Aku seorang mahasiswa tahun kedua di negara XX dengan jurusan manajemen. Aku selalu mengisi waktu kosong ku dengan bekerja dan bekerja tanpa henti dan istirahat beberapa jam saja, aku selalu merasa kekurangan uang karena kebutuhan ku sebagai pelajar yang hidup mandiri terbilang sulit.
Aku tidak lahir dikeluarga yang berada,aku lahir disebuah keluarga yang masih bisa dibilang berkecekupan dimana aku tinggal dengan ayah ibu dan seorang kakak. Aku anak terakhir dan juga perempuan membuat ku sangat memiliki banyak keterbatasan sehingga aku perlu bekerja keras untuk meraih segala hal apapun yang aku inginkan.
Hingga suatu hari aku jalan dengan kondisi mabuk dan sangat lelah tanpa sadar aku terbangun diapartemen kecil yang ku sewa dengan keadaan baju sudah terganti dan tertutup selimut. Saat aku
berbalik aku melihat pria tampan dengan umur sekitar 30an dengan posisi duduk dan mata tertutup seperti tertidur.
Ternyata benar,dia tertidur akupun turun dari kasur dan duduk didepannya seperti orang dihukum dan tangan ku refleks menyentuh lututnya. Pria itupun bangun dan mengusap matanya perlahan dan mengatakan
" Kau sudah bangun?"
Dalam hati berkata " Tentu saja,kalau tidak bangun aku tidak akan menyentuh mu " tapi nyatanya aku hanya mengangguk. Kemudian pria itu menjelaskan bahwa aku tidak sadarkan diri dan mabuk dan menarik-menariknya serta mengeluh dengan keras,buktinya bisa terlihat dengan baju basah terkena minuman dan uang berhamburan disekitar ku.
Akupun samar-samar mengingatnya bahwa aku memintanya menjadi Daddy sugar ku! Dan yah, diapun bersedia. Bahkan bodohnya aku yang masih sempat menulis perjanjian bahwa jika dia memberiku 2 milyar saat ini maka aku bersedia melakukan apapun yang dia katakan.
Dan yah, dia memberikan ku kartu dengan pin dan uang tunai yang berhamburan itu. Tapi lucunya dia menginginkan ku hanya berpacaran normal seperti pasangan lainnya. Kami bertukar nomor ponsel agar bisa menyesuaikan diri dengan jadwal, aku dan pria itu pergi ke pusat perbelanjaan itupun dia yang membawa ku.
Dia bertanya apa aku menginginkan sesuatu tapi jawaban ku tidak ada yang membuat pria itu bingung. Entah apa yang harus ku minta aku rasa ini pertama kalinya aku berpacaran jadi aku tak tahu harus apa hingga waktu berjalan,aku memantapkan hati ku untuk mengungkapkan perasaan bahwa dia benar-benar tipe ku. Tapi betapa menyakitkan menemukan celah di hubungan kami yang ternyata serapuh itu.
Aku menemukan cincin pasangan dalam kotak merah dibawah laci televisi rumahnya. Akupun menanyakan status kepemilikan itu tapi ternyata waktu yang aku habiskan bersamanya,ciuman itu bahkan malam yang kami habiskan tidak berarti selain mengharapkan mantannya kembali padanya. Sungguh bodoh aku yang mengira bahwa waktu yang ku habiskan itu setara dengan perasaannya ternyata harga diriku senilai 2 milyar.
Aku menanyakan apakah kau mencintai ku?
Jawaban yang ia lontarkan adalah "Aku tidak tahu"
Akupun mengingatkannya "pikirkanlah baik-baik karena aku menyukai mu". Dan akupun pergi menenangkan diri, aku benci perhatian yang ia tunjukkan saat ia tahu aku menggunakan uang yang ada dalam kartu itu untuk pertama kalinya untuk membeli minuman beralkohol.
