Siapa yang tidak mengenal seorang Stefano Alberto, anak seorang konglomerat yang menjadi sasaran para gadis di SMA SHINWHA, ia terkenal karna kekayaannya, bakatnya dalam bermain musik, basket, dan juga tingkat kecerdasannya yang melampaui siswa yang lain. Namun, yang menjadi halangan para gadis untuk mendekatinya adalah karna ia tergolong orang yang dingin dan jutek.
Suatu hari Stefan diantar oleh supir nya berhenti tepat di depan pintu gerbang, saat itu waktu sudah menunjukkan pukul 7 pagi, dan semua siswa sudah masuk ke kelasnya masing-masing. Saat Stefan sedang berjalan menyusuri lapangan tiba-tiba saja punggungnya bertubrukan dengan sesuatu yang keras "aah maaf, aku tidak melihatmu barusan " ucap gadis itu sambil membenarkan kacamata nya "cih dasar wanita " ucap Stefan lalu kembali berjalan meninggalkan gadis itu "dasar pria sombong" ucap gadis itu lalu berjalan cepat melewati Stefan.
Di ruang kelas A, Stefan yang baru saja tiba di kelas nya membuat suasana jelas itu riuh karna kedatangannya "wah pangeran " "ooh my king" seru beberapa siswa perempuan, Stefan hanya diam sambil duduk dikursinya. Tak berselang lama bu Sinta masuk ke kelas bersama dengan seseorang di belakangnya.
"selamat lagi semuanya" sapa bu Sinta "pagi bu" saut mereka bersamaan "ibu bersama dengan teman baru kalian yang baru pindah hari ini, nah sekarang silakan perkenalkan dirimu" ucap bu Sinta, suasana hening seketika "perkenalkan nama saya Seohyun Kim, kalian bisa panggil saya Seohyun" ucap gadis yang ternyata bernama Seohyun itu "baiklah Seohyun, kamu bisa duduk di sampingnya Violet" ucap bu Sinta lalu Seohyun pun duduk di samping Violet yang ternyata tempat duduknya bersebelahan dengan Stefan, pria yang ditabraknya tadi pagi.
Bell istirahat pun berbunyi, "Seohyun, ayo kita ke kantin" ajak Violet kepada Seohyun "ayo, aku juga sudah lapar " ucap Seohyun lalu keduanya pun beranjak menuju kantin. Sesampainya disana kantin sudah di penuhi oleh ratusan siswa "yah sekarang orangnya sudah banyak, tidak mungkin kita makan siang di kantin Lavender" lirih Violet lesu membuat Seohyun heran "memangnya kenapa dengan kantin Lavender? " tanya Seohyun membuat Violet gemas "yaampun Seohyun, kantin Lavender itu hanya boleh kalangan yang uangnya banyak saja yang bisa jajan disitu, aku mana sanggup membayar makan disana " ucap Violet "yasudah kalau begitu aku yang traktir" ucap Seohyun membuat Violet girang "janji ya, ayo kita kesana" ucap Violet lalu menarik lengan Seohyun.
Kantin Lavender terletak di sudut sekolah saking mewahnya kantin ini, siapapun yang baru pertama kali lihat mungkin akan mengira bahwa kantin ini adalah sebuah mansion. Seohyun dan Violet melangkah masuk dan langsung mendapat tatapan dari para penghuni disana, keduanya berjalan menuju kasir untuk memesan makanan "kita pesan best menu yang ada disini beserta minumannya " sambar Violet cepat membuat Seohyun hanya mengelengkan kepalanya "baik tunggu sebentar ya" ucap kasir itu.
15 menit kemudian hidangan keduanya pun siap dan mereka berjalan ke arah meja yang letaknya di sudut ruangan, "akhirnya aku bisa ngerasain juga makan disini, makasih ya Seohyun" ucap Violet lalu melahap makan siangnya dengan rakus. Selesai makan keduanya kembali menuju kasir untuk membayar "kalian anak baru disini ya? " tanya seorang pria kepada keduanya membuat semua penghuni kantin itu menoleh kearah keduanya termasuk Stefan "hanya aku yang anak baru, kalau Violet sudah lama sekolah disini" ucap Seohyun tersenyum, Seohyun memang memiliki paras yang cantik dan imut membuat siapa saja yang melihatnya akan terpana "oh begitu kah? kalau begitu kau bayar saja duluan" ucap pria itu lalu diangguki oleh Seohyun.
Seohyun berjalan di tengah-tengah mereka yang menatap ke arahnya sedangkan Violet berdiri di barisan belakang, saat sampai di meja kasir "berapa bill nya? " tanya Seohyun sopan "total nya 500k " ucap kasir itu, Seohyun lalu mengeluarkan kartu black card premiumnya membuat semua orang tercengang. Selesai membayar Seohyun pun bergegas mengajak Violet pergi dari sana tapi di hentikan okeh pria tadi "hei, tunggu sebentar boleh aku tau namamu? " tanya pria itu menjulurkan tangannya kepada Seohyun "aku Seohyun " jawabnya lalu menjabat tangan pria itu "aku Alex, sepertinya kau termasuk anak orang kaya" ucap Alex.
"emm aku tidak tau pasti, tapi ayahku pemilik dari Ainsoft Group" jawab Seohyun dengan santai nya namun jawabannya berhasil membuat seluruh orang di ruangan itu membulatkan mata dan mulut mereka takjub "k kau putrinya presdir Ainsoft? " ucap Alex terkejut "iya benar, itu adalah ayahku" jawab Seohyun bingung dengan reaksi semua orang "kalau tidak ada lagi kami permisi " ucap Violet lalu menarik tangan Seohyun begitu saja.
