aku menyanyangi mu ibu.....aku mencintai mu ibu......
tapi...?kenapa aku tak bisa..aku tak dapat menggapai pelukan mu😢😢
pada pagi hari yang cerah
"selamat pagi bu, sarapan kita hari ini apa bu?.. ( tak ada jawaban darinya ) uwaauh nasik goreng yang cantik kelihatannya enak itu bu...apakah ibu yang masak atau bibi?" ( pertanyaan ku pun tak terjawab olehnya )
"yang masak nasik gorengnya ibu den dika"bibi kusuma
"wahh kelihatannya aja udah enak itu bi apa lagi klau dimakan pasti rasanya luar biasa"
"ahahaa den dika bisa aja monggo dimakan den selagi hangat"
aku menyantap nasi gorengnya tanpa menghirau kan yang lainnya....saat itu aku tak sadar klau pada saat aku menikmati hidangan ku tadi ibu melihat ku sekilas sambil mengusap air matanya
aku tak tau apa maksud dari air mata itu...apakah ibu sedih melihat ku setelah iya tak menghiraukan ku....atau....iya senang melihat ku menyatap makanan ku dengan lahap....aku tak tau jawabannya.....yang pasti saat aku bertanyak ia malah...
"loh ibu kenapa? ibu nangis?nangis kenapa? tanyak ku saat itu yang sedang kebinggungan
"Gk" jawab ibu dengan ketus
setelah selesai aku menyantap hidangan ku sampai habis aku berdiri untuk membersihkan sisa makanan ku
"ngk usah den biar bibi aja yang bersihkan"
"tak apa bi...diki lagi senggang kok ini kan hari minggu jadi diki libur kok"
"makasih ya den klau gitu bibi lanjut rawat kebun belakang ya den"
"iya bi"
"bu udah selesai makan?" tanyak ku sambil mencoba mengambil piring"
ibu tak menghiraukan pertanyaan ku ia langsung berdiri dan...
PRAKK ( suara piring pecah )
ibu menjatuhkan piring yang ia gunakan tadi kebawah dengan kuat aku tau ia pasti tak inggin aku menyentuh piring yang ia kenakan tadi...namun aku tak pedulikan itu yang aku khwatirkan hanyak keselamatan ibu saja agar tak terkena serpihan kaca
"bu itu gak apa apa ka ? gk kenak laca kan"
tanpa menghiraukan kecemasan ku ia langsung berbalik kekamarnya...aku pun balik kemar ku karna tak ada kegiatan selanjitnya...
saat aku dikamar tanpa sengaja aku melihat poto adik ku dan aku disenta dekat ranjang dan poto keluarga ku
"dika maaf kan abang dik maaf maaf maaf itu semua kesalahan ku maaf kan abang dika...maafkan diki ibu..ibuu aku rindu kehangatan keluarga kita maaf hiks hiks"
aku menangis sambil memeluk poto nya...tanpa ku sadari pintu belum kukunci dan tangisan ku terdengar oleh ibu dan juga bibi
namun ibu masik tak memperdulikan aku ia hanya terus melewati pintu kamar ku saja tapi berbeda dengan bibi yang menghampiri ku
"den den den diki tenang den ini bukan salah aden kok ini semua hanya kecelakaan den jangan menyalahkan diri sendiri"
"ngk bi suma ini salah diki salah ku aku yabg salah"
"aden diki itu semua udah takdir yang maha kuasa den bkn salah aden, aden harus sabar ya"
"bi,..tolong bibi keluar dulu ya"
aku menyuruh bibi keluaar agar aku tak melampiaskan kebodohan ku kepada bibi
"yaudah den bibi keluar dulu ya"
saat bibi keluar aku melihat ia berbicara dengan ibu didekat pintu kabar ku...aku pun menguping pembicaraan mereka
'eh nyonya dari taman ya?' tanyak bibi keibu
'iya bi, bibi abos dari kamar anak tu?'
rasanya sakit saat aku mendengar ibu memanggilku dengan sebutan *anak tu* hati ku hancur namun aku hanya bisa menerimannya itu tak sebanding dengan kesalahan yang ku perbuat
"eh maksud nyonya anak tu itu maksudnya aden diki ya?"
