"Sudahlah ra jangan terus menangis tidak baik jika terlalu larut dalam kesedihan, aku yakin bahwa yudha sudah tenang disana." Ucapnya padaku. dua adalah sahabatku yaitu mira, dialah yang selalu menghiburku ketika aku sedih mengingat yudha.
"Hiks ini semua gara gara aku, kalau aku tak memaksanya mungkin ini semua tak akan pernak terjadi mira hiks..." Tangis Rara pecah kala ia mengingat kejadian 2 tahun silam.
Flasback
"Yudha kita jadikan kepuncaknya?" ucapku dengan mata yang berbinar.
"Ya jadi dong kan aku sudah sewa penginapan, masak dibatalin sih."
"Hehehe iya ya, yudah deh aku packing packing dulu." yudha mengangguk.
*Sore hari.
"Yudha ayokk cepet ah, kamu lama nanti keburu malem."
"Iya bentar ra." tak lama yudha pun keluar dari rumah, "isshh.. lama kamu" gerutuku padanya.
"nggak usah terburu buru kali ra, nanti juga sampai disana pasti malam kan?" aku hanya cengar cengir, yudha pun memasukkan koper kedalam bagasi mobil.
Diperjalanan
"Yudha aku seneng banget hari ini karena bisa liburan bareng sama kamu, aku tu nggak pernah loh seseneng ini." Ujarku sambil tersenyum senang menatap pohon pohon dipinggir jalan. dan itu membuatnya tersenyum hangat padaku.
"Inget ya ra kebahagiaan bukan berarti akan bahagia seterusnya, melainkan peringatan untuk kita bahwa sebentar lagi akan ada yang namanya kesedihan"
"ohh berarti aku nggak boleh seneng gitu?" aku kesal dengan ucapan yudha, "Nggak gitu juga ra." aku hanya menghela napas dan, tiba tiba ada truk yang melaju kencang dari arah yang berlawanan, aku pun berteriak...
"YUDHAA AWAASS!!!!"
yudha tersentak kaget karena mendengar teriakanku dan reflek dia membanting stir hingga mobil yang kami tumpangi masuk kedalam jurang.
sayup sayup mataku terbuka, 'ahhss awhh' aku merasakan sakit yang luar biasa dibagian kepalaku dan seluruh tubuhku, ku sentuh dahiku ternyata sudah penuh dengan darah aku bangkit dan melihat sekeling. hanya ada sungai didekat ku. akupun mengingat sesuatu 'Yudha' ya aku mengingatnya hingga akhirnya aku berjalan dengan menyeret. kuedarkan pandanganku kepenjuru mobil tak ada siapapun disana. akupun berjalan menjauh dari mobil "Yudha kamu dimana?" ucapku lemah hingga aku tak kuasa untuk berjalan.
DHUAARR!!!
aku mendengar suara ledakan dan itu adalah mobil kami yang meledak. mendengar suara itu mendadak kepalaku sangat pusing dan pandanganku mulai kabur hingga kegelapanlah yang mengambil alih diriku.
"emhh.. awhhss"
"sayang kamu sudah sadar nak?" aku mendengar suara riuh disekitarku. pandanganku kini mulai jelas, "Aku dimana?"
"kamu ada dirumah sakit sayang." ternyata itu adalah suara mamaku, orang orang yang berdiri disekitarku terlihat tampak bahagia, "setelah sekian lama akhirnya kamu bangun juga ya nak" aku menyerngit 'sekian lama'? aku mencoba memahami kalimat itu, " memangnya aku sudah berapa lama tak sadarkan diri?" semua orang saling tatap, "tiga bulan" ayaku mengatakan itu dan mampu membuat aku kaget. selama itukah aku koma?.
hingga aku pun teringat sosok yang kecelakaan bersamaku yaitu yudha dimanakah dia sekarang?, "Mah yudha dimana?" ucapku lemah, semua orang saling tatap dan sudah berkeringat, tak ada jawaban aku pun bertanya lagi, "Yudha dimana mah pah? kok kalian pada diem?" mereka tetap diam dan tak mau menjawab pertanyaanku.
"Kalo kalian tidak mau memberi tahu tak apa, aku yang akan mencarinya sendiri." ancamku dan berhasil membuat keluargaku kelimpungan, aku pun mencoba berdiri, "Tidak, jangan sayang kamu masih lemah." Ucap mamaku khawatir tapi aku tak peduli.
