Saya anak Broken Home
Disebuah rumah yang begitu mewah dengan segala desain interiornya, belum lagi halaman yang begitu luas yang dipenuhi dengan bunga-bunga yang indah. Rumah ini bisa dibilang merupakan sebuah rumah yang ditampilkan oleh banyak orang.
Tapi,siapa yang menyangka jika rumah yang ditempati tidak seindah dan selayak istana,,ditempat itu ada seorang anak gadis remaja yang sangat cantik sedang meringis kesakitan yang mencoba membaluti luka nya dengan kain bersih luka lebam ditubuhnya membuat nya menjadi prustasi dan stress…
Aduh,gumannya pelan sambil membersihkan luka lebam di punggungnya
“untung saja ngak ditangan kanan”gumannya sambil membersihkan luka lebam itu.
Pembunuh!!!
Lo dimana??
Pembunuh! Keluar lho sekarang,
Tirani andriana Sanjaya hanya tersenyum kecut,karena dia sudah tau bahwa dirumah itu dia selalu dipanggil pembunuh oleh keluarganya,dan dia juga harus bersabar dengan luka yang selalu dia terima dari keluarganya,bahkan sampai ke luka fisik yang sering dilayangkan ke dia.
Brak!!..
Suara dobrakan pintu berhasil membuat tirani terlonjak kaget,disana didepan pintu kamarnya,aaaa bukan pintu kamar tetapi gudang yang sudah dianggap kamar oleh gdis cantik itu .
“A-da apa kak?? Tanya tirani dengan takut sekaligus gugup
“ada apa,ada apa?? Tugas yang gue suruh lho kerjakan mana?? Tanya cowok itu sambil menatap jijik gadis yang sedang menundukkan kepala nya itu,air mata tak kunjung berhenti.
“be-‘bentar kak”guman cewek cantik itu sambil berjalan dengan pelan kearah meja yang kecil yang dia sulap menjadi meja belajarnya.
Dengan merasa sakit ditubuhnya perempuan cantik itu mencari buku yang diminta oleh kakaknya itu,setelah menemukan apa yang ia cari gadis itu memberikannya ke sang kakak.
‘ini kak’”
“sini lama bangat si lho,”ketus sicowok itu
Gardon William pria itu adalah kakak ketiga dari tirani,dia selalu bersikap kejam ke tirani,sama seperti ide yang sudah terbesit diotak sang kakak,ide yang sangat jahat dengan cepat gardon langsung mencegkram tangan tirani dengan erat dan benar saja sangat sakit karena gardon menarik tangan yang terluka itu.
“a”aaa sakit kak,”rintih tirani sambil memegang tangan sang kakak
Heyy kuman!”lepasin tangan lho dari tangan gue!! Cepat kuman”teriak gardon keras sambil mendorong tirani menjauh dari dirinya.
Tirani? Gadis itu terduduk dilantai karena dorongan gardon sangat keras,sebegitu menjijikkan dirinya sehingga kakaknya sendiri menganggap dirinya kuman di rumah itu.
“kuman!! Berani banget lho nyentuh” tangan gue” teriak gardon si sang kakak yang sambil mendekati sang adik,karena si adik berusaha menjauhi dirinya”
“bugh!
Satu tendangan berhasil mendarat dipunggung tirani,merasa tidak puas,gardon kembali menendang bagian belakang tirani,yang notaben nya sekarang tirani adalah adiknya sendiri
“aarggghrrrhh,sa-sakit kak.”lirih tirani sambil kesakitan
Sakit??ini lebih sakit” desis gardon tajam sambil menginjak tangan tirani yang terkena luka sayatan tadi…beribu cara dilakukan keluarga tirani untuk melukai bahkan membuat tirani prustasi.
“a,aa sa-sakit kak!!kumohon kak”hiks,hiks” sambil menangis tirani tetap mendapatkan tendangan itu,memohon pun sudah tak ada artinya,tirani pun pasrah.
“mam-….
“ada apa ini??tanyak seorang pria paruh baya sambil berdiri didepan gudang.
“tau tu yah, sipembunuh ini ngambil buku aku”, aduh gardon yang sepenuhnya berbohong kepada sang ayah.
Nelson sanjaya pria baruh baya itupun menatap tajam tirani yang dia anggap sebagai pembawa sial dan si pembunuh dikeluarganya,sedangkan yang di tatap hanya bisa menggelengkan kepala saja dengan wajah yang sudah dipenuhi dengan air mata.
Keluar gardon!! Suruh sang ayah ke si sang kakak, dengan penuh semangat gardon pun keluar dari dalam gudang tersebut,
“a-ayah aku gak am-ambil buku kak gardon” lirih tirani sambil menjauhi sang ayah,karena tirani sudah tau bahwa ayahnya tidak akan percaya kepadanya,dan tirani juga sudah tau bahwa ayahnya akan memukuli nya,.
Seolah tuli,tak mendengar perkataan tirani,Nelson melepaskan ikat pinggangnya,dia tidak peduli dengan alasan tirani,dengan tidak punya rasa hati pria itu pun memukul sang anak dengan tali pinggang yang dia pakai tadi.
“aarghrrrrhh”ayah sa-sakit ayah!!,..teriak tirani berusaha menjauhi sang ayah.
“sialan,kamu pembunuh,kamu harus mati”makian Nelson tajam sambil memukulkan kepala ikat pinggang itu ke badan tirani{sang putri}
“hiks,hiks ayah ampun!!,kumohon ayah,hiks,hik”tangisan gadis itupun pecah,karena rasa sakityang dia dapatkan sangat parah,belum lagi luka yang tadi masih membekas,darah segar pun mengalir di pelipisnya,..
“kau tidak boleh makan mala mini”!!! suara tajam nelson sambil meninggalkan gudang itu dengan perasaan tak bersalah,.
Hikss,hikss,bunda jemput tirani,hikss
Kenapa ayah,kakak tidak pernah membiarkan aku hidup tenang satu hari saja,seolah mereka sangat senang mendengarkan tangisan ku disetiap saat yang penuh dengan rasa sakit,…
Buat apa hidup jika hanya dibenci”lirih tirani sambil menghapus air matanya cepat
Tidak ada gunanya juga menangis,tidak ada juga yang peduli, lbih baik membersihkan luka lebam yang diberikan kakak,dan ayah,karena ini sudah takdir bahwa tirani harus melewatinya dengan senyuman walaupun hati dan tubuh terasa sangat sakit,….
“Tirani gak akan cengeng, aku gak mau bunda disana juga sedih melihat aku,aku bakalan berusaha bertahan sampai Tuhan bilang waktunya tirani untuk pulang” batin tirani sambil mengobati luka-luka yang ada di tubuhnya…..
QUETE TIRANI
“jangan pernah melukai seorang putri hanya karena masa lalu
Masa lalu bisa diperbaiki,tapi luka yang kamu berikan akan sangat sulit diperbaiki
Rasa maaf akan sirna dari dirinya,dan rasa maaf itu akan ada jika dia sudah tidak ada lagi”
LUPAKAN MASA LALU DAN PERBAIKI MASA SEKARANG!!!