"ya bi"
"nyonya maaf ni klau bibi ikut campur tapi nyonya coba ikhlasin aja dan nerima maaf dari aden diki tadi aden diki tu benar benar merasa bersalah dan tulus minta maaf nyonya"
"gak usah sok tau klau gk pernah ngerasaain sakitnya hati ku saat itu"
"e..eh..eh maaf nyonya"
aku menetaskan air mata ku dengan derasnya meluncur dipipi ku mendengar kata kata itu dari ibu ku walau aku tau ibu pasti gk akan mau memaafkan aku setelah kejadian itu
aku pun balik duduk diranjang ku sambil memuluk poto nya
"dika maaf kan abang ya ika abang tau abang salah maaf ika...maafkan diki ibu..ibu diki rindu pelukan mu..."
aku menangis sampai tertidur hingga sore hari sedikiskipnya
hari senin yang cerah seperti biasanya
"pagi ibu hari ini ibu kelihatan cantik seperti biasanya...eh engk deh lebih canti dari biasanya" aku tersenyum lebar
"iya den ibu cantik ya den"
"...." ibu tak menjawab sapaan ku dan bibi yang begitu hangat
jangan kan menjawab tatapan dan bibirnya saja tidak tersenyum😢
"bu diki berangkat sekolah dulu ya" merahi tangan ibu mencoba untuk bersalaman
tapi ibu malah menghempas tangan ku😢😢
"hm yaudah bu bye bu diki berangkatt dulu ya"
aku berangkat sekolah dengan mata yang sembab karna habis nangis kemarin hingga tertidur
sesampainnya aku disekolah aku bertemu dua sahabat ku digerbang sekolah
oiya bdw nama ku diki sekolah di harum pesona kelas 11
"hai iki" sapa tessa ( cewek )
"yo diki" sapa kai ( cowok )
" hai juga sa , kai"
"eh ki itu mata mu sembab?"tessa
"lo habis nangis ya bro" kai
"ku tebak pasti masalah ibu lo ya" kai
"eh emang kenapa sama ibu iki?"
"lo gk tau klau iki lagi slek ama ibunya"
"gara gara apa?"
"lo tanyak aja de ikinya gue takut salah jawab"
"ki emang kenapa sih?"
"udah ah aku malas ungkit masalah itu...itu bikin aku teringat lagi"
"aelah iki iki pasti cemen banget sih ki kan aku cmn mau aja ada apa"
"tessa lo gk bleh gomong gitu lo"
"hah? lo bilang aku cemen sa emang lo tau apa? emang lo rasaiin jadi gue hah? emang lo tau seberapa besar masalah gue? emang lo tau klau lo jadi gue? lo sanggup ngadapin rasa penyesalah selama 2 tahun? emang lo tau seberapa kosongnya hati gue saat docuekin sama ibu sendiri? LO GK TAU APA YANG GUE RASAIN DISAAT SAAT RASA PENYESALAN DAN RASA BERSALAH MENGHANTUI LO.....
JADI sa LO GK USAH SOK TAU"
"iki lo sabar ki jangan emosian kek gitu la ki ah" ucap kai
"klau lo gk tau apa apa sa mending DIAM aja"
"yah iki kamu juga kan yang gak pernah cerita keakunya..."