"hei, ayahmu memang benar-benar pemilik dari Ainsoft group? " tanya Violet "seperti yang aku katakan tadi " jawab Seohyun "yaampun, apa kau tau perusahaan ayahmu itu sangat terkenal dan ku dengar kampus ini pun milik ayahmu" ucap Violet dan dijawab anggukan oleh Seohyun "wow, keluargamu memang benar-benar kaya Seohyun " ucap Violet.
Keesokan harinya Seohyun tampil berbeda, jika kemarin ia menggunakan kacamata dan menguncir 2 rambutnya persis anak culun, hari ini ia membiarkan rambut panjangnya yang bergelombang ter urai dan juga ia menggunakan soflen saran dari ibunya. Kedua kali nya ia menapakkan kaki di sekolah itu, semua mata memandang kearahnya dengan pandangan takjub mungkin karna penampilan ku, batin Seohyun. Saat memasuki kelas dan belajar ia duduk sendirian karna Violet izin tidak turun sekolah karna neneknya sakit, saat jam istirahat Seohyun memilih untuk pergi ke perpustakaan karna ia memang hobby dalam membaca.
Sesampainya di perpus, ia menuju rak buku besar yang memuat buku-buku ensiklopedia. Ia berniat mengambil sebuah buku namun buku itu berada di rak paling atas sehingga Seohyun tidak dapat menjangkaunya, ia bahkan sampai melompat untuk mencapai buku itu namun Seohyun tidak kekurangan akal, ia pun mengambil sebuah kursi kayu dan naik ke atasanya, akhirnya ia pun berhasil mendapat buku yang ia inginkan.
Tapi saat akan turun, tiba-tiba saja ia kehilangan keseimbangan dan hampir saja terjatuh jika saja sepasang tangan kekar itu tidak menangkap tubuhnya "apa kau baik-baik saja? " tanya orang itu, segera Seohyun membuka kedua matanya yang terpejam dan menatap wajah orang itu "S Stefan" gumam Seohyun "a aku baik-baik saja, terima kasih" ucap Seohyun lalu melepaskan diri dari rangkulan tangan Stefan dan menundukkan wajahnya, ia percaya pasti saat ini wajahnya sudah semerah kepiting rebus "baguslah, lain kali kau berhati-hati lah " ucap Stefan lalu pergi meninggalkan Seohyun "huhh untung dia sudah pergi " gumam Seohyun.
Selepas meminjam buku, Seohyun harus berjalan melewati lorong yang sepi untuk pergi ke taman belakang sekolah yang cenderung lebih sedikit di lewati orang dan suasananya tenang. Saat ia melewati gudang tiba-tiba saja ada tangan yang menariknya masuk ke gudang tersebut "siapa kalian?! apa yang kalian inginkan?! " bentak Seohyun "wow wow wow, tenanglah adik kecil kami tidak akan menyakitimu" ucap salah seorang wanita membelai wajah Seohyun lalu mendorongnya ke samping "apa yang klian inginkan?! " bentak Seohyun lagi "yang kami inginkan? sebaiknya kau menjauh dari Stefan! jangan pernah berniat mendekatinya" ucap seorang wanita dengan nametag Sofia dan kedua temannya di sampingnya "dasar gila! siapa juga yang tertarik dengan laki-laki itu" ucap Seohyun lalu segera berlalu dari ruangan itu "dasar perempuan sialan, awas saja kau" teriak Sofia dengan kesal.
Akhirnya tibalah Seohyun di taman belakang itu dan benar saja suasana di sana sepi bahkan tidak ada seorang pun selain dirinya disana, ia pun duduk di ayunan kayu sambil membaca buku yang tadi di pinjam nya sampai sebuah suara membuatnya terkejut "kita bertemu lagi Seohyun" ucap orang itu dari arah belakang "aaissh dasar, kau membuatku terkejut " ucap Seohyun ketus dan orang itu ternyata Stefan yang berjalan lalu duduk di ayunan kayu di sebelah Seohyun. "eh kau mau kemana? " tanya Stefan ketika melihat Seohyun sudah beranjak dari tempatnya "jangan mendekatiku" bentak Seohyun "memangnya kenapa? di kelas kita duduk bersebelahan" ucap Stefan "bersebelahan dari mana nya? orang yang duduk di sebelah ku adalah Violet, bukan kau" ucap Seohyun "ya tapi sama saja karna posisi duduk ku memang di sebelahmu" ucap Stefan tak mau kalah "terserah kau lah" ucap Seohyun lalu bergegas pergi
Tapi ternyata Stefan terus menerus mengikutinya sampai membuat Seohyun geram "apa yang kau inginkan? " tanya Seohyun menghentikan langkahnya "kenapa kau menghindariku? " tanya Stefan berpindah berdiri di depan Seohyun "penggemar fanatik mu si Sofia itu mengancamku untuk tidak berdekatan denganmu dan aku tidak ingin membuat masalah di hari kedua aku sekolah disini" ucap Seohyun panjang lebar "jadi wanita bermuka dua itu juga mengganggumu? awas saja kau" ujar Stefan dengan geram lalu berjalan meninggalkan Seohyun "apa yang terjadi dengannya? " gumam Seohyun.
