Aku memejamkan mata saat semilir angin menerpa wajahku. Kini aku sedang berada di sebuah danau, suasana danau yang tenang menghantarkan rasa nyaman tersendiri bagiku
"Aku cariin, taunya kamu disini," ucap seorang pemuda terhadapku
"Pasti kamu lagi ada masalah, makanya kamu kesini." Lanjut si pemuda mencoba membuka topik percakapan
"Ya begitulah, suasana di danau ini sangat tenang. Aku jadi betah berlama-lama disini."
"Kamu tau gak kenapa aku suka banget pergi ke danau ini?" Ucapku bertanya ke si pemuda
"Tidak, memangnya danau ini mempunyai apa sehingga kamu sering kesini?"
"Selain air danau yang begitu jernih, suasana di danau ini sangat sepi, itu yang membuatku sangat menyukai tempat ini."
"Disaat aku sedang marah, kacau, bahkan hancur aku selalu mendatangi danau ini untuk melampiaskan amarah ku, tentunya bukan dengan hal merusak."
"Dengan berteriak di sini saja sudah membuatku kembali tenang."
"Saat papah masih hidup dia bilang kepadaku jika danau ini memiliki kesan tersendiri baginya,"
"Ia mengatakan jika di danau ini menjadi saksi bisu atas perjalanan cinta papah dengan mamah."
"Di mulai dari pernyataan cinta papah yang dilakukan di tempat ini,"
"Berlanjut hingga mereka sudah berpacaran, mereka selalu menyempatkan waktu untuk mengunjungi tempat ini."
"Hingga aku lahir, papah dan mamah masih saja terus mengunjungi tempat ini."
"Ia mengatakan jika danau ini seperti memiliki magnet sehingga mampu membuat mereka selalu merindukan tempat ini."
"Kita sering bermain di danau ini, entah itu hanya untuk melihat keindahannya ataupun sengaja mengunjungi tempat ini untuk melakukan piknik."
"Papah pernah bilang padaku jika kamu harus menjadi seperti air yang mengalir mencerminkan pribadi yang pantang menyerah dan berpendirian. Seperti air yang terus mengalir meski banyak rintangan yang menahan alirannya, ia akan terus mencari jalan keluar, sekecil apa pun."
"Kemudian mamah menambahkan pendapat papah jika ada dua hal yang tidak dapat diulang. Kesempatan dan waktu. Sama seperti air yang mengalir, kita tidak akan pernah menyentuh air yang sama."
"Apa yang orangtua mu katakan itu benar, biarkan jalan hidup kita mengalir seperti air, ikuti terus kemana arus membawamu. tetap tenangkan jiwa mu agar berguna untuk orang lain."
"Jadi tempat ini sangat berarti yah bagimu?"
"Ya begitulah"
Tiba-tiba si pemuda berjongkok di hadapan si gadis dan langsung mengeluarkan sebuah cincin yang ia ambil dari saku celananya
"Alethea will you be my lover?"
"Kita akan membuat kisah kita dengan akhir yang bahagia, apakah kamu mau Al..?"
"Yes, I want to be your girlfriend"
"Di danau ini, tepatnya tanggal 14 Februari 2020, kita resmi memulai status kita yang baru sebagai pasangan kekasih."
"Cuaca sudah mulai dingin, sebaiknya kita kembali ke rumah sekarang," tambah si pemuda
"Baiklah kalau begitu, sebagai pacar yang baik kamu harus mengantarku pulang" Ucap si gadis
"Kuanggap itu sebagai permintaan pertama setelah beberapa menit kita jadian."
Sepasang kekasih itu saling tertawa bahagia, hingga keduanya tiba di mobil pun masih saling melempar senyuman satu sama lain
"Kamu tahu tidak jika aku sudah sangat lama menantikan momen ini?" Ucap si pemuda kepada kekasihnya ketika mereka sudah berada di dalam mobil
"Aku menunggu waktu yang tepat untuk mengungkapkan perasaan ku terhadapmu."
"Sejak kapan kamu menyukai ku?"
"Sejak pertama kali kita bertemu, sejak itu pula juga aku sudah menanamkan benih cintaku padamu Al,"
"Aku ingin melindungi mu, membahagiakan mu, menyayangimu di setiap hembusan nafasku."
"Aku kira kamu menganggap ku adik mu, ternyata tidak yah(˘・_・˘)"
"Apa kamu tidak senang? Apa kamu mau menjadi adikku saja daripada menjadi pacarku?"
