Setiap sabtu malam selalu dijadikan kesempatan para remaja untuk berkencan, nongkrong, shopping, bahkan nonton bioskop. Termasuk mila, nita dan sahabatnya.
" Eh kita nonton yuk ! " Seru intan yang tak lain kakak sepupu mila. " Tenang pacar gue mau bayarin nih. " Tambahnya lagi
" Wah asyik nih, ya udah ayo. " Jawab lia sahabat nita dan mila.
Dengan wajah ragu mila menjawab " Serius nih ? Taku ah, nanti minta macem macem. "
Mereka semua tertawa mendengar ucapan mila tadi.
" Tenang adik kecil kan kita banyakan masa iya dia berani. " Jawab nita
Setelah semua setuju mereka pergi ke tempat bioskop itu. Dan disana sudah ada pria yang menunggu. Mereka semua langsung masuk ke gedung 1 karena film nya sudah mau di mulai. Hingga hampir 1 setengah jam mereka di dalam menonton akhirnya selesai juga filmnya.
"Gila, kenapa lo pilih film hantu si ? Takut nih. " Seru Mila dengan wajah ketakutan.
"Iya kan tadi kalian bilang mau film hantu. " Jawab adit pacar nita " lagian kalo nonton romansa kasian kalian lah para jomblo haha. " Ledek nya lagi
"Haha iya yang bener." Jawab nita
" Ya udah ayo balik ah ! dah malem nih. " Ajak lia
Mereka pun pulang masing-masing. Sesampai nya dirumah mila langsung masuk kamar dan tertidur pulas.
Keesokan harinya saat dia terbangun dan melihat ponsel. Betapa kagetnya dia melihat sebuah pesan dari pria yang tak lain pacar kakak sepupunya.
" Hah, apaan nih maksudnya si adit kenapa chat gue kayak gini. " Mila yang kebingungan tak menyangka pacar sepupunya mengirim pesan.
" Maksud lo apaan dit ngomong gini ke gue? " balas mila dichat itu
Dengan cepat adit membalasnya " Ya sorry mil, gue emang ga seharusnya si chat lo begitu. "
Mila yang tak mau membalas chat adit akhirnya mengabaikan pesan itu. Dia pergi mandi dan bersiap sekolah. Karena mila masih kelas 2 sma.
" Mil lo balik sendiri? " Tanya seorang temannya
" Iya yul. " Jawabnya
" Gue duluan ya mil, udah dijemput nih ama bebep haha. " Yuli meledek mila sambil sambil lari kecil ke arah gerbang
" Sialan lo pamer terus. " Jawabnya cemberut
Saat digerbang sekolah dia melihat adit sedang duduk dimotor seperti sedang menunggu orang.
Mila ragu untuk menyapa dan berbalik badan pura pura tak melihat. Namun adit akhirnya menghampiri mila.
" Hai mil, akhirnya keluar juga. " Sapa adit sambil menepuk bahu mila
Mila kaget dan berbalik. " Eh adit lo ngapain disini? "
" Ya nungguin kamu lah. " Jawab adit tersenyum
" Ngapain lo nungguin gue? jemput tuh ka nita bukan gue. " Sambil memalingkan wajah dan berjalan ke arah angkutan.
" Mil tunggu, gue mau ngomong sama lo please. " Adit menarik lengan mila dan mengajaknya ke motor dia.
Mila diam tak menjawab begitu lama namun ankhirnya mengiyakan ajakan adit. Mereka pergi ke sebuah taman kota dan berbicara serius.
" Dit lo gila apa? " seru mila kesal " Lo putusin ka nita gara gara gue? " Mila Mengerutkan alis sambil menunjuk nunjuk adit.
" Iya gue emang udah lama pengen putusin dia. " Jawabnya adit
" Tapi dit "
" Nita bukan wanita baik dia manfaatin gue doang gue tau itu gue bisa rasain. " Adit memotong omongan nita sambil tangannya meraih tangan nita.
" Terus lo harus libatin gue dalam masalah ini? " Mila pergi meninggalkan adit lalu pulang
Setelah seharian kejadian membuat mila tak tenang. Dia takut jika nita akan menyalahkan nya atas kejadian ini. Tapi bagaimana pun mila harus menjelaskan semua ke nita.