"Baiklah mama akan katakan dimana yudha, tapi kamu harus janji nggak akan keluar kamar ini baik sejengkal pun." aku mengangguk, "Janji"
"Yudha... yudha... sudah meninggal." seketika tangisku pecah mendengar kalimat itu, "Nggak.. itu nggak mungkin mah, yudha masih hidup aku yakin yudha masih hidup kalian bohongkan sama aku? nggak kalian bohong!!"
"Tenangkan dirimu rara kamu harus kuat, itulah kenyataannya nak."
"Hikss.. enggak ma! mama bohong kalian semua bohong! pergi kalian dari sini PERGII!!!" mendengar ada keributan para dokter dan susuter menyarankan semua orang untuk meninggalkan rara sendiri.
"nggak itu nggak mungkin yudhaku masih hidup, yudhaku cintaku masih hidup!!" Tangis rara pecah ia meraung raung bagaikan orang gila ia down strees akan kepergian kekasihnya yudha.
hingga saat pemakaman pun ia tak hadir karena tak kuasa melihat jasad kekasihnya.
1 bulan kemudian rara sudah diperbolehkan pulang. ia sekarang nampak kurus dan kusut. setiap hari hanya meminta maaf dan menangisi yudha ia merasa bahwa kematian yudha dialah penyebabnya. rara jarang sekali makan, hidupnya hanya dikamar saja ia mengurung diri.
1 tahun sudah rara hidup tanpa yudha ia akhirnya memutuskan untuk bangkit dan memulai hidup barunya, ia tak bisa menghapus cintanya untuk yudha. ia yakin saat ini yudha masih hidup, ia terus mencari yudha diam diam tanpa sepengetahuan keluarganya maupun sahabatnya.
tapi tak kunjung ditemukan. selama ini ia tak pernah mengunjungi makam yudha karena ia yakin bahwa yanh dikubur bukan yudha melainkan orang lain.
Flasback off
_____________
Hari ini rara memilih kepantai, ia kepantai kesukaannya dan yudha dulu. dipantai ini mengandung banyak kenangan bersamanya.
angin sepoi sepoi menerpa dirinya menatap indah laut pantai yang berwarna biru. senyun indah terulas dibibirnya menggunakan topi pantai menambah plus dalam dirinya.
"Kau ingat yudha disinilah kita merajut cinta dan berbagai kenangan indah telah kita buat." tak terasa aku meneteskan air mata berdiri didekat bibir pantai sambil merasakan air pantai menyentuh kaki indahku.
"Yudha andai kamu disini pasti aku akan sangat bahagia." Tangis isakku pun keluar dari bibir mungilku, membayangkan kenanganku bersama dirinya muncul bagai film.
"Di pantai bukan untuk tempat bersedih melainkan menenangkan hati yang tengah gundah."
degg, "suara itu" aku pun menoleh kearah samping, seketika air mata kesedihan ini berubah dengan air mata kebahagiaan. orang yang selama ini kunantikan tengah berdiri didepanku. rasanya bibir ini tak dapat berbicara saking senangnya.
"Nih hapus air matamu, dan cobalah ikhlaskan orang yang telah pergi." dia menyodorkan sapu tangannya padaku. aku tak mengatakan apa apa dan langsung....
Grebb, "Hikss...Huaaa... ka.. kamu kemana aja yudha aku sangat sedih, hiks kamj kenapa pergi dari aku kenapa, hiks kamu kamu.. jahat hiks yudha." aku tak kuasa menahan tangis hingga akupun menangis dipelukannya.
"Maaf kamu siapa ya?" DOENGG!!!
seketika dia langsung melepas pelukanku, aku menatapnya dengan air mata yang masih mengalir deras dipipku.
"Ka...kamu tak mengingatku?" dia hanya menggelengkan kepala dengan tatapan datarnya dia bahkan terlihat dingin dan angkuh," a.. aku adalah pacar kamu yudha.. ak aku rara hiks" ucapku lemah tubuhku bahkan sudah bergetar karena mendengar ucapannya.