"Bukan, bukan begitu sayang. Hanya saja aku merasa perlakuan mu lebih mirip seperti kakak yang selalu menyayangi adik nya ketimbang memperlihatkan sebuah kasih sayang layaknya sepasang kekasih."
"Aku tidak mau saja jika kamu tidak nyaman terhadap perlakuan ku yang bagai sepasang kekasih, aku ingin kamu menjadi nyaman terlebih dahulu setelah kamu nyaman aku bisa memilih waktu yang tepat untuk menyatakan perasaanku"
"Thank you William,"
"For what?"
"For everything."
"Terimakasih karena sejak awal kita bertemu kamu sudah menyayangiku layaknya seorang kakak,"
"Aku beruntung karena telah bertemu denganmu."
"Aku juga beruntung banget, karena sudah dipertemukan dengan seorang gadis yang dapat membuatku tenang berada di sisinya, rasa itu mengingatkan ku kepada mendiang mamah."
Tak terasa 1 tahun telah berlalu, sekarang tepatnya tanggal 14 Februari 2021 William dan Alethea tengah berdiri di depan altar dengan senyuman yang senantiasa mereka perlihatkan.
Mereka memutuskan untuk menikah tepat tanggal 14 Februari yang mana itu adalah tanggal jadian mereka sebagai pasangan kekasih. Kata William tanggalnya cantik, jadi gak boleh disia-siain
"William Dexter, apa anda bersedia menerima Alethea Rapheala sebagai istri anda dalam susah maupun senang hingga mau memisahkan." Ucap sang pendeta
"Aku menerima Alethea Rapheala sebagai istriku dan aku berjanji untuk mengasihi serta melayaninya baik pada waktu suka maupun duka. Aku tidak akan meninggalkannya seumur hidupku sampai maut memisahkan kita."
"Aku menerima William Dexter sebagai suamiku dan berjanji untuk mengasihi serta melayaninya baik pada waktu suka maupun duka. Aku tidak akan meninggalkannya seumur hidupku sampai maut memisahkan kita."
Setelah mengatakan itu sang pendeta menyatakan jika mereka berdua sudah resmi sebagai sepasang suami istri. William memasangkan cincin berlisn di jari manis Alethea dan begitu pun sebaliknya.
Waktu berlalu begitu cepat hingga kini, William dan istrinya telah merasakan kebahagiaan yang tiada tara karena mereka telah dikaruniai seorang anak berjenis kelamin laki-laki.
Tidak hanya itu, mereka sungguh mengucapkan beribu terimakasih kepada sang pencipta karena telah mentakdirkan mereka bersama di tanggal yang cantik, begitupun dengan sang anak. Ia lahir pada tanggal 14 Februari 2022 pada jam 14.02.
"Tanggal lahirnya cantik banget ya," ucap wanita yang telah menyandang status sebagai ibu
"Tanggalnya sama seperti ketika kita berpacaran dan menikah."
"Kamu benar, mulai hari ini bagaimana jika kita menjuluki baby boy kita dengan sebutan valentine's boy?"
"Panggilan yang bagus."
"Ah aku sampai melupakan sesuatu, aku punya hadiah spesial untuk kamu karena kamu telah berjuang melahirkan buah hati kita. Tutup matanya ya"
William mulai menutup mata sang istri, ia mengambil sebuah hadiah yang sudah ia persiapkan jauh-jauh hari.
"Happy valentine and happy anniversary honey."
"Apa kamu menyukainya?"
"K-kalung ini? Darimana kamu mendapatkannya?"
"Aku bikin sendiri loh, walaupun bentuknya tidak begitu mirip seperti kalung punyamu yang dulu. Tetapi ku harap dengan kalung ini bisa mengobati rasa rindu terhadap keluargamu."
"Dan bunga ini? Bagaimana kamu tahu bunga kesukaan ku wil?"
"Tentu saja aku tahu, sebagai suami yang baik aku harus tahu apa saja kesukaan istri kecilku ini."
"Tapi darimana kamu mendapatkannya? Bukankah bunga ini hanya tumbuh setiap 10 tahun sekali?"
"Itu dia, aku harus menunggu selama 10 tahun agar aku bisa memberi mu bunga yang spesial ini."
"Aku sangat amat menyukainya, terimakasih karena telah memberiku hadiah seperti ini."
"Aku sangat bahagia hari ini, selain aku sudah menjadi seorang ibu, hadiah mu ini sangat-sangat berarti untukku."
"Hari Valentine ini akan sangat berarti untukku, aku harap semoga valentine berikutnya kita bisa merayakannya secara bersama-sama seperti ini."
"Happy valentine's day and happy anniversary to my husband, I really love you forever."
-Tamat-