***
Stefan naik ke lantai 3 dan masuk ke ruangan kelasnya Sofia "dimana Sofia? " tanyanya dingin membuat seluruh kelas ricuh, "apa aku bermimpi? Stefan mencariku? " batin Sofia yang senangnya bukan kepalang, ia lalu berjalan menemui Stefan yang berdiri di depan kelasnya "ada apa Stefan? " tanya Sofia bersikap lugu membuat Stefan memandang jijik ke arahnya "apa kau yang mengancam Seohyun agar dia menghindari aku? "tanya Stefan menatap tajam Sofia yang terkejut " a apa maksudmu? aku tidak kenal Seohyun siapa "ucap Sofia gelagapan" halah kau tidak perlu berbohong, kau wanita bermuka dua jangan sampai aku melihat wajah mu lagi di sekolah ini" ucap Stefan tegas lalu pergi begitu saja meninggalkan Sofia yang sudah terduduk lemas.
Sesampainya di kelas, ia melihat Alex dan Seohyun sedang asik bercengkrama "apa yang terjadi? hati ku terasa sakit melihatnya? " batin Stefan menyentuh dada nya. Namun, ia segera menepis perasaan itu dan duduk kembali di meja nya, sesekali ia mendengar gelak tawa keduanya sampai membuat sudah tidak tahan "hei Alex! sebentar lagi jam masuk, kembali ke habitat mu sana! " ucap Stefan ketus "iyaiya baiklah boss yang terhormat " ucap Alex kesal karna pembicaraannya dengan Seohyun terpotong. Seohyun yang sudah kembali ke tempat duduknya merasa aura di sebelah kanannya sangatlah dingin membuatnya menoleh dan mendapati Stefan yang menatapnya tajam.
Seohyun lalu mengambil buka paketnya dan berniat menutupi wajahnya "jangan kau mencoba untuk menutupi wajahmu" ucap Stefan dingin membuat Seohyun kembali menurunkan buku nya "lagipula kenapa kau terus melihatku bodoh! apa kau terpukai dengan kecantikan wajahku? hah?! " ucap Athi kesal "kalau iya, kau mau apa? " ucap Stefan membuat Seohyun tersedak ludahnya sendiri "a apa yang kau katakan?! aku tidak suka candaan mu" ucap Seohyun geram sekaligus gugup membuat Stefan tersenyum "aku serius, aku tertarik kepadamu, apa kau mau menjadi kekasihku? " bisik Stefan ke telinga Seohyun, bukannya jawaban yang ia dapatkan malah pukulan keras dikepala. Seohyun memukul kepalanya dengan buku "dasar bodoh! siapa yang tertarik dengan wajah kadaluwarsa mu?! " bentak Seohyun kesal "aaaww, dasar Godzilla" ucap Stefan sambil mengelus pucuk kepala nya yang sakit.
Bell pulang sekolah pun berbunyi, semua siswa berlarian ke arah gerbang bersama kelompoknya masing-masing begitu juga dengan Seohyun yang berjalan sendirian karna memang dia belum terlalu mengenal siswa-siswi di sekolahnya ini. Di pintu gerbang sudah terparkir mobil Rolls-Royce keluaran terbaru yang di sampingnya berdiri sang supir yang siap membukakan pintu untuk atasannya, dari kejauhan Seohyun sudah melihat supir kepercayaan ayahnya yang biasa dipanggil Charles itu membuat Seohyun menghembuskan napas kasar.
Ia pun berjalan mendekati mobil tersebut "Charles" panggilnya membuat pria paruh baya itu menoleh kearahnya dan tersenyum "selamat sore nona, saya datang menjemput anda" ucap Charles lalu membuka pintu bagian belakang mobil itu dan mempersilahkan Seohyun untuk masuk dan menutupnya kembali setelah nona mudanya itu masuk.
Sesampainya di mansion, Seohyun di kejutkan sebuah mobil yang sepertinya bukan milik mereka terparkir di samping mansion, karna penasaran Seohyun pun melangkah masuk dan mendapati kedua orang tuanya tengah berbincang dengan sepasang suami istri dan anak nya. Seohyun lalu berjalan mendekat "eh Seohyun sudah pulang, ayo kesini sayang" ucap Luna ibunya Seohyun, Seohyun menurut saja lalu duduk di tengah kedua orang tuanya dan alangkah terkejutnya ia ketika melihat orang yang duduk di hadapannya adalah Stefan yang sudah menatapnya.
"Seohyun sayang, ini adalah paman Nugraha dan istrinya bibi Anne dan anak mereka Stefan" ucap ibunya membuat Seohyun tersenyum kaku "mungkin mereka sudah saling kenal jeng" ucap Anne yang melihat interaksi keduanya "iya mom, Stefan sama Seohyun sekelas" ucap Stefan kepada ibunya "baguslah kalau kalian sudah saling mengenal" ucap Kim Nero ayahnya Seohyun "mommy Seohyun ke kamar ganti baju dulu ya" ucap Seohyun dan dijawab anggukan oleh ibunya lalu dengan cepat Seohyun masuk ke kamarnya dan mengunci pintunya rapat-rapat "aah sial, jangan bilang mommy sama daddy bakal jodohin aku sama si Stefan" ucap Seohyun yang risau "ah tidak mungkin, aku akan bersiap-siap terlebih dahulu" ucap Seohyun menepis semua pikiran negatif nya dan pergi mandi.
Sehabis mandi, Seohyun mengganti bajunya dengan dress hitam mini selutut dengan corak bunga mawar dan flatshoes berwarna senada dengan dressnya, ia menyisir rambut ikal nya dan membiarkannya terurai lalu memoles wajahnya dengan make up natural membuat penampilannya sungguh mempesona. Ia turun menemui yang lainnya yang sudah duduk di meja makan, ia lalu mendudukkan diri di samping Stefan "kau cantik sekali" bisik pria itu membuat pipi Seohyun merona malu "mulut nya manis sekali" batin Seohyun menetralkan jantungnya.