" Hai ka lagi apa? " Mila mengirimkan pesan ke nita
Lama tak ada balasan akhirnya nita pun membalas " lagi tiduran aja kenapa?"
Dari kata katanya mila tau kalo nita sedang kesal
" Ka gue mau minta maaf sama lo. " Jawab mila
" Kenapa lo minta maaf? Apa adit udah terus terang sama lo? " Balas nita
" Iya tapi gue beneran gatau apa apa ka sumpah. " Jelas mila
" Okey gue percaya tapi gue mau minta bantuan lo. " Balas nita
Mila bingung bantuan apa yang diinginkan nita
" Ya udah gue mau bantu lo. " Dengan terpaksa mengiyakan permintaan nita
Setelah semalaman mila berfikir tentang permintaan nita dia memang harus melakukan balas dendam sama adit. Setiap hari akhirnya mila selalu chattingan denga adit demi permintaan nita.
" Mil, malam minggu nanti kita jalan yu! " Ajak adit melalui pesan
" Boleh dit kita ketemu aja langsung ga usah lo jemput gue. " Jawab mila mengiyakan ajakan adit
" Ya udah terserah lo mil. Yang penting gue bisa jalan sama lo berdua. " Jelas adit dengan emoji terpana
Akhirnya malam minggu tiba mila dan adit pun bertemu di sebuah mall. Adit yang mengenakan kaos polos putih dipadu dengan jaket dan celana jeans. Rambutnya tertata rapih mirip artis film membuat mila terpana.
" Adit sorry aku telat. " Sapa mila dengan pipi kemerahan
" Iya gapapa mil. " Sambil tersenyum mengelus rambut mila
Mila menjadi gugup dia heran kenapa hatinya berdegub saat adit mengelusnya. Mila tak sadar dilubuk hatinya dia sudah jatuh cinta pada adit. Sebelum jalan adit ngajak mila makan ayam penyet kesukaannya.
" Kamu kenapa liatin aku kaya gitu? " Tanya adit pada mila yang sedari tadi memandangi adit
" Eh ngga kok, tadi aku cuma... " Mila kaget ternyata adit menyadarinya
Dengan senyum manis adit sambil memegang tangan mila " kamu udah jatuh cinta kan sama aku? "
" Apaan si dit. " Jawab mila tersipu malu
Mereka menghabiskan makanan lalu lanjut pergi berkeliling mall.
" Dit yuk pulang. " Ajak mila mulai bosan
" Masa pulang baru sebentar kita jalan. " Jawab adit
" Aku cape males. " Mila sambil berjalan ke arah tempat duduk
Adit pun mengikutinya sambil berkata " ya udah kalo kamu maunya gitu. "
Akhirnya setelah itu mereka pun pulang. Adit mengantarkan mila sampai depan rumah namun mila tak mengijinkan adit untuk mampir karena dia takut ibunya bertanya tanya. Aditpun langsung pulang.
Ibu mila yang sedari tadi menunggu mila di ruang tamu " Mila, kamu dari mana? " Tanya ibunya
Mila pun menjawab " ah ibu bikin kaget aja, aku habis jalan sama temen. "
" Kamu jalan sama adit? " Tanya ibunya lagi
Mila kaget kenapa ibunya bisa tahu padahal dia tidak bilang pergi sama adit.
" Bu kamu tau dari mana? " Tanya mila
" Tante kamu tadi kasih tau ibu. " Jawab ibu nya sambil menarik tangan mila untuk duduk
Mila pun akhirnya menjelaskan semua kepada ibunya. " Bu, ka nita yang nyuruh aku sendiri untuk melakukan ini. "
" Tapi mil.." ibunya belum selesai bicara namun dipotong oleh mila
" Bu awalnya aku juga ga ada perasaan sama si adit, tapi setelah kenal lebih jauh aku nyaman sama dia. " Jelas mila
" Kamu seharusnya menilak permintaan nita mil. " Ibunya berkata sambil memeluk mila
" Apa aku yang harus disalahkan? " Tanya mila sambil menghapus air matanya
" Sudah kamu harus kuat jalani ini semua. " Jelas ibunya yang menguatkan mila
Hari demi hari dia semakin jauh dengan nita. Dia tak percaya nita sendiri yang menyuruhnya namun malah memfitnah mila. Tapi sebaliknya mila dan adit semakin dekat. Adit selalu ada untuk mila.
