Apakah sesuatu yang terlambat masih dapat dikejar kembali? fikiran itu terlintas begitu saja didalam otak mawar, sepertinya gadis itu sudah lelah karena hanya dianggap partner curhat, bisakah mawar meminta sesuatu yang lebih dari ini?
Jessy berkali-kali mengatakan padanya bahwa jika ingin memilikinya dia harus mengejarnya, tetapi mawar terlalu membanggakan harga dirinya, dia tidak mau dianggap sebagai wanita remeh, apalagi mawar dan ranu pernah bermusuhan, dia tidak ingin ranu menertawakannya
Dibangku kelas 12, seharusnya mawar lebih fokus pada ujian dan kelulusannya nanti, tapi tetap saja perasaan yang dimiliki mawar untuk ranu tidak dapat dihilangkan begitu saja. Jika ditanya apakah mawar memiliki kesempatan mendapatkan ranu, jawabannya adalah 'iya'
"War, lo yakin gamau nembak ranu sekarang? mumpung si ranu baru free tuh" kata jessy meyakinkan mawar
"Nggak jes, bayangin aja masak gw nembak dia? gw masih punya harga diri tau, apalagi hubungan gw sama ranu selama ini lo tau kan kayak gimana" ujar mawar menolak saran dari jessy
"Gini nih, katanya cinta tapi gamau berjuang, lo terlalu mentingin harga diri, yang namanya percintaan harus ada satu pihak yg nyatain duluan" sahut jessy
Memang benar apa yang dikatakan jessy, dalam hubungan yang seperti ini harus ada salah satu yang menyatakan cinta terlebih dahulu, padahal dulu mawar sempat membuang harga dirinya dan berniat mengatakan yang sebenarnya kepada ranu, dimana keberanian mawar yang dulu?
Hari-hari mawar berlalu begitu saja tanpa ada perubahan, namun setiap harinya mawar selalu menunggu pesan dari ranu, setidaknya mawar masih memiliki hubungan dengan ranu walaupun bukan hubungan asmara
D-irga ranu:
War, besok kerkomnya dimana?
Mawar:
Loh kok lo tanya gue? kan ketuanya bukan gw, tanyain aja ke dita
D-irga ranu:
Kan lo tau sendiri, gw gasuka dita
Mawar:
Dir, bukannya lo sama dia pernah pacaran?
D-irga ranu:
Kata siapa? gw aja ilfell ke dita
Mawar:
Loh? trus yang disebut² mantan pacar lo itu siapa?
D-irga ranu:
Anak kelas sebelah, namanya Aya
Jadi sepertinya selama ini mawar salah paham pada dita, ternyata perkataan ranu waktu itu tidak bohong bahwa dia benar-benar tidak menyukai dita, mawar jadi merasa bersalah pada mereka karena telah salah paham
Dita dan mawar sekarang jarang berhubungan setelah waktu itu, entah kenapa dita tiba-tiba menjauh dari mawar karena itulah akhirnya mawar malah berteman dekat dengan jessy
Terkadang mawar merasa bahwa ranu mengagap dia bukan hanya sekedar teman, sifat ranu kepada mawar kembali seperti biasanya, ranu yang perhatian, ranu yang pengertian, ranu yang selalu menanyakan kabarnya, jika dibuat berharap seperti ini tidak salah kan kalau mawar ingin mengejar ranu kembali
"War, nanti kekantin bareng gw ya" ujar ranu saat berjalan melewati meja mawar
"Dir! ngapain?" tanya mawar penasaran
"Emangnya mau ngapain kalau nggak beli makan?" sahut ranu, mawar hanya terdiam malu, ya memang benar kata ranu kalau bukan membeli makan memangnya mau apa?
Mawar, ranu, dan dita berada dalam satu kelompok, ini canggung bagi mawar, walaupun ranu sepertinya tidak terganggu apa-apa begitupula dengan dita, tapi mawar merasa tubuhnya seperti ditumpangi sesuatu yang sangat berat
"War-mawar!" panggil ranu padanya
"Ha? apa?" sahut mawar, sambil menoleh kearah ranu yang sekarang berada disampingnya
"Gw panggil lo dari tadi loh, mikirin apaan sih?" tanya ranu bingung kenapa gadis disebelahnya ini tidak konsen, padahal mawar bukan tipe yang mudah kehilangan konsentrasi
"Mikirin elo, ehh bukan mikirin tugasnya ini mau diapain" sahut mawar kemudian menjauh dari ranu, gadis itu benar-benar malu
Ranu diam tidak menjawab dan melanjutkan tugasnya, sepertinya pria itu tidak mendengarkan apa yang dikatakan mawar, syukurlah
Tugas bahasa inggris yang diberikan bu anis sudah selesai dikumpulkan, kelas A tinggal menunggu waktu istirahat
"Ahh jessy tolong gw😭, gw gamau canggung berdua doang sama ranu" kata mawar merengek pada jessy
Jessy tidak menanggapi gadis disampingnya itu, jessy hanya malas pada mawar yang selalu meminta saran padanya tetapi saran darinya selalu ditolak, bukankah itu sedikit menyebalkan?
