Tema: Coklat Valentine
-oOo-
“Apa ini?” Tanyaku saat menerima sebuah kotak berbentuk hati. Aku memicingkan mata sejenak, mengingat-ingat sesuatu. Hmmm... “Ah, Hari Valentine... .”
Dia tidak menggubris ucapanku. Hanya tangannya masih terulur diam kepadaku.Aku hanya tersenyum tipis melihat sikap dinginnya padaku. Arthur memang selalu dingin padaku. Sejak awal, aku yang selalu mengejar-ngejarnya sampai dianggap bodoh oleh orang lain. Dia tidak melirikku dan hanya melihat sosok lain. Anya. Dasar, padahal aku menyukainya dengan begitu tulus.
Aku membersihkan beberapa sisa kotoran di permukaan kotak tersebut dan membukanya. Sekitar coklat Valentine dan sebuah Cincin. Dasar. Dia berencana melamar Anya rupanya. Untung aku sigap. Aku sudah menghabisi Arthur sebelum ia melamar Anya. Sekarang kotak dengan sedikit noda darah berisi coklat Valentine dan cincin itu, milikku. Dan Anya, dia tidak mendapat apapun. Jadi, kukirimkan saja mayat Arthur untuknya. Ide bagus.
Sungguh, hari Valentine yang indah saat kita mau berbagi, bukan?
-Fin-