Selesai makan malam keluarga Stefan pun pamit undur diri dari kediaman Kim, kini tinggal Seohyun dan kedua orang tuanya "mom dad, Seohyun ke kamar duluan ya, ngantuk" ucap nya bergegas kembali ke kamar, lalu mengganti dressnya dengan piyama kimono dan segera membaringkan tubuh lelahnya di kasur king size miliknya dan tak lama ia pun berkelana di alam mimpi.
Keesokan harinya, seperti biasa Seohyun sedang berganti pakaian dan setelahnya turun untuk sarapan "mommy daddy, pulang sekolah Seohyun pengen ke mall bentar jadi Seohyun pakai mobil sendiri ya " ucapnya sambil melahal sepotong sandwich "iya gapapa, tapi hati-hati ya" ucap daddy nya, selesai sarapan Seohyun langsung menuju garasi dan mengendarai mobil kesayangannya "Lamborghini ku tersayang, sekarang aku akan menggunakan mu lagi" ucap Seohyun senang lalu masuk kedalam mobil dan pergi menuju sekolah.
Saat ia memasuki parkiran sekolah, semua mata tertuju kearahnya seolah-olah mereka mengatakan "siapa yang mengendarai mobil mahal kesekolah? ". Setelah memarkirkan mobilnya, Seohyun turun dan dirinya langsung saja menjadi pusat perhatian semua orang " ada apa? kenapa? "batin Seohyun yang bingung dengan tingkah orang-orang dan memutuskan segera pergi dari sana dan menuju kelasnya.
Di kelas
" Hai Seohyun akhirnya kau datang juga" sapa Violet girang "seharusnya aku yang berkata seperti itu" jawab Seohyun ketus sambil meletakkan tas nya di meja "ututu Seohyun sayang, aku pergi cuman sebentar kok" ucap Violet "terserah kau" jawab Seohyun bertepatan dengan itu juga Stefan baru saja datang dan langsung duduk di bangku nya "Stefan, selamat pagi" sapa Violet cengengesan, Stefan hanya menganggukkan kepalanya "dasar! kalau bukan karna dia siswa paling ganteng siapa juga yang mau" bisik Violet kesal "hussh kau ini " ucap Seohyun.
Jam pertama pun selesai kini semua siswa di perbolehkan untuk istirahat, "Seohyun ayo kita ke kantin Lavender" ajak Violet "halahh paling aku juga yang bayar kan" ucap Seohyun "hehehe tau aja kamu, yayaya kita kesana ya? " ucap Violet sok imut membuat Seohyun merinding "sudah cukup hentikan, aku merinding melihat raut wajahmu" ucap Seohyun "iiishh dasar kejam, yasudah aku ke kantin sekolah saja lah" ucap Violet membuat Seohyun menggelengkan kepalanya.
Seohyun memilih diam di kelas karna ia berniat mengikuti Olimpiade matematika di sekolah nya, jadi mulai sekarang ia sudah harus mempersiapkan diri. Di tengah kesibukannya belajar, seseorang menaruh sebotol susu di meja nya membuat Seohyun mendongak "ahh terima kasih Stefan" ucap Seohyun tersenyum deg deg deg "sial! kenapa aku malah gugup sih" batinnya.
"Stefan " panggil Seohyun lagi karna pria itu hanya diam "woyy! kau ini kenapa? " bentak Seohyun mencubit perutnya "eeh, apa yang kau katakan? " tanya Stefan "dasar aneh! aku mengucapkan terimakasih untuk mu" ucap Seohyun ketus "oh iyaiya sama-sama" ucap Stefan berlalu keluar begitu saja "ada apa lagi dengan si kulkas ini? " gumam Seohyun lalu kembali fokus kepada belajar nya.
Pukul 15.30 sore, sekolah pun berakhir dan Seohyun sudh bersiap-siap untung pulang "Seohyun, hari ini jadikan jalannya? " tanya Violet "iya jadi ayo buruan" ucap Seohyun lalu kedua berjalan keluar kelas bersama. Namun, di tengah perjalanan bertemu dengan Stefan dan geng basket nya "oyy Seohyun! " teriak Alex mereka sedang nongkrong di lorong kelas "ada apa? " tanya Seohyun "apa kalian sudah mau pulang? " tanya Alex "apa kau tidak melihat kami ini sudah merangkul tas artinya kami sudah mau pulang, dasar bodoh! " ucap Violet "dasar cewek bar bar, awas kau ya" bentak Alex "sudah cukup, ayo Violet " ucap Seohyun lalu menarik tangan Violet dan berjalan melewati segerombolan pria yang bisa di bilang mereka lah siswa pria paling tampan dan keren di sekolah itu.
Ketika di parkiran "Seohyun! " panggil seseorang membuat Violet dan Seohyun menoleh ke sumber suara "Stefan? ada apa? " tanya Seohyun "aku ingin bicara berdua denganmu? " ucapnya lalu menarik tangan Seohyun menuju tempat yang agak sepi. "apa yang kau lakukan? " tanya Seohyun "kau mau pergi kemana? " tanya Stefan "bukan urusanmu aku mau pergi kemana" jawab Seohyun ketus "orang tua ku mengundang kalian buat makan malam hari ini" ucap Stefan "benarkah? jam berapa? kami akan usahakan datang" ucap Seohyun "aku akan mengirim mu chat nanti" ucap Stefan tersenyum sambil mengacak rambut Seohyun dan pergi membuat jantung Seohyun berdegup kencang "ada-ada saja" gumam Seohyun lalu kembali menemui Violet.