Karena bel sudah berbunyi akhirnya mawar kekantin bersama ranu, mawar hanya bisa mengikuti langkah ranu dari belakang, bukannya apa hanya saja jika mawar berjalan sejajar dengan ranu, bukankah itu akan menimbulkan gosip? apalagi ranu itu populer
"Tunggu disini" ujar ranu, mawar hanya duduk menuruti perkataan ranu
Fikiran mawar terus-terusan dibuat kesana kemari memikirkan hal lain, detak jantungnya tidak mau memelan, walaupun ini bukan pertamakalinya tetap saja mawar ingin melarikan diri dari keadaan seperti ini
"Nih, buruan dimakan, lo pasti ga sarapan kan tadi" ujar ranu lalu duduk didepan mawar
"Kok lo tau?" mawar dibuat penasaran bagaimana pria itu bisa menebak dengan benar
"Lo dari kelas 10 udh kyk gitu, sampai gw hafal" sahut ranu sambil memainkan ponselnya
Apakah mawar boleh salah paham? apakah mawar boleh merasa bahwa dirinya istimewa? apakah boleh mawar mendekati ranu lebih dari ini?, jika sifat ranu padanya seperti ini, mawar tidak yakin dia dapat bertahan dalam ketidakpastian ini
Hampir tiga tahun mawar memiliki perasaan pada pria ini, mawar sempat berfikir apakah perasaan seperti inikah yang dirasakan ranu waktu itu? perasaan yang hanya ingin memilikinya dan tidak ingin melepaskannya, jika memang benar begini, mawar merasa dia sudah menjadi gadis yang tidak berperasaan.
"Dir pinjem hp lo deh" kata mawar, dia tidak berniat apa-apa hanya ingin meminjam ponsel ranu sebentar untuk menelfon orangtuanya
Mawar dan ranu yang terjebak hujan mereka hanya bisa menunggu didepan perpustakaan sekolah, mawar tidak pernah membawa ponselnya kesekolah kecuali jika disuruh, sedangkan ranu selalu membawa ponselnya
"Kenapa?" tanya ranu tidak mengerti apa yang mawar inginkan
"Buat hubungin mama, ini udah jam set 6, kok gw blom dijemput yah" sahut mawar sambil menatap hujan yang semakin deras
Ranu menyerahkan ponselnya, "dingin nggak? lo juga sih pake ikut-ikutan hujan2 nan, kalau sakit gimana coba?" tanya ranu sambil mendekat kearah mawar
"Stop! jangan maju satu langkahpun" kata mawar spontan ketika ranu mulai mendekat
"Kenapa?" ranu semakin dibuat heran dengan sikap mawar yang semakin hari semakin aneh
"Gw canggung dir" sahut mawar menatap ponsel ranu, ranu hanya menuruti apa mau mawar tanpa bertanya apa alasannya
'Gw baru tau ternyata nomer cewek dihp dirga gabanyak, nama gw apa ya disini' batin mawar mencari kontaknya
Hal itu berlalu begitu saja, setelah menelpon, orangtua mawar langsung datang menjemputnya dan mawar hanya mengucapkan terimakasih dan selamat tinggal untuk ranu
Didalam kamarnya gadis itu kesana kemari menimbang jawaban apakah dia akan menyatakan perasaan pada lelaki itu atau tidak, mawar dibuat bingung oleh pemikirannya sendiri
Akhirnya dia tetap tidak mau menyatakannya, sebenarnya mawar hanya takut jika ranu menolaknya dan menjauhinya, lebih baik berada dihubungan yang seperti ini daripada tidak sama sekali.