Setiap pagi adit selalu menyempatkan mengantar mila ke sekolah. Adit yang beda usia 5 tahun dari nita begittu dewasa. Mereka menjalani hubungan dengan banyak masalah.
" Hai sayang, maaf ya aku gak bisa nganterin kamu. " Begitulah pesan yang dikirim adit ke mila
" Oke gapapa yang. " Balas mila dengan cepat
" Kamu hati-hati." Pesan terakhir adit dipagi hari
Sepulang sekolah dirumah mila ada tantenya yang tak lain ibu nita. Entah ada keperluan apa tantenya datang ke rumah. Setelah tantenya pulang ibu mila bertanya.
" Mil, kamu pacaran sama si adit? "
Mila kaget karena diam-diam dia backdstreet dari ibunya. " Nggak kok bu, kata siapa? " Mila bertanya balik
" Tadi tante kamu bilang begitu. " Jelas ibunya
" Bu lagian bukan urusan mereka lagi. " Bantah mila
" Ya udah ibu cuma bisa bilang jaga diri. " Sembari beranjak pergi meninggalkan mila di kamarnya.
Milapun memberi tahu adit masalah ini " Dit, ibunya nita udah ngasih tau ke ibu aku kita pacaran. "
" Ya udah biarin aja, nanti aku main kerumah biar ibu kamu percaya sama kita. " Jelas adit
Meskipun keadaan ini membuat kesalahpahaman keluarga. Tapi mila berusaha tetap menghormati keluarga nita. Dia slalu sempatkan berkunjung ke rumah nita.
" Ka, gue minta maaf jadi gini akhirnya. " Ucap mila ke nita sambil menundukan kepala
" Santai aja, gue udah lupain semua. " Jawab nita dingin
" Gue gamau persaudaraan kita rusak. " Mila berusaha menahan air matanya jatuh
" Lo tenang aja kita lupain masalah itu, hak lo mau bagaimana sama dia udah bukan urusan gue. " Jelas nita sambil memegang pundak mila
Milapun sedikit lega karena nita sudah memaafkan masalah ini. " Thanks ka lo baik banget. "
" Iya sama-sama. " Sembari tersenyum ke arah mila
Setiap hari mila dan adit semakin dekat. Seperti remaja pada umumnya mila begitu cinta sama si adit serasa dunia miliknya. Saat malam tahun baru mila dan adit pergi menonton bisokop.
" Kenapa ga nonton kembang api aja si. " Gerutu mila
" Sayang kita nonton film dulu baru kembang api ya. " Jawab adit sambil mengelus pipinya mila
Dengan polosnya mila nurut perkataan Adit. Saat film di mulai ruangan tidak begitu ramai. Hingga adit berani mencium bibir mila dengan spontan.
" Adit kamu apaan si, gila ya. " Mila yang terkaget kaget melepaskan ciuman adit
" Sayang kita kan udah lama pacaran. " Adit Merayu mila " gapapa dong aku cuma cium aja ko. " Sambil tersenyum
Mila terpesona dengan senyuman adit dia luluh begitu saja. " Ya udh lain kali aku gamau. "
Setelah film selesai mereka pergi melihat pesta kembang api. Ramai sekali orang dari anak kecil hingga dewasa.
" Duduk disana yu yang. " Ajak mila sambil menunjuk sebuah tempat
" Ya udah kamu duluan, aku Ke mininarket dulu. " Jawab adit belum jauh melangkah adit bertanya ke mila " kamu mau nitip apa? "
" Aku mau minum aja sama snack biasa. " Jawab mila tersenyum
Diantara mereka memang tidak ada rahasia selalu terbuka. Namum tidak kali ini. Sebuah pesan masuk di hp adit yang kebetulan mila sedang meminjamnya.
"Hai dit aku lagi barbeqiuan nih sama temen temen. Kalo kamu ga sibuk kesini ya. " Begitulah isi pesan dari ponsel adit
Mira pun bingung ini kontak cewe terus ngapain ngirim pesan gitu ke adit. " Siapa si nih cewe. "
" Eh sayang sini biar aku aja yang bales. " Tiba tiba adit datang merebut hp nya
" Kamu ngagetin aja sih. " Mila kaget melihat kelakuan si adit
Pesta kembang api pun selesai. Sesampai nya di rumah mila masih kepikiran pesan itu. " Kira kira cewe itu siapa sih? Adit bilang cuma temen. " Gerutu nya
Ditempat lain ternyata adit pergi ke tempat wanita yang tafi mengirimnya pesan. Dia adalah teman kerjanya.
