Pesta akad nikah di adakan pagi hari dan semuanya berjalan dengan lancar, Marcell, papa dan wali yang di beli juga petugas KUA duduk bersama di Gasebo. Semua tamu pada duduk di karpet di sekitar Gasebo . Marcell mengucap kan ijab qobul di gazebo dengan lancar.
"Sah...sah..." teriakan nyaring terdengar riuh di halaman belakang. Reina di jemput dari kamar Marcell turun ke bawah oleh Intan dan kakak perempuan Marcell.
Mereka berkumpul di halaman ... menyaksikan Marcell menyematkan cincin dan juga Reina. Reina diberikan kecupan di kening nya. Setelah itu Marcell membuka cadarnya.
"Dengan ijinku hari ini kau ku perlihatkan pada semua kerabat dan sahabat ku juga sahabat mu sayang", bisikknya.
" Besoknya aku minta kau tetap memakai cadar dan hijab nya.' lanjutnya dengan lantangnya.
Semua tergelak.
"Alah muka biasa saja kenapa juga kau tutupin terusan Marcell', Celetuk Aprilio.
Reina mengangguk dan malu menempel dada sang suaminya.
" Sudah siap kaliyan? Jangan iri ya ? Dia cinta pertamaku di bangku sekolah tingkat pertama. " serunya.
Maka diputar nya tubuh mungil sang istri.
"Subhanallah maha kuasa Allah , cantiknya. Pantesan Marcell ngebet langsung nikahin kamu", celetuk teguh khas Tegal nya gak ketinggalan.
semua tergelak.
"Brengsek Lo bro...tau bening gini gue Embat duluan", keluh Durant. Tambah ramailah tawa candaan.
"Selamat.... kau hebat.!!" ,seru sang kakak ipar mengangkat wine ke arah nya. Sedangkan Marcell hanya tersenyum.
"Serius Lo temen SMP dengan Marcell? " tanya Kevin ketika semua duduk barengan di karpet.
Reina tersenyum malu-malu melihat sang suami.
"Iya ... Marcell yang Gendong aku waktu aku hampir pingsan..dia juga menunggu ku ,dan memberikan makan. Padahal kita tidak pernah bertemu sebelumnya." jawab Reina.
"Tapi aku sudah mengenalimu saat pengumuman kenaikan juga nama kita beriringan kau selalu di peringkat ke lima. Dan kita selalu naik podium setiap kali kepala sekolah mengumumkannya, Aku melihatmu di tikungan jalan pas arah ke sekolah..kau memberi makan kucing liar dengan lauk mu. Dan kau duduk makan nasi putih saja. Dan kau masih saja ceria dan tersenyum. Kau cantik saat tersenyum", potong Marcell.
Reina terbelalak melihat ekspresi wajah sang suami.
"Kau melihatku waktu itu?" tanyanya gugub.
Dan di jawabnya dengan anggukan.
"Dari cerita kaliyan ini seperti cinta pada pandangan pertama."Kevin menimpali. Yang lainnya tergelak.
"Kenapa kau memutuskannya untuk memakai cadar Reina. Secara kau cantik', tanya intan dengan bingung.
"Itu karena insiden di gudang. Aku takut ada orang memusuhiku lagi . Aku juga masih trauma, makanya aku ingin mencari teman baru." jawab Reina sendu, pundaknya dielus Marcell lembut.
"Dan kamu bro, bagaimana kau mengenalinya?", tanya Aprilio penasaran.
Lama Marcell menatap Reina dengan tersenyum.
"Tatapan matanya yang ku ingat. Aku masih ingat. Di tambah insiden malam hari saat itu..." jawabnya sambil memandang Reina.
"Insiden malam?", gumam Durant
"Kapan?", tanya Teguh.
"Waktu kita kumpul di club' ? Ingat, aku telat karena jemput viona...nyatanya di apartemen dia asyik mantap mantap sama orang, bikin ilfil ku ...ya daripada datang sendirian aku iseng,gabut...jalan aja sana sini...terus.... ketemu dia lagi dibegal..." jelasnya.
" Emang jodoh mau lari kemana juga ....ya, pada akhirnya ketemu juga", seloroh intan.