"Gila war, muka lo kenapa?" tanya jessy ketika melihat wajah mawar yang seperti baju belum disetrika
"Gw pusing semalaman mikiran nembak dia atau nggak, udah jes gw mau tidur" sahut mawar kemudian berjalan ketempat duduknya dan menaruh kepalanya dimeja, tentu saja setelah itu dia tertidur
Suara bising menganggu tidur mawar, ternyata itu dari Via yang sedari tadi memohon pada ranu untuk mau diajak foto bersama, mawar hanya menatapnya dengan pandangan kabur, tapi suara mereka begitu keras dan jelas
'Sial, gw cemburu, gw juga mau kalik fotbar bareng dirga' batinnya yang merasa ingin segera beranjak dri tempatnya dan menarik ranu, tapi itu tidak mungkin mawar tidak memiliki keberanian untuk itu
"Ayo dong ran, fotbar sama gue ya, pliss, oh sama dita juga yuk" rayu via, ranu awalnya tidak menanggapi tapi karena via merengek akhirnya ranu mengiyakan
"War-mawar, lo nggak cemburu tuh, mereka fotbar bertiga loh" ujar jessy membuat mawar menatap kesal kearahnya
"Ah jes, lu diem aja deh, panas tau nggak" sahut mawar kesal
"Eh tuh war, ranu fotbar berdua doang sama dita tuh, yaampun kok gayanya kyak gitu sih" sambung jessy, mawar yang awalnya tidak melihat mereka akhirnya menoleh kearah ranu, via dan dita
"Jessy😭, gw juga mau foto kyk gitu" akhirnya mawar merengek juga ke jessy karena perkara foto
Jessy hanya tertawa melihat mawar menekuk wajahnya, ekspresi mawar sudah seperti anak yang kehilangan balon. Bukannya menenangkan mawar, jessy malah semakin membuat mawar kesal
"Ah gw udah capek" ujar mawar tiba-tiba berdiri membuat jessy terdiam dari tawanya
"Mau ngapain lu?" tanya jessy penasaran kenapa tiba-tiba gadis itu seperti sudah menemukan jawaban yang dia cari
"Beli minuman, panas lihat kek gituan" ujar mawar sambil berjalan menjauh dari jessy
Mawar meyakinkan dirinya bahwa dia harus melupakan ranu untuk kebaikan hati, jiwa, dan raganya namun sepertinya melupakan ranu bukan hal yang mudah, apalagi ranu selalu menempel pada mawar
"Mawar!!" teriak seorang pria dari jauh, mawar berhenti dan menengok kearah suara itu
"Sial, kenapa kudu ketemu buaya sih" ujarnya sambil bergegas pergi dari sana
"Eh tunggu" ujar pria itu sambil memegang pergelangan tangan mawar
Ya, dia salah satu laki-laki yang saat ini sedang mengejar mawar, namanya Dian, dian ini sangat populer dikalangan kaum hawa bahkan dia lebih populer dari ranu, intinya dian ini selebriti sekolah, padahal status dian satu tahun yg lalu hanyalah seorang muba
Dian adalah orang yang ditolak oleh mawar, bukan digantung tapi ditolak, mawar benar-benar menolak cinta dari dian, alasanya karena dian itu playboy dan mawar masih menyukai ranu
"Apalagi sih, lepasin tangan gw!" sahut mawar kesal, sebenarnya seberapa cepat dian berlari sampai sempat-sempatnya meraih tangan mawar
"Gw suka lo" tanpa ba bi bu, begitulah kalimat yang dian ucapkan setiap kali bertemu mawar
"Gw enggak" ujar mawar singkat kemudian segera berlari meninggalkan dian
Walaupun dulu mawar sempat tidak percaya dengan ucapan dian yang mengatakan suka padanya, tapi sepertinya yang dikatakan dian itu tidak bohong, hanya saja mawar terlanjur tidak bisa berpindah kelain hati.
"Adinda mawar anatasya!" panggilnya
"Hadir!" ujar mawar spontan ketika ada seseorang memanggil nama lengkapnya
"Ck, gw bukan guru" sahutnya, pria itu tertawa sambil berjalan mendekat kearahnya
"Loh dir? ngapain disini?" tanya mawar heran kenapa ranu bisa sampai disini, padahal tadi pria itu masih sibuk dengan dua org wanita
"Gw tanya jessy katanya lo disini, yaudah ngikut aja sih, lagian gw juga haus" sahut ranu
Mawar hanya mengiyakan perkataan ranu, entahlah apa hanya perasaan mawar jika ranu semakin lama semakin dekat dengannya, ah bukan sangat dekat
"Lo ngapain dir?! jauh-jauh dari gw" kata mawar ketika ranu duduk tepat disampingnya, padahal selama ini mereka menjaga jarak
"Gw duduk, kenapasih? dari kemarin perasaan lo kayak ngejauh dari gw" tanya ranu penasaran
Ranu yang awalnya berada disamping mawar kini berjongkok didepan mawar sambil menatap wajah mawar yang terlihat gelisah, memangnya gadis itu memiliki masalah apa
"Dirga, gw malu jangan dilihatin gitu" bisa-bisa mawar gila karena ranu terus-terusan menatapnya
"Hmm, emg kenapa kok malu?" tanya ranu sambil menatap mawar lebih dalam
Ah, sepertinya mawar benar-benar akan gila, apa yang sebenarnya dipikirkan pria ini?
