Berdebar... Rasanya sungguh berdebar. Valentine, hari ini adalah hari valentine, hari kasih sayang, hari cinta dan... Hari pasangan.
Setiap hari valentine, aku diundang ke sebuah bazar, bazar kumpulan para cosplayer...
Valentine dua tahun yang lalu, aku pertama kali melihat 'dia' di bazar itu. 'Dia' yang diam-diamku suka mulai saat itu, yang membuatku berdebar juga.
Aku tak tahu namanya siapa, aku tak tahu dia berasal dari klub yang mana, tetapi yang aku tahu, dia pasti anggota baru, karena aku tak pernah melihat dia tiga atau empat tahun sebelumnya.
"Hufffh... Kira-kira 'dia' ada tidak ya disana?" Tanyaku dalam hati.
Tema cosplay kali ini adalah Malaikat dan Iblis. Kaum cosplayer wanita memakai kostum Malaikat dan pria, ya tentu saja kostum Iblis.
"Jika aku bertemu dengannya lagi, aku akan menembak dia!" Janjiku pada diriku sendiri yang aku tak tahu apakah aku berani atau tidak...
Singkat cerita, aku sudah sampai di lapangan tempat bazar akan diselenggarakan. Aku melihat banyak orang disana, dan... Dan mereka membuatku iri!!
"Kenapa tahun ini lebih banyak cosplayer yang berpasangan dibandingkan tahun lalu??!!" Tanyaku kesal dalam hati.
Aku pun berjalan menuju teman-teman satu klub-ku. Disana ada Dion yang menggandeng seorang wanita dan Chelsea yang...
"Hei, Vanny!! Lihat, aku sudah menikah!" Teriak Chelsea sambil memperlihatkan jari manisnya padaku.
"WHAT?!!" Aku tak percaya, ternyata pria yang dibawa Chelsea adalah SUAMINYA!
"Hei, Chelsea... Kau tak bercanda, kan?" Tanyaku yang masih tak percaya.
"Yeah, Vanny. Ini nyata, aku sudah menikah! Perkenalkan, ini Michael suamiku." Katanya padaku.
"Ah, si*lan!! Aku single sendiri disini! Anak-anakku ternyata sudah besar!" Ucapku dengan dramatis.
"Ngomong-ngomong... Kenapa kau tidak memberikan undangan padaku???" Tanyaku menyelidik.
"Kau tidak menganggap-ku, ya?" Lanjutku.
"B-bukan begitu, Van... Aku dan Michael memang sudah berencana untuk membuat acara kecil-kecilan. Hanya keluarga yang kami undang... Maaf."
"Hahh... Baiklah-baiklah. Selamat atas pernikahan mu! Dan kau, Dion?" Tanyaku yang kini beralih pada Dion.
"Pacarnya sudah hamil!" Bisik Chelsea padaku, tetapi masih bisa didengar oleh orang lain.
Aku memasang muka shock-ku.
"Oh, Tuhan... Baru setahun tidak bertemu mereka sudah punya cerita sendiri..." Gumamku pelan tidak percaya.
Mereka menatap ku dengan wajah tak bersalah, "Maaf, hehehe..."
"Haish, sudahlah! Aku ingin pergi mencari seseorang." Ucapku sambil bergegas berjalan ke arah lain.
"Mencari siapa?" Tanya Dion.
"Mencari Iblis-ku!" Jawabku.
Yaaa tentu saja, 'Iblis-ku'! Aku sudah menandai dia sebagai kepunyaan-ku, ya itupun kalau dia belum punya pacar hehe...
Aku sudah berkeliling kesana kemari mencari sang Iblis, tetapi yang dicari belum juga menampakkan dirinya, "Where are you, Mr. Devil?" gumamku.
Tanpa aku sadari, ada sebuah anak tangga didepan ku.
"AUHH!!" Teriak-ku.
Dengan cepat, aku memegang pegangan tangga yang ada disebelah kiri.
"Tumben sekali pegangan tangga ini tidak licin?? Apa memang seperti ini?" Pikirku dalam hati.
Namun tiba-tiba ada seseorang yang berdehem di samping kiri-ku, "Ekhem!"
Refleks aku mendongak ke asal suara itu.
"Mr. Devil?" Kataku spontan.
"Maaf?"