Mereka berbincang-bincang hingga petang dan akhirnya berpamitan pulang ke rumah masing-masing.
Sehabis membersihkan diri Reina menyisir rambutnya yang panjang, sedangkan dari tadi Marcell menatapnya duduk di ranjangnya.
"Ada yang salah?" , tanyanya.
"Kamu tidak gerah rambutmu terlalu panjang ?", tanyanya.
" Kamu suka rambu panjang?", tanyanya
"Kemarilah" pintanya.
Reina berjalan mendekat saat sudah dekat Marcell menariknya dan dengan sigab dia langsung memutar tubuh Reina hingga jatuh terlentang di ranjangnya." Aku suka, semuanya aku suka ..." katanya lembut.
"Assalamualaikum apakah aku Boleh meminta hak ku sayang?", pintanya.
"Walaikum salam...tentu kau suami ku yang halal'" jawab nya. dengan menyembunyikan wajahnya ke lengannya yang kekar.
Setelah melafalkannya doa Marcell memulai ritual hubungan suami istri.
Keesokannya nya mereka kulih bareng. Reina sebenarnya ingin naik motor sendiri, tapi Marcell menolak. Dan ia meminta sang istri untuk berhenti menjadi asdos. Dan juga kerja sambilan yang lain. Ia ingin sang istri konsentrasi hanya pad kuliah dan program kehamilan.
Ternyata selain posesif akut Marcell juga otoriter. Satu Minggu setelah pernikahan mereka pindah ke rumah yang dibeli Marcell, Marcell memang mempunyai bisnisnya sendiri, akan tetapi dia juga bekerja di perusahaan papanya juga. Makanya dia mampu memberikan kenyamanan bagi Reina.
Mobil SUV milik Marcell terparkir di halaman kampus Reina menoleh kanan kiri melihat sekitar nya.
"Ini masih sepi..tenang aja, umi. semuanya aman dan terkendali." seloroh Marcell menggoda sang istri.
"Emang bencana alam, aman terkendali....sudah ah, Abi pamit assalamualaikum ," dia pun pamit tak lupa pula salam takzim.
Dia bergegas turun dari mobil mewah itu dan berlalu. Takut kepergok orang. Suasana memang sepi.. karena sengaja berangkat pagi.
Baru beberapa langkahnya di koridor kampus.
"Bruukk!!"
"punya mata? lihat kopi ku jatuh. Segera ganti, sekarang!" ,titah wanita berpakaian minidress berwarna merah.
"Maaf, tadi saya terlalu..." belum selesai Reina bicara dipotongnya.
"Haloo...aku hanya minta Lo ganti kopi ku..gih sana cepetan ke Starbucks. Sekarang!!!", titahnya.
"Udah deh ga usah Ngadi Ngadi...ini ambillah uangnya. Karena bentar lagi kuliah di mulai.OK?", intan langsung menengahinya.
"Kamu ga usah ikut campur ya.." sarkas yang baju pastel teman siswa yang bebaju mini dress merah.
" Mau bubar apa aku siram air?", Marcell berdiri menatapnya dingin. "Pagi pagi sudah ngajakin ribut", sarkasnya.
Keduanya langsung menciut nyalinya dan menjauhi Reina dan intan.
"Makasih suamiku", Reina mengucapkan terima kasih dengan lirih. Marcell berjalan melewatinya tanpa permisi dia mencuri ciuman sang istri di keningnya." Kissing morning", katanya sambil lalu. Intan tersipu malu, ya Allah ternoda mata ini melihat keuwuan suami istri dan Reina mendelik tajam ke arah suaminya.
Kedua gadis yang di usir Marcell adalah teman sekelas Marcell. Mereka masih kesal karena lagi dan lagi Marcell membela dia lagi .
Kuliah berjalan lancar. Intan, teguh,dan Reina mendiskusikan tentang materi tadi. Intan masih belum paham selain itu mereka juga mengerjakan tugas mingguan dari dosen.
Di kantin Marcell duduk dengan gusar, sang istri belum menjawab SMS nya ,dan juga gak muncul muncul juga di kantin.
Sementara Aprilio ,Durant dan Kevin pada saling melirik tersenyum. Mereka asyik makan makanannya sendiri.