"Ya karena gw suka lo, eh--ah udah pokoknya gitu, gw malu dirga" sahut mawar yang kemudian salah tingkah karena perkataannya sendiri
"Suka? elo? ke gw?" tanya ranu mulai serius, wajah ranu yang awalnya tersenyum tiba-tiba berubah serius, hal ini membuat mawar berfikir bahwa ranu akan menolaknya
Mawar hanya diam dan mengalihkan pandangan kearah lain, dia tidak bisa menatap ranu sekarang, bahkan jika dia menatapnya sekarang mawar tidak tau apa yang akan terjadi kemudian
"Mawar, lihat gw" ujar ranu dengan nada lembut
"Enggak, gw gamau" sahut mawar yang masih tetap memalingkan wajahnya
"Akh..." rintih ranu kesakitan, entah apa yang direncanakan pria ini yang jelas sesuatu yang membuat mawar berdegup
"Aaa, kenapa? sakit? mana yang luka? dirga yang mana yg luka?" sahut mawar yang tiba-tiba menoleh kearah ranu sambil mengecek apakah ditubuh ranu ada luka
"Yaelah gw baru tau seorang mawar bisa khawatir kek gini ke gw" ujar ranu sambil tersenyum kearah mawar
OH SHIT! SEPERTINYA KALI INI JIWA MAWAR BENAR-BENAR MELAYANG PERGI
Mawar segera meninggalkan ranu, gadis itu hanya berlari menuju kelasnya dan duduk ditempatnya, mawar menenggelamkan kepalanya untuk menutupi wajahnya yang sudah merah seperti tomat
Jessy hanya melihat sahabatnya yang tiba-tiba masuk kemudian diikuti ranu masuk kedalam kelas, sebenarnya apa yang terjadi diantara mereka?
Fikiran mawar tidak mau berhenti memikirkan kejadian tadi, ayolah ini bahkan sudah hampir 3 hari berlalu semenjak itu terjadi, dan yang membuat mawar semakin berat berfikir adalah mengapa ranu sepertinya menjauh darinya
Hal yang paling mawar takutkan adalah ini, mawar tidak ingin ini terulang kembali, mawar hanya ingin ranu yang perhatian, ranu yang tersenyum padanya, ranu yang selalu mengajaknya bermain, bukan ranu yang menghilang dan mengabaikannya
Karena semakin dekat dengan ujian, mawar mencoba fokus pada ujiannya dan berhenti memikirkan ranu, walaupun memang susah tapi mawar harus bisa melakukannya
"Selamat pagi anak-anak, hari ini kita akan merangkum tentang benua, pembelajaran hari ini kita lakukan dilapangan ya" ujar bu rusdi kemudian berjalan keluar kelas
"Ahh akhirnya kita pembelajaran diluar kelas juga, pengap gw didalem kelas kek gini mana kipasnya mati" kata jessy pada mawar, mawar hanya menatapnya tanpa memberikan jawaban apa-apa
"Lo kenapa lagi sih?" sambung jessy karena tidak kunjung mendapat jawaban
"Ha? emg gw kenapa?" sahut mawar seperti tidak terjadi apa-apa, jessy hanya diam menatapnya sepertinya mawar memang butuh waktu untuk keluar dari rasa patah hatinya itu
Entah hanya perasaan jessy atau apa, tapi sepertinya mawar hari ini serius sekali bahkan dia tidak tersenyum sedikitpun saat ada sesuatu yang lucu, mawar benar-benar sangat fokus membuat rangkuman
Bu rusdi memberikan kertas yang bertuliskan nomer secara acak kepada para siswa, siswa yang mendapat nomer sama akan berada dalam satu kelompok yang sama, mereka diberikan tugas untuk menjelaskan tentang materi benua yang didapatkan berdasarkan nomer undian
Mawar berjalan kesana kemari mencari kelompok nomer 2, sedangkan jessy seertinya berada dikelompok 4
"Woy, yang dapat nomer dua siapa?" tanya mawar pada mereka yang tengah sibuk dengan urusan masing-masing
"Gw" sahut ranu dari kejauhan, mengapa sepertinya nasib mawar sial sekali, disaat dia ingin mencoba melupakannya mengapa malah didekatkan dengan cara seperti ini sih
Kelompok mawar terdiri dari 4 orang, dua laki-laki dan dua perempuan, mawar, ranu, intan, dan alam, mereka diberikan tugas untuk menjelaskan tentang benua afrika.