Di perjalanan
"Seohyun, kau ada hubungan apa dengan Stefan? " tanya Violet "hubungan apa? orang tua kami berteman baik " jawab Seohyun seadanya "benarkah? jangan-jangan kalian berniat akan dijodohkan? " ucap Violet membuat Seohyun salah tingkah "a apa yang kau katakan? tidak mungkin lah" jawab Seohyun "siapa tau sungguhan kan" ucap Violet menggoda sahabatnya itu "ada-ada saja kau ini" jawab Seohyun.
Selesai jalan-jalan Seohyun tiba dirumahnya pukul 6 sore dan undangan makan malam itu akan dilaksanakan pukul 7 "seharusnya masih sempat kan? " gumam Seohyun sambil berjalan masuk ke dalam mansion. "mommy daddy, i'm home! " teriaknya "aduh kanu ini berisik sekali sih" ucap mommy nya "oiya keluarganya om Nugraha mengundang kita buat makan malam hari ini jam 7" ucap Seohyun "apa?! kenapa baru bilang sekarang sih cepat siap-siap sana! " ucap ayah Seohyun "iya iya" ucap Seohyun ketus lalu melangkah naik ke kamarnya.
30 menit kemudian dia telah selesai bersiap dan turun kebawah menemui kedua orang tuanya "wah kamu cantik banget sayang" ucap mommy nya "makasih mom" ucap Seohyun "yasudah ayo, kita udah telat ini" ucap daddy lalu mereka pun berangkat, malam ini Seohyun mengenakan dress kodok bermotif kotak-kotak berwarna coklat muda dan dalamannya berlengan panjang berwarna ungu pastel dan di lengkapi dengan topi baret berwarna senada dengan dalamannya juga dengan sepatu flatshoes berwarna ungu muda dan sedikit polesan make up memberikan kesan natural.
30 menit kemudian mereka pun sampai di kediaman keluarga Stefan "mari masuk" sapa seorang pelayan dan mempersilakan mereka masuk "wah kalian sudah datang, yaampun Seohyun makin cantik deh" ucap ibunya Stefan "makasih tante" jawab Seohyun "ayo kita makan malam dulu " ucap tuan Nugraha membawa mereka ke meja makan.
Mereka semua makan malam sembari mengobrol ringan sampai Seohyun merasakan ada sebuah tangan hangat yang mengenggam tangannya yang berada di bawah meja dan orang yang melakukannya adalah Stefan, pria yang saat ini tengah menggenggam erat tangannya adalah Stefan. Seohyun melirik laki-laki itu yang terlihat biasa saja tapi sebenarnya jantungnya dag dig dug ser eeeeeaaaaaa 🤣.
"Seohyun, ada apa sayang? " tanya ibunya Stefan karna melihat Seohyun diam saja dan terus melirik ke arah Stefan "ehh gapapa kok tante" jawab Seohyun tersenyum kikuk "kamu ada yang mau diomongin bareng Stefan? daritadi tante liat kamu ngelirik Stefan terus " ucap Anne membuat pipi Seohyun merona karna tingkahnya di lihat langsung oleh Anne, hal ini tentu saja membuat Stefan tersenyum dan memperkuat genggaman tangannya dan menoleh ke ara Seohyun "ada apa? " tanya Stefan tersenyum senang "t tidak kok, Seohyun tidak ingin membicarakan apapun dengan Stefan" kilah Seohyun cepat "ya sudah kalau tidak ada cepat habiskan makanannya " ucap Anne dan dijawab anggukan oleh Seohyun.
Selesai makan malam mereka berkumpul bersama di ruang keluarga sambil menyantap cemilan ringan, "Fan, tolong bawa Seohyun keluar sebentar ada yang ingin kami bicarakan" bisik Anne kepada putra nya "oke mom" jawab Stefan lalu mengajak Seohyun keluar. Setibanya mereka di taman belakang "kenapa kau membawaku kemari? " tanya Seohyun melepaskan tangannya dari genggaman Stefan "mereka ingin membicarakan sesuatu" jawab Stefan "aduh jangan-jangan mereka benar-benar menjodohkan aku dan Stefan" batin Seohyun yang terlihat gusar. Stefan tau apa yang sedang dipikirkan oleh wanita di sampingnya ini dan Stefan juga tau bahwa sebenarnya kedua orang tua mereka berpikir untuk menjodohkan keduanya, awalnya Stefan pun menolak tapi karna ia tau akan di jodohkan dengan Seohyun akhirnya ia menyetujui rencana kedua orang tuanya.
"bagaimana kalau kedua orang tua kita menjodohkan kita berdua? " tanya Stefan ingin melihat seperti apa reaksi Seohyun "apa yang kau katakan? aku tidak mau dijodohkan dengan mu" ucap Seohyun ketus membuat Stefan sedikit kecewa "memangnya kenapa? aku kan sudah bilang kalau aku menyukai mu Seohyun" ucap Stefan "tapi aku tidak" jawab Seohyun memalingkan wajahnya "makanya biar menjadi iya, apa kau mau menjadi kekasih ku? aku berjanji jika dalam 3 bulan aku tidak bisa membuatmu jatuh cinta kepada ku maka aku sendiri yang akan membatalkan perjodohan ini" ucap Stefan tegas, Seohyun kembali menimbang perkataan Stefan, bagaimana jika benar keduanya akan dijodohkan? Seohyun berpikir bahwa menyetujui saran Stefan untuk menjalin hubungan tidaklah salah toh itu adalah satu-satunya cara agar terlepas dari perjodohan ini dan Seohyun yakin bahwa ia tidak akan jatuh ke pesona nya seorang Stefano Alberto "baiklah aku setuju untuk menjalin hubungan denganmu" ucap Seohyun penuh keyakinan membuat Stefan tersenyum.