"TESSA tolong lo pahami perasaan iki sa dia lagi kek gitu jangan pancing emosinya"
"lo juga ki tolong jadi orang jangan tertutup kali klau ada apa apa tu cerita jangan dipendam sendiri .... gue tau apa yang lo alami aja karna gue ada disana saat tu ki klau gue gak disana apa gue tau? apa lo juga akan cerita? tolong ki jangan dipendam sendiri ya? kita sahabat ki"
"ya a.k..ku ba...kal cerita kok"
saat kai jadi penengah tadi aku sadar klau selama ini aku egois sama sahabat ku sendiri mereka selalu cerita lika liku hidupnya keaku sedangkan aku? gk pernah cerita apa apa sama mereka
"jadi...aku punya kembaran namanya dika "
"eh tunggu dulu lo punya kembaran ki?"tessa
"iya"
"tessa jangan potong cerita iki"
"maaf kai"
"jadi....aku punya kembaran namanya dika...tessa gak tau kembaran ku itu karna waktu dia mau masuk smp penyakit yang dideritanya kumat lagi....dika punya penyakit sejak kecil yaitu jantung lemah juga ia memiliki acrophobia (takut ketinggian) karna usia dika diperedeksi oleh dokter ternama usianya hanya bisa bertahan 5 tahun lagi"
"klau usiannya bertahan selama 5 tahun anturannya dia ini masik hidup kan" tessa
"huhs"kai
"ya....dika hanya bisa bertahan selama 5 tahun lagi karna itu juga dia menjadi anak kesayanga ibu satu satunya dika juga orangnya santai, kuat dan kekar dia tak terlihat sakit srkalipun...namun kesehariannya hanya bisa berbaring diatas ranjang bangsal vip rumah sakit....dika juga orangnya terbuka ika pernah"
"ika? siapa?"tessa
"ika itu dika lo tessa dari tadi ganggu mu lu sih"
"maaf"
"ika pernah bilang klau dia punya cita cita untuk jadi dokter agar dia bisa menyembuhkan penyakit yang iya derita...derita jantung lemah ini tak bisa diobati hanya bisa diatasi...dika juga punya satu keingingan yang hanya ia beritahu pada ku"
"apa itu keingginannya iki?"
"keiinginannya dika inggin menaikin bianglalang ( baling baling ) tertinggi didekat rumah sakit...saat ku tanyak kenapa ika mau naik itu itu kan sangat tinggi jawab ika bianglalang itu sangat terlihat dari jendela rumah sakit saat sore hari itu sautnya"
"lah tapi dika punya acrophobia?"
"yah saat itu aku lupa klau dia memiliki ketakutan pada ketinggian...aku pun berinisiatif mewujudkan impiannya saat ku tanyak dika ingin naik itu ia bersaut ingin ingin sekali aku mengajak dika untuk naik disaat sore hari itu namun dika takut ketahuan oleh ibu karna ibu pasti melarangnya"
"jadi kalian pergi tanpa pamit" kai
"yya kai...kami pergi tanpa pamit...kami pun pergi diam diam menuju bianglalang...saat kami dipertengahan dalan bianglalang aku melihat wajah dika yang mulai pucat dan keringat dingin...dan saat diatas bianglalang dika melihat rumah sakit dari atas sana dan tiba tiba dia ketakutan sambil memegang dada nya seperti kesakitan..."
"huh hmm"
"aku berfikir pasti sakit sakit sekali saat itu...dan aku menelpon ibu untuk menjemput kami...sesaat sebelum ibu datang dika berpesan bilang untuk membaca surat yang ia tulis didekat senta ranjang rmh sakit...setelah ia mengucapkan itu ia langsung lemas...baru ibu datang mengahampiri kami.."
"tessa, kai 😭😭😭"
"di saat itu ibu marah kepada ku dan mendorong ku hingga jatuh dan ibu langsung membawa dika kermh sakit dan menginggallan ku sendiri didkt bianglalang
....
saat dirmh sakit nyawa dika tak terselamatkan... aku yang udah membunuh dika aku yang udah memperpendek usianya.....
....
itu itu semua salah ku aku nyesal karna membawa dika kesana salah aku maaf bu maafkan iki ibu maaf dika maaf dika😭😭😭
"iki maaf ya tessa gak tau klau masalah mu sebesar itu"
"diki surat yang dibilang adek lo tadi udah lo baca"kai
"aku gk nemu surat itu didkt ranjangnya"
"sebelum lo masuk kekamarnya siap yang masuk?