Sejauh ini kegiatan kelompok berjalan baik-baik saja, harapan mawar ini akan berjalan seperti ini sampai selesai, namun sepertinya harapan memang hanyalah sebuah harapan, bukan sesuatu yang pasti dapat terjadi sesuai ekspetasi itulah harapan
"Ran lu blom kelar nyatet? punya gw udh gw kumpulin sih, coba pinjem punya yg laen biar cepet kelar nyatetnya dan bisa bahas materi yg mau dibawakan" ujar alam pada ranu, ranu yang awalnya sibuk memandangi buku sambil menggerakkan penanya sekarang beralih pada alam yg mengajaknya bicara
"Gausah lam, lagian udh pada dikumpulin semua kan, cuma gw yg belom" sahut ranu sambil terkekeh
"Punya gw blom" kata mawar ketika mendengar percakapan dua orang ini
Mawar berjalan mendekat kearah ranu, kali ini memang hanya memberikan buku bukan yang lain, pandangan ranu padanya seakan mengatakan "pergilah", oh atau mungkin itu hanyalah perasaan mawar saja
Ranu menerima bukunya dan segera mencatatnya, mawar kemudian kembali duduk disebelah intan dan membahas materi benua afrika bersamanya, sedangkan alam dia sibuk menulis apa yang dikatakan mawar dan intan
Kelompok mereka sudah berhasil menyelesaikan tugasnya, sekarang tinggal menunggu waktu jam selanjutnya, namun untuk jam selanjutnya sepertinya masih lama.
Akhirnya mereka memutuskan untuk bermain truth or dare bersama dengan kelompok lain yg sudah selesai
Awalnya mawar menolak, hanya saja pemaksaan dari intan membuatnya ikut terseret kedalam permainan. Mawar hanya berdoa semoga keberuntungannya tidak hilang, apalagi jika bermain seperti ini mawar pasti sial karena selalu tertunjuk
"Gw yang putar" kata sella mendapat anggukan dari yang lain
Putaran pertama spidol itu menunjuk pada Firli, firli diberikan pilihan antara truth atau dare, dan firli tentu saja memilih truth, gadis itu memilih aman dipermainan seperti ini
"Gw mau nanya" kata linda semangat mengajukan pertanyaan
"Apaan?" sahut firli sambil menatap linda
"Ada gk orang yang lo suka dikelas ini" tanya linda padanya, firli yang awalnya santai sekarang mulai ingin kabur dari permainan
"Ada, cuma rahasialah" sahutnya sambil tersenyum membuat para kaum kepo ingin menguak fakta kebenarannya
Permainan berlanjut hingga beberapa kali putaran, untuk saat ini sepertinya mawar masih dalam posisi yang aman, dia benar-benar belum tertunjuk, mawar hanya dapat berjaga-jaga ketika nanti dia benar-benat tertunjuk
Spidol itu berputar untuk putaran ke 7, dan berhentilah spidol itu pada ranu, ranu sepertinya santai sekali mungkin karena dia tidak ada yang perlu disembunyikan. Kaum hawa yang awalnya terlihat bosan sekarang menjadi berbinar-binar, iya karena mereka ingin tahu banyak tentang seorang ranu
"Kena juga lo ran, truth or dare?" ujar leo memberikan pertanyaan padanya
"Truth ajadeh" sahut ranu, bukannya tidak berani dengan dare tapi sepertinya jika dia memilih dare akan muncul kejadian yg tidak boleh terjadi
"Siapa cewek dikelas ini yang lo suka?" tanya fandi padanya, ranu memasang wajah biasa saja karena dia sudah menebak pertanyaan apa yang akan keluar dari mulut mereka
Para gadis menatapnya antusias kecuali mawar yang sepertinya santai-santai saja, walaupun kita tidak tahu apa yang sebenarnya isi dari hati gadis itu saat ini
Ranu tidak menjawab pertanyaan fandi tetapi menunjuk seorang gadis untuk jawabannya, gadis itu tak lain dan tak bukan adalah mawar, ahh sepertinya beban pikiran mawar bertambah kembali
"Lah gw?" tanya mawar yang kaget karena tiba-tiba ditunjuk
"Cieee, gas lah ran, mawar baru free tuh" sahut Vian sambil menyenggol ranu
"Buruan ran, keburu diambil orang" sambung Rio sambil terkekeh melihat teman-temannya yang mengejek ranu