Setelah 1 jam menunggu di luar, akhirnya keduanya pun di suruh untuk kembali masuk kedalam dan duduk bergabung bersama yang lainnya, "kami mau membicarakan sesuatu yang penting sama kalian berdua" ucap Nugraha kepada Seohyun dan Stefan "kami harap kalian akan menyetujui usulan kami ini" timpal Nero "aduh sepertinya perjodohan ini akan dilaksanakan" batin Seohyun "ada apa paman? " tanya Stefan bersikap tenang "kami berencana untuk menjodohkan kalian berdua, kalian tidak menolaknya kan? " kini Anne yang angkat bicara, Seohyun melirik ke arah ibunya dan ibunya mengangguk mengiyakan. "baiklah tante, Seohyun dan Stefan setuju" ucap Seohyun dengan senyum terpaksa "wahh bagus sekali, kalian berdua itu benar-benar cocok" ucap Anne girang, setelah luas bercengkrama keluarga Kim pun pamit untuk pulang kembali ke mansion mereka.
"sampai bertemu lagi ya" ucap Anne sambil melambaikan tangan ke arah mobil mereka "tentu jeng, kami pergi ya" ucap Luna melambaikan tangannya juga dan mobil mereka pun perlahan berjalan menjauh dari pandangan mata.
***
Keesokan harinya, Seohyun tiba lebih awal di sekolah dan tidak ada orang lain selain dirinya di kelas, karna bosan sendirian Seohyun pun berjalan keluar menyusuri lorong dan berhenti di pinggir lapangan basket yang luas, terlihat beberapa siswa laki-laki yang sedang bermain basket di sana "hei, kau Seohyun kan? " sapa seseorang yang Seohyun pun tidak kenal siapa, ia hanya mengangguk pelan "perkenalkan aku Hwang Hyunjin, aku berasal dari Seoul dan pindah ke Indonesia bersama keluargaku" ucap pria bernama Hyunjin itu lalu mengulurkan tangannya dan Seohyun membalas uluran tangannya "aku Seohyun Kim, Ayahku juga berasal dari Seoul tapi pindah kemari karna dia menikah dengan ibuku " ucap Seohyun "benarkah? artinya kau belasteran
Korea - Indonesia" ucap Hyunjin "ya kau benar, apa kau juga? " tanya Seohyun "tidak, orang tua ku semuanya berasal dari Seoul" jawab Hyunjin.
"wah aku beruntung bisa bertemu sesama orang Korea disini" ucap Hyunjin antusias "tidak kok, aku hanya setengahnya saja " jawab Seohyun "tapi kau bisa berbahasa Korea kan? " tanya Hyunjin "tentu saja bisa, aku sudah diajarkan sedari kecil, malahan aku yang terkejut karna bahasa Indonesia mu lancar sekali " jawab Seohyun, tanpa keduanya sadari bahwa Stefan sudah berjalan mendekati keduanya. "apa yang kalian bicarakan? " tanya Stefan membuat kedua orang itu seketika menoleh kearahnya "kami hanya mengobrol " jawab Seohyun "ck, sudah cukup mengobrol nya sekarang kita kembali ke kelas " ucap Stefan lalu menarik tangan Seohyun menuju kelas.
Di kelas, "aku peringatkan kau ya, jangan sekali-kali kau mendekati pria lain" ucap Stefan tegas "memangnya kenapa? tidak ada yang tau bahwa kita adalah pasangan" jawab Seohyun ketus membuat Stefan menggeram kesal lalu beranjak pergi entah kemana.
Tak lama setelahnya guru yang mengajar pun masuk dan mulai mengabsenkan siswa nya "aduh ni orang kemana sih? " batin Seohyun gusar, tiba-tiba saja terdengar suara dari spiker yang terdapat diseluruh ruangan kelas yang mengatakan bahwa "selamat pagi semuanya, ini aku Stefano Alberto" ucap suara itu membuat semua orang terdiam "aku akan memberikan kalian pengumuman penting, hari ini aku menyatakan kepada kalian semua yang mendengar ini bahwa Seohyun Kim adalah kekasih ku sekaligus tunangan dari Stefano Alberto dan aku harap setelah ini tidak ada seorang pun yang berani merusak hubungan kami" dan suara itu pun menghilang.
Sontak hal itu membuat satu sekolah membicarakan keduanya termasuk teman satu ruangan Seohyun yang terlihat tidak suka dengan berita itu termasuk siswi perempuan tentu nya "waw Seohyun kau hebat sekali, bagaimana cara nya kau bisa mendapatkan siswa unggulan kita? " tanya Violet girang "apa yang sebenarnya Stefan inginkan? " batin Seohyun, tak lama Stefan pun datang dan langsung mendapatkan sorak sorai dari teman-teman sekelasnya.
Saat bell istirahat, "ayo kita pergi makan" ucap Stefan lalu menarik tangan Seohyun agar mengikuti nya, mereka memilih untuk makan siang di kantin sekolah biasa "kamu duduk dulu disini aku pesan makan buat kita" ucap Stefan lalu berjalan menuju kasir lalu setelahnya kembali menemui Seohyun.
"ini pesanannya tuan" ucap penjaga kantin itu lalu kembali pergi "makanlah yang banyak, kau terlihat kurus" ucap Stefan menaruh beberapa lauk di piring Seohyun "kurus begini pun banyak yang suka sama aku" ucap Seohyun santai tapi mampu membuat Stefan tersedak "memangnya siapa yang suka sama kamu? " tanya Stefan sambil tertawa "kamu" jawab Seohyun sambil memakan makanannya, mendengar perkataan Seohyun, Stefan tertegun dn wajahnya merona tipis.