" Hai jen, sorry baru dateng." Sapa adit ke jeni
" Iya gapapa, sibuk ya ama pacar. " Ledek jeni sambil memberinya minum
Sambil meneguk minuman jeni adit menggelengkan kepala " ngga tadi baru bangun tidur, biasalah habis lembur capek. "
Ternyata adit berbohong dia tidak mengaku mempunyai seorang kekasih. Hampir setiap saat dia chattingan dengan banyak wanita.
" Kamu tuh chattingan sama siapa sih dit?. " Tanya mila kesal
Dengan santainya adit menjawab " cuma temen doang. "
"Masa temen hampir tiap waktu chattingan. " sambil memandang dalam mata adit
" Ya udah nanti ga chattingan lagi. " Jawab adit dingin
Mila merasa adit telah berbohong. Dia yakin Adit mungkin telah mendua dibelakangnya.
"Yul, gue ngerasa adit udah selingkuh deh." Keluh mila ke yuli
" Lo tau dari mana? Mungkin lo cuma salah paham aja. " Jawab mila sambil bermain ponselnya
Mila masih yakin adit telah berselingkuh. Dia selalu overthinking kepada adit. Hingga membuat hubungannya dengan adit renggang.
" Adit kamu marah sama aku? " Mila mencoba mengirimkan pesan kepada adit
" Ngga " jawab ya dingin
Mila tau adit pasti lagi marah " sayang maaf deh akhir akhir ini aku curigaan mulu"
" Iya gapapa " adit tetap membalas dingin
" Please maafin yah, aku mau lakauin apa aja deh biar kamu maafin aku. " Bujuk mila
" Oke, nanti kita ketemuan. Aku bakal minta kamu lakuin sesuatu. " Jawab adit
BAB III
Keesokannya mila dan adit pun bertemu ditempat biasa. Adit dengan mengenakan pakaian kaos dipadu jaket celana jeans terlihat memukau. Penampilan mila pun berubah Tampak terlihat dewasa.
" Hai dit, " sapa mila
" Hai sayang" jawab adit tersenyum
" Maaf ya akhir akhir ini aku bikin kamu kesel. " Sambil memegang tangan adit
" Mil, kita putus aja ya. Lagian pacaran kita terlalu menimbulkan permasalahan. " Jawab adit tiba tiba membuat hati mila kaget
" Kok gitu? Kan masalah sama ka nita udah selesai. " Mila berusaha menahan air matanya agar tak jatuh
" Aku tau kamu masih dijutekin sama mereka, kamu sering diomongin sama keluarga nita. " Adit menjelaskan yang terjadi " Aku gamau persaudaraan kalian hancur. " Sambil menghapus air mata mila yang terjatuh
Mila diam tidak bisa berkata kata dia hanya menangis. Dia tak percaya adit melakukan ini semua. Disaat dia berjuang mati matian dihadapan keluarga. Seketika itu pula dihancurkan Oleh orang tersayang.
" Ya udah gapapa, mungkin itu terbaik. " Mila pergi meninggalkan adit
Mila menangis tersedu sedu di pelukan yuli. Dia hanya percaya jika semua curhatan nya didengarkan yuli.
" Mil, sudah masih banyak laki laki. " Yuli berusaha menenangkan
" Tapi ga gitu yul, tiba tiba dia pengen putus" jawab mila sambil menghapus air mata
" Ya berarti jelas, dia bukan yang terbaik buat lo. " jelas yuli
" Gue masih ngarepin dia yul. " Mila masih tetap ingin hubungannya tetap baik
Dengan nada kesal yuli menjawab " mil, lo tuh harus punya harga diri. Dia ga baik buat lo. Dia ga peduli usaha apa yang lo lakuin. "
Mila pun terdiam mendengar semua perkataan yuli. Semua usaha yang mila lakukan agar mereka bersatu sia sia. Adit malah memilih meninggalkannya.