"Ehh woy dengerin!" tiba-tiba jessy berteriak dari arah sana sambil berjalan kearah para pemain TOD, mereka sontak melihat kearah jessy
"Mawar juga suka sama elo ran" ujar jessy sambil melirik kearah mawar
Oh hancur sudah harga dirinya, kali ini bukan hanya ranu yang tau tapi satu kelas, sepertinya mawar harus siap menjadi bahan ledekan setiap hari. Jessy benar-benar puas mengatakannya dan lagi gadis itu sepertinya tidak punya rasa bersalah padanya
"Jessy!!!!" kesal mawar, rasanya dia ingin membuang jessy kelaut
"Buruan sana jadian, udah gw nyatain juga" sahut jessy sambil tersenyum sinis padanya
"Gw aja udh nyatain loh" kata mawar menutup wajahnya, dia benar-benar malu, kalimat itu keluar begitu saja tanpa disengaja
"Eh anjir beneran? ck jadian sana kalian" ledek jessy yang tertawa terbahak-bahak begitupula dengan yang lain
Kejadian itu kemudian terganggu oleh bu rusdi yang meminta para siswa untuk kembali ke kelas agar tidak terlambat menyiapkan perlengkapan pelajaran berikutnya, semua siswa hanya menuruti perkataan bu rusdi dan berjalan kembali ke kelas
Mawar tidak dapat fokus pada materi yang disampaikan fikirannya hanya memikirkan perkataan ranu saja, ahh kepalnya serasa ingin meledak karena sudah tidak dapat menampung hal lain selain ranu
"Jes, tuker" bisik ranu pada jessy dari seberang sana, tempat duduk jessy dan mawar itu sebelahan, sedangkan tempat duduk ranu dan mawar terpaut tiga kursi, entah apa yang dipikirkan ranu hingga meminta jessy bertukar tempat dengannya
Jessy hanya menuruti perkataan ranu, karena jessy tau bahwa pria itu pasti akan memberi kejelasan pada sahabatnya, sedangkan mawar tidak tau bahwa ranu dan jessy bertukar tempat, karena gadis itu sedari tadi menenggelamkan kepalanya
Ranu duduk disamping mawar dengan santainya, dia tetap memperhatikan pak imam yang sedang menjelaskan materi, yahh walaupun sebenarnya ranu juga tidak sepenuhnya memperhatikan karena dia juga sibuk mengecek apa yang dilakukan gadis disampingnya
"Jes, nanti pinjem catatannya, gw mau tidur" ujar mawar masih menenggelamkan kepalanya
"Iya" sahut ranu santai sambil melihat pak imam yang tengah menarikan jarinya dipapan tulis
Mawar hanya mengucapkan terimakasih kemudian kembali kedalam tidurnya, namun 5 menit kemudian gadis itu mengangkat kepalanya dan menatap siapa yang ada disebelahnya dengan tatapan kaget seperti melihat hantu
"Lo ngapain?" tanya mawar kaget, setelah lima menit dia baru menyadari bahwa suara yang menjawabnya tadi adalah suara laki-laki bukan suara jessy yang lembut
"Duduk" sahut ranu yang tengah sibuk menuliskan sesuatu dibukunya
Mawar hanya diam menatap ranu yang tengah serius pada pekerjaannya, bagi mawar momen seperti ini langka karena ranu sendiri jarang sekali serius saat pelajaran pak imam
"Kenapa lihat-lihat" tanya ranu tanpa memalingkan wajahnya dari papan tulis
Mawar tidak bisa menahan senyumnya, apalagi detak jantungnya tidak mau memelan, rasanya dia seperti dilempar bom secara tiba-tiba
"Ngga, manis aja gitu" sahutnya sambil terkekeh menatap ranu
"Apaansih, udh ga jaim?" kata ranu menatap mawar dengan menampilkan senyumannya
RIP! JIWANYA MAWAR BENERAN HILANG
Mawar mengagguk sebagai jawaban, gadis itu bahkan tidak mau memalingkan wajahnya dan tetap saja melihat ranu, sedangkan ranu kembali fokus pada penjelasan pak imam
"Udah puas lihatnya?" tanya ranu, mawar melihatnya dari ranu duduk disana sampai pelajaran pak imam selesai bukankah ini terlalu lama?
"Ngga belom" sahutnya sambil tertawa menatap ranu yang tengah sibuk memasukkan alat tulisnya
"Gimana?" ujar ranu kembali sambil menghap kearah mawar
Mawar hanya mengernyitkan wajahnya berfikir apa maksud perkataan ranu, apanya yang bagaimana?
