akupun sebagai penulis membuka mata. Bahwa ego tinggi dan perasaan marah membuat orang tidak bisa berfikir dengan logis.
Terkadang diam adalah pilihan terbaik untuk menghadapi amarah dalam hati.
Perkataan adalah pedang diri sendiri. Kenapa begitu ?...
semakin kamu asah semakin tajam untuk melindungi.
tapi kalau kita ngasahpun tanpa hati-hati.
Bisa melukai tangan sendiri.
Kembali ke cerita.
Ikatan mereka semakin dalam.
rasa ingin mengikat semakin kuat.
Namanya berhubungan tak seindah kalau orang lain pandang.
Orang lain memandang indah penuh dengan kasih dan kebahagiaan.
Tapi pada nyatanya penuh akan masalah.
Banyak batu sandungan yang akan terlewati.
Terkadang keterbukaan memicu masalah.
Niat baik untuk saling mengetahui menimbulkan rasa cemburu yang tak bisa tuk dipungkiri.
Satu masalah telah selesai masalah lain pun mengikuti.
Itulah kehidupan.
Kejujuran dan keterbukaan kita bisa di bilang lepas kontrol.
Terkadang hal yang lebih baik tidak untuk di ceritakan terlontar tanpa sadar.
Sifat dewasa kita pun terkadang bisa berubah.
Sifat bocah terkadang muncul dengan adanya kecemburuan.
Ada waktu di mana Sinta los kontrol masalah adek online nya tanpa di sadari Sinta pun timbul rasa cemburu yang di pendam oleh zie.
Rasa heran Sinta akan sifat zie saat itu menuntun hati si wanita mencari tau sebab masalah sifat doinya yang berubah.
Ternyata perasaan yang dalam pemicu kecemburuan.
Rasa tidak ingin kekasihnya di sentuh cowok lain yang tinggi.
Dengan pertanyaan Sinta pancing jawaban yang diinginkan dari zie,
Senyum akan diri sendiri kelucuan tingkah akan pasanganya.
yang mana wanitanya gak boleh di sentuh sama laki-laki lain.
Membuat rasa bahagia muncul.
Aneh kan cowoknya cemburu bukanya risau melainkan jadi senang.
Tu lah dunia percintaan penuh teka teki dalam rasa.
Sikap cuek dan kebebasan yang dia beri terkadang membuat jengkel.
Tapi rasa cemburunya membuat rasa yang berbeda dalam hati.
karya Sinta