Dia mengirimkan ku pesan untuk menjaga diri saat mabuk dan menyarankan ku untuk minum dirumah saja. Dia tahu saat aku marah aku hanya ingin sendiri sedangkan aku tidak tahu apapun tentang dirinya. Tak lama berselang, dia menelpon ku diakhir pekan untuk berkencan dan yah aku menerimanya yang ternyata hari terakhir ku bersamanya.
Aku pulang dengan hati yang patah,saat aku ingin mengembalikan kartu itu tanda putusnya hubungan kami dia menolak. Dan mengikhlaskannya padaku,akupun menelpon kakak ku yang tak lain kakak laki-laki yang bekerja sebagai tentara. Kakak ku itu sangat sayang padaku,saat dia mengetahui hal itu terjadi padaku dia sangat sedih dan ingin mematahkan kaki pria itu tapi kami sama-sama tersadar bahwa dia memiliki uang yang banyak dan bisa mematikan kami yang seperti toge ini.
Aku menghabiskan beberapa hari ku meratapi patah hati ku dengan diam dikamar dan saat keluarpun yang ada tangan kiri ku patah saat jatuh dari tangga. Senior ku adalah seorang perempuan yang cantik dan membantu ku, aku sempat berpikir bagaimana jika aku berkencan dengan seorang wanita bukankah itu hebat?
Tapi dunia berkata lain, ternyata senior ku itu memiliki pacar wanita yang cantik. Kamipun biasa berkumpul dan minum bersama hingga akhirnya akupun menceritakan yang terjadi padaku. Dan lucunya,senior wanita itu membawa ku ke sebuah apartemen yang sama dengan pria itu,dan mengetahui kode yang sama dengan kamar pria itu.
Aku terkejut saat mengetahui bahwa pemilik cincin pasangan itu adalah milik senior wanita cantik itu. Seniorpun marah dan mengatakan..
"Itu sudah masa lalu sampai kapan kau akan hidup sebagai pecundang! Kau pernah mematahkan hatiku kini kau patahkan hatinya dasar pria brengsek tidak memiliki kepercayaan diri dan plin plan.."
Rupanya Senior cantik itu menyukai wanita karena sakit hati terhadap pria yang tidak lain orang yang ku cintai. Senior pergi dengan membanting pintu,aku terpaku dihadapan Ex-daddy sugar ku dan dia akhirnya buka suara dan hanya meminta maaf dan air mata mengalir dan terduduk.
Hati yang awalnya keras kini melembut seraya meraih dan memeluknya kemudian dia membanting cincin itu dan mengatakan
"Maafkan aku Jane, ini semua adalah obsesi ku padanya yang ternyata aku bukan tidak mampu hidup tanpanya tapi aku tidak mampu hidup tanpa mu,aku mencintai mu. Aku baru sadar beberapa waktu ini,aku tidak bisa hidup tanpa senyum dan tawa dan perhatian mu bahkan tanpa pelukan mu dan sesaat aku ingin membuang cincin ini wanita itu datang membawa mu padaku"
Aku menyukai pria ini dan bukan perpisahan yang ku inginkan. Lambat laun kurangkai kasih bersamanya dari awal itu adalah niat ku maka akan kurangkul pria ini dan badan yang dulu berisi dan berotot kini aku sedih dengan badan yang turun drastis itu dan membuat ku sedih hingga memantapkan hati ku menyatakan...
" Kau adalah tipe ku. Kau pria pertama yang romantis padaku,kau adalah pria yang sangat perhatian lebih dari siapapun,kau penyayang dan akan selalu menjadi yang tersayang dan kau sumber uang ku maka dari itu aku mencintai mu. Maafkan kejujuran ku "
Aku terisak menyatakan itu akan tetapi pria itu tertawa seketika mendengar ucapan ku yang begitu murni dan kekanak-kanakan.
" Aku mencintai mu, Jane!"
" Aku juga mencintai mu, Se Yeon "