"Ha?" sahut mawar masih tetap berfikir maksud ranu yang sebenarnya
"Lo gamau jadi pacar gw?" tanya ranu menatap mawar yang terlihat kaget dengan pertanyaannya
"Mau lah" sahut mawar setelah terdiam beberapa detik, otaknya belum bisa mencerna semua kejadian hari ini
"Yaudah mulai hari ini kita pacaran" ujar ranu kemudian meninggalkan mawar dan kembali pada tempatnya
Jessy yang berada diseberang sana sepertinya sudah bisa melihat wajah mawar yang berseri bahagia, pasti karena ranu memberikan kepastian padanya, jessy hanya tersenyum karena akhirnya sahabatnya itu mendapatkan apa yang diinginkannya
Mawar tidak dapat lagi memikirkan hal lain kecuali ranu, tapi dia tetap harus keluar dari zona ranu untuk berfikir kedepan karena sebentar lagi akan ujian nasional, jadi dia harus bisa lulus dengan nilai yang baik.
-After ••••
Ujian sudah selesai, sejauh ini hubungan mawar dan ranu baik-baik saja, walaupun sebentar lagi akan terpisah karena mereka akan segera lulus, namun mawar dan ranu menikmati hari-hari yang semakin singkat ini
"Dirgaaaa" panggil mawar dari pintu kelasnya, namun sepertinya yang menjawab bukan ranu tapi teman-teman ranu
"Ranu nya lagi gaada dir, sibuk sama via tuh" ujar alam ketika melihat mawar masih senantiasa berada didepan kelas menunggu ranu
Alasan mawar tidak masuk karena dia sedang menemani jessy yang sibuk menghapus coretan tinta diwajahnya karena ulah mawar yang ceroboh jessy lah yang menjadi korban
"Apaan sih lam, org cuma bantuin via nata buku aja, gausah cari keributan, pacar gw kalau ngambek ngeri soalnya" sambung ranu kemudian berjalan keluar kelas
Mawar hanya tersenyum, dia masih tidak percaya bahwa seorang ranu benar-benar menjadi pacarnya
"Kenapa?" tanya ranu ketika melihat wajah mawar yang sepertinya sngat bahagia
Mawar hanya menggelengkan kepalanya tanpa maksud apa-apa, ranu juga tidak bertanya karena dirinya mulai memahami maksud gadisnya tanpa perlu penjelasan darinya
"Iya nanti" kata ranu menanggapi gelengan mawar yang bermaksud mengajaknya ke kantin saat istirahat nanti
Mawar hanya tersenyum kearahnya, dan jessy tentu saja melihat mereka iri kenapa bisa-bisanya mereka bermesraan didepan jessy yang jomblo ini.
Hari kelulusan semakin dekat, karena itulah kelas A mengadakan studytour untuk perpisahan, studytour kali ini bukan karena sekolah tapi karena keinginan wali kelas dan siswa kelas A, tentu saja sudah disetujui oleh bapak kepala sekolah
D-irga ranu:
Udah semua? barangnya gaada yang kelupaan kan? dicek lagi coba
Mawar♡:
Sepatu gw dimana ya? yang kembar sama punya lo itu, katanya mau couple
D-irga ranu:
Coba cari dideket jemuran belakang rumah lo, kalau nggak dilemari warna abu-abu
Ranu sepertinya hafal sekali dengan denah rumah mawar, yahh wajar sih karena pria itu sudah berkali-kali berkunjung kerumah gadisnya tentu saja dengan persetujuan orangtua mawar, lagipula jika disana bukannya bersantai bersama mawar, ranu malah membantu ibu mawar yang sibuk memasak atau tidak membereskan rumah.