"ibu..saat itu ibu masuk membersihkan baju ika"
"kita ketempat ibu lo sekarnag agar lo gk sedoh lagi kita harus dapat kan pesan teralhkrnya
"o..oke"
saat itu aku bersyukur punya dua sahabat seperti tessa dan kai walau kadang tessa bikin kesel tapi mereka sahabat terbaikku
.....
kami pun pulang kermhku untuk menanyakkan surat itu ke ibu
"hallo tante"kai dan tessa
"loh ngapain kesini"ibu
"tante boleh nanyak ngk tante?"
walau pun ibu cuek ke aku syukurnya ia gk uek ke teman ku
"oya boleh"
"aku aja yang tanyak kai"
"oh yaudah"
"bu? ibu ada nemu surat waktu bersih bersih kamar dika?"
aku takut menanyakkannya hal itu ke ibu namun respon ibu mulai meembaik dan menanggapin aku
"surat..surat didekat senta ranjang dika"
"iya buk saat itu dika berpesan sama iki untuk membaca suratnya"
aku senang karna respon ibu baik terhadaph ku🙂🙂
"maafkan ibu ya sayang...maafkan ibu karna selama ini ibu selalu menyalahkan dan mengabaikan iki maaf kan ibu iki"
ibu menangis sambil memeluk erat ku aku binggung bercampur senang...binggung karna kenapa ibu nangis dan meminta maaf pada ku saat aku menanyakkan surat dari dika itu
"bu ibu kenapa kok nangis? kok minta maaf sama iki, ibu ngak salah yang salah itu iki bu anturannya iki yang minta maaf sama ibu dan dika karna udah merengut nyawa dika bu maafkan iki bu maafkan iki dika"
aku menangis sambil menyambut pelukan hangat ibu aku senang karna ibu memelukku dengan kehangattan yang punah sebeb kejadian itu...aku merindukan pelukan hangat ibu sudah 2 tahun lebih ia tak pernah memlukku jangan kan memelukku menatap ku saja ia tak minat
"ngak ki ibu yang salah ibu udah baca surat yang ditulis dika sesaat sebelum ia meninggalkan ibu"
"surat? surat yang seharusnya ika berikan pada iki bu?"
"iya ki, disurat itu tertulis bahwa"
"tunggu bu iki mau membaca suratnya bedua bersama ibu dikamar saja"
kai dan tessa pulang karna aku meminta mereka untuk pulang aku tak mau mereka mendengar curahan hati ika yang aku pun belum tau isinya baik atau buruk
"dimana suratnya bu?"
"ini ki"
aku membaca surat itu sambil menangis didalam surat itu terdapat bunyi...
....to : bang iki
.....aku punya satu keingginan yaitu naik bianglalang bersama diki..saat iki menagajakku untuk naik bianglalang aku merasa senang dan takut..aku senang karna impian ku akan terwujud dan...aku takut akan nyawaku yang direngut karna ketakutanku terhadap ketinggian...tapi dika tak masalah bang iki klau pun tuhan menyabut nyawa ika ditempat saat itu bukan masalah lagi bagi ika karna ika udah senang akan impian ika yang terwujud ika juga udah nulis surat ini untuk bang iki dan juga untuk ibu....jika..jikalau i..iiki sama ibu udah nemu surat ini bbbearti i..i..iika udah engak ada lagi ya..☺☺ika cuman mau sampaikan pesan bahwa ika bahagia punya ibu dan abang yang baik seperti bang iki daaan bang iki jangan merasa bersalah ya karna kematian ika...ika sayang diki
....from : dika🙂
selesai aku membaca surat itu aku menangis dan menjerit tanpa henti sampai ibu memelukku dengan lembt dan hangat
"dika udah memaafkan iki dan kepergiaan dika bkn salah iki...namun ibu masih terus menyalahkanmu nak maaf kan ibu ya"
"iya bu...diki juga minta maaf ya karna iki anak kesayangan ibu jadi pergi"
"anak kesayangaan ibu itu diki dan dika maaf karna ibu sesaat pilih kasih sama kamu nak...ibu janji mulai saat ini akan menyayangi mu anak ibu satu satunya dengan sepenuh hati"
"iya bu iki menyayangi mu ..ibu"
setelah itu aku dan ibu menyambung hubungan anak dan ibu dengan baik
...dan aku melepaskan kerinduaan ku terhadap ika dengan pelukanmu ...ibu...
*TAMAT*
"maaf klau ada kata kata atau ketikan yang salah ya☺☺..maaf klau ada ketidak enakan saat membaca cerita ku"
"TERIMAKASIH"