sinopsis:
"disini biasanya pria payung memberikan payungnya"
hari menjelang sore Alya sedang berjalan menuju rumah, di perjalanan Alya tertimpa rintikan hujan yang cukup deras, Alya mencari tempat berlindung dari rintikan hujan yang cukup deras.
"kenapa harus hujan sih"-Alya-.
Alya mencari tempat berlindung dari rintikan hujan yang cukup deras, namun seorang pria berjalan mendekati Alya dan menutupi kepalanya dengan payung yang dia bawa.
"pakai ini agar kau tidak tertimpa hujan"-pria itu-.
"terimakasih"-Alya-.
pria itu langsung pergi setelah memberikan Alya payung tersebut. Alya Sangat senang karena jarang sekali ada orang yang mau memberikan payungnya pada orang.
"kenapa hari gini ada juga orang yang mau memberikan payungnya"-Alya-.
Alya berdiri sambil memegang payung yang ia pegang , Alya berjalan dari derasnya hujan yang tadi hanya rintik-rintik.
sesampainya Alya dirumah, Alya sedang melamun 'kan pria yang memberikannya payung, betapa senangnya Alya karena sudah lama ia tak pernah sebahagia ini padahal hanya pandangan pertama.
"siapa pria tadi? kenapa aku begitu penasaran padanya, dan kenapa aku melamunkan 'nya?, gak dia bukan siapa-siapa"-Alya-.
keesokan paginya, hujan kembali turun kali ini hujannya deras, Alya lupa membawa payung.
"aduh kenapa pagi-pagi begini udah hujan aja sih, mana aku gak bawa payung"-Alya-.
pria yang semalam memberikan Alya payung kini datang dan memberikan Alya payung lagi.
"ini payung agar kau tidak tertimpa hujan"-pria itu-.
ucapan yang hampir sama yang dikatakan pria itu semalam, setelah memberikan Alya payung pria itu langsung pergi lagi, Alya menahannya agar pria itu tidak pergi.
"tunggu"-Alya-.
"iya? apakah kau memanggilku?"-pria itu-.
"jika saya boleh tau kau ini siapa? yang setia hujan memberiku payung?"-Alya-.
"aku hanya tak ingin melihat orang sakit karena hujan"-pria itu-.
pria itu langsung pergi setelah menjawab pertanyaan Alya , Alya memanggilnya lagi dengan nama buatannya yakni, PRIA PAYUNG.
"tunggu pria payung?"-Alya-.
pria itu berhenti dan Alya mendekati pria itu dan berkata.
"apakah aku boleh memanggil namanya dengan pria payung?"-Alya-.
pria itu menatap Alya dan mencolek hidung Alya .
"tentu saja boleh Alya"-pria itu-.
"kau tau namaku dari mana?"-Alya-.
"apakah itu pertanyaan penting?"-pria itu-.
"mungkin tak penting bagimu, tapi penting bagiku pria payung dan ngomong-ngomong nama kamu siapa?"-Alya-.
"aku tau nama kami dari kartu yang jatuh ini , dan nama ku ada di gagang payung itu Alya"-pria itu-.
setelah membalas ucapan Alya pria itu pergi , Alya melihat nama yang ada di gagang payung yang tertulis [JUNA] .
Alya dengan malu-malu tersenyum karena mengetahui nama pria payung itu dan juga colekan di hidung Alya, Alya pun melanjutkan perjalanan menuju kerjaannya.
sudah hampir seminggu alya kenal dengan Juna yang dia sapa pria payung itu dan juga perasaan Alya pada pria payung itu .
disiang hari hujan kembali turun seperti biasa Alya menunggu pria payungnya itu .
"hujan? aku harap kau membawaku payung lagi pria payung ku"-Alya-.
sudah hampir 15 menit Alya menunggu dan basah-basahan, pria payung atau Juna itu tidak datang juga, Alya kesal karena pria payungnya tidak datang hari ini Alya pun mencari tempat berlindung dari hujan.
"percuma nunggu sampai basah-basahan gini dia gak datang"-Alya-.
tidak lama Juna yang di sapa pria payung itu datang , betapa senangnya Alya yang menunggu lama hanya karena pria payungnya .
"akhirnya kau datang pria payung"-Alya-.
"maaf jika kau menungguku ,oh iya Alya aku ingin memberikan mu ini"-pria payung- .
Alya mengambil pemberian pria payung itu , Alya melihat nya dan seperti sebuah undangan dan benar itu emang undangan.
"aku harap kau datang di pernikahan aku Alya, karena kehadiran mu yang paling aku tunggu"-Alya-.
"kau ingin menikah Jun?"-Alya-.
" iya Alya acaranya besok aku harap kau datang ya"-pria payung-.
Alya mendengar itu tidak percaya pria payungnya nikah dengan orang lain. padahal perasaan alya pada Juna sih pria payung itu sangat amat dalam .
"kau tidak berbohong kan Juna? pria payung yang membantu di saat hujan?"-Alya-.
"Alya minta maaf Al"-pria payung-.
Alya lati dan mencampakkan undangan itu di depan Juna sih pria payung itu dan pergi .
Juna merasa bersalah pada Alya, padahal perasaan Juna sih pria payung itu pada Alya juga dalam namun dia harus menerima perjodohan orang tua nya .
"sorry Alya aku tidak bisa menolak perjodohan itu I apologize profusely"-pria payung-.
Alya berlari dan terjatuh di antara hujan yang masih turun saat itu ,Alya duduk dibawah pohon yang tak jauh dari dirinya jatuh .
"kenapa?, kenapa semua terjadi padaku , kenapa aku menaruh perasaan pada pria yang aku tidak tau dia suka atau tidak , seharusnya aku sadar dari awal jika Juna memberikan ku payung hanya kasihan bukan suka "-Alya-.
keesokan harinya pada hari di mana pria payung atau Juna itu menikah , Alya harus ikhlas atas ini .
" aku harus ikhlas walau aku masih tidak rela jika harus melihat orang yang sangat aku cintai menikah"-Alya-.
Alya dengan kuat berjalan dan bersalaman lada pria payung dan pengantin yang ada di sebelahnya .
"selamat berbahagia ya Jun"-Alya-.
"terimakasih Alya akhirnya kau datang"-pria payung-.
pria payung mengenal 'kan Alya pada istrinya yaitu lyondra wanita pilihan orang tuanya .
"Lyon kenalkan ini wanita manis , cantik yang sangat aku sayang dan cintai tapi sebagai sahabat tidak lebih dia adalah alya "-pria payung- .
"jadi dia hanya menganggap ku sahabat? gak lebih?"-batin Alya-.
"maaf Alya aku berbohong karena aku tak ingin kau tau perasaan aku pada mu "-batin Juna sih pria payung-.
"hai kenalkan aku lyondra istri Juna Mahendra"-lyondra-.
dari semua itu Alya belajar kalau cinta tidak harus di miliki tapi cinta harus kita lepaskan agara orang yang kita cintai bahagia .
kini juna sih pria payung itu hidup bahagia dengan wanita pilihan orang tuanya, sebaliknya juga dengan alya yang sedang mengandung bayi pertamanya dengan pria perjodohan orang tuanya .
walau Alya belum bisa melupakan pria payung yang membantu disaat hujan ..
-THE END- ..
like komen ya ❤️