Hari ini adalah hari H untuk pelaksanaan studytour, semua siswa telah siap didalam bus, tentu saja beberapa menit sebelumnya mereka mendengarkan peraturan dan perintah dari bu endang wali kelasnya dan juga beberapa guru yang mendampingi mereka
Tujuan mereka ke bali, studytour kali ini berjalan tiga hari. Mawar berharap bahwa studytour kali ini berjalan lancar dan tanpa halangan, jika bisa dia ingin ini menjadi kenangan terindahnya bersama yang lain
Tempat duduk mawar bersebelahan dengan jessy, walaupun mawar bisa bersebelahan dengan ranu tetap saja dia tidak akan meninggalkan jessy, jadi dia tetap memilih berada disamping jessy, dan ranu juga memaklumi itu
Disaat malam yang gelap, mereka menyebrangi lautan menggunakan kapal, mereka semua duduk dibagian depan kapal sambil menikmati langit malam dan dinginnya angin yang berhembus
Mawar duduk ditengah-tengah ranu dan jessy, disana mereka bergabung bersama yang lain dan menikmati cemilan yang dibawa oleh rio. Tujuan pertama setelah penyeberangan adalah pantai, disana mereka akan melihat matahari terbit
Waktu berjalan begitu cepat, mereka bahkan sudah menikmati pantai matahari terbit disana, tentu saja jessy dan mawar berfoto sebagai kenangan begitu pula dengan ranu dan mawar, mawar begitu bahagia karena dikebahagiaan ini dia ditemani dua orang yang dia sayangi
Setidaknya semangat mereka masih ada sampai akhirnya sampai dihotel, banyak dari mereka tumbang, bahkan jessy juga ikut tumbang karena kelelahan, mau tak mau mawar harus bekerja lebih keras karena membantu jessy
"Anak-anak nanti dimohon segera tidur ya, apalagi
ini sudah larut malam, besok perjalanan berikutnya akan kita mulai pagi setelah subuh, jadi dimohon menggunakan waktu istirahat sebaik-baiknya" ujar bu endang
Satu kamar hotel berisi 4 siswa, mawar bersama jessy, intan, dan via, mereka berempat sibuk menata barang dan juga bergantian untuk mandi, karena kamar mandinya hanya ada satu
Sudah jam 1 lebih, mawar masih belum bisa tidur alhasil dia bermain bersama intan, sedangkan jessy tentu saja sudah terlelap dalam tidurnya begitu pula dengan via
Ketika waktu menunjukkan jam 2 penghuni kamar itu sudah terlelap semua, mereka begitu damai dalam tidurnya
Esoknya perjalanan berjalan sesuai yang diagendakan, tujuan yang dituju adalah pusat oleh-oleh disana mereka membeli banyak pai susu untuk dibawa pulang.
Mawar menikmati angin diatas kapal penyeberangan, ini selesai begitu cepat tapi mawar bahagia karena semua berjalan sesuai yang direncanakan tidak ada kesalahan apapun, dia benar-benar menikmati studytour kali ini
••••••
Hari-hari berlalu begitu saja hingga sampailah saat yang ditunggu-tunggu, yaitu hari H wisuda SMAN Darma Bangsa, mawar mengenakan kebaya dan juga sedikit riasan diwajahnya, bukan hanya mawar tapi seliruh siswa kelas 12
"Ngga kerasa ya, udah lulus aja" ujar jessy, mawar hanya mengangguk, bebar kata jessy ini berlalu begitu cepat padahal kemarin rasanya baru menjadi seorang siswa baru
Jessy dan mawar berfoto sebagai kenangan, jessy mengatakan pada mawar bahwa dia akan pindah ke Yogyakarta, hal itu membuat mawar begitu sedih, tentu saja karena bagi mawar jessy sudah seperti kakaknya dia tidak rela melepaskannya
"Sini peluk" kata ranu ketika melihat mawar yang memasang wajah sendu, gadis itu seperti akan menangis jika tidak diberikan pelukan
Mawar mendekat pada ranu, ranu benar-benar memeluknya, walaupun mereka masih bisa bertemu tetap saja tidak akan bisa sesering dulu. Potret mawar dan ranu diambil oleh jessy.
••••••
Jessy memeluk mawar dan menepuk pundaknya, sedangkan mawar menangis dipelukan jessy, mawar benar-benar tidak rela melepaskan jessy, tapi mereka tetap harus berpisah
"Selamat atas kelulusannya, selanat atas pacar baru lo, selamat atas apa yang udah lo capai selama ini, selamat atas keinginan lo yang udah terwujud, semoga kedepannya kita masih bisa bertemu. See you mawar!" ujar jessy sambil memeluknya
Mawar hari ini mengantar jessy ke stasiun, dia melepas kepergian jessy bersama ranu, walaupun mereka sudah tidak bisa bersama mawar yakin bahwa mereka akan berjumpa kembali suatu saat nanti. See you jessy!
Semua akan mengejar impiannya sekarang, entah itu mawar, jessy atau ranu, mereka akan disibukkan dengan jalan yang mereka pilih, tapi setidaknya mereka meyakini jalan yang dipilih
Mawar memang melepas masa remajanya, bukan masa hidupnya, dia masih dapat terus berkembang dan mengejar apa yang dia impikan, walau jessy sudah tidak dapat mendorongnya, sekarang mawar memiliki ranu yang dapat menarik tangannya kapan saja
Yang terlambat belum tentu tidak dapat dikejar kembali, jika keterlambatan itu dapat kau raih maka raih lah, jika tidak bisa maka teruslah berlari hingga kau dapat mengejar keterlambatan tersebut.
SEE YOU!
AND THANK YOU-