"Maaf sebelumnya nona, saya memang tak mengenal anda dan saya bukan yudha yang anda maksud, permisi." mendengar penuturannya hatiku terasa hancur berkepinh keping apakah dia tak mengingatku atau hanya berpura pura tak ingat.
orang yang mirip yudha itupun sudah pergi. rara mengejarnya dan menghentikan langkah kaki lelaki itu, "Kamu jangan bercanda yudha kamu pasti berbohongkan ia kan? jawab aku yudha." Air mataku sedari tadi tak henti hentinya turun, aku mencoba mendengar apa yang akan ia ucapkan padaku. aku berharap bahwa ini adalah prank yang diberikan yudha padanya.
"Maaf nama saya bukan yudha tapi Wildan Prayoga, dan saya tidak pernah mengenal anda sama sekali, dan jangan coba coba untuk mengaku ngaku bahwa anda adalah pacar saya, saya sudah memiliki kekasaih jadi jangan pernah ganggu saya, permisi" plakk kata katanya seperti sebuah tamparan keras untuk rara tujuannya kepantai untuk menenagkan diri tapi malah diberi kenyataan pahit seperti ini, hatinya hancur kala yudha sudah memiliki kekasih dan yang lebih parahnya lagi iya mengaku namanya bukan tudha melainkan wildan, takdir macam apa ini kenapa takdir selalu mempermainkan rara.
rara tak tinggal diam ia mencari keberadaan orang yang mirip dengan kekasihnya, tapi nihil orang itu sudah pergi jauh. rara tak sanggup untuk melangkahkan kaki, ia memilih untuk kembali kemobilnya.
disana dalam mobilnya ia terus menangis sampai suara isak tangisnya tak terdengar telinga ia senang karena bertemu yudha tapi nyatanya lelaki itu hanya mirip yudha.
ia yakin 100% bahwa lelaki itu adalah yudha, "apa jangan jangan yudha hilang ingatan ya?", "ya pasti yudha hilang ingatan, aku akan mencarimu Yudha Mahendra yang sekarang mengaku sebagai Wildan Prayoga." rara menjalankan mobilnya ia kembali kerumah untuk mencari tahu tentang seorang Wildan Prayoga.
Disisi lain
"Siapa gadis itu, kenapa dia begitu senang karena melihatku dan begitu sedih kala aku mengatakan bahwa aku bukan kekasihnya?, apakah aku semirip itu dengan kekasihnya?" ya dia adalah wildan yang mirip dengan yudha, bagaikan pinang dibelah dua sangat sangat mirip.
wildan tak mau memikirkan itu lebih lanjut dan ia memilih pergi dari pantai itu
------------------
Rara dan wildan sering bertemu dan itupun pertemuan yang tidak disengaja. begirupun rara ia tak menyerah dengan wildan ia terus mencoba membuat wildan ingat sesuatu.
"Wildan coba ingatlah aku rara kekasihmu, kita dulu sering menghabiskan waktu dipantai biru, apakah kamu mengingatnya sekarang?"
"Sudahlah nona rara aku tak mengingat apa apa, saya bukan orang yang anda maksud saya adalah wiladan dan bukan yudha ingat itu." ia melangkah pergi.
hatiku sangat sakit kala yudha tak mengingat diriku setiap hari aku selalu mengingatkannya tentang masa lalu kami mulai dari awal bertemu hingga kecelakaan yang menyebabkan kita terpisah.
yudhaku kapan dirimu mengingat lagi tentang kita, kapan kamu kembali sebagai yudhaku cinta pertamaku. memang benar kata orang cinta pertama sulit untuk dilupakan. dan yudhalah cinta pertamaku itu. heh aku jadi ingat bagai mana aku dulu menaklukkan seorang yudha yang datar dan dingin itu.
Flasback
sekarang aku sudah pakai baju biru putih, ya aku masih smp ketika bertemu sengan yudha. "katanya hari ini ada anak baru loh",
"iya katanya ganteng banget aku jadi kepo ah."
"iya sama hehe." gosip gosip tentang anak baru itu sudah menyebar keseluruh sekolah semua murid perempuan terutama yang paling kepo dengan anak baru itu.
Teng Teng Teng
suara bel masuk dibinyikan, semua siswa/i masuk kedalam kelas masing masing begitupun juga dengan diriku.
"Selamat pagi anak anak."
"Selamat pagi bu.."
