Kring
Kring
Bunyi ponsel tak membuat Andika menggubris deringan keras itu,ia terus melakukan pekerjaan yang menurutnya semakin menumpuk
lisan "mama".
3 kali panggilan tak terjawab dari seorang paruh baya yang selalu menanti kehadiran nya,atau lebih sederhananya menanti suara dari seorang putra yang telah ia besarkan dengan susah payah nya itu,yang kini jauh darinya.
Karena rindu yang tak kunjung ada temunya.
"Iya ma,maaf tadi Dika lagi di kantor ma" jawab Andika saat menelfon balik sang mama.
"Mama mengganggu ya sayang,maaf,mama cuma kangen, apa minggu ini kamu bisa pulang?" Ucap mama.
"Nanti kalo Dika udah senggang Dika pulang ma"
"Baiklah" jawab mama dengan nada berharap.
"Jaga kesehatan Nak,jangan lupa makan,tidur yang teratur"
" iya ma,mama juga" ucap Andika lalu berpamitan dan mengakhiri telfonnya.
-
-
Hari berganti hari dan minggu terus berlalu, bunyi telfon terus berdering di jam sang sama. Hingga akhirnya Andika memutuskan untuk pulang ke rumahnya,kerumah orang tuanya,kerumah tempat ia di lahirkan dan di besarkannya.
"Maaa,Dika pulang" teriakan Andika sembari berlari ke rumah sederhana itu. Namun hanya kesunyian menyambutnya,tak ada suara kebahagian menghampirinya hanya isakan tangis di dalam bilik kecil dengan kerumunan memanggil namanya.
"Nak Dika yang sabar yaa" ucap seorang paruh baya ,yang menyambut kedatangan nya.
Andika tak menghiraukan ucapan seorang paruh baya tadi,ia hanya berlari memanggil mamanya. Seruan tak terelakkan disana, deraian air mata membasahi pelupuk pipinya.
"Maa bangun maa,Dika disini,Dika pulang maa,maaf kan Dika ma, Dika mohon maaa, bangun maaa, hikzz"
Deraian air mata tak membuat sang mama kembali membuka matanya. Ia menangis terisak tak henti - hentinya. Penyesalan dalam hidupnya adalah tak melihat senyum mamanya.
-
-
"DIKAAAA, bangun Nak, kenapa kamu menangis? Mimpi apa?,bangun sayang"
"Mama,ini bener mama? Mama tidak meninggalkan Dika kan??" Ucap Andika sembari memeluk mamanya dengan erat.
"Aku hanya bermimpi" gumamnya dalam hatinya
"Ma maafin Dika ,Dika sayang sama mama" ucapnya dengan memeluk erat tubuh mamanya,dan mamanya hanya mengelus kepala Andika dengan lembut dan mengulas senyum.
"Nak kamu tau,mama selalu menyayangimu melebihi mama menyayangi diri mama sendiri, mama hidup dan bahagia jika kamu selalu bahagia Nak"
Andika hanya mengangguk - angguk mendengarkan ucapan mamanya.
"Jika kelak kamu menjadi seorang ayah,jadilah ayah yang kuat dan ajari anak mu tentang cinta,karena cinta bisa membuat mu hidup,dan ingatkan dia untuk selalu mencintai kedua orang tuanya,seperti ayah dan mama mencintai anak nya,seperti mama yang selalu mencintai mu nak" ucap Mama lalu tersenyum dan memeluk Andika kemudian mencium kening nya dengan lembut dan meninggalkannya.
"Ma,mama mau kemana?"
"Maa, maa,mamaaa" teriak Andika dan ternyata ia bermimpi. Kemudian ia berlali kerumah mamanya,untuk memastikan bahwa semua itu hanya mimpi dan mamanya masih hidup menemaninya.
Dan ternyata betul,mama yang ia mimpikan masih tersenyum menyambut kedatangan Andika.
"Mama" teriak Andika lalu memeluknya dengan erat.mamanya membalas pelukan itu dengan bahagia.
-
Ciuman saat matahari terbit memberi pesan cinta seorang mama untuk anaknya.
👩👦❤