"apasih yang kau bicarakan? " ucap Stefan sewot "lah, yang aku katakan itu benarkan? aku bisa melihatnya langsung dari matamu yang bersinar" ucap Seohyun membuat Stefan melongo "memangnya kau percaya? aku ini playboy tau" ucap Stefan menatap Seohyun yang fokus dengan makanannya "tidak masalah, lagipula sifat playboy mu itu akan berhenti juga nantinya " ucap Seohyun.
"apa maksudmu bicara begini? " tanya Stefan takut kalau Seohyun hanya mempermainkan nya "apa kau mau jadi kekasihku? " tanya Seohyun menatap Stefan lekat-lekat yang ditatap malah salting dan wajahnya merah padam, ini pertama kali nya ia merasa berdebar di dekati oleh seorang wanita "aku tidak suka lelucon mu" ucap Stefan menatap tajam ke arah Seohyun "lah, disaat jujur malah dikira bohong, saat bicara bohong malah dikira jujur" ucap Seohyun memberengut "jadi kau sungguh-sungguh? " tanya Stefan menatapnya lagi, kini wajahnya bersemu senang "iya aku sungguh-sungguh, apa kau ingin jadi kekasih ku? " ucap Seohyun lagi membuat Stefan tersenyum bahagia "seharusnya aku yang berkata seperti itu padamu, tapi tidak masalah mulai detik ini kau adalah kekasih ku" ucap Stefan tersenyum senang begitu juga dengan Seohyun.
Selepas makan siang keduanya kembali ke kelas bergandengan tangan, "cieee, kalian berdua udah saling cinta nih ceritanya" ucap Violet menggoda keduanya "apaan sih Vi, bikin malu aja" ucap Seohyun menutup wajahnya membuat Stefan tersenyum tipis dan mengelus rambutnya "ulululu, udah telat kali ah, udah jadi tunangan pula " ucap Violet "ya gak masalah daripada enggak sama sekali " ucap Stefan, tak lama guru yang mengajar pun masuk dan mereka fokus ke pelajaran yang di berikan.
Pulang sekolah, "pulang bareng aku ya" ucap Stefan menemani Seohyun yang sedang mengemasi barang-barang nya "oke deh, aku telp Charles bentar ya" ucap Seohyun lalu merogoh ponselnya di sela almamaternya, "udah yuk" ajak Seohyun lalu keduanya keluar bersama.
Di parkiran, Seohyun yang asik berbincang dengan Stefan sampai tidak memperhatikan sekitarnya, alhasil ia menubruk punggung seseorang "aww, sakit! " jerit nya memegang kening "kamu gapapa? " tanya Stefan khawatir. "kalau jalan tuh pakai mata sama kaki dong" ucap orang itu yang bernama Daja Laurent terlihat dari name tag seragamnya.
"aduh, maaf dajjal eh maksudnya Daja" ucap Seohyun menunduk sedangkan Stefan hanya menahan tawa sampai perutnya terasa keram "sekali lagi maaf ya, kami permisi" ucap Seohyun menarik Stefan menjauhi pria itu, "hahahahahah lucu banget loh tadi tuh" ucap Stefan tertawa terbahak-bahak "habisnya namanya kurang satu huruf aja, jadi aku keceplosan deh" ucap Seohyun cemberut "hahahaha aduh ada-ada aja" ucap Stefan yang masih tertawa bahkan sampai air matanya mengalir saking lucunya.
"iiih udah dong ketawanya, ngeselin aja" ucap Seohyun cemberut "iya maaf sayang, abisnya lucu sih, ayo masuk" ucap Stefan membuka pintu mobilnya untuk Seohyun lalu berlari memutar ke sebelahnya, keduanya pun pergi dari area parkiran menuju jalan raya, sesekali Stefan tertawa kecil sambil fokus menyetir dan akhirnya mereka tiba di depan mansion Seohyun.
"makasih ya udah mau anterin aku" ucap Seohyun sambil melepas seatbelt nya dan mengambil tas nya "iya sama-sama, besok mau aku jemput? " tanya Stefan saat Seohyun akan keluar "boleh deh tapi jangan lupa chat aku takutnya lupa" ucap Seohyun "iya sayang, hati-hati ya" ucap Stefan tersenyum, tak disangka-sangka Seohyun malah mengecup pipinya singkat "bye, love you" ucap Seohyun lalu berjalan masuk ke halaman mansion nya "love you too baby" teriak Stefan dari dalam mobilnya membuat Seohyun tersenyum dan melambaikan tangan ke arahnya.
Keesokannya paginya, Stefan sudah menunggu di depan gerbang rumah Seohyun sambil mengetukkan jarinya di setir mobil, sesekali ia melirik ke arah mansion itu tak lama keluarlah seorang gadis cantik yang terlihat seperti bidadari bagi Stefan, ia lalu keluar dan bersender di mobilnya "maaf ya lama" ucap Seohyun memeluk Stefan "iya gapapa, ayo kita berangkat " ucap Stefan lalu membukakan pintu mobilnya untuk Seohyun dan ia berlari kembali ke kursi pengemudi dan keduanya pun berangkat.
Sesampainya di sekolah, "Stefan! " panggil seseorang membuat keduanya menoleh "aku mau bicara berdua sama kamu" ucap wanita itu dan namanya Reyna terlihat di name tag nya "ck, mau apa lagi sih? " ucap Stefan kesal "udah ikut aku" ucap Reyna "gak mau, aku maunya bareng Seohyun" ucap Stefan "udah gapapa kok Fan, nanti aku tungguin " ucap Seohyun meyakinkannya dan Stefan pun menurut saja.
Mereka berjalan kearah taman belakang yang sepi dan Seohyun menunggu tidak jauh dari keduanya dan sesekali Stefan melirik ke arahnya, "kamu dengerin aku gak sih! " bentak Reyna "hah? lu barusan ngomong apaan dah? " tanya Stefan "nyebelin banget, putusin cewe itu" ucap Reyna membuat Stefan menatapnya sinis "kenapa? cuman Seohyun yang pantes dan lho jangan berpikiran buat nyakitin dia kalau lho masih berani, gue gak akan kasih ampun" ucap Stefan penuh penekanan dan berlalu menghampiri Seohyun.
"kalian bicarain apaan? " tanya Seohyun yang penasaran "enggak kok, gak terlalu penting" ucap Stefan. Sesampainya di kelas, mereka mengikuti pelajaran yang di berikan guru.
3 Tahun Kemudian.
Stefan dan Seohyun sama-sama lulusan dari Universitas dengan nilai cumlaude dan hal itu lah yang membuat keduanya lebih cepat lulus.
Di mansion keluarga Stefan, mereka semua sedang berbincang bersama keluarganya Seohyun selepas makan malam "jadi kapan rencananya kalian menikah? " tanya ibunya Stefan "1 minggu lagi mom" ucap Stefan dengan santuy nya sambil memakan buah yang disuapkan Seohyun untuknya, hal itu membuat mereka semua terkejut "kenapa kamu gak bilang? Jangan-jangan Seohyun udah..... " "enggak mom, Stefan udah atur semuanya dengan baik dan juga ini harus segera diselenggarakan kelamaan kita pacarannya" jelas Stefan membuang pikiran negatif ibunya "gapapa jeng, kita cukup mendampingi kedua anak kita" ucap ibunya Seohyun dan disepakati semua orang.
1 minggu kemudian "hari pernikahan"
Stefan sudah berdiri di pelaminan bersama seorang pendeta yang sedang menunggu mempelai wanitanya, tak lama MC pun menyuruh Seohyun masuk yang didampingi oleh ayahnya.
Keduanya berjalan di red carpet, hari ini Seohyun tampil begitu cantik dengan bakutan dress span putih panjang dengan model sabrina dan mekar di bagian bawah dress nya yang terseret di lantai, kepalanya ditutup kerudung transparan putih sambil membawa seikat bunga di tangannya dan make up yang terkesan natural semakin menambah kecantikan di wajahnya.
Ayah Seohyun lalu menyerahkan tangan putrinya kepada Stefan dan keduanya membaca janji suci pernikahan dan acara pun di gelar meriah, selesai acara pernikahan, pasutri itu diantar ke sebuah hotel milik ayahnya Seohyun.
Dikamar, "sayang~" panggil Seohyun berteriak dari dalam kamar mandi "iya kenapa? " tanya Stefan membuka pintunya perlahan "bantuin dong, ini susah banget nih" ucap Seohyun manja karna retsleting dress nya yang sudah di buka "iya bentar" ucap Stefan lalu membuka perlahan retsleting dress itu yang membuatnya harus menahan sesuatu yang bergejolak di dalam tubuhnya "udah tuh, buruan mandinya" ucap Stefan lalu keluar dengan cepat.
30 menit kemudian, "ehh kamu udah mandi? " ucap Seohyun yang tengah duduk di meja rias nya "iya, kamarnya ada 2 kamar mandi" ucap Stefan sambil membuka lemari pakaian dan mengambil celana pendek nya tanpa atasan dan berbaring di kasur, Seohyun yang suda selesai ikut berbaring juga di samping Stefan "akhirnya kita menikah juga" ucap Seohyun memeluk Stefan "aku juga gak nyangka loh kalau kita bakal married" ucap Stefan tersenyum merangkul pinggang istrinya itu.
"sayang, bikin baby yuk" ucap Stefan menatap Seohyun yang wajahnya merona mendengar perkataan Stefan tapi ini lah tugasnya sebagai seorang istri "iya, tapi pelan-pelan ya" ucap Seohyun malu-malu "kamu tenang aja, mungkin awalnya bakal sakit tapi lama kelamaan enak kok" ucap Stefan lalu memulai aksinya dan keduanya menghabiskan malam pertama itu dengan bahagia.
5 Tahun Kemudian, pasangan Stefan dan Seohyun di karuniai seorang putra yang mereka beri nama Alrescha Stefano Alberto.
Bahkan sekarang Seohyun pun sedang hamil usia 7 bulan, "mommy, apa mommy akan tetap sayang sama Albert kalau dede udah lahir nanti? " tanya Albert di sela-sela makan siang mereka membuat Stefan dan Seohyun saling bertukar pandang "tentu sayang, mana mungkin kami gak sayang sama Albert" ucap Seohyun, "tapi kata temen Albert di playground kemarin gitu" ucap nya polos "kamu gak boleh dengerin omongan orang lain, cukup dengerin kata mommy sama daddy aja Albert " ucap Stefan "iya sayang, daddy bener, selamanya mommy sama daddy bakal sayang sama Albert begitu juga dengan adek nantinya" ucap Seohyun mengelus perut buncit nya membuat Stefan dan Albert tersenyum "love you mommy and daddy" ucap Albert tersenyum bahagia menatap kedua orang tuanya yang juga tersenyum kearahnya.