"Hari ini kita kedatangan murid baru laki laki, ayo nak masuk." aku bisa melihatnya ternyata benar siswa baru itu memang tampan seperti apa yang digosipkan bahkan aku langsung jatuh cinta pada pandangan pertama. guruku menyuruhnya untuk berkenalan "Yudha Mahendra" astaga nama yang indah batinku aku tersemyum senang kala guruku menyuruhnya duduk dusampingku.
tak melewatkan kesempatan aku terus pepet dia hehe maklum lah namanya juga orang lagi kasmaran, siapa cepat dia dapat kalimat itulah yang membuat aku berusaha keras mencairkan es yang ada pada dirinya.
"Hai yudha kenalin aku rara" dia tetap diam bahkan melirik ku saja tidak, tak tinggal dian aku terus mengajaknya mengobrol walau kadang dijawab kadang tidak. Duh gini amat berjuang sendiri.
tak terasa 1 tahun ia pindah disekolah dia mulai tak sedingin dulu ketiak pertama ketemu, sekarang ia bersikap biasa tapi kadang juga jutek. aku tak pernah menyerah aku harus mendapatkan hati yudha.
sudah 99 kali aku nembak yudha tapi tetep aja di tolak aku tak menyerah, hari ini aku mau menembaknya lagi, aku sudah menyiapkan coklat untuknya," em... yudha aku suka sama kamu, kamu mau nggak jadi pacar aku." Dia diam dan aku tau dia bakal nolak, "nggak." hah benarkan aku ditolak lagi, sudahlah aku sudah menyerah memperjuangkan yudha, ngga enak ya cinta bertepuk sebelah tangan. akhirnya aku berbalik dan berjalan meninggalkannya tapi," nggak nolak." apa aku salah dengerkan, tapi aku tetap diam pada posisiku tak berbalik menatap yudha.
"Kali ini aku nggak bakal nolak cintamu ra, aku juga suka sama kamu, sekarang kita pacaran" sret aku berbalik dan tersenyum lalu bruk kupeluk dirinya dengan erat dia pun tak tinggal diam dia juga membalas memelukku erat.
hingga 6 tahun kami pacaran mulai dari SMP kelas 8 sampai sekarang.
tapi apakah sekarang ini aku masih beroacaran dengannya ntahlah aku tak tau kini hubungan kita sudah tak ada kepastian, aku sudah kehilangan yudah yang ku kenal.
_________
Hari ini aku ingin bertemu dengan wildan di pantai yang sama ketika pertama kali kita bertemu.
"Kenapa kau memintaku kemari?" Ucapnya sambil berdiri disampingku dan menatap lurus kerah laut.
"Aku hanya mengatakan sesuatu wildan, mungkin kamu benar kamu bukanlah kekasihku, tapi aku yakin bahwa kamu adalah yudha. yudhaku yang selalu ada didalam hatiku, yudha yang dulu dingin lalu kucairkan kini kembali dingin dan menjadi orang lain, aku menyerah aku tak sekuat dulu untuk mendapatkan cintamu yudha aku sudah lelah menangisi orang yang tak mengingatku, asal kau tau kau tetaplah cinta pertamaku dan tak akan pernah tergantikan, walau kisah cinta dan kenangan indah kita sudah hilang tapi cinta sejati tak akan pernah luntur dia akan terus mendekam dihatimu yang paling dalam, I Love You My Boyfriend.. dan selamat tinggal." air mataku mengalir ketika aku mengucapkan kalimat terakhir yang menyakitkan ini aku berbalik dan pergi dari tempat yang penuh kenangan ini.
Grebb
"Jangan pernah pergi dariku Rara aku akan selalu ada untukmu aku janji aku tak akan pernah meninggalkanmu barang sedetikpun, maaf kan aku yang telah banyak menorehkan luka dihatimu I Love You My Girlfriend." seketika aku berbalik dan memeluk dirinya dengan erat dan menangis sejadi jadinya didalam pelukan hangatnya.
"Kamu jahat yudha, kamu jahat."
"Maafkan aku rara aku janji tak akan pernah mengulanginya lagi."
"Sejak kapan kamu mengingat semuanya?"
ucapku dengan air mata yang masih membasahi pipi
"sejak kamu mengingkapkan semuanya, sejak itulah a
memori kita bermunculan layaknya film dan aku menyadari telah membuat luka pada hati orang yang paling aku cinta."
aku tersenyum mendengar penuturannya kami berjalan berdampingan dengan tawa bahagia.
.
.
.
.
END
*Cinta sejati tak akan pernah hilang walau kau mencoba melupakan kenangan yang ada ia akan terus bersemayam dalam hati yang paling dalam*
~Rara~