"Mr. Devil." Kataku sekali lagi. Aku sungguh senang!! Benar-benar senang!!
"Sorry?? Em... Tangan?"
"Ah, maaf." Ahhh si*l! Aku malu sekali!!
"Em... Ya, sebenarnya bukan apa-apa. Oh ya, namaku bukan 'Mr. Devil', jadi tolong jangan panggil dengan sebutan 'Mr. Devil'." Katanya sambil tersenyum padaku.
Gila!!! Senyumnya sungguh menawan!! Tampan!!
"Maaf... Bagaimana kalau kita duduk dulu? Em, aku akan mentraktirmu makan." Ucap-ku dengan ekspresi sedikit bersalah.
"Em... Baiklah, ide yang bagus." Katanya.
Apa?!! Semudah ini?!! Apakah ini hari keberuntunganku??
***
Singkatnya, kami duduk disebuah Cafe terdekat dari lokasi bazar.
"Perkenalkan, namaku Vanny." Ucap-ku.
"Nama ku Vanno, nice to meet you." Jawabnya.
"Vanno... Nama yang bagus!" Gumam ku.
"Sepertinya bagus juga jika sampul undangan pernikahan kita terdapat huruf VV.." Lanjut-ku dalam hati.
"Oh ya, sepertinya aku pernah melihat mu tahun lalu." Katanya.
"Aku juga pernah melihat mu." Jawabku sambil mengedipkan satu mata.
"Oh, yeah?" Tanyanya tak percaya.
Aku mengangguk.
"Wah... Apa jangan-jangan..."
"KITA JODOH?" Ucapku dan dia bersamaan.
Blusshh!!
KAMI BERDUA SALAH TINGKAH!!
Ah Tuhan, rasanya sungguh berdebar!! Jadi ini yang dirasakan para pasangan itu?? Benar-benar manis ternyata!!
"Ekhhem... Sepertinya udara disini sangat panas ya..." Aku memulai pembicaraan.
"Eh, yaa... Sepertinya kau benar."
"Oh ya, Vanny... Apa kau, sudah punya pacar?"
"Aku-"
"Hei, Vanny!!" Seseorang tiba-tiba memanggil ku.
Aku berbalik ke arah suara itu.
Ah, ternyata itu Celine, perempuan paling aku jauhi didalam klub.
"Vanno, sepertinya kita harus pergi." Kataku padanya.
"Kenapa?" Tanyanya.
"Sudah, ayo kita pergi." Aku menarik tangan Vanno.
Tapi tiba-tiba...
"Hei!" Celine menahan pundak-ku.
Sakit! Dia meremas nya!
"Ada apa, Celine?" Tanyaku pasrah.
"Hari ini kau ikut karaoke, kan?"
"Sepertinya tidak... Maaf." Ucapku.
"Kenapa??"
"Karena jika aku ikut, kau akan menyusahkan, b*doh!" Gumam-ku dalam hati.
"Em..." Aku melirik ke arah Vanno yang masih aku genggam tangannya.
"Ah, tentu saja aku ingin berkencan dengan pacarku." Kataku sambil menggandeng tiba-tiba tangan Vanno.
Aku merasakan Ia sedikit terkejut dengan tingkahku.
"Benarkah?" Tanya Celine dengan menyelidik.
"B-benar kan, boo?" Tanyaku sambil tersenyum kaku ke arah Vanno.
Ia tiba-tiba tersenyum lebar dan merangkul-ku.
"Benar, Vanvan." Katanya dengan suara berat ah bukan, suara seksi.
"Baiklah, mau bilang apa kalau begitu." Kata Celine yang akhirnya menyerah dan pergi.
"Huffhh... Akhirnya dia pergi." Gumam-ku.
"Jadi sekarang kita akan kemana, Boo?" Tanya Vanno tiba-tiba.
"Ah, maaf." Kataku sambil menjauh, tapi...
"Ayo lanjutkan drama ini, tapi kali ini asli ya." Katanya sambil mengangkat ku.
"Hei-hei-heiiiii!!!" Teriak ku.
Ya, begitulah kisahku dengan Vanno. Memang sedikit lucu, tapi... Ah sudahlah, intinya aku senang!!! Happy Valentine day! 💞
вσ вαhhh
(9 